Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Kedatangan Tuan Katris


__ADS_3

Di dalam kamar Tuan Katris termenung. Dia terus saja memikirkan Ana dan Lucy sejak pertemuan nya di dalam mall kemarin. Ingatannya lekat kembali kepada Alm. putranya. Mendadak kesedihan mendera batinya, melihat kedua gadis itu membuat ia merasa hangat. Meskipun ia tau bahwa Nyonya Rossi berkata mereka itu keponakannya yang baru saja tiba dari Yunani. Tapi ia tidak serta merta percaya dengan ucapan wanita paruh baya itu. rasanya mengganjal, mungkin ini yang di namakan ikatan batin. Kemudian ia mempunyai ide yaitu bertamu ke tempat Nyonya Rossi dengan alibi ingin mengucapkan terimakasih karena menolongnya waktu itu.


"Joko ,antarkan saya ke rumah Pak Antonie SEKARANG" titahnya.


"Baik tuan" jawab Joko singkat.


Dia sengaja tidak membuat janji terlebih dahulu, dia ingin semua keadaan senatural mungkin. Mobil terus saja menembus jalanan kota Jakarta hingga sampailah di sebuah rumah yang mewah bergaya oriental, kemudian satpam menyambutnya.


"Maaf pak, apa Pak Antoni ada di rumah?" tanya Tuan Katris.


"Apakah Tuan sudah membuat janji terlebih dahuku dengan Bapak?" tanya satpam yang bernama Muklis.


"Belum. Tetapi saya ada urusan sebentar dengan tuan rumah ini" jawabnya.

__ADS_1


"Baiklah saya akan bilang dulu kepada bapak, dan maaf kalau saya boleh tau nama Tuan?" tanya Muklis intens.


"saya Katris Mikarti. pasti dia mengetahui nama saya" jawabnya.


Tak menunggu lama, satpan itu segera berjalan ke dalam rumah majikan nya. Tampak mereka sedang sarapan pagi. Hari ini kebetulan Tuan Antoni dan Nyonya Rossy tidak ke kantor, mereka hanya ingin istirahat saja.


"Pagi Tuan dan Nyonya. Maaf saya mau melapor kalau ada seseorang ingin bertemu dengan tuan" ujar Muklis dengan hormat.


", Aku tidak ada janji dengan siapapun. Kamu tanya siapa namanya, jangan dinanggap kalau mencurigakan" jawabnya santai.


Mendengar nama itu, Tuan Antoni langsung beringsut dari tempat duduk nya dan merasa terkaget. Pasalnya dia tak pernah ada kontak atau apalah dengan lelaki sepuh itu yang mempunyai julukan t-rex nya pengusaha.


"Suruh beliau masuk" perintah Tuan Antoni.

__ADS_1


"Baik tuan"` segera Muklis keluar dan mempersilahkan Tuan Katris memasuki rumah nya.


" Selamat pagi Pak, ada apa sekiranya Bapak Katris datang ke gubuk saya ini, apalagi tidak membuat janji dulu"titahnya sabil mengukurkan tangan nya pada lelaki sepuh itu. Mau bagaimanapun seorang rival dalam dunia usaha tetapi Tuan Katris juga adalah seorang yang lebih tua dari nya, ia harus menghormati itu.


"Pak Antonie, anda selalu merendah dari dulu, maaf saya menggangu waktumu yang sangat mahal itu, saya kemari hanya ingin mengucapkan terimaksih kepada keponakan mu karena sudah menolongku tempo hari ," tutur nya.


De deg deg jantung Tuan Antonie berdegup tak beraturan, berarti Ana sudah bertemu dengan kakek nya.


"Dimana bapak bertemu dengan keponakan saya?" tanya Tuan Antonie.


"Saya bertemu mereka di mall sedang berbelanja dengan istrimu. tak sempat berkata banyak mereka sudah pergi duluan, entah kenapa sejak pertemuan itu, saya selalu memikirkan mereka. Merasa hati saya hangat bertemu mereka. Anda bisa panggilan mereka? aku ingin bertemu, dan maaf jika permintaan ini aneh buatmu" tutur nya lirih


"baiklah" jawabnya.

__ADS_1


Di panggilah Ana dan Lucy ke hadapan Tuan Katris dan dia mulai berkaca kaca. Ada sudut kesedihan di ujung matanya, ia beranjak dan langsung memeluk tubuh kedua gadis itu, Ana dan Lucy terperanjat. Ketika hendak melepaskan pelukan lelaki sepuh itu, di belakang Antonie memberi isyarat pada mereka agar tidak melepaskan pelukan itu. Membiarkan Tuan Katris melepas rindu walau ia tak mengetahui kalau mereka adalah cucunya yang hilang 15 tahun silam.


__ADS_2