Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Kembali kepada kehidupan Yang Dulu


__ADS_3

Tangis haru seketika Tuan Katris terdengar, membuat seisi rumah itu merasakan kesedihan juga. Lelaki sepuh yang selama 15 tahun selalu merindukan ketiga cucunya, sekarang sudah menemukannya. Kemudian dia tak sabar ingin bertemu dengan mereka.


"Pak Antoni bisa panggilkan mereka bertiga? saya ingin memeluknya" ucap Tuan Katris


mendengar itu Tuan Antoni dan sang istri hanya bisa saling melemparkan pandangan, Pasalnya yang di cari sudah tidak ada di rumah mereka.


"Sekali lagi maafkan kami pak. Ferdian sudah tidak ada di rumah kami" lirih Nyonya Rossy peluh.


"Apa? maksudnya cucu saya sudah pergi dari sini? apa kalian mengusirnya? kemana cucu saya" ucap Tuan Katris dengan nada semi marah dan panik.


"Sekali lagi maafkan kami pak. Semua itu di luar kendali kami. Kami pun tak tahu kepergian mereka. Putri kamilah yang mengusir Ferdian dan kedua adiknya hanya karena dia merasa kasih sayang nya terbagi. Dan waktu itu saya sempat menyuruh Ferdian menikahi putri kami dan putri kami menolak sehingga menimbulkan keributan. Sekali lagi maafkan kami pak" Ucap Tuan Antoni


"kenapa Pak Antoni tidak memberitahukan secepatnya kepada saya waktu itu, apa ada yang di tutupi oleh kalian dan Ferdian sendiri? dan apa, Pak Antoni ingin menikahkan mereka tanpa bicara dulu kepada saya, apa you sudah tidak warah hah?" ucap Tuan Katris sedikit emosi.


"Jikalau Ferdian tak melarang saya untuk bicara, maka saya akan langsung mengatakannya kepada anda pak, dan soal perjodohan itu, Saya berharap sekali putri saya satu -satunya bisa mendapatkan suami seperti Ferdian. Bukan soal dia sebagai cucu anda, Tetapi saya melihat kalau dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab" tutur Tuan Antoni.


"Ya saya bisa mengerti. Dan maaf, saya sedikit emosi pada anda pak. Tapi bagaimana dengan nasib mereka sekarang, saya tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Lucy" lirih Tuan Katris sendu.


"Dalam waktu dekat kita cari mereka pak. Hanya putri saya yang tahu tempat tinggal mereka, Saya akan bujuk dia untuk menyusul nak Ferdi. Tapi saya minta agar anda merahasiakan keberadaan mereka pada pak Cakra" ucap Tuan Antoni.


"Ya saya akan merahasiakan nya dari Cakra. Saya tahu sifat anak saya seperti apa. Terimakasih sebelumnya karena kalian sudah marawat dan menampung cucu saya. Saya pamit dulu" tutur Tuan Katris sembari mengurai pelukan kepada Tuan Antoni.


sebelum Tuan Katris pulang dia membisikan sesuatu di telinga Tuan Antoni ( Urus soal kerja sama perusahaan kita oke), membuat Tuan Antoni senang bukan kepalang.


¥


¥


Siang itu Ferdian membawa bambu untuk melanjutkan merenovasi gubuk mereka. Setelah di tinggalkan cukup lama membuat bangunan reot itu sedikit ambruk.


"Bagaimana bang, apa sudah berhasil atap nya di ganti?" tanya Ana


"Sedikit lagi, coba bantu abang naikan bambu ini" ucap Ferdian

__ADS_1


Ketika mereka sedang memperbaiki gubuknya, terlihat Lucy yang sedang murung. Dia selalu merindukan kakek nya dan sangat rindu suasana Jakarta. Di tepuknya pundak Lucy oleh Ana.


"Dek kamu kenapa dari tadi kakak lihat kamu gak semangat. Kamu sakit?" tanya Ana sembari meraba kening sang adik.


"Aku gak apa - apa kak. Hanya sedang ingat kakek saja. Aku kangen beliau kak.. hikhikhik" jawab Lucy sembari menangis.


"Sudah ya dek, kita mulai hidup baru lagi. Lupakan mereka" lirih Ana.


Tak menjawab perkataan Ana, Lucy segera berlari menuju gubuk nya.


¥


¥


Adinda yang mulai di hantui rasa bersalah pun dia mengambil ponsel trio bersaudara yang tersimpan rapi di lemari kamar Ferdian.


Dia melihat poto dirinya yang di jadikan wallpaper di ponsel Ferdian.


sesudah melihat ponsel Ferdian, dia melihat ponsel Ana dan Lucy.


"kok aku jadi kangen sama kalian sih. Maafkan kakak ya , andai waktu itu kakak tidak marahin kalian, mungkin kalian gak akan pergi. Aku harus lakuin sesuatu untuk menebus rasa bersalah ku" ucap Adinda.


Sementara di kantor. Cakra sedang marah-marah kepada semua pegawai nya.


"Bodoh, tolol, kalian saya gaji tetapi kerjaan kalian seperti anak TK. Kenapa perusahaan Pak Antoni bisa menjalin kerjasama dengan kita tanpa persetujuan saya. Siapa yang bermain-main disini? " gertak Cakra dengan emosi yang membuncah.


Seorang stap bernama Harmoko lalu berbicara dengan nada gugup.


"Maafkan saya pak. Saya hanya menjalankan perintah Bapak Katris saja. Beliau meminta saya untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Pak Antoni dan meminta untuk tidak bicara dengan anda. Tetapi sekarang anda sudah tahu, maka saya harus bicara ini" tuturnya.


"Kalian sama saja dengan papa ku. Sama-sama tidak berguna dan egois. Keluar kalian sekarang dari ruangan ini" kata Cakra dengan suara yang menggelegar.


Keluarlah semua stap di ruangan itu. Mereka pun langsung bergosip.

__ADS_1


"Sudah tua tapi emosian ya" ucap seorang stap yang bernama Rosalie.


" Bener juga, kalau gak karena cicilan rumah, gue ogah bertahan di kantor ini" kata Meridian stap pemasaran.


"Asal kalian tahu ya, bukan kalian saja yang sudah enek dengan sifat si laki-laki tua itu. saya pun sama. Kalau gak inget bini muda yang minta Skincare an tiap minggu, mungkin saya sudah resain dari sini" ucap Harmoko.


Di rumah, Tuan Katris sedang melihat tanaman kesayangan nya. pohon bonsai kesayangannya yang dia rawat seperti anak sendiri, dan selalu diberikan perawatan terbaik. Ketika sedang asik - asiknya merawat tumbuhan nya, dia di kagetkan dengan kedatangan satpam rumahnya.


"Tuan maaf, saya mengganggu waktunya. Itu tuan di depan Tuan Cakra marah-marah, guci kesayangan Tuan di pecahkan, Kristal kesayangan Alm Nyonya di lempar hingga berserakan dan dia menonjok dada saya sampe saya agak sesak. Tolong Tuan saya takut" ucap Didin sambil tergopoh.


Mendengar perkataan satpam nya itu membuat dia naik pitam. Dia segera berjalan menghampiri Cakra yang sedang mengamuk di ruang tamu. Melihat keadaan yang berantakan akibat ulah Cakra membuat dia geram.


"Apa yang sudah kamu lakukan Cakra? " tanya Tuan Katris dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Pa, kenapa papa menjalin kerja sama dengan Pak Antoni tanpa bicara terlebih dahulu dengan ku? " tanya Cakra geram.


"Apa aku harus bilang kepadamu dulu? itu perusahaan ku jadi aku bebas melakukan apapun yang aku kehendaki atas perusahaan ku. Dan lihat apa yang kamu lakukan? brengsek kamu cakra, kamu sudah merusak barang kesayangan alm. Mama mu sendiri. kristal itu barang yang sangat di cintainya. itu kado pernikahan kami yang pertama" ucap Tuan Katris sembari memegang dadanya yang bergemuruh.


"Aku tidak peduli pah, aku hanya ingin kejelasan papa. Dan papa harus ingat bahwa aku akan meminta seluruh harta papa termasuk bagian dari Mas Pratama, karena nyatanya semua anak Pratama tidak ada kejelasan apa sudah mati apa bagaimana. Alih nama akan aku lakukan 3 minggu dari sekarang" seloroh Cakra dengan wajah mengintimidasi.


"Tak akan ku biarkan keserakah mu itu Cakra. Aku bersumpah bisa menemukan cucu ku dalam waktu dekat ini" ucap Tuan Katris


"Tak akan ku biarkan itu terjadi. Aku harus bisa menguasai semuanya. Ini semua miliku, tak ada yang boleh mengambilnya" ucap Cakra dengan rasa jumawa.


"Iblis jenis apa yang sudah merasuki tubuh mu Cakra, hingga kau jadi manusia seperti ini. kenapa tidak kau saja yang mati, kenapa harus Pratama" ucap Tuan katris dengan derai air mata.


"Yang akan mati itu papa" ucap Cakra.


setelah mengatakan itu, Cakra meninggalkan Tuan Katris yang masih menangis.


"Tunggu Cak~~~~"


Tak sempat melanjutkan perkataannya , tiba- tiba Tuan Katris terjungkal dan pingsan. Penyakit jantung nya kumat lagi.

__ADS_1


__ADS_2