Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
KABAR BAIK


__ADS_3

Di tinggalkannya gubuk sejuta kenangan Itu. Dan mereka mulai menyusuri jalan setapak menuju pemukiman warga, inci demi inci ,pohon demi pohon mereka lalui, ada sedikit rasa sesak di hati Ferdian, mengingat ia harus berperang melawan Raksasa yang haus akan darah seperti Om Cakra, tapi ia tak akan mundur demi harga diri orang tuanya. Rasa dendam yang bercampur rasa rindu karena akan bertemu sang kakek melebur jadi satu. Sesekali Adinda berhenti karena tiba-tiba kakinya merasa nyeri.


"Ferdi bisa aku istirahat dulu, kaki ku nyeri. Maaf ya Ana sama Lucy, kakak jadi repotin kalian " imbuhnya dengan nafas menderu lelah.


"Tak apa ,istirahat lah dulu ,kami pasti bantu kamu kok" ucap Ferdian.


Tak terasa perjalan mereka sudah memasuki kawasan kampung.


"Tunggu ya sebentar, aku akan meminjam handpone milik penduduk ,aku akan menelepon orang tuaku agar menjemput kita disini," celoteh Adinda.


Di dapatnya ada seorang perempuan parubaya yang membawa handpohone ivo ,dan Adinda menemuinya 'maaf bu, apa saya boleh meminjam hp nya sebentar, saya ingin menelpon keluarga saya di Jakarta, tidak lama kok bu, saya mohon"lirihnya.


"Ia silahkan mbak, tapi gak lama ya ,soale saya mau pulang buru-buru" jawabnya singkat.


Sementara di rumah keadaan orang tua Adinda sangat memperihatinkan ,terlebih sang mama yang sakit nya makin parah.


Tutt tuttt tutt.


Dering telpon memecahkan kesunyian.

__ADS_1


"Biar papa yang angkat ya ma, siapa tau ada informasi tentang anak kita" kata papa.


"Iya pah" jawabnya singkat.


"Halooo siapa ini, ada keperluan apa?" tanya tuan Antonie malas.


"Haloo pah, aku anakmu Adinda, pah aku ada di kota kdjruhrdbwk,,aku mohon jemput aku pah, saat ini aku ingin pulang,aku rindu kalian" lirih Adinda.


"ADINDA sayang, kamu baik-baik saja nak, papah dan mamah merindukan mu ,,tunggu papa akan menjemput mu sekarang,tunggu papah nak" jawab papanya dengan nada terharu biru.


"Mama ,mama adinda telp ma,katanya dia ada di kota kdjwhdgdjekne ,dia selamat ma,,mama harus sembuh ,papa akan bawa dia pulang


"Alhamdulillah ya allah,akhirnya anak ku selamat,cepat jemput dia pah, mama ingin sekali bertemu"tangisnya sang mama.


Susudah menelpon ,ia langsung memberikan kepada si pemilik nya:


" Mbak maaf saya tidak bisa mengganti pulsa mbak, saya betul-betul tidak punya uang"lirih Adinda pada pemilik hp itu.


"tak apa- apa mbak ,saya ikhlas menolong mbak, semoga mbak cepat bertemu dengan keluarga nya" jawabnya lembut.

__ADS_1


"terimaksih bu"...


.. Terik mentari rasanya di atas ubun-ubun, mereka memutuskan untuk menginap di masjid terdekat, ,,dan esoknya papa menjemput nya ,,," anaku,"hik hik hik...tangis papa pecah melihat Adinda yang kurus kering,,,..


"Papa, aku kangen papa, gimana keadaan mama pa, ?" tanya Adinda pilu.


"Mamamu sakit nak,sejak kamu hilang kesehatannya semakin buruk, ,," jawabnya,,


Di sela- sela ibrolan haru itu, Tuan Antonie melirik ke arah Ferdian dan kedua adiknya. "Nak mereka siapa?" tanya sang papa.


"Saking terharunya sampai aku belum sempat memperkenalkan mereka. Pah ini Ferdian, Ana,dan Lucy, mereka yang menolong dan merawat ku pah ," jawab Adinda terharu.


"Terimaksih nak, kalian telah menolong anak saya, saya betul- betul berhutang budi pada kalian,terimakasih nak" lirih Tuan Antonie.


"Sama-sama pak.Tak ada hutang budi antara kami, saya menolong Adinda ikhlas pak. Semoga kedepannya tidak pernah ada lagi kejadian seperti ini" jawab Ferdian.


"Pah kalau boleh, bisa kan pah mereka ikut ke Jakarta. Akan aku ceritakan semua pada papah ,nanti setelah kita sampau di Jakarta" ucap Adinda.


"Tentu boleh "........jawab Tuan Antonie..

__ADS_1


Mereka pun pulang ke Jakarta. Bagi Ferdian ini adalah sesuatu yang akan di mulai, permainan yang akan melawan Raksasa ceperti Om Cakra ,dan akan merebut apa yang sudah menjadi hak nya.


__ADS_2