Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Tamu spesial


__ADS_3

Tak habis Selly memaki Ferdian dan kedua adiknya. Bahkan setelah tiba di rumah nya pun ia masih mengomel tak karua. Sifatnya yang pemarah membuat ia sangat cocok bersanding dengan Cakra. Ia terus mengumpat tak sadar bila ia sedang berjalan dibatas lantai yang basah, sesaat kemudian ia terjatuh, membuat ia meringis kesakitan.


"Icih, kemari cepat, tolong saya ,,..icih kemana sih kamu," teriak Selly.


Tak berselang lama seorang ART nya menghampiri dengan wajah panik. ART berbadan kurus itu segera membantu majikannya berdiri. Alih - alih ingin di bantu, Selly langsung menepis tangan icih dengan kasar.


"Tolol, bodoh sekali kamu, kenapa pel lantai siang gini, lihat ulah mu ,saya jadi tersungkur, badan saya sakit,, kamu harus potong gaji," seloroh Selly.


"Maaf bu. Saya pel lantai karena bapak muntah lagi bu, kaya nya habis mabuk " tutur Icih sembari meremat jari pada baju dasternya.


Sesampainya di kamar, Selly mendapati suaminya sudah duduk di atas kasur dengan muka masam.


"Mas mabuk lagi??,," tanya Selly.


"Sudah tau kenapa nanya,,!!! dan itu muka kenapa di tekuk gitu sih. Udah jelak tambah jelek. Kerutan di wajah mu membuatkurus gini- gini juga saya istrimu,, aku kesal dengan - - - BLABLABAL.." panjang lebar ia menceritakan kejadian yang di alaminya waktu di maal tadi.


Mendengar penuturan istrinya membuat Cakra membatin sejenak, ia memikirkan akhir - akhir ini selalu di ingat kan terus oleh anak - anak itu, seakan menjadi dejavu. Apalagi melihat sosok Ferdian membuat ia serasa melihat sosok sang kakak.

__ADS_1


Sementara di rumah Tuan Katris ia ingin terus menemui Ferdian dan kedua adiknya. Seakan tidak pernah bosan. Dari hal kecil seperti mengirim bunga dan kue ke rumah Tuan Antoni sampai mengirim baju merk branded,.


"Udin, atur waktu saya untuk ke rumah pak Antoni hari ini, saya ingin mengunjungi mereka" ucap nya semangat.


"Pak Antoni lagi tuan,?" tanya Udin heran.


"Betul, sudah Din kamu ikuti saja mauku, kita pergi sekarang"


"Baik tuan" jawab udin.


Sesampainya di halaman rumah Tuan Antoni, Tuan Katris segera di hampiri oleh satpam rumah itu ( si kakek lagi, mau ngapain sih dia datang lagi kesini, jangan - jangan dia pedofil suka sama si Lucy, ikh ane jadi ngeri ) gumam satpan itu.


"Oya tidak masalah, saya cuma ingin bertemu Lucy saja. Mereka ada kan di rumah?" ucap Tuan Katris.


"Tunggu sebentar saya panggilkan dulu orang nya".


Tak lama menunggu, akhirnya Ferdian keluar bersama satpan itu..

__ADS_1


"Selamat pagi pak. Ada apa kemari, dan silahkan masuk," ungkap Ferdian.


Tibalah di ruang tamu dan langsung di temui oleh Ana dan Lucy.


"Selamat pagi pak," kompak mereka.


"Selamat pagi,,, maaf menggangu. Saya kemari hanya ingin mengobrol dan ingin mengajak kalian minum teh bersama" ungkap Tuan Katris.


"Ya tentu boleh" jawab Ferdian.


Mereka pun asik mengobrol. Terlihat Tuan Katris sangat bahagia, ia pun heran kenapa hatinya selalu mencair ketika melihat mereka , Ferdian hanya bisa terlesu melihat tawa kakek nya sebahagia ini. Ya namanya ikatan batin. Ketika Ana hendak menuangkan teh kedalam teapot nya Tuan Katris, tak sengaja rambut panjang nya terurai dan memperlihatkan tanda lahir berbentuk bunga tulip berwarna kemerahan, melihat itu sontak Tuan Katris merasa tertegun ( tanda lahir itu, seperti tanda lahir yang di miliki Pratama, dan aku pun punya tanda itu. Ya tuhan apa ini, jarang sekali yang mempunyai kesamaan dengan keturunan ku, apa mereka artinya,.... tapi tak mungkin, mereka bilang keponakan nya Antoni) gumamnya.


"Pak, maaf anda kenapa" tanya Ferdian.


"Maaf, kamu punya tanda lahir yang sama dengan adikmu?" tanya Tuan Katris


"Hmmmmmzz... iya pak, saya dan Lucy juga punya, unik memang " jawabnya ringan.

__ADS_1


Sesudah acara minum teh. Tuan Katris pamit pulang,..


Di dalam rumah ia terus berfikir dan sudah yakin bahwa mereka memang cucu nya yang lama hilang. Tapi dengan apa buktinya, ia tak mau gegabah, takunya ia akan kecewa.


__ADS_2