
Ketika Jerry membuka pintu apartemen nya, ia di kagetkan dengan adanya Nolla disana. Bagaimana iya tahu lokasi apartemennya, siapa yang memberitahu nya, dan Adinda juga sudah ada disana dengan raut muka yang tidak bersahabat.
"Kalian. Dan kenapa kamu Olla ada disini, ? tanya Jerry bingung.
" Aku mencarimu Jerr. Katakan kau tak sedang menghindariku kan?. Aku harus mengatakan kalau sekarang aku sedang hamil dan ku ingin kau menikahiku," tutur nya dengan berapi - api.
"No°°°°° tak mungkin itu anaku Olla, kau jangan buat rumit hidupku. Pergi dan cari ayah dari anakmu itu" ucap Jerry panik.
"Sudah lah Jerr, jujur saja, aku akan mundur dari hidup mu, asal kau jadi lelaki yang bertanggung jawab " keluh Adinda dengan uraian air mata..
"kamu tau Jerr, aku tidak pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun, aku hanya melakukan itu dengan mu, janin ini sudah semakin besar ,aku tidak ingin anaku lahir tanpa seorang ayah,.." lirih Nolla
"Tidak ,aku gak mungkin tanggung jawab ,aku gak bisa bayangin respon kedua orang tuaku nanti. Apalagi kau hanya seorang wanita dari kalangan biasa. Aku mengencanimu hanya untuk melampiaskan nafsu saja. Ayo kita gugurkan saja, aku akan bayar dokter terbaik dan itu selesai. Kau tahu Olla, cintaku hanya untuk Adinda saja " jawabnya dengan nafas memburu.
Mendengar itu, reflek Nolla menampar pipi Jerry dengan keras, di susul oleh tamparan Adinda yang tak kalah keras, membuat Jerry meringis kesakitan.
"Apa yang ada di otak mu Jerr, ini anak mu. Jangan pedulikan aku, toh selama ini ku belum menyerahkan kesucianku ke kamu, jadi tidak ada yang perlu ku khawatirkan. Sebagai lelaki sejati kamu harus tanggung jawab, jangan lari, dan mulai saat ini kita putus tak ada lagi hubungan, fokus saja sama anakmu" tak terasa air mata Adinda menetes ...
"Baik aku akan tanggung jawab, dan maafkan aku sayang, aku akan urus semuanya" jawabnya dengan amarah membuncah ..
Lama terdiam akhirnya Adinda mengajak Nolla untuk berbicara empat mata.
"Anda bisa ikut saya kebelakang sebentar, dan kamu Jerr jangan mengikuti kami, aku sungguh muak melihat muka mu,"
mendengar ajakan Adinda, Nolla pun mengikuti nya hingga sampailah di balkon belakang apartemen nya.
__ADS_1
"Aku sebagai wanita yang menjadi kekasih Jerry sangat muak dengan mu. Kamu tahu, aku melawan kedua orang tuaku hanya untuk bersama lelaki bangsat itu. Penantian ku selama bertahun - tahun menunggu nya kembali dari Spanyol dengan setia sampai aku tidak menerima laki - laki manapun juga, tapi melihat mu dengan perut membesar seperti ini membuat ku berfikir jika disini ku setia makan kalian di sana bercinta setiap saat,, " deru nafas kesal Adinda mengebu.
"Jika kata Maaf saja tak cukup untuk mbak saya mengerti, tapi sumpah, saya tidak mengetahui kalau Jerry sudah mempunyai kekasih. Andai saya tahu mana mungkin saya tak akan menerimanya. Jerry bilang waktu itu, kalau ia baru kehilangan kekasihnya, wanita itu celaka dan meninggal dunia ,barulah saya percaya," jawabnya lirih.
(Brengsek dia bilang aku sudah meninggal, ya tuhan ku sudah berdosa kepada mama papa, karena membantahnya dan sekarang ku menuai hasilnya) gumannya dalam hati.
"Tapi nyatanya aku masih ada bukan?, dan yasudah semua ini sudah terjadi, mau di apakan lagi, kamu sudah hamil, dan aku harus mengalah,, tak mungkin juga bersaing dengan janin yang tak berdosa. Besok aku antar kamu bertemu dengan orang tua Jerry, jika terjadi penolakan aku akan bertindak" ujar Adinda.
"Terimakasih mbak, hati anda memang baik, maafkan saya yang sudah menjadi orang yang menghancurkan hubungan kalian,demi tuhan saya pun tidak tahu" lirih Nolla.
"sudahlah kita sama - sama wanita harus bisa mengerti sesama" jawabnya ....
Di lihatnya Jerry sedang termenung di atas sofa apartemen itu, Adinda pun berlalu begitu saja, ia pun langsung beranjak menemui Adinda.
"sayang maafkan aku, aku khilaf, aku akan memikahi Nolla kemudian menceraikan nya dan akan menikahimu, jangan pergi aku sungguh mencintaimu" ujar Jerry.
Tok tok tok.
Dibukanya pintu oleh Bi Omah membuat ia kaget.
"Non Adinda , bener kan ini Non, Alhamdulillah akhirnya pulang juga, nyonya dan tuan sudah ada di rumah,mereka sedang santai di halaman belakang" tutur Bi Omah.
¥
¥
__ADS_1
"Mama, papa," suara Adinda memecah canda tawa mereka.
Melihat kedatangan Adinda, bukannya sebuah sambutan yang di dapat, melainkan tatapan datar seolah mengejek nya.
"Loh pah, siapa yang datang itu," ucap nyonya Rossy.
"Kok pulang? bukannya hidup mu bebas tanpa kami ya, bagaimana cinta mu, atau kau kemari akan meminta warisan ,,tapi kami tak akan memberinya karena kami masih hidup" kata tuan Antoni dengan acuhnya sambil meminum segelas teh hangat.
"pah, kalian tidak menghawatirkan ku ?" tanya Adinda.
"Hahaha,,..apa katanya ma, apa mama mendengar nya? kau pergi atas kemauan mu sendiri, lagian aku sudah ada Ana dan Lucy disini ,mereka rajin ,sopan ,dan tak suka membangkang sepertimu, lihatlah ferdian sekarang, dia sudah mau bekerja di perusahaan ku ,dia menerima setiap hal yang aku ajarkan, Ana sekarang sudah sekolah tata busana ,dan lucy homeschooling, lalu kamu apa? pengangguran hah,tidak mau bekerja dan hanya mendaki gunung saja, plis Adinda ,tidak ada yang bangga punya anak seperti itu" tutur Tuan Antoni dengan ringannya.
"Papa kok jadi gitu, yang anak papa itu aku atau mereka sih. Papa tidak adil. Dan aku mau semua fasilitas yang papa tahan kembalikan ke aku pah. Iya deh aku minta maaf kemarin aku salah pah ma, sekarang aku pulang ingin memperbaiki lagi semuanya" cetus Adinda.
"Oke, papa akan maafin kamu dan mengembalikan semua fasilitas kamu, asal ada syaratnya" ucap Tuan Antonie sambil memicingkan mata.?
"Apa itu pah?" jawab Adidna.
"Pertama kamu harus mau bekerja, dan kedua kamu harus mau menikah dengan Ferdian," ucapnya.
Jrenx jrenx jrenx
mendengar itu membuat orang seisi rumah terkejut, bahkan Nyonya Rossy sampai tersedak di buatnya. Rencana apa itu, bahkan Ferdian sendiri pun tak menyangka akan ini semua.
"WTP pah,,,aku di jodohkan dengan Ferdi? yang benar pah. Aku jelas menolak. Aku gak cinta sama dia pah. Dan kamu Fer kamu juga gak cinta kan sama aku, bilang sama papa kamu juga menolak,,cepat bilang" ucap Adinda.
__ADS_1
"Ia papa harap itu yang terbaik buat kamu, Ferdian lelaki yang baik, tampan dan papa rasa ia mempunyai jiwa yang bertangung jawab, dan jangan menolak lagi" -
"bagaimana Ferdi? saya harap kamu menerima Adinda, saya percaya sama kamu, dan saya tidak ingin ada penolakan".