Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Di Manja


__ADS_3

Siang itu Nyyonya Rossy mengajak Ferdian dan kedua adiknya ke mall untuk membelikan baju dan ponsel.


"Ferdi, Ana dan Lucy, hari ini tanteu akan ajak kalian ke mall untuk membeli handpone buat kalian. Kalian kan butuh itu bukan ,?" seru Nyonya Rossy.


"Beneran tanteu? tapi gak usah deh tan, kita ngerepotin ," ucap Ana dengan wajah tertunduk.


"Udah ayo ikut aja, kalian siap- siap gih. Tanteu tunggu kalian di bawah " jawabnya santai ...


Setiba di mall, mereka asik memilih baju dan tibalah di sebuah tempat ponsel. Dan pilihan mereka jatuh pada ponsel yang bermerk sungsang. Selesai membayar mereka di ajak Nyonya Rossy ke sebuah resto yang ada dalam mall tersebut.


"Ferdi kamu ajak dulu adikmu tunggu di meja sana ya, tanteu mau ke toilet dulu sebentar" ucap Nyonya Rossy.


"Baiklah tanteu silahkan. Saya tunggu di meja sana" jawabnya.


Tiba - tiba Ferdian merasa ingin ke toilet juga dan menyurih kedua adiknya tunggu di dalam resto.


"Ana, Lucy, abang mau ke toilet dulu ya, kalian duluan saja tunggu abang di dalam. Gak lama kok" ucap Ferdian sambil berlalu meninggalkan kedua adiknya.


Saking senangnya Lucy dengan tempat itu, sampai ia lompat - lompat kegirangan. Melihat adiknya yang gembira, Ana hanya menggeleng kan kepala. Tiba - tiba dari arah berlawanan Lucy menabrak wanita paruh baya.


Bruggkkhhhhh.


"Awwwww sakit ," ucap wanita itu.


"Maaf bu saya tidak sengaja. Apa yang sakit? bisa saya bantu? " kata Lucy dengan cemas.


Bukan menjawab perkataan Lucy, wanita itu malah melotot dan mendekat dengan muka yang tak bersahabat


"Kalau jalan itu pake mata. Lihat nih barang - barang saya semua berantakan. Dasar anak kampung baru pertama ya kalian masuk sini," pekik wanita itu.


"Maaf loh bu, adik saya sudah minta maaf, tapi kenapa anda sampai mengatai adik saya seperti itu ?" jawab Ana kesal.


"Dasar orang kampungan. Dudah salah nyolot lagi. Barang - barang saya berantakan. Kalian tahu harganya lebih mahal dari harga diri kalian ,faham".ketus Selly.

__ADS_1


"Loh bu kenapa jadi menghina kita. Apa ibu tidak cukup dengan saya dan adik saya meminta maaf, lagian toh barang nya gak ada yang rusak juga kan, ibu hanya membawa baju tidak dengan barang percah belah," seloroh Ana geram.


"Sudah kak sudah, lagian aku yang salah kok" ucap Lucy murung.


"Lamu emang salah dek sudah tabrak nenek tua ini, tapi kita sudah minta maaf" kata Ana


"Apa kamu menyebut saya nenek tua, kurang ajar sekali kamu" kata wanita itu.


Kekesalan nya semakin memuncak dan dia spontan mengayunkan tangan hendak menapar wajah ana. Seketika Ferdian datang dan menangkis tangan wanita itu.


"Ada apa ini" tanya Ferdian.


Seketika dia terdiam melihat wanita itu dia segera melepaskan tangan wanita itu dengan kasar membuat wanita itu melotot.


"Kamu kan pemuda yang waktu itu bersama Pak Antoni bukan, dan mereka ini siapa?" tanya wanita itu yang di ketahui adalah Selly.


(Tanteu Selly wanita yang sudah menghancurkan masa depan dan membunuh kedua orang tuaku dan kini bertemu untuk yang kedua kalinya) gumam Ferdian dalam hati nya.


"Ajari adikmu jangan sampai kurang ajar sama orang lain. Dia menabrak saya dan mengatai saya orang tua, itu sangat kurang ajar. Lihat barang - barang saya jadi berantakan"jawabnya ketus.


"Kami sudah minta maaf bang sama ibu ini, tapi ibu ini marah - marah sampai mengatai kami kampungan, siapa juga yang tidak kesal " seloroh Ana dengan wajah kesal.


Melihat keributan ini Nyonya Rossy segera menghampiri mereka. Di lihatnya seorang wanita paruh baya dengan wajah menyeringai kesal.


"Maaf ada apa ini?. Loh ini kan Ibu Selly bukan, istrinya Pak Cakra ?" tanya Nyonya Rossy.


"Loh Bu Rossy sedang apa disini? ini loh bu BLABLABLABLA!!" Selly menjelaskan panjang lebar masalah nya.


"Yasudah bu atas nama pribadi dan kedua keponakan saya, saya memohon maaf. Agar masalahnya tidak merembet kemana - mana. Dan ibu harus bisa juga bersikap dewasa takutnya ada penyesalan. Yasudah bu, saya masuk dulu, kalau ibu mau gabung ayo silahkan " tutur Nyonya Rossy dengan ramah


"Tidak perlu bu, terimakasih, " jawab Selly ketus dan ia segera berlalu dengan wajah kesal.


"Sudah ayo kita masuk. Anggap saja gak pernah ada kejadian seperti ini. Kalian jangan sedih " ucap Yonya Rossy.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya makan dengan lahap di resto itu dengan bahagia, apalagiLlucy yang sangat antusias. Dia tak henti - hentinya tertawa. Melihat keponakan barunya bahagia, dia seakan lupa dengan adinda yang pergi entah kemana Ia selalu mendengarkan perkataan suaminya kalau Adinda pasti akan pulang. Dia harus mendidik Adinda akan tanggung jawab semua yang sudah ia perbuat, toh ia kabur dari rumah atas kehendak nya sendiri.


Di mall yang sama Adinda dan Jerry sedang makan di resto yang sama pula.


"Sayang, lihat itu kan mama kamu, bener deh aku gak salah lihat" ucap Jerry.


"Ia bener itu mama, sama Ferdi, Ana dan Lucy," jawabnya.


Melihat mama nya sedang tertawa bahagia dengan berbagai hidangan yang lezat, tidak melihat kesedihan di wajah nya selepas ia kabur, membuat ia meradang sendiri.


"Sayang ayo kita samperin mereka, aku ingin melihat reaksi mama mu ketika melihat kamu " kata Jerry.


"Yo" jawab Adinda.


Di temui lah mama nya. Melihat itu Nyonya Rossy hanya menatap nanar Adinda. Tak ada reaksi. Kemudian tatapan nya beralih kepada Nerry dengan tatapan benci.


"Mama sejak kapan disini" tanya Adinda keki.


"Owh kamu. Masih ingat mama ternyata. Mimana pelarian kamu bersama laki - laki ini? bahagia kah hidup tanpa kami mama dan papa mu,?" tanya Nyonya Rossy intens.


"Mama kok tanya gitu, apa mama gak khawatir sama aku ma?. Ya aku lebih bebas hidup tanpa mama dan papa, aku bisa mandiri berkat Jerry " jawabnya spontan.


"Hahahaha. Adinda yang ingin bebas dari orang tua sendiri. Ya silahkan sayang. Hidup sesuka hatimu, kenapa mama harus khawatir kepada mu. Sementara keburnya kamu juga atas kehendak sendiriL~~~~


"Dan kamu yang sudah membawa anak saya, sungguh tidak punya etika. Jangan harap saya dan suami saya bisa merestui kalian. No tidak akan" ujar Nyonya Rossy.


Mendengar itu seketika wajah Jerry memerah


Pandangan Jerry menyorot tajam ke arah ya Nyonya Rossy. Ia ingin marah tapi tak bisa. Dan Adinda pun semakin kesal di buatnya.


"Ayo honey kita pergi saja dari sini," ucap Adinda.


"Yyo sayang ," jawab Jerry.

__ADS_1


__ADS_2