Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Hampir ternoda


__ADS_3

Selepas makan di caffe, mereka melanjutkan perjalanan kesebuah pantai. Mobil Jerry melaju menembus jalan ibukota, lalu menepi di pinggiran dermaga. Disana terlihat lampu kerlap kerlip menambah kesan romantis nya tempat itu.


"Sayang disini kita akan habiskan malam ,"ucap Jerry sambil memeluk di belakan lg tubuh Adinda.


"Indah sekali honey. Sangat romantis. Makasih ya sudah mengajak ku kemari" ucap Adinda sembari menikmati pelukannya.


"Kau milikku saat ini sayang" bisik Jerry di telinga kekasihnya membuat Adinda merasa geleyer aneh di tubuhnya. Di balikkan tubuh mungil kekasihnya dan seketika Jerry menautkan bibirnya pada bibir Adinda. Merasakan ada kecupan hangat, Adinda pun seketika mematung, dan tak lama ciuman Jerry semakin menggila. Tanpa banyak aba - aba, Adinda pun membalas ciuman lelakinya dengan ganas, sampe suara decakan bibir beradu terdengar, saling menautkan dan saling membelit bertukar saliva, membuat Adinda hampir kehilangan nafas, dia sempat terjeda dan mengambil nafas lalu lanjut berciuman lagi. Tak enak rasanya bercumbu di halayak umum walau tempat itu sepi, kemudian dia mengajak Adinda menuju hotel dekat pantai. Setibanya di kamar di hotel, Jerry yang sedari tadi sudah tidak bisa mengontrol nafsunya, dia pun melanjutkan lagi menciumi adinda dengan rakus- kemudian ia menurunkan tangannya menyentuh bukit kembar adinda.


"No Jer, jangan kesana" ucap Adinda dengan nafas terengah.


"Plis berikan untuk ku, gairahku sangat tinggi malam ini," ucapnya.


Tak menggubris ucapan Adinda lagi, Jerry segera membuka kancing baju atas Adinda. Tak lama terlihatlah bukit kembar dengan pesona yang gemoy.


"Izinkan aku menyentuhnya " ucap Jerry dengan suara parau menahan nafas.


Cukup puas bermain dengan si kembar, dengan lihai tangannya menyusup kedalam bilik segitiga Adinda. Meskipun Adinda tengah di selimuti gairah yang membuncah, tetapi dia masih ingat dengan hal yang satu ini.


"stop Jerr. Cukup sampai sini saja, jangan diteruskan, aku belum siap untuk melakukannya, aku tak bisa berikan kepada laki laki yang belum menjadi suamiku, maaf Jerr. Sebaiknya kita pulang saja sudah malam, kita juga besok harus bekerja bukan" ucap Adinda dengan suara parau.


"No baby, aku sudah gak tahan. Janji bakal tanggung jawab kok, berikan untuku " jawab Jerry dengan penuh nafsu.

__ADS_1


"Tidak Jerr, kita sudah terlalu jauh, belum saatnya oke" jawab Adinda sembari mendorong tubuh Jerry dan merapikan pakaian nya.. Jerry pun terpaksa menyudahi aksinya meskipun hasrat nya sedang berada di ubun - ubun. Dan menggerutu kesal akibat burungnya yang tegang dan sakit.


"Maaf Adinda, ku seharusnya bisa menahan hasrat ku. Ayo kita pulang" ujarnya malas.


Di dalam rumah Tuan Antonie terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumahnya dan Bi Omah segera menghampiri suara itu. Terlihatlah seorang lelaki dengan wajah yang tegap.


"Mas, mau bertemu siapa?" tanya Bi Omah heran.


"Maaf bi, saya ingin bertemu Tuan Antoni" jawabnya singkat.


"Apa mas telah membuat janji ?" tanya nya lagi.


"Silahkan masuk mas, saya akan memanggil Tuan Antoni dulu" ucap Ni Omah santun.


Tak bicara, lelaki itu hanya mengibaskan tanganya mempersilahkan Bi Omah berlalu. Tak berselang waktu lama, terlihatlah Tuan Antoni dengan memakai piama menemui sang laki - laki itu.


"Selamat malam Tuan?" ucap lelaki itu


"Malam Boni. Bagaimana kamu sudah menemukan mereka dan ada kah bukti yang kamu bawa untuk saya?" tanya Tuan Antoni penuh selidik.


"Sudah Tuan. Dan poto nya sudah saya cetak, dan ini hasilnya" jawabnya.

__ADS_1


Di buka lah amplop warna cokelat itu dengan sangat serius dan ketika melihat hasil potonya:


Jrengxxx jrennxxxx.


Betapa terkejutnya sampai membuat wajah Tuan Antoni merah menahan amarah menggelora dalam dada.


"BAJINGAN, BANGSAT ,SIALAN. Sejak kapan anaku menjadi liar seperti ini" suara Tuan Antoni memekakan telinga seluruh seisi rumah, membuat Nyonya Rossi belingsat menghampiri suami nya di ruang tamu.


"Ada apa pah, kenapa kamu se emosional ini pah, jawab mama pa?" tanya nya dengan panik.


"Lihat ini, lihat anak kita. Aku tak menyangka dia bisa berbuat seliar itu ." jawabnya murka.


"Astaga Adinda, kenapa bisa berciuman depan umum, ini kan anaknya- - - - " ucapan mama tak di teruskan dan langsung melihat pada papa dengan mata penuh selidik.


"Iya iya. Itu anak dari si ****** mantan ku, kamu tak usah mengingatkan aku pada mereka," kesalnya.


Di tengah pembicaraan suami istri itu, Boni memotong pembicaraan mereka.


"Maaf tuan, saya hanya bisa memberi informasi sampai situ saja, karena sesudah mereka berciuman, kekasih putri anda mengajak nya kedalam hotel. Ketika saya mau mengikuti mereka, saya di halangi oleh keamanan disana. Maaf kan saya" ujar Boni.


Mendengar kamar hotel membuat Tuan Antoni menjadi lemas.

__ADS_1


__ADS_2