Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Membiarkan Adinda


__ADS_3

Sudah tiga hari Adinda pergi dari rumah. Tiga hari pula Nyonya Rossy bersedih, ia tidak menyangka kalau putrinya bisa nekad. Aa tahu bahwa watak anak nya sangat keras hal itu menurun dari suami nya sendiri. Ia ingat ketika awal - awal dulu menikah dengan Tuan Antoni, suaminya menikahi nya tanpa cinta, sehingga ia di perlakukan buruk oleh suaminya.


Flashback dua puluh tujuh tahun yang lalu.


Di kampus ternama, tampak segerombolan mahasiswi sedang asik membuat prakarya, tak terkecuali Rossy. Seorang mahasiswi yang sangat cantik dan pandai bersosialisasi. saat itu ia mengambil mata kuliah jurusan Sastra Belanda, ia berkeinginan bekerja di Belanda selepas kuliahnya beres.


"Ross. kata Villia kita makan di resto, mau ya?" ucap Gendis teman kampus nya.


"Tenang bisa ku atur" jawabnya singkat.


Di malam itu mereka makan di Resto. Ketika hendak pulang, dia tak sengaja menubruk seorang wanita paruh baya.


Brugggggh.


Tampak wanita itu sedikit mendongak kepada Rossy.

__ADS_1


"maaf bu, saya tidak sengaja, sekali lagi maafkan saya"ucap Rossy.


"Jey kamu jalan lihat- lihat dong. Mama saya jadi syok dan kesakitan" jawab lelaki itu yang di ketahui adalah Antoni.


" Hey kamu gak usah teriak gitu sama saya, lagian saya sudah minta maaf pada ibu anda" jawab Rossy ketus.


"asudah - sudah. Saya tidak apa apa kok~~ tunggu - - - - " ucap wanita paruhbaya itu yang bernama Nyonya Kartini wijayakusumah. Seorang wanita dari kalangan ningrat ibunya Antoni.. “kamu Rossy kan, anak dari pak Broto cokodihardjo kan,?" tanya nyonya Kartini.


"Betul itu ibu, saya anaknya" jawabnya.


"Besok saya akan datang ke rumah mu, beritahu ibu dan ayahmu ya" ucap Nyonya Kartini.


Singkat cerita dari pertemuan itu orang tua mereka sepakat untuk menjodohkan mereka, walau sama - sama menolak tetapi akhirnya mereka menikah.


Awal pernikahan menjadi neraka bagi Rossy. Dia setiap hari bertengkar dengan Antoni, dan terkadang saling pukul. Tetapi seiring berjalannya waktu rasa cinta pun hadir di antara mereka sampai mereka mempunyai putri yang bernama Adinda.

__ADS_1


Melihat istrinya melamun, Tuan Antoni segera menyadarkan istrinya.


"mama sedang mikirin Adinda ya?" tanya nya.


"Ia pah. Sudah tiga hari kita belum tahu kabarnya, mama cemas!" jawabnya.


"Sudah ma. Jangan selalu khawatirkan dia. Dia sudah dewasa. Pergi dari rumah juga maunya dia, biarkan dia belajar untuk bisa hidup tanpa kita, kalau sudah bosan dengan pelariannya toh dia juga akan kembali pada kita, kita sudah tua sudah saatnya hidup bahagia menikmati masa tua kita" ucapnya sendu.


"Tapi pa, dia anak kita satu - satunya" jawabnya.


" Biarlah ma. Supaya dia tidak manja, lagian di rumah ada Ana dan Lucy, mereka sudah ku anggap anak sendiri, mereka baik dan penurut, besok papa juga mau ajak Ferdian ke perusahaan, mau ku ajarkan bekerja, jika nanti saatnya merebut semuanya dia sudah bisa melakukannya" ucap Auan Antoni.


"Tapi mereka bukan anak kita pa,"


"Memang,,, tapi mereka berjasa bagi hidup Adinda. Mereka yang menyelamatkan nyawa Adinda sampai kembali kepada kita lagi" jawab Tuan Antoni.

__ADS_1


"Papa benar. Kita harus menyayangi mereka selayaknya anak kita sendiri. Mereka pun yatim piatu pa, jadi kita wajib merawatnya. Dan mama punya saran ,bagaimana kalau mereka kita kasih uang jajan dan handphone, mereka kan sudah dewasa pah," ucap Nyonya Rossy.


"Ide bagus mah, besok kita ajak mereka ke mall untuk beli handphone" jawab Tuan Antoni dengan senang.


__ADS_2