Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Takan Memberi Restu


__ADS_3

Lamunan menyadarkan Tuan Antoni, ketika suara Adinda memanggilnya. Dia hendak pergi dengan dandanan yang sangat anggun, tak seperti biasanya ia berdandan secantik ini.


"Pa, aku pamit keluar sebentar. Bolehkan? janji gak lama kok" ucap Adinda.


"Mau kemana kamu nak? ingat ya besok acara launcing brand skincare mama mu. Kamu harus datang dan gak boleh terlambat. Hanya sampai jam 10 malam saja, sesudah itu kamu harus pulang," jawabnya.


"Baik papa sayang. Aku pergi ya pah" tutur Adinda, segera berlari ke arah pintu keluar sambil menaiki mobil nya.


Tuan Antoni sangat cemas membiarkan Dinda pergi bersama entah siapa. Dengan dandanan yang cetar, bukan seperti Adinda pada biasanya yang selalu berdandan cuek dengan baju kemeja dan celana jeans nya yang sobek bagian lututnya.


"Aku tak tenang membiarkan anak gadis ku pergi dengan orang yang belum ia ketahui.


Kringggggg.


Suara telpon di sebrang sana membuat sang lelaki terperanjat. Ketika dia sedang bermain sabung ayam, terlihat gelagap menjawab telp dari hp nya.


"Ya hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya laki- laki itu.


"Ada pekerjaan untuk mu Boni. Kamu dimana sekarang? jangan bilang kau sedang maen perempuan kan?" tanya laki -laki itu.

__ADS_1


"Tidak Tuan. BTW tugas apa yang harus saya lakukan?" jawab Boni


"Ikuti anaku, dia kemungkinan bertemu laki - laki, dan saya tahu tempat favorit nya. Ikuti sekarang dan pantau apa saja yang mereka lakukan" perintah nya.


"Baik tuan. Segera laksanakan" jawab Boni.


¥


¥


Sementara di rumah Tuan Antoni, Ferdian dan kedua adiknya sedang berbincang sembari makan malam. Semua yang tersaji sangatlah nikmat, beda dengan waktu dulu mereka tinggal di hutan. Cukup makan rebus singkong juga sudah bersyukur. Lalu kedua adiknya menanyakan perihal Tuan Katris yang sangat mirip dengan di poto yang selama ini mereka miliki.


"Bang, jadi yang kemaren memeluk kami itu kakek?" tanya ana serius.


Dia sangat takut jika pamannya mengetahui, akan bahaya bagi mereka.


"Iya bang, Ana paham" jawab Ana.


Di Scorpio caffe, Adinda bertemu dengan Jerry. Melihat kedatangan kekasihnya itu, membuat Jerry terbelalak kagum, melihat penampilan Adinda.

__ADS_1


"So hot beautifull,.... selamat malam sayang, aku menunggu mu dari tadi. Bagaimana kabarmu? semakin cantik saja" tanya Jerry. Sambil merentangkan tangannya pada Adinda.


"Malam honey. Maaf sedikit macet " jawabnya, sambil berhambur memeluk tubuh Jerry dengan rindu yang membuncah.


"Aku rindu padamu" ucap Jerry sambil mengecup kening Dinda gemas.


"Aku pun sama honey. Dua tahun LDR membuat aku sempat mengira kamu melupakan ku dan berpaling pada wanita bule di sana" jawab Adinda manja.


"Cintaku hanya padamu Adinda ku. Aku terlalu sibuk sampai jarang menghubungimu. Maafkan aku ya," lirih Jerry.


"Tak apa honey ," jawabnya.


Sesudah mereka melepaskan rindu, mereka lanjut untuk menyantap makanan yang sudah tersaji di meja. Mereka pun makan dengan sesekali saling menyuapi makanan dengan romantis.


Tetapi di balik apa yang sedang mereka lakukan ada dua pasang mata sedang memotret kemesraan mereka tanpa mereka sadari.


"Sayang sesudah kita makan, apa kamu bisa ikut aku ke suatu tempat ?" tanya Jerry.


"Kemana ?" jawabnya singkat.

__ADS_1


"Ke pantai. Malam ini disana pasti ramai, mau ya plis " ucap Jerry sedikit memelas.


"Oke honey" jawabnya.


__ADS_2