Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Curhatan Tuan Katris dan Masalalu Adinda


__ADS_3

Sesampainya di rumasakit, Tuan Antoni dan keluarga segera memasuki ruang rawat Tuan Katris. Di lihatnya beberapa selang yang masih tersambung pada tubuh lelaki tua itu.


"Asalamuallaikum pak" ucap Tuan Antoni


"Waalaikumsalam" jawab nya dengan suara lemah.


"Bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya Tuan Antoni.


" Saya masih dalam keadaan yang sama. Rasanya saya sudah tak punya semangat hidup lagi. Keinginan saya hanyalah bertemu ketiga cucu saya" lirih Tuan Katris.


Ada genangan air mata di sudut matanya.


Melihat semua ini, membuat Adinda merasa bersalah. Di temuinya Tuan Katris oleh Adinda sembari menggenggam tangan lelaki renta itu.


"Pak, maafkan saya. Karena ulah saya, ketiga cucu anda pergi. Waktu itu saya terlalu egois. Maafkan saya pak. Saya janji akan membawa mereka secepatnya" ucap Adinda dengan isak tangis penyesalan.


"Jika kamu mau maaf dariku, ada syaratnya" jawab Tuan Katris.


Seketika Adinda mencebikan bibir sexy nya.


"Kok pake syarat segala. Apa syaratnya itu?" tanya nya


"Pertama kamu harus membawa mereka ke Jakarta. Kedua kamu harus bersedia menikah dengan cucu saya, Ferdian. Ketiga kamu harus memanggil saya dengan sebutan Kakek" tutur Tuan Katris.


"Untuk syarat yang pertama dan ketiga sih mungkin bisa saya lakukan, Tetapi untuk syarat yang kedua~~Arggghh pak. Maksudnya saya harus mau menikah dengan Ferdi?" tanya Adinda manyun.


"Ya ialah nak, menikah dengan cucu saya, masa nikah dengan saya. Tapi kalau kamu mau, ya ayo nikah sekarang, mumpung ada Pak Antoni disini" ucap Tuan Katris sembari tertawa pelan.


"Ah kakek jahat banget sih" ucap Adinda sembari menggoyangkan bahu Tuan Katris.


Melihat itu Tuan Antoni dan istri hanya tertawa.


Cukup lama berbincang-bincang, akhirnya keluarga Tuan Antoni pulang.


Sesampainya di rumah, Adinda langsung berjalan menuju ruang kerja papanya.

__ADS_1


"Mau apa dia pah, kok langsung masuk ke ruang kerja papa ya?" tanya Nyonya Rossy.


"Papa juga gak tahu mah. Biarlah, nanti kita cek kesana. Papa mau istirahat saja" Jawab Tuan Antoni.


Sementara Adinda sedang mencari sebuah kertas di ruang kerja papanya.


"Akhirnya ku menemukamu" ucap Adinda dengan penggalan salah satu lagu dari band di Indonesia. sambil mengambil kertas yang diancari.


Mulailah dia, mendesain produk yang sudah dia rencanakan. Dia menggambar sebuah produk popok bayi dengan bertuliskan LUX BABY dengan gambar seorang bayi yang sedang berjalan di taman. selesai dengan desain popok bayi, kemudian dia mengambil kertas HVS baru dan mengambar produk susu bayi dan susu ibu hamil dengan nama produk CHILMOM. Selesai dengan desain produk sebelumnya. Kini dia mengambil kertas lagi dan menggambar desain tisu basah untuk bayi dengan nama CareBABY. sesudah itu, dia terus mendesain kebutuhan wanita seperti pembalut dan popok untuk lansia. Akhirnya selesai juga ide ku, semoga bisa di terima papa dengan baik. Besok aku harus berangkat ke tempat Ferdian. Aku yakin bisa membawa mereka ke Jakarta lagi.


Keluarlah dia dari ruang kerja sang papa. Tak lama Tuan Antoni masuk ke ruang kerja itu untuk mengetahui apa yang putrinya lakukan. Di ambilah kertas yang ada di atas meja. Kertas hasil desain sang putri, membuat seketika Tuan Antoni menitikan air mata.


"Aku bangga padamu Dinda. Papa masih tak percaya, kamu bisa menggambar sebagus ini. Papa tidak pernah memperhatikan mu sedalam itu. Hingga tak tau bakat mendesain mu luar biasa" lirih Tuan Antoni, sembari memegang kertas hasil coretan sang putri.


Di bawalah kertas itu ke hadapan sang istri. Melihat itu, Nyonya Rossy langsung terharu.


"Pah, jadi ini hasil kerja dia, sewaktu ke ruang kerja mu?" tanya sang istri.


"Betul sayang, ini buatan si pemalas putri kita" ucap Tuan Antoni sambil terkekeh.


Dia ingat betul sewaktu dulu, Adinda masih kuliah semester 2. Dia mogok kuliah dan sempat menimbulkan keributan di rumahnya saat itu.


Flashback 8 tahun yang lalu.


"Jujur sama papa, Kenapa kamu jarang masuk kuliah Dinda?" tanga Tuan Antoni.


"Aku sudah bilang pah, aku gak mau kuliah. Malas pah. Kuliah itu hanya buang-buang energi" jawabnya malas.


"Apa kamu bilang? ingat Dinda, kamu itu seorang pewaris bisnis kami. Bagaimana meneruskan perusahaan tanpa bekal pendidikan yang memadai" tutur sang papa.


"Aku tidak berminat meneruskan perusahaan kalian. Berikan saja kepada profesional dan kalian tanpa beres saja" jawabnya renyah.


"Tidak bisa seperti itu. Kamu yang akan mengurusnya" Ucap Tuan Antoni.


Tak basa basi, akhirnya Adinda langsung masuk kamar dan meninggalkan orang tuanya yang sedang kesal.

__ADS_1


Malamnya Adinda kabur dari rumah membawa uang yang banyak dan semua pakaiannya. Kemudian dia pergi ke daerah Kalimantan untuk menjadi relawan yang melindung habitat Orang Utan dan Monyet Bekantan. Berbulan-bulan lamanya dia hidup di lingkungan konservasi. sampai ada salah satu pegawai Tuan Antoni yang bertugas disana menemukan Adinda dan membawa paksa Adinda hingga pulang ke Jakarta.


Di rumah, dia bertengkar lagi dengan sang papa hingga Tuan Antoni kena serangan jantung dan di rawat selama satu bulan di rumasakit.


"Apa yang kamu lakukan di Kalimantan?" tanya Tuan Antoni.


"Aku jadi relawan disana pah" jawabnya dengan terbata.


"Dapat apa kamu disana hah? lihat mah, sampai badannya dekil, dan kurus seperti ini" Ucap Tuan Antoni.


Nyonya Rossy hanya terdiam kelu.


"Aku bahagia pah seperti ini. Hatiku merasa hangat ketika mengurus kedua Anaku disana yang namanya George dan Maya" jawab Adinda.


Mendengar kata kedua anak yang di sebut sang putri, membuat amarah Tuan Antoni semakin membuncah, dia kira Adinda telah menikah diam-diam dan mempunyai anak.


"Siapa laki-laki yang sudah lancang menghamili anaku, kapan kalian menikah?"


"Mereka bukan manusia pah, Mereka anak Orang Utan yang di tinggal mati induknya" Jawabnya.


Mendengar itu ,Nyoya Rossy yang sedang menangis, membuat tertawa seketika.


"Sudah-sudah pah. Adinda baru sampai sudah kamu marahin...


Mending sekarang kamu mandi dan langsung makan" ucap Nyonya Rossy.


Seakan tak ada kapoknya, seminggu kemudian, dia pergi lagi keliling semua gunung di Indonesia untuk mendaki, dan satu tahun kemudian baru pulang dengan keadaan seperti gembel. Sontak kedatangan Adinda kala itu menghebohkan seisi rumah dan orang tuanya. Lagi-lagi orang tuanya marah dan Adinda melakukan hal yang sama lagi dan lagi sampai sekarang.


Hussssssshhhh!!!! Hembusan nafas Nyonya Rossy kala mengingat kejadian itu membuat sport jantung nya terpacu.


"Semoga dia berubah ya pah, Karena jujur saja, mama sangat lelah menghadapi kelakuannya" lirih Nyonya Rossy.


"Semoga saja ya mah" jawab sang suami.


Tuan Antoni yang masih ingat betul ketika acara reuni akbar di adakan di SMA nya Adinda dulu. Adinda memilih tak hadir dan malah pergi mendaki seorang diri ke Gunung Tampomas yang ada di daerah Sumedang. Adinda seolah tak membutuhkan teman. Dia kemana-mana selalu sendiri. Disaat wanita seusianya sibuk untuk shoping di mall dan liburan ke luar negri, dia malah asik keliling mendaki gunung. Adinda hanya mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter hewan dan itu langsung di tentang oleh sang papa. Hingga akhirnya dia tidak semangat untuk kuliah di jurusan bisnis atas arahan Tuan Antoni sendiri. Tuan Antoni mengetahui saat itu putrinya tengah dekat dengan seorang laki-laki yang bernama Jerry, mungkin bisa di katakan, Jerry lah cinta pertama seorang Adinda. Tetapi Tuan Antoni langsung menyelidiki kekuarga Jerry dan tak lama menemukan fakta kalau Jerry anak dari mantan kekasihnya dahulu yang telah berselingkuh.

__ADS_1


__ADS_2