
Di ruang kerjanya, Damian tidak fokus bekerja karena otaknya hanya di penuhi dengan wajah Selly. Percintaan dengan wanita paruh baya itu seakan menjadi hal yang membuat dia tercandu-candu. Dia membayangkan dan meresapi bagaimana Selly meliuk-liuk bak ular cobra di atas tubuhnya menghadirkan sensai yang nikmat luar biasa.
"Tanteu kau buat ku ingin lagi dan lagi" Gumanya sembari meremat rambutnya.
Damian yang memang sejatinya terobsesi dengan seorang wanita yang lebih tua dia sengaja nyambi menjadi berondong di arisan tanteu-tanteu sosialita dan dengan senang hati menerima tanteu-tanteu walau bentuk badannya sudah absurd dan hanya pada Selly lah dia tidak meminta bayaran karena Selly juga memuaskannya. Kemudian dia mengirimkan pesan singkat ke Whatsap nya Selly.
"Tanteu kapan kita bisa bertemu kembali? Aku selalu menginginkanmu sayang" tulis Damian yang langsung di baca oleh Selly.
Selly yang saat itu sedang sarapan pagi sontak senyum-senyum sendiri hal itu membuat Cakra penasaran.
"Kenapa kau senyum sendiri? Apa yang lucu? Apa kau menertawakan nasibku nenek-nenek?" Cakra dengan suara kasarnya selalu menjadi sarapan pagi untuk Selly.
"Bukan urusanmu Cakra!" ucap Selly sembari melengos ke kamarnya.
"Sial kau mulai berani cuek padaku ya?" bentak Cakra di meja makannya dengan mulut yang penuh nasi goreng.
Selly kemudian membalas pesan dari Damian.
"Siang kita bertemu di Diamond Hotel ya sayang! Tanteu juga rindu sentuhanmu" balasnya.
"Dengan senang hati sayang" balasan pesan dari Damian.
Selly pun keluar dari kamarnya dan langsung pergi tanpa senoleh pada sang suami.
"Mau kemana kau si@l@n?" cakra teriak memanggil sang istri.
"Perawatan apalagi? Nenek sepertiku butuh perawatan" jawabnya sembari memasuki mobilnya menuju salon langganannya.
Selly sengaja memotong rambut panjangnya menjadi sebahu lalu smooting menjadi wajahnya tampak lebih muda.
Sesudah perawatan dia kembali menghubungi Damian.
"Sayang, tanteu kehotel sekarangnya!" ucapnya.
"Eummzzz gimana kalau ke apartemen miliku saja tan! Aku jemput tanteu sekarang kirim lokasinya" balas Damian.
Selly pun mengirimkan lokasinya saat ini pada brondong itu.
Tak lama Damian pun menjemput Selly di salon itu. Melihat Selly yang tampil beda membuat dia terperanjat.
"Tanteu sangat cantik" ucapnya dengan sorot mata yang lekat.
"Terimakasih sayang" perkataan Damian di balas senyuman oleh Selly.
Mereka pun pergi ke apartemen milik Damian.
Sesampainya di sana, Selly terperanjat melihat desain interior milik brondongnya itu.
__ADS_1
"Mewah sekali! Sudah berapa wanita yang kau ajak kemari sayang?" tanya Selly.
"No tan! Hanya kau seorang. Aku biasanya meniduri tanteu-tanteu di hotel saja" jawab Damian santai.
"Kenapa kamu mengajak tanteu kemari?" tanya Selly sembari mengelus pucuk kepala pemuda itu.
"Aku ingin lebih dekat dengan kamu sayang!" Tangan Ricky sudah membuka satu persatu kancing baju Selly.
"Kamu menginginkannya sekarang, hem?" tanya selly yang sama-sama di liputi g@ir@h.
"Of crouse sayang! Aku sudah tak tahan" jawab Damian.
"Lakukan sayang! Lakukan apa yang kamu mau" balas selly.
Mereka pun melakukan lagi kegiatan panas itu hingga beberapa kali dalam waktu siang itu sampai keduanya terkulai lemas.
"Terimakasih tanteu! Aku sangat puas!" ucap Damian dengan nafas terengah.
"Sama-sama sayang! Aku pun puas" balas Selly.
Mereka pun sejenak tertidur dan bangun di sore hari.
"Ayo tan kita mandi bersama" ucap Damian sembari menggendong tubuh Selly seperti monyet menggendong anaknya.
Di kamar mandi juga mereka melakukan itu lagi dan lagi sampai Selly merasa lemas.
Di dapur apartemen, Selly mencium aroma masakan yang sangat enak. Dia melihat Damian sedang memasak dengan apron di badannya.
"Kamu bisa masak ternyata?" tanya Selly.
"Ya tan! Aku sudah biasa mandiri sedari kecil dan hidup terpisah dari ayahku" jawab damian sembari membolak-balikan ayam panggang.
"Memangnya kemana ibu kamu?" tanya Selly mendekati pemuda itu.
"Tanteu mau kemana?" tanyanya ketika melihat Selly mendekatinya dan mengambil apron yang tergantung.
"Mau bantuin kamulah apalagi!" ucapnya.
Damian spontan memangku tubuh Selly dan mendudukannya lagi di kursi makan.
"No tan! Jangan membantu aku, aku ingin memanjakanmu. Kamu duduk manis saja" ucapnya sembari mengecup pucuk kepala Selly.
Selly yang mendapatkan sikap lembut dari Damian tiba-tiba hatinya menghangat! Seumur-umur berumahtangga dengan Cakra dia tidak pernah mendapatkan kelembutan seperti yang sedang pemuda itu lakukan padanya.
Sepenggal kisah mengenai Selly.
Panti asuhan Pelita Bunda empat puluh lima tahun yang lalu selly di besarkan disana karena sedari bayi sudah di buang oleh orang tuanya.
__ADS_1
Selly remaja adalah Selly yang ceria dan humoris tentunya juga cantik. sewaktu itu ada kunjungan donatur dari keluarga konglomerat Katris Mikarti, memberikan donasi untuk semua anak yatim yang di wakilkan oleh putra kedua yaitu Cakra.
Saat itu umur Cakra sudah menginjak dua puluh enam tahun tetapi belum menikah karena dia sering di tolak oleh para wanita karena pembawaannya yang tempramental. Saat itu kedatangan di panti asuhan, Cakra di sambut meriah oleh pengurus termasuk Selly. Saat itu Cakra melihat Selly dan langsung jatuh cinta padanya dan akhirnya mereka menikah. Sifat Selly yang baik, penyayang dan ramah itu sekerika hilang manakala dia untuk pertamakali mencicipi kemewahan duniawi berkat menjadi bagian dari keluarga Mikarti. Dia menjadi sombong dan congkak terhadap orang lain dan puncak nya dia melakukan sebuah kejahatan atas bujuk rayu Cakra yaitu meracuni kakak ipar dan istrinya hingga meninggal.......
"Boleh tanya lagi kemana ibu kamu?" tanya Selly pada Damian.
"Boleh aku cerita?" tanya balik.
"Tentu saja!" jawab Selly.
"Saat itu aku berumur lima belas tahun, Mama ku meninggal dengan tidak wajar, usut punya usut mama ku di racun oleh bibiku karena dia merasa iri melihat perusahaan orang tuaku lebih berhasil di bandingkan perusahaan milik paman dan bibiku. Dengan tega dia memasukan racun sianida ke minuman mamaku sampai akhirnya nyawanya tidak tertolong. Dari saat itu aku kehilangan sosok dan kasih sayang seorang ibu, maka dari itu semakin aku dewasa semakin membutuhkan seorang wanita yang sudah matang dan akhirnya aku tahu akupun menjadi sosok yang selalu merindukan belaian ibu-ibu alias pengidap oedifus komplex dan aku menikmatinya. Seumur hidupku, aku tak pernah bercinta dengan wanita yang lebih muda karena aku tidak tertarik" tuturnya dengan wajah yang sendu.
Mendengar penuturan dari Damian, hatinya mendadak kelu karena dia mengingat sewaktu memberikan racun pada kakak ipar dan istrinya sampai nyawa mereka lepas dan ketiga nakanya tidak mendapatkan kasih sayang lalu dengan sadar Selly dan Cakra mengusirnya tampa sepeserpun uang yang di berikan. Selama ini Selly selalu bersenang-senang di atas penderitaan ketiga keponakannya. Entah sudah berapa ratus milyar uang perusahaan milik Pratama yang di korup oleh Cakra dan Selly untuk membeli barang-barang berharga dan kesenangan dunia lainnya. Ketiga perusahaan yang di wariskan kepada Cakra semuanya bangkrut tak tersisa, yang ada hanyalah tinggal perusahaan Pratama yang di ambil paksa oleh Cakra dan itu juga di ambang kehancuran.
Lamunan Selly segera buyar manakala Damian mengecup bibirnya sekilas.
"Kenapa bengong? Yu makan semuanya sudah siap" Damian dengan telaten mengambilkan semua makanan keatas piring dihadapan Selly.
Mereka pun memakan hidangan yang sudah Damian masak.
•
"Dady apa aku boleh meminta Alpard?" tanya sorang wanita yang sedang bermanja-manja di pangkuan Cakra.
Memang suami istri ini tidak ada yang benar akhlak nya🤣.
"Oh tentu saja Sonya sayangku! Kamu akan melihat Alpard terparkir di garasi rumahmu besok" Cakra yang sudah di kuasai hasrat yang tinggi mer*b@ apa saja pada wanita itu.
"Dady baik sekali~~ Muachhhhhhhhhh" Wanita itu mencium bibir Cakra dengan manjalita.
"Sedot sayang" Cakra semakin rakus mencumbuinya.
"Dady aku sedih" ucap Sonya memasang wajah sendu.
"Cup, cup sedih kenapa sayangnya dady?" Cakra menangkup wajah wanita itu dengan kedua tangannya.
Sonya menangis tetapi hanya tangisan modus supaya Cakra mempercayainya saja.
"Katakan pada dady kenapa kucing kecil dady merajuk?" tanyanya.
"Aku memimpikan beli tas Versace yang terbuat dari kulit Trenggiling original, tapi pas aku bangun aku sadar itu hanya mimpi. Dady aku mau tas Versace" ucapnya dengan wajah sesedih mungkin.
"No problem sayang! Ayo kita beli tas Versace yang terbuat dari kulit trenggiling itu asal ada syaratnya" ucap Cakra dengan seringai nakal.
"Apa itu dady ku cinta" tanya Sonya.
"Berikan dady jurus goyang sundul Banteng malam ini" ucapnya sembari mengecup pipi sugar babynya..
__ADS_1
"Baiklah komandan siap laksanakan" jawab Sonya dengan mantap