Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Singgah di rumah nenek


__ADS_3

Singgah di rumah nenek


Anna melanjutkan perjalanannya tanpa tau arah. ia terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan.


"Mau kemana cu?" tanya seorang nenek yang sedang membawa kayu bakar.


"oh nenek, mau saya bantu nek??" tanya Anna sembari membawakan kayu yang tadi dibawa si nenek.


"Mau kemana cantik-cantik sendirian aja?" tanya nenek itu mengulangi pertanyaanya.


"Belum tau Nek, kemana aja ikuti kaki melangkah" jawab Anna sambil tersenyum.


"Tinggal di rumah Nenek aja ya, itu rumah Nenek sebentar lagi sampai" pinta nenek sambil menunjukan rumahnya yang lumayan masih jauh itu.


"Emangnya Nenek tinggal sama siapa?" tanya Anna.


"Sendirian, cucu nenek lagi keluar kota" jawab nenek itu.


Tkdak lama kemudian sampailah di gubuk si nenek yang sangat rapi dan bersih.


"Yaudah, untuk sementara aku bakal temenin Nenek di rumah ini" jawab Anna.


"Terimakasih ya cu" jawab si nenek kegirangan.


Walaupun rumah si nenek sangat sederhana tapi di dalamnya serba ada, ia sama sekali tidak kekurangan makanan. Dan nenek itupun mengeluarkan semua makanan yang ada di dapurnya. Seperti halnya di lestoran, macam-macam masakan tersedia di sana. Dari mulai makanan kering, makanan padat disert dll.


"Duh nek...gak perlu di keluarin semua, aku udah makan" jelas Anna.


"Itu bukan makan cu, itu cemilan aja" jelas si nenek membantah.


"Iya nek gak usah repot-repot cape" jelas Anna.


"Gak apa-apa kok cu...Nenek tuh seneng kalo ada yang mau nemenin, biasanya Puri yang suka nemenin Nenek dan bantu-bantu, tapi sekarang Puri gak ada, Nenek jadi sendirian" jelas nenek panjang lebar. Giginya yang mulai habis membuat perkataannya gak jelas di dengar .


"Tenang aja Nek, biar aku yang nemenin" kata Anna menenangkan.


'"Nek...Nek..." sahut seseorang dari luar rumah.


"Itu cucu Nenek pulang" jawab nenek itu kegirangan. ia sangat hafal betul suaranya cucunya.


Secara spontan Anna pun pergi meninggalkan si nenek untuk membukakan pintu.


setelah pintu di buka...


"kamu siapa??ngapain ada disini?" tanya pria itu, yang mana adalah cucu si nenek.


"Masuk aja dulu' jawab Anna .


laki-laki itu pun menghampiri neneknya.


"Nek gimana kabar nenek?sehatkan??" tanya pemuda itu.


"Sehat cu...kamu lama sekali perginya, untung ada Puri yang jagain Nenek" jelas si nenek.


Sepertinya pemuda itu tidak menyukai apa yang telah ia dengar.


'Oya nek...wanita itu siapa?" tanya pemuda itu ke telinga sang nenek.


"Dia yang mau nemenin Nenek sekarang cu" jawab si nenek .


Pemuda itupun menghampiri Anna.


"Nama kamu siapa?kamu dari kapan disini?" tanya pemuda itu sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Anna.


"Aku Anna, aku baru aja" jawab Anna sambil menerima uluran tangan pemuda itu, mereka pun bersalaman.


"Srrrrrrrrrr" itulah suara desiran aliran darah si pemuda, setelah menyentuh tangan Anna aliran darah pemuda itu mengalir begitu cepat, tidak seperti biasanya,yang mana membuat tubuhnya nya menjadi bergetar.


"Nama kamu siapa?" lanjut Anna bertanya.


"Aku Zino" jawabnya sambil melepaskan tangan Anna. Tiba-tiba ia salah tingkah. Dan Anna menyadarinya, karna Anna pernah mengalami hal yang serupa sebelumnya.


"kita bikin makan buat malem yu" ajak Anna mencairkan suasana.


Anna meraih tangan Zino dan menariknya kedapur, padahal Anna sendiri belum tau keberadaan dapurnya.


"Eh salah...itu kamar ku" sahut Zino. Ahirnya Zino lah yang menarik tangan Anna dan membawanya pergi kedapur yang seenarnya.


mereka pun masak bersama sambil ngobrol kesana kemari diiringi dengan ketawa ketawa kecil layaknya sudah lama kenal, mereka benar-benar sangat akrab.


"Kamu bisa masak gak sih??kok gosong gitu?"tanya Zino sambil menertawakan masakan yang Anna buat.

__ADS_1


"Ini lagi belajar" jawab Anna dengan santainya.


hampir semua masakan yang Anna masak gagal, ahirnya Zino meminta untuk tukeran tugas,ia yang memasak dan Anna yang menstabilkan api dengan kayu bakarnya.


Setelah selesai masak mereka baru menyadari ternyata waktu malam telah tiba.


Mereka pun tidur setelah bebera jam sebelumnya makan bersama.


Hari demi hari berlalu, tidak terasa Anna tinggal di rumah sang nenek bersama Zino sudah 3 hari.


"Nenek.....Neekkk..." sahut seseorang di luaran rumah.


Nenek pun tergesa-gesa keluar menghampiri pusat suara.


"Ehhh iya pak RT" sahut si nenek, ternyata RT setempat yang telah memanggil si nenek.


"Saya sempet lihat di rumah Nenek ada orang baru" lanjut pak RT.


"Iya ada Pak" jelas si nenek.


"kenapa Nenek tidak laporan?bukankah di rumah pun ada cucu nenek?" tanya pak RT.


"Aduh Pak RT saya lupa, saya minta maaf" jelas si nenek.


"Nenek kan sudah tau, aturan di kampung ini, kalo ada orang baru harap lapor, kalo tidak bisa saja nanti kalo ada kejadian macam-macam saya akan menyalahkan tamu Nenek. Lagipula Nenek kan punya cucu, tidak pantaslah Nek anak muda satu rumah tanpa ikatan, kalo zina nanti sekampung kena dosa nya" jelas pak RT itu panjang lebar.


"Iya pak saya paham, saya mohon maaf" jawab nenek.


"Ehhh Pak RT ada apa??" tanya Zino menghampiri, yang sedari tadi anteng masak di dapur bersama Anna.


"Tamu di rumah ini mana?? bawa kesini !!!" suruh pak RT.


"Masak pak" jawab Zino.


"Kamu enak-enakan ya satu atap tanpa ikatan" sahut pak RT.


"Mohon maaf pak" sahut Zino.


"Pokonya, orang yang bertamu di rumah ini harus sehera pergi" perintah pak RT.


"Mohon maaf pak..Aku tidak ada maksud apa-apa,lagipula hari ini pun aku mau pergi lagi ke kota" jelas Zino.


"Yasudah, lain kali apapun yang terjadi, laporan" jelas pak RT.


"Yasudah, sebagai hukuman...kamu harus menikahi wanita itu" ungkap pak RT.


"yasudah kalo gitu Aku panggilkan dulu ya" jawab Zino, ia sangat kegirangan.


"Biar Nenek saja" kata nenek sambil pergi meninggalkan mereka.


Anna pun menghampiri mereka dengan keadaan wajah yang kotor oleh arang.


"Ada apa ya??" tanya Anna yang baru saja sampe depan rumah.


"Ini na,kata pak RT kita harus menikah, untuk menghindari fitnah karna kamu tinggal bersamaku tanpa ikatan keluarga bahkan ikatan pernikahan" jelas Zino panjang lebar.


"Ohh..gak perlu, maksudnya gini loh,,kamu sudah berapa lama tinggal disini?" tanya Pak RT.


"Sudah 3 hari" jawab Anna.


"Nah...mending sek.arang kamu tinggal di rumah saya aja, jangan lama-lama kamu tinggal di sini, kasian si Nenek di tumpangin terus" jelas pak RT.


Zino mengerutkan kening, ia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Pak RT.


"Tadi dia bilang gaboleh kumpul kebo, malah harus aku nikahin, sekarang malah suruh pindah ke rumahnya" gumam Zino.


Pak RT adalah seorang duda karna perceraian, ia di tinggali seorang anak berumur 5 tahun, ia jatuh cinta kepada Anna pada saat pandangan pertama, karna Anna begitu cantik walau dalam keadaan kotor sekalipun.


"Gak usah pak, disini aja...lagian Zino sebentar


lagi mau keluar kota" jawab Anna, Zino sangat senang mendengar jawaban Anna.


"Aku mau minta maaf, kalo selama disini aku gak izin dan gak lapor, sekarang aku mau nerima apapun hukuman yang akan di berikan kepada saya" lanjut Anna.


"Ehh ehh jangan, itu bukan salah kamu, biar aku saja yang di hukum" terka Zino.


"Yasudah kalo gitu, saya akan memaafkan kalian, asalkan nanti Anna kerumah saya, ada suatu hal yang perlu saya bicarakan" jawab Pak RT sambil meninggalkan mereka.


Kemudian Zino mendekati Anna, ia menatap Anna sambil memegang jemari tangan Anna.


"An...aku suka sama kamu, mau gak kamu menikah denganku" tiba-tiba Zino berkata begitu.

__ADS_1


"Aduh maaf ya...aku belum siap menikah" jawab Anna dengan tegasnya.


"Ywd kalo gitu, selama nunggu kamu siap, gimana kalo kita pacaran?" tanya Zino penuh percaya diri.


"Maaf ya aku gak bisa" jawab Anna sambil melepaskan pegangan tangan Zino sambil hendak pergi.


"Anna..." Zino menarik lagi tangan Anna.


"Anna kenapa kamu begitu?? kamu gak suka ya sama aku?aku fikir kamu memiliki perasaan yang sama" tanya Zino dengan murung karna sedih.


Anna hanya membungkam.


"Aku masih trauma,aku gak mau terburu-buru" gumam Anna.


"Anna....aku siap nunggu kamu sampai kamu mau sama aku, tapi kamu jangan sama laki-laki lain ya" pinta Zino memelas.


"Utu hak aku, kamu bukan siapa-siapa aku, gak usah maksa" jelas Anna yang mulai jengkel karna Zino sangat rewel.


"Ywd kalo gitu maafin aku ya kalo aku maksa dan terburu-buru" jawab Zino yang menyadarinya. Zino memang terburu-buru karna dia merasa cemburu kepada Pak RT.


Siang harinya...


Anna pergi ke rumah pak rt dengan di antar oleh Zino.


"Permisi pak" sahut Anna diiringi dengan Zino.


"Ehh,silahkan masuk" jawab pak rt sambil menatap Anna tanpa berkedip.


"Kamu tunggu disini aja" bisik pak rt ke telinga Anna.


"Mau ngapain ya??" fikir Zino dalam hati.


kemudian Pak RT dan Anna pun masuk ke dalam rumah dan duduk,sedangkan Pak RT, ia pergi ke dapur untuk membawakan minum untuk Anna.


"Namamu Anna ya??" tanya Pak RT setelah dia membawakan minum untuk Anna.


"Iya pak" jawab Anna singkat.


"Saya minta kamu nikah dengan saya" jelas Pak RT.


"Lahhh????kenapa harus dengan bapak?" tanya Anna kaget.


"Karna saya duda" jelas Pak RT.


"Kalo duda kenapa?" tanya Anna yang tidak paham maksud Pk RT.


"Kalo duda itu tidak punya istri, lajang" jawab Pak RT .


"Tapi saya gak mau dengan bapak,saya belum kepingin nikah" jelas Anna.


"Daripada pacaran, mendingan nikah" jawab Pak RT.


"Aku lagi gak mau pacaran Pak, apalagi nikah" jelas Anna.


"Ya gak apa-apa saya akan tunggu jawaban kamu" jawab Pak RT.


"Bapak gak usah nunggu, karna aku belum siap dan gak tau kapan aku siap" jelas Anna.


"Dasar cewek so kecantikan" guman Pak RT menggerutu, yang mana saat itu pula Anna mendengarnya.


"Permisi, An kita pulang yu udah siang" tiba-tiba Zino masuk dan ngajak Anna pulang.


"Yaudah Pak, kita mau pulang ya" pinta Anna.


"Yah..yah..yah" jawab Pak RT mengangguk.


Dan mereka pun pulang.


Sesampainya di rumah, Zino mempersiapkan diri untuk keberangkatannya.


"Nek...aku berangkat dulu ya, ini uang buat kebutuhan sehari-hari" kata Zino sambil memeberikan uang yang lumayan banyak sambil menyalami neneknya.


"Ann...aku titip Nenek ya" pinta Zino sambil mengepalkan uang ke telapak tangan Anna.


"Ini uang untuk apa?" tanya Anna kaget.


"Itu uang buat kebutuhan kamu, aku kasih uang bukan untuk nyogok atau apa, tapi tanda terimakasih aja udah mau jaga Nenek aku,ambil yah !!!" jelas Zino.


"Ywd makasih" jawab Anna.


Zino pun pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2