
Kokom melanjutkan aksinya
"Makasih yah Ann kamu sudah mengerti maksuduku" kata kokom.
Anna hanya terdiam, ia kehabisan kata-kata, karna dia sudah menjelaskan lebih awal tentang hubungannya dengan Nuno dan permohonan maafnya kepada Kokom.
"Hmm ..kalo gitu aku mau pulang dulu ya, aku mau ketemu Nuno dulu" lanjut Kokom.
sedangkan Anna ia hanya mengangguk, ia merasa Nuno bukan siapa-siapanya lagi,dia menganggap semua yang terjadi di hari-hari kemarin hanyalah mimpi, lupakan kenangan indah lupakan kejadian pahit hari ini. Kadang kebahagian hanya sebatas pinjaman dari orang.
kemudian kokom pun keluar rumah. Anna seharian murung dan termenung di ruang tengah, sekuat apapun hati, tetap saja tidak semua hal dan kejadian bisa di lupakan begitu saja...Anna terus merenung dan merenung, semua rasa tercampur di dadanya, tapi ini tidak mengenakan, tidak seenak es campur yang dingin di makan siang-siang .
"Propooooooootttt" tiba-tiba pintu terbuka perlahan-lahan, sepertinya ada seseorang yang masuk tanpa izin, yang membuat Anna menjadi kaget dan ketakutan.
"Syuuuuutttt" bisik pak Samsudin.
"Ada apasih?" tanya Anna kaget sambil mengusap air matanya yang tidak sengaja mengalir begitu saja.
"Aku mau maen kalo boleh, kalo gak boleh juga gpp, ini ada bingkisan buat kamu, ambil aja dulu" jawab Pak samsudin pelan.
Anna tidak mengambilnya tapi Pak samsudin langsung menyimpannya di meja.
"Mau apa sih pak??mau jahit ngomong aja gak usah bisik-bisik" jelas Anna.
"Bukan, cuma mau apel aja" jelas Pak samsudin.
"Apel ko siang-siang" gumam Anna.
Pak samsudin adalah tetangga sebelahnya, tiba-tiba Anna tersadar kalo pak samsudin memiliki istri posesip.
"Kalo gak mau jahit, ywd pulang sana,nanti sangkaan istrinya gimana lagi" jelas Anna mempersilahkan Pak samsudin keluar.
Pak samsudin pun akhirnya keluar menuruti perintah.
Ya, semenjak Anna menjadi cantik, pintu rumah memang selalu ada yang ngetok, rumah Anna pun memang menjadi sedikit rame, dan dapur pun menjadi subur, banyak sekali makanan pemberian, karna banyak sekali tamu yang berhamburan ke rumahnya Anna.
Tapi Pak samsudin sudah tua bangka, tapi masih aja kero'oh ikut-ikutan naksir Anna, padahal istrinya sangat posesip. Namanya laki-laki, dari mulai abegeh sampe tua bangka yang di incarnya memang wanita cantik, lain halnya perempuan yang selalu berubah setiap kebutuhannya. Ketika abegeh yang di cari cowo tampan, mulai dewasa yang di cari cowo tajir, hampir tua yang di cari yang bertanggung jawab, ya begitulah perbedaan laki-laki dan perempuan, jangan buat heran.
◇◇◇◇◇
Di luar sana kokom sedang menuju rumah Rania,tapi sebelumnya ia tidak meninggalkan momen berharga yaitu memotret Pak samsudin di rumah Anna, karna sebelum ia lebih jauh, ia sempat melihat jejak Pak samsudin mendekati rumah Anna dan Kokom menghentikan langkahnya untuk melengkapi aksinya.
__ADS_1
Setelah Kokom mendapatkan tujuannya, kemudian ia melanjutkan langkahnya untuk pergi ke rumahnya Rania.
Rania adalah tunangannya Johan, sebetulnya bukan Rania target yang ia cari, terlebih orang tuanya . Ia tergesa-gesa menyusuri jalan menuju arah rumah Rania, karna jika telat sedikit saja, itu akan berbahaya, fikirnya. Siapa tau Nuno menghampiri rumah Anna untuk memastikan kebenaran atau bahkan Anna sebaliknya yang ke rumah Nuno karna perasaannya yang tidak enak karna telah di bohongi, jika terjadi seperti itu maka akan terbongkarlah kebohongan dan akal piciknya Kokom.
Kokom berjalan dengan sedikit berlali, hingga tidak terasa ia hampir sampai di rumahnya Rania.
Sesampainya kokom di rumah rania...
"Permisi" sahut Kokom kepada bapaknya Rania.
"Oiya kom...silahkan masuk" ajak bapaknya Rania.
"Ibu sama Rania nya ada?" tanya Kokom.
"Ohh ada...sebentar saya panggilkan" jawab bapaknya Rania.
Kemudian bapaknya pergi meninggalkan Kokom sendirian untuk memanggil mereka berdua dan tidak lama kemudian kembali dengan mereka.
"Ada apa ya kom??" tanya Rania kemudian.
"Mau menyampaikan kabar buruk" jawab kokom tanpa basa-basi, ia langsung berbicara ke pusatnya.
"Kabar buruk apa kom?" tanya ibunya Rania sambil mengerutkan kening.
"Iya kami tau, dia sangat cantik melebihi apapun" jelas Bapaknya rania.
"Tapi dia sangat meresahkan sekali, kemarin saja aku tinggal sebentar pacarku Nuno udah dia rebut aja sama dia, dia pacarin, ehh pas kemaren aku gak sengaja juga mergokin dia lagi mesra-mesraan sama Johan" jelas Kokom mengada-ada dengan gaya penuh keyakinan.
"Ahh masa?" tanya Ibunya rania tidak percaya.
Kala itu Rania hanya diam saja dan menyimak mereka ngobrol yang sepertinya mulai menegangkan.
"Nih aku punya bukti ketika aku memergokinya,aku memphoto mereka berdua, silahkan di lihat saja" jawab Kokom sambil menyodorkan beberapa photo dengan penuh percaya diri.
Ibu, Bapak dan bahkan Rania.. mereka kompak melihat phto itu, matanya terbelalak, mereka tidak percaya apa yang telah mereka lihat.
"Ini photo kapan?aku akan memarahi Johan" kata Bapak rania kemudian.
"Itu poto baru, menurutku gak perlu memarahi Johan, cukup jauhkan Anna dari desa ini, itu sudah lebih dari cukup" jawab Kokom panjang lebar.
"Kenapa harus Anna??jelas-jelas Johan yang menghampiri Anna" ungkap Ibu rania.
__ADS_1
"Tapi sebelum Anna menjadi cantik begitu Johan tidak pernah berhianat kepadaku" jelas Rania.
"Betul sekali" jawab akokom dengan penuh keyakinan.
"Aku kaya gini karna aku sebagai wanita ikut merasakan gimana posisi jika aku ada pada posisi kamu Rania" lanjut Kokom.
"Oh gitu ya?" tanya Ibunya rania.
"Iiya gitu bu, aku sayang aja sama Rania, terlebih aku juga korbannya si Anna itu" jelas Kokom mengarang.
semua yang Kokom lakukan membuat semua orang mempercayainya, padahal jelas-jelas biangkerok dari semua ini adalah dia, dan Anna tidak pernah merugikan orang lain sedikit pun. amAnna dia sangat tau diri, ia tidak pernah melupakanan asal-usulnya yang jelek.
"Jadi menurut kalian gimana??apa kalian setuju kita usir Anna dari desa ini?" tanya Kokom.
"Jika itu yang terbaik" jawab Ibunya Rania.
"Tapi bu..." Bapaknya rania tampak sedih.
"Bapak kenapa??apa jangan-jangan bapak juga suka sama Anna?" tanya Ibunya rania sambil melotot ke arah suaminya.
"Oh engga-engga, silahkan-silahkan..!!!silahkan saja" jawab Bapaknya Rania sambil ngeluyur pergi meningglakan mereka.
"Tuh kan bu, gimana bahayanya jika Anna masih ada disini, lebih baik usir aja biar tenang sepertu dulu" jawab Kokom memantapkan keadaan.
"Ini sudah jadi urusan kita aja para wanita, tidak perlu ajak laki-laki" lanjut Kokom.
Rania dan Ibunya pun mengangguk menyanggupinya.
Kemudian mereka pun melanjutkan ngobrol persoalan yang lain dengan asiknya sampai lupa waktu.
Tidak terasa 1 jam berlalu Kokom berada di rumah Rania hanya sekedar becandaan,ia lupa alan targetnya.
Kemudian Kokom pun membuat janji dengan meraka, setelah itu berpamitan pulang.
"Oya Bu, Ran...uda dulu ya ketemu nanti, aku mau pulang dulu" jelas Kokom.
"Mau ngapain buru-buru amat?" tanya Rania basa-basi.
"Iya padahal nanti aja,jarang-jarang juga maen kesini" timpal Ibunya rania.
"banyak keperluan yang belum di selesaikan, besok-besok aku maen lagi kesini, lagipula nanti kita akan ketemu lagi disana" jelas Kokom.
__ADS_1
Ahirnya Kokom pun pamit dan pulang ...
♡♡♡♡♡