Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Anna ketakutan


__ADS_3

Anna ketakutan


Nuno dan Pak RT pun mencari-cari Anna kesana kemari sampai sore, tapi hasilnya nihil. akhirnya Nuno pun singgah di rumah Pak RT, ia bermaksud untuk bermalam di rumahnya.


"Pak...aku sangat khuatir dengan Anna" sahut Nuno.


"Ya sama, saya pun juga begitu, tapi hari sudah sore, kita istirahat dulua aja, lalu kita mulai pencarian lagi esok pagi" jawab Pak RT.


 


Keadaan Anna, ia masih di sekap di gudang sejak dari siang, tangan dan kikinya diikat & mulutnya dikasih lakban. Ia terus berusaha meloloskan diri hingga akhirnya menyerah, ia pun akhirnya hanya bisa menangis.


"Ya tuhan...apa mungkin hidupku akan berakhir sampai disini??" fikir Anna sambil mencucurkan air mata.


Ia terus menerus meratapi nasibnya dan terus saja menangis sampai-sampai selaput matanya yang besar menjadi betul-betul kecil dan sipit, matanya sangat sembab dan bengkak.


Air matanya itu semua jatuh tak tertahankan, tumpah berlimpah sehingga lama kelamaan, tanpa ia sadari menjadikan perekat lakban yang ada di mulutnya menjadi tidak berfungsi, dan hanya dengan di goyang-goyangkan saja, lakban yang ada di mulutnya otomatis langsung terbuka dan terjatuh, ia pun bisa bernafas dengan lega.


"Syukurlah, akhirnya ada sedikit kesempatan juga" gumam Anna penuh semangat.


akhirnya ia pun berusaha keras untuk membuka ikatan di tangannya, ia ngesod ke suatu tempat untuk mengambil alat agar bisa membuka ikatan di tangannya, kali ini ia sangat optimis. Kebetulan sekali, tangannya di ikat di depan dan terpisah dengan kakinya. Akhirnya ia pun menemukan sebuah pisau dapur dan ia pun mengambilnya dan di letakkan di mulutnya, ia posisikan gagang pisau itu dengan susah payah, ia betul-betul berusaha agar mulutnya memiliki tenaga untuk memotong tali kuat yang ada di tangannya tanpa melukai mulutnya.


Dan akhirnya, usaha yang maksimal tidak akan pernah mengkhianati hasil, tali di tangannya pun terpotong dengan sangat sempurna. Anna semakin optimis, ia langsung memotong tali yang mengikat kakinya. Setelah selesai, ia berfikir sejenak.


"Aku gak boleh ceroboh, karna di setiap penjuru ada penjaga, mereka anak buahnya si laki-laki b**ad itu, dasar orang kaya, harta memudahkan segalanya" gumam Anna.


Anna memegang gagang pintu untuk memastikan apakah pintu di kunci atau tidak.


tapi tiba-tiba...


"teeeettt...teettt...teeettt" gagang pintu itu berbunyi seolah ingin memberitahu para penjaga itu.


Anna kaget, ia kalangkabut mencari tempat persembunyian, tapi ia terlambat.


Para penjaga itu pun masuk ke dalam gudang.

__ADS_1


"Heii nona cantik, kamu mau kabur kemana??hahaha kamu gak akan pernah bisa lolos dari sini" teriak seoarang penjaga.


"Iya, pokonya kamu harus tunggu dulu disini sebelum jugragan datang" terka yang lain.


mereka sangat berbangga, karna keamanan mereka sangat ketat.


Tubuh Anna bergetar, fikirannya sudah bercampur aduk, hatinya sangat gundah gulana dan gelisah, ia mengira bahwa perkiraannya akan benar, Anna kemudian menjadi pesimis tapi kali ini Anna berusaha kuat. Ia memanipulasi para penjaga dengan memperlihatkan keadaannya yang sangat lemah tak berdaya sehingga seolah-olah ia pasrah dan tidak akan melawan sehingga para penjaga pun ikut santai menghadapi Anna.


Tiba-tiba saja Anna langsung lari ke depan pintu, ia hendak menjauh dari gudang itu namun sayangnya baju Anna nyangkut sehingga ia tertangkap kembali.


"Tolooooonnggg...toloooonnnggg" teriak Anna sambil berusaha meloloskan diri.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka, Anna tidak melihat dengan jelas siapa orang yang datang menghampirinya itu, karna keadaannya sudah malam, semuanya pun gelap.


Anna sangat optimis dan sangat berbahagia, karna ia akan di tolong oleh seseorang.


"Haduuuuhhh...mau minta tolong sama siapa sayang???ini tempat jauh dari mana-mana..hahahaha" ternyata orang itu adalah Roman, ia menghampiri Anna dan membelai rambutnya.


Anna pun sangat kesal di buatnya, ia memaki-maki dirinya sendiri, ia menyesali takdirnya, ia tidak pernah kejadian seperti ini sebelumnya, selagi jelek, jangankan ada yang berambisi padanya, dulu..sekedar meliriknya pun tidak ada yang pernah.


Para bodyguardnya pun menurutinya, kemudian Anna di bawanya ke rumah Roman yang lumayan jauh dari situ.


Anna di masukan ke ruangan yang sangat mewah dan besar, di susul oleh Roman.


Akhirnya mereka pun berdua di ruangan itu yang ternyata adalah kamarnya Roman.


"Sayang...mau di paksa atau mau di nikmatin???" tanya Roman sambil mencolek dagu Anna dan tersenyum penuh gairah.


"emmmhh..emmhh" jawab Anna sebagai kode agar ia di bukakan lakbannya untuk menjawab.


pemilik kamar itu akhirnya membukakan lakbannya, ia tau sekali maksudnya Anna.


"Silahkan jawab sayang" sahut Roman dengan senyuman khasnya.


"Gak ada cara lain??" tanya Anna dengan gugup. Tubuh Anna bergetar, ia merasakan ketakutan yang sangat hebat.

__ADS_1


"Cara apa??kamu udah nolak aku mentah-mentah" jawab Roman sambil mengernyutkan kening dan senyum kecut.


"Aku mohon, jangan lakukan apapun padaku, maafkan aku" jawab Anna sambil menunduk.


"Sudah terlambat, aku tidak mau menunggu lama-lama lagi, aku sangat berambisi padamu tapi sekarang aku sudah tidak suka dengan sikapmu yang sombong itu, jadi tidak ada cara lain selain hari ini bersenang-senang denganmu dalam satu malam" jawab Roman, ia merasa harga dirinya di injak-injak karna cintanya Anna tolak mentah-mentah.


Anna menjadi tidak karuan ia sangat ketakutan, hal sepele membuat semuanya mejadi fatal, ia pun menangis lagi, sedangkan Roman ia mendekati Anna.


"Mau nangis seperti apapun kamu tetep cantik, aku tetap berambisi padamu" bisik Roman ketelinga Anna.


Roman membuka ikatan tali di tangan Anna, ia merasakan ketakutan yang Anna alami.


"Gausah takut, aku gak akan bunuh kamu kok kalo kamunya gak macam-macam" bisik Roman menakut-nakuti.


Roman pun menidurkan Anna di kasur empuknya.


"JDOR JDOR JDOR" pintu kamar roman di ketuk sekuat tenaga.


"Si*lan !!!!! siapa yang berani ganggu kesenanganku????????" maki Roman di dalam kamar. Ia sangat emosi terlebih ia sudah mulai bersemangat.


"Buka pintunya atau saya akan dobrak !!!" jawab seseorang dari luar kamar .


Roman pun membuka pintu dan di lihat ternyata ia adalah Nuno.


"Plak..." Nuno menampar Roman setelah ia melihat di pojok kamar ada sesosok wanita yang ia cintainya, Anna.


"Beraninya kamu ya??!!!" teriak Roman.


"Plak..." Roman membalas tamparan Nuno.


"Kamu yang terlalu berani!!" teriak Nuno.


Akhirnya mereka pun mengeluarkan jurus masing-masing, satu jam kemudian mereka bertengkar, dan mereka sangat kelelahan karna tidak ada yang mau mengalah di antara mereka. Tapi tiba-tiba rombongan polisi pun datang dan menghampiri Roman, kemudian ia pun di tangkap.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2