
Selamat
Al pun kembali ke rumah setelah sapinya terjual.
Ia masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci itu. Ia pun melihat persiapan Anna yang sepertinya belum selesai.
"Anna......An" panggil Al.
Al pun berkeliling mencari Anna, tapi yang di cari tidak berada disana.
"Kemana lagi tu anak, padahal sudah siang" gumam Al.
Ia pun menggedor pintu kamarnya, tapi pintu itu otomatis terbuka dan setelah di lihat, tidak ada sosok Anna di dalamnya.
Al pun mencari ke kamar mandi, ia menggedor kamar mandinya juga.
Tapi di dalam sana tidak ada yang nyaut. Al berinisiatif untuk membukanya, untuk memastikan Anna tidak ada di sana.
Ia pun tidak ingin membuang-buang waktu sehingga Al mempersiapkan diri. Karna Al berfikir, Anna pergi ke luar tidak akan lama-lama, sehingga pintu rumahnya tidak di kunci.
"Ka Al.." Sapa Anna sambil menepuk pundak Al perlahan.
"Aaaaaaaaaa" Al histeris, ia sangat terkejut dengan kedatangan Anna yang tiba-tiba.
"Ya ampun, aku fikir hantu" ucap Al seraya membalikkan badan dan melihat dua sosok wanita yang begitu cantik.
"KAMU???" teriak Syala histeris sambil telunjuknya di arahkan ke posisi Al berdiri.
"Kamu kenal sama aku?" tanya Al memastikan.
"Apa ini calon suaminya Anna??" fikir Syala.
"Ohh enggak" jawab Syala.
"Ibu kenal sama Kak Al??" tanya Anna.
"Enggak. Oya, kami kesini mau menyampaikan kabar yang mungkin membuat kamu terkejut.
"Apa kabar itu, tentang...." fikir Al.
"Hey, jangan melamun" Anna menggoyangkan tubuh Al yang mana tatapannya sedang kosong bagaikan sedang melamun.
"Kabar apa??" tanya Al spontan.
"Kiita sambil duduk di sana, yuk?!" ajak Anna.
Mereka pun mengikuti ajakan Anna. Mereka puh duduk bersebelahan. Dan Al kebetulan duduk di tengah.
__ADS_1
"Anna, kamu aja yang ngomong" ucap Syala.
"Kak, maafin aku, ya?!" ucap Anna.
"Untuk apa??" tanya Al penasaran.
"Pokonya maafin aja" jawab Anna yang belum berani berterus-terang.
"Oya, wanita ini siapa?? kenapa ikut kesini?? bukankah kita akan pergi??" Al bertanya-tanya.
"Aku jelasin satu-satu ya, Kak?!" ucap Anna. Sedangkan Syala, ia terus saja memperhatikan Al dengan sungguh-sungguh.
"Wanita ini adalah seorang Ratu" Anna menghela nafas panjang untuk melanjutkan pembicaraannya.
"Berarti bukan" fikir Al lega.
"Dia kesini cuma mau nganterin aku aja" lanjut Anna.
"Kalo gitu, sekarang kan sudah sampai. Kalo kamu sudah tidak capek, kita segera berangkat. Karna, waktu sudah siang. Aku gamau sampai kemalaman. Karna aku gak tau cuaca hari ini" jelas Al dengan penuh semangat.
Anna pun menjadi sangat sedih melihat semangat, harapan dan mimik wajah Al yang terlihat bahagia. Ia semakin berat untuk ungkapkan semua kenyataan itu.
"Kita gak jadi ke sana, walaupun jadi. Tapi bukan denganmu" jawab Anna dengan kepala menunduk.
"Kenapa??" Al tersentak kaget. Ia tidak menyangka Anna akan berbicara seperti itu. Anna telah membuat harapan Al sedikit pupus.
"Aku mau di angkat jadi Ratu oleh Raja Syahdan" jawab Anna dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maafin aku, maafin Aku !! Ini bukan salahku, semua ini sudah takdir. Takdirlah yang memisahkan kita" jawab Anna dengan tetesan air mata yang membanjiri wajah cantiknya.
"Kok, bisa??? bisa-bisanya, disaat hubungan kita akan ke jenjang yang lebih baik, kok kamu?? kamu selalu saja mencari cara untuk mengulur-ngulur bahkan saat ini memutuskan dengan sebelah pihak??" Al tarik-tarik rambutnya seraya air matanya berlinang begitu deras.
Syala hanya menyaksikan mereka berdua tanpa bersuara. Ia menjadi saksi kisah cinta anaknya yang tidak tergapai.
Syala dan Anna pun baru pertama kali melihat seorang laki-laki yang kekar menangis sebegitunya.
"Ini bukan salahku, aku pun tidak ingin ini terjadi" ucap Anna.
"Kamu menyalahkan takdir?? bukankah takdir itu kamu yang buat??" Jawab Al.
"Iya, takdir itu aku yang buat. Tapi aku tidak bisa menghindarinya" jawab Anna.
"Kalo saja kamu tidak mengulur-ngulur?? apa akan terjadi seperti ini???" tanya Al yang mulai memanas.
Ia begitu kecewa dengan keputusan Anna. Ya, walaupun ia tau bahwa semua ini berat juga bagi Anna.
"Emmm mohon maaf ya sebelumnya. Sebetulnya ini semua salahku" jawab Syala.
__ADS_1
Al pun berbalik ke pusat suara. Ia menatap Syala dalam-dalam.
"Apa?? kenapa??" tanya Al.
"Ya, aku telah berkhianat kepada Raja. Dan Anna adalah hasil hubungan gelapku di belakang Raja. Tapi, itu semua terjadi sebelum kita menikah. Tepatnya, ketika kami masih dalam masa perkenalan" jelas Syala.
"Enak aja, aku tidak pernah bersalah. Itu semua salah kamu. Dan aku adalah korbannya" Celetuk Ocha.
Al pun terkejut, ia merasa wanita yang bersama Anna itu wanita tidak normal.
Syala lupa, ia tidak mengendalikan Ocha sebelumnya sehingga Raga Ocha bisa Ocha gerakkan juga sehingga apa yang Ocha katakan akan terdengar juga oleh semua orang.
"Emmm maaf ya" jawab Syala.
"Kamu gak boleh ikut campur, kamu diam. Ini sudah menjadi urusanku !" ucap Syala kepada Ocha.
"Emmm...jadi, aku ini adalah Ibunya Anna" ucap Syala sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Al.
"Ohh, jadi Ibunya Anna adalah seorang Ratu??" tanya Al.
"Iya, dia Ibu kandungku" jawab Anna.
"Ooohh Ibu kandung" jawab Al.
"Lantas, apa hubungannya dengan Anna??" tanya Al.
"Aku akan di hukum oleh Raja karna aku telah di anggap menghianatinya. Biasanya hukuman itu hukuman mati. Karna Raja Syahdan itu Raja yang sangat baik tapi juga keras" ucap Syala.
"Dan, Raja memberi kesempatan padaku. Jika Ibuku mau selamat, aku harus menggantikan Ibuku menjadi Ratu" jawab Anna.
"Ini memang berat, ini memang bukan salah Anna" fikir Al dengan kepala menunduk.
"Aku pilih Ibu, karna seumur hidup aku baru bertemu dengannya. Aku gak mau pertemuan kita hanya sebatas tau aja" jawab Anna dengan bibir di manyun-manyunkan dengan mata yang di buarmt manja.
"Hemm iya, aku ngerti. Maafin aku, ya?? karna ambisiku, aku jadi menyalah-nyalahkan mu" ucap Al dengan tatapan kosong seperti hati dan fikirannya.
"Tidak, kita harus sama-sama kuat, ya??" ucap Anna.
"Iya, aku kuat kok" jawab Al asal-asalan.
Mulut bisa berkata apapun, tapi hati tetap tidak bisa bohong. Al benar-benar kecewa untuk yang ke dua kalinya.
"Kalo gitu, aku mau pergi lagi ke istana. Ya, mungkin aku akan menghabiskan sisa umurku disana" jawab Anna.
"Selamat ya, kamu akan menjadi Ratu" ucap Al masih dengan tatapan kosongnya.
************
__ADS_1
Habis baca, tolong tinggalkan jejak, ya?!!
terimakasih para penyemangatku😍😘