
Hilang
Anna dan Al sudah menjalani hubungan beberapa bulan dan mereka akan melanjutkan ke jenjang serius, yaitu menikah.
Untuk itu, mereka akan menemui orang tua angkatnya Anna.
"Ya, kan aku masih trauma" jawab Al.
"Memangnya, Kak Al berapa lama hubungannya dengan dia??" Anna mengintrogasi.
"Hanya 1 tahun aja" jawab Al.
"Wow..pantes aja. Jangan-jangaaaannn...." Anna menghentikan pembicaraannya karna Al telah menutup mulutnya menggunakan tangannya.
"Jangan suuzon aaaahh" jawab Al.
"Jangan-jangan Kak Al masih bergharap sama dia" lanjut Anna, setelah ia berusaha melepaskan tangan Al dari mulutnya.
"Enggak Kok, percaya dong sama aku" jawab Al yang lagi bucin.
"Hmmmm" Anna tersenyum tipis.
"Oya, emangnya kenapa sih besok gak jadi? bukannya lebih cepat lebih baik?" tanya Al.
"Iya memang harusnya begitu sih, tapi besok aku ada keperluan dulu, disini" jawab Anna.
"Menurutku keperluan disini lebih baik di tunda dulu aja" jawab Al.
"Gak bisa Kak" jawab Anna sambil menatap bola mata Al yang indah.
Anna dan Al begitu yakin satu sama lain. Mereka sudah benar-benar Bucin.
Tidak terasa malam pun tiba. Al pergi ke gubuk dimana ia bekerja, untuk tidur. Sebetulnya, walaupun ia sudah memiliki ternak sapi. Tapi, pekerjaan yang sebelumnya masih ia jalankan. Tetapi tidak dengan Anna. Ia tidak memfokuskan menjahit. Anna hanya menjahit jika ada sesorang yang membutuhkan jasa menjahitnya.
Keesokan harinya, Al pun pulang ke rumahnya untuk sarapan. Sudah menjadi kebiasaan, pagi-pagi Anna selalu sudah selesai masak jika Al pulang ke rumahnya.
Setelah Al selesai mandi akhirnya mereka pun sarapan bersama. Karna Anna, ia telah mandi lebih awal sebelum Al pulang ke rumahnya.
"Kamu mau ngapain hari ini?" tanya Al setelah selesai makan.
"Aku gak akan kemana-mana. Di rumah aja" jawab Anna sambil menunduk dan memainkan sendok yang ada di atas piring yang sudah kosong.
"Ywd, sekarang aja yuk?!" ajak Al.
"Enggaklah Kak. Besok aja ya" Anna membereskan bekas makannya dan kemudian ia pun pergi ke dapur.
__ADS_1
"An...akubke gubuk lagi ya?" teriak Al dari ujung pintu.
"Ya" jawab Anna sambil mengintip keberadaan Al.
Setelah dia rasa Al sudah menjauh, Anna pun mulai bersiap-siap.
Ia berinisiatif untuk menulis surat. Jaga-jaga jika ia tidak bisa pulang dan dia berharap Al akan mencarinya.
Inilah surat yang ia tulisnya.
"Kak Al, aku pergi dulu ya. Aku akan nyari mantan kamu itu. Kalo aku gak pulang berarti aku lupa jalan. Aku lakukan ini untuk memastikan agar hatiku lebih tenang. Dengan harapan, yang ku cari tidak aku temukan"
Anna begitu menyayangi Al sehingga ia meminimalisir kekecewaan. Ia terlalu cemburu kepada mantannya itu.
Anna sadar, waktu itu Al begitu cinta kepada mantannya, sampai-sampai ia tidak bisa membuka hati bertahun-tahun.
Setelah persiapannya selesai, Anna pun pergi meninggalkan rumah Al bersama Pussy.
Ia berharap pussy bisa menjadi teman dan akan membawanya pulang ketika ia nyasar.
Anna pun melangkah semakin jauh dari rumahnya Al. Ia menghampiri tempat dimana kemarin Al membawanya kesana.
"Gak ada siapa-siapa" gumam Anna.
Ia pun terus melangkahkan kakinya lebih jauh lagi dari sana.
Anna mencoba memberanikan diri dan menghampiri orang-orang itu lebih dekat.
"Kak, ada acara apa, ya?? kok rame sekali?" tanya Anna kepada seseorang yang sedang menggendong anjing yang sangat lucu, binatang peliharaannya. Orang tersebut adalah orang yang sedang dalam antrian. Antrian yang paling belakang sehingga Anna bisa ikut mengantri di belakangnya.
"Oh ini, lagi ada pesta kerajaan. Ulang tahun sang ratu. Jadi di adakan berbagai acara, salah satunya fashion show binatang peliharan" Jawab remaja itu yang ternyata bernama Ola.
"Wah seru banget, persyaratannya apa aja, ya?" tanya Anna. Sedangkan Pussy mondar-mandir gak karuan di bawah kaki Anna.
"Gak ada syaratnya Kok, semua orang bisa ikutan" jawab Ola.
"Kalo daftarnya??" Anna serius banget ingin mengikuti fashion show Pussy.
"Udah aja antri disitu, di belakangku. Nanti daftarnya pas kebagian antrian, di depan.
Jadi daftar dulu, udah gitu langsung mulai fashion show. Kalo di depan, udah pasti kelihatan tuh cara prakteknya" ucap Ola.
Anna sibuk ngobrol dengan Ola. Setelah lama kemudian, Anna baru tersadar.
"Hah??Pussy mana?" Anna panik.
__ADS_1
Orang di belakang Anna sudah banyak yang antri sehingga Annq sendiri sudah berada di depan. Di pastikan selang beberapa orang saja Anna akan kebagian giliran.
Bukannya Anna memperhatikan orang lain saat daftar dan pentas. Tetapi ia malah kalang kabut mencari Pussy, kucingnya.
Acara semakin meriah dan 3 orang lagi Anna akan mendapat giliran. Tapi Pussy masih saja belum di temukan.
"Ka, aku mau cari dulu Pussy ya, sebentar. Aku akan segera kembali" ucap Anna kepada seseorang di belakangnya. Karna seberntar lagi Ola akan mendapatkan giliran.
Orang itu pun mengangguk, seraya Anna pun pergi untuk mencari Pussy.
Anna mondar-mandir kesana kemari untuk mencari Pussy hingga ia lelah. Karna Anna mencarinya dengan sedikit berlari.
Tapi kelelahan Anna hanya membuahkan hasil yang nihil.
Ia pun kembali ke tempat awal, dimana tadi ia sedang mengantri.
"Kak, boleh Kakak aja duluan. Aku masih harus mencari Pussy" ucap Anna setelah ia sampai di tempat awal.
"Makasih ya, Kak. Aku duluan, aku ke depan sekarang" jawab seseorang itu.
Anna pun berjongkok untuk beristirahat sejenak dan berfikir.
Baginya, tidak ikut fashion show tidak masalah. Tapi masalah baginya jika Pussy hilang.
"Pussy kamu kemana, sih? apa kamu marah, karna telah aku kurung beberapa bulan ini?? terus kamu kabur untuk mencari kebebasan" fikir Anna, yang mana mimiknya sangat sedih sekali. Ia benar-benar terpukul atas hilangnya kucing kesayangannya itu.
"Sekarang, bagaimana aku bisa pulang? sedangkan, orang yang selalu membantuku sekarang malah kabur" Anna menyesali dirinya sendiri karna ia telah membiarkan Pussy dan malah memilih ngobrol ketimbang menggendong Pussy dan menjaganya agar tetap aman.
"Hey...ngapain kamu jongkok disitu" ujar Ola yang baru saja datang dari dalam setelah menyelesaikan fashion show nya.
"Pussy masih belum ketemu" jawab Anna sambil cemberut dengan mata yang berkaca-kaca.
"Udah di cari lagi belum? habis di cari kemana aja?" tanya Ola.
"Kita di sana yuk ngobrolnya?!" ajak Ola sambil berjalan ke arah yang telah ia tunjuknya. Dan Anna pun mengikutinya.
"Udah di cari kesana-kemari, keliling-keliling. Aku capek, mau istrahat dulu sebentar" jawab Anna.
"Mau gak nih?? mau kalah mau menang, pasti di kasih bingkisan kaya gini. Tapi untuk yang menang, nanti akan dapat lagi hadiah yang lebih besar harganya" ucap Ola sambil menyerahkan beberapa makanan kepada Anna.
Anna pun mengambilnya, karna ia sudah merasa perutnya keroncongan. Karna pada waktu itu jqm sudah menujukan kepada jam waktunya Anna makan siang.
"Terimakasih, ya" jawab Anna.
■■■■■■■■■■■
__ADS_1
Terimakasih ya udah baca sampai chapter ini. Jangan lupa tinggalkan like, vote, komen dan krisarnya bila perlu. Itu semua sangat membantu dan membuat othor lebih semangat😊