
Bertukar
Beberapa bulan kemudian, hubungan mereka semakin baik. Mereka benar-benar saling mencintai.
Bahkan keadaan mereka pun lebih baik. Sekarang Al memiliki peternakan sapi. Itu semua tidak lain hasil jerih payah mereka berdua. Karna selama itu Anna pun membantu perekonomian Al dengan cara buka jahitan.
Hingga pada suatu ketika ia pergi ke suatu padang rumput untuk memberi makan sapi-sapinya di luar kandang.
"Kak, boleh gak kita bertukar cerita?" tanya Anna yang sedang terduduk di bawah pohon rindang.
"Boleh dong" jawab Al.
"Ya udah. Sekarang aku duluan yang cerita" ucap Anna.
"Mau cerita apa?" tanya Al.
"Cerita tentang cinta pertamaku" jawab Anna sambil menatap Al lengkap dengan senyuman.
"Buat apa sih masalalu di bahas?" tanya Al yang seperti kurang suka atau bisa di bilang ia cemburu.
"Bukan gituloh. Tiba-tiba aja aku inget sama dia. Soalnya, dia juga ternak sapi. Dan, aku pernah ngalamin kaya gini sama dia" jawab Al.
"Apa yang menarik dari dia?" tanya Al.
"Aku mengagumi dia bertahun-tahun. Tapi anehnya, dia bisa mencitaiku hanya dalam satu kedipan mata" jawab Anna sambil tertawa.
"Kok bisa?" tanya Al.
"Iya. Dulu aku sangat jelek, bisa di bilang mirip monster. Tapi tiba-tiba aku mendapat keajaiban. Aku menjadi cantik kaya sekarang ini. Kata orang sih sekarang aku cantik" jelas Anna dengan senyuman khasnya.
"Kamu ngaco" jawab Al tidak percaya.
"Iiiiih sungguh. Sejak aku jelek, orang yang ku kagumi itu cuek banget. Gak pernah anggap aku ada. Tapi setelah aku cantik, detik itu juga dia maksa jadian. hahaha" jelas Anna.
"Aneh sih, tapi aku tidak bisa menolaknya. Karna sejak lama aku sudah lebih awal menyukainya" lanjut Anna.
"Kenapa bisa putus?" tanya Al.
"Aku di rebutin sama banyak cowo, sampe ahirnya aku di usir" jawab Anna.
"Loh kenapa bisa gitu?" tanya Al.
"Aku di khianatin sahabatku" jawab Anna.
"Maksudnya gimana??" Al tidak mengerti.
"Ya sahabatku memfitnah kita dan akhrinya percaya. Kebetulan aku juga di usir sama warga" jawab Anna.
"Kok bisa?" tanya Al.
"Karna para istri resah, suaminya pada suka sama aku haha" lanjut Anna sambil ketawa bangga.
"Kaya cerita dongeng aja kamu, ngaur ah" ucap Al.
"Emang aku secantik itu ya?" tanya Anna serius.
"Mungkin iya, makanya dulu aku tergila-gila sama orang yang mirip kamu. Sampai-sampai aku gak bisa move on" fikir Al.
"Halo Kak??" Anna menyadarkan Al dalam lamunan.
__ADS_1
"Ohh iya" jawab Al.
"Wah...yang bener aja??" tanya Anna sambil mencubit kedua pipi Al.
"Yang bener aja, apasih??" tanya Al tidak mengerti. Spontan Anna pun cemberut, ia tau bahwa Al tidak mengerti sungguhan.
"Kamu maksudnya apa jawab iya??" tanya Anna.
"Ya, iya-iya aja" jawab Al dengan polosnya.
"Ih kamu jahat" Anna pun bangkit dari tempat duduknya dan pergi.
"Anna...hey, kamu kenapa sih kaya anak-anak??" tanya Al sambil meraih tangan Anna.
"Kamu sih kaya gitu, banyak melamun" jawab Anna.
"Iya deh iya maaf. Ya udah duduk lagi yuk?!!" ajak Al.
Mereka pun duduk kembali.
"Ya udah, sekarang Kakak yang cerita !!" pinta Anna.
"Cerita Apa??" tanya Al.
"Ya, masalalu" jawab Anna.
"Buat apa sih??" Al menolak.
"Ayolaaahhh" Anna memaksa.
"Dulu, waktu usiaku 15 tahun. Aku udah mulai jatuh cinta. Sama seseorang yang sangat cantik. Mungkin dia cinta pertamaku" Al pun mulai bercerita.
"Nah, kebetulan wanita itu suka berada di sini. Ya, tepat disini. Karna dulu, disini itu kaya taman bunga gitu" lanjut Al.
"Menarik juga" jawab Anna.
"Tapi anehnya, setiap ku pandang dia slalu menghilang. Sempat aku berfikir, mungkin itu halusinasiku karna terlalu memandangi bunga-bunga yang indah" jelas Al.
"Kok bisa gitu ya?" tanya Anna kebingungan.
"Ya. Tapi lama-kelamaan dan semakin sering aku kesini. Wanita yang ku kira halusinasi itu bisa di ajak bicara. Dan ternyata bukan halusinasi, tapi itu semua efek" jelas Al sambil di iringi tertawa.
"Efek? maksudnya?" Anna tidak mengerti.
"Ya. Efek dia terlalu cantik. Efek aku terlalu jatuh cinta. Jadi, rasanya aku di bawa ke syurga" jawab Al sambil memandangi Anna seraya tersenyum.
"Apasih gajelas amat" jawab Anna sambil cemberut.
"Hahaha...kamu cemburu ya?" tanya Al.
"Ngapain cemburu. Terus? orang itu mati?" tanya Anna.
"Wih, sadis juga kamu" jawab Al sambil menatap wajah Anna yang masih bermuka masam.
"Iya jawab. Pokonya cepat jawab. Endingnya kaya gimana?" tanya Anna.
"Ya, tiba-tiba dia menghilang disini juga" jawab Al.
"Serius??" tanya Anna.
__ADS_1
"Ya serius" jawab Al.
"Kok bisa menghilang?" tanya Anna.
"Aku juga gak tau, dari sana aku langsung patah hati tingkat dewa" jawab Al dengan mimik yang sedih.
"Kakak masih berharap dan merindukannya ya??" tanya Anna.
"Enggak, sekarang kan ada kamu. Penggantinya, cinta terakhirku" jawab Al.
"Kan dia hanya menghilang aja nih belum mati. Gimana kalo tiba-tiba dia muncul lagi disini?" tanya Anna.
"Ya gak apa-apa. Kan sekarang aku sudah punya kamu. Suruh siapa menghilang terlalu lama" jawab Al dengan enteng.
"Makasih ya" jawab Anna sambil menyenderkan kepalanya di bahu Al.
"Oya, katanya aku mirip dia. Mirip apanya?" tanya Anna penasaran.
"Mirip cantiknya. Tapi sifatnya jauh banget" jawab Al.
"Cantiknya gimana?? contoh sifatnya kaya gimana?" tanya Anna.
"Wajahnya persis banget kaya kamu. Pokoknya 11, 12. Tapi kalo dia manjanya minta ampun, caper banget" jawab Al.
"Kayanya kalo aku masih jelek, Kak Al gak bakal mau ya sama aku?" tanya Anna.
"Tapi kan kamu gak pernah jelek. Ya kan?" tanya Al.
"Ih Kak Al. Gak percayaan" Anna mencubit tangan Al.
Tidak terasa waktu sudah mulai sore, para sapi pin sudah pada kenyang
"Ihh udah lah yok, kita pulang. Udah sore nih" ajak Al.
"Tapi masih seneng ngadem di sini" jawab Anna .
"Besok kesini lagi aja gampang kan?" ucap Al.
Mereka pun akhirnya pulang dengan membawa sapi-sapinya.
Sesampainya di rumah..
"Kak, lebih baik besok jangan dulu ke orang tuaku ya??!" pinta Anna.
"Kenapa? kamu mau alesan ?" tanya al.
"Bukan gitu, lusa aja ya" Anna memaksa.
"Tapi aku ingin segera dapat restu dan menikah" jawab Al.
"Cuma sehari doang Ko Kak, ya???!!" Anna memohon.
"Okeh, tapi setelah lusa jangan nyari lagi alasan ya?!! apalagi menghilang" jawab Al.
Al sangat khuatir sekali jika harus menunda-nunda niat baiknya. Terlebih ia sudah benar-benar mencintai Anna.
"Ya ampun, sampai di samain sama mantan" jawab Anna.
■■■■■■■■■■■■
__ADS_1
Terimakasih ya udah baca sampai chapter ini. Jangan lupa tinggalkan like, vote, komen dan krisarnya bila perlu. Itu semua sangat membantu dan membuat othor lebih semangat😊