Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Di bawa kabur


__ADS_3

Di bawa kabur


Pagi-pagi buta, Raja Syahdan pun menghampiri Ratu Ocha.


"Kabarmu baik, bukan??" tanya Raja.


"Baik. Tapi aku mengharap kebaikan yang Mulia" ucap Ocha.


"Kamu ikut Saya" Raja pun menggandeng Ocha dan menghadapkannya ke mentri kerajaan.


"Yang mulia, maafkan saya yang tidak sigap" ucap pelayan sambil membungkuk meminta permohonan.


"Saya gak memerintahmu" ucap Raja.


"Duduk, sana !!" Raja menunjukkan tempat duduk di sebelahnya.


"Yang Mulia, mengapa kau repot jemput Ratu sendiri?" tanya mentri.


"Tidak masalah, dia masih istriku. Aku tidak mau orang lain ada yang menyentuhnya" jawab Raja.


"Ratu, dengan hormat saya meminta izin untuk bertanya beberapa hal" ucap mentri.


"Ya. saya siap" jawab Ocha.


"Benarkah Ratu sudah memiliki anak??" tanya mentri.


"Itu bukan anakku, tapi ia berada di rahimku selama 9 bulan. Dan lahir melalui jalannya" ucap Ocha.


"Bagaimana bisa kamu bicara itu bukan anakmu?" tanya mentri.


"Ya, dalam ragaku ada seseorang yang singgah dan membawaku kemana dia mau. Tapi keberadaannya tidak merugikanku. Walaupun aku sudah lahiran aku tetap masih perawan" jawab Ocha.


"Kapan kamu melahiran?" tanya Raja membuka suara.


"Sebelum menjadi Ratumu" jawab Ocha.


"Apakah Ratu bisa pertemukan kami dengab anak itu??" tanya mentri.


"Ya bisa, asalkan jangan di ikat seperti ini" jawab Ocha.


"Dimana sekarang anak itu berada?" tanya Raja.


"Aku belum tau. Kalo ingin bertemu secepatnya, izinkan aku pergi sendiri" ucap Syala.


"Baik, hanya 1 jam. Dan kamu harus janji tidak akan kabur" ucap Raja.


"Baik. Apa boleh sekarang?" tanya Ocha.


"Pelayan, panggilkan Selir yang bernama Maya kemari !!" perintah Raja.


Setelah beberapa saat kemudian, pelayan pun kembali dengan mengiri Maya di depannya.


"Salam baginda Raja" Maya pun mengangguk untuk memberikan penghormatan.


"Kamu tolong lepaskan ikatan Ratu !!" perintah Raja.


Dengan sigap Maya pun menghampiri Ocha dan ia pun membukakan ikatannya.


"Silahkan !!" ucap Raja.


Tanpa berfikir panjang Syala pun pergi dari istana.


"Hei, sembarangan sekali kamu. Bagaimana jika orang-orang di istana terkejut melihatku??" tanya Ocha.


"Kamu gak usah tutup-tutupi aku lagi. Bukankah kamu yang duluan, yang ceritain keberadaanku??" ucap Syala.

__ADS_1


Disisi lain, Mentri dan para pelayan terkejut melihat Ratunya menghilang secepat kilat.


"Apa mungkin ini semua nyata?? siapa yang bersemayam di raga Ratuku sehingga ia bisa menghilang??" fikir Raja.


"Tapi, tetap saja tubuh Ratuku menjadi kotor karna sudah terjamah laki-laki lain" Raja terus saja memikirkan Ocha.


"Baginda Raja, apa yang akan Raja lakukan setelah ini? maaf saya sudah lancang" ucap Maya.


"Oh tidak apa-apa. Saya belum tau, yang saya tau tentunya Ocha akan terus di hukum atau bahkan di copot gelar Ratunya" ucap Raja.


Jawaban itu membuat Maya begitu bahagia. Ia merasa akan mendapatkan satu kesempatan emas. Karna, di antara Selir-selir lain, dialah yang paling Raja sukai.


********************


Di kediaman Al, sudah seperti biasa rutinitas pagi Anna adalah masak, mandi, beberes dan makan.


Yang membedakannya, pagi ini Al dan Anna memiliki mood booster, karna mereka akan meminta izin kepada orangtua yang merawat Anna sejak bayi untuk acara pernihakan mereka.


Hanya kepada keluarga Anna lah mereka meminta restu. Karna keluarga Al sudah meninggal semua.


"Anna...aku mau menjual beberapa sapi dulu ya, untuk bekal kita" ucap Al.


"Kenapa gak dari kemarin???" tanya Anna.


"Aku fikir, ini uang akan cukup. Tapi setelah di fikir-fikir lagi kayanya kurang deh" jelas Al.


"Ke kediamanku sangat jauh Kak, aku takut kemalaman" jawab Anna dengan manja.


"Kakak sebentar kok perginya, tunggu, ya?!!" Al pun langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Anna.


"Triiinnnggg" Ocha pun sampai di belakang tubuh Anna.


"Hai" panggil Syala sambil menyentuh pundak Anna.


"Aduuuuhh, kenapa sih?" tanya Syala.


"Ibu??" tanya Anna.


"Kamu terkejut, ya??" tanya Syala.


"Iya, aku kira siapa yang menyentuhku" jawab Anna.


"Ini, kamu mau kemana?" tanya Ocha.


"Aku mau minta restu sama orang tua yang merawatku, Bu" jawab Anna.


"Boleh ikut Ibu dulu, gak??" tanya Syala.


"Kemana?" tanya Anna yang mana tangannya di pegangi Syala.


Sebelum pertanyaan itu di jawab, Anna telah sampai di dalam sebuah istana yang sangat megah.


"Bu, Ibu bawa aku kemari untuk apa??" tanya Anna seraya melihat sekeliling istana.


Lirikan Anna pun terhenti setelah ia melihat sekumpulan orang yang sedang memperhatikannya. Ya, itulah Raja, Mentri, Selir dan para pelayan.


Mereka memperhatikan Anna tanpa kata.


"Yang mulia" ucap Ocha sambil membungkukkan badan.


"Iya. Jadi, ini anakmu??" tanya Raja.


"Iya, usianya kurang lebih baru 18 tahun" jawab Syala.


"Lantas kenapa kamu tidak pernah cerita sebelumny?? ini penghinaan. Ini penghianatan ?!!" ucap Raja.

__ADS_1


"Mohon ampun yang Mulia" ucap Ocha.


"Mentri, tolong bawa dia ke tempat tahanan kerajaan" ucap Raja.


"Baik baginda Raja" Mentri pun membawa Ocha.


Sedangkan Selir yang bernama Maya itu pun masih ternganga melihat kecantikan Anna.


Ia terkejut dan ketakutakn, fikirannya mulai kacau.


"Maya, silahkan kamu kembali ?!!" perintah Raja.


Sedangkan Anna merasa canggung berada disana tanpa Ibundanya.


Anna ingin mempertanyakan Ibundanya, tapi ia ragu dan tidak ada keberanian.


"Kamu !!" panggil Raja.


Anna pun salah tingkah "Emm aku???"


"Iya kamu. Namu kamu siapa??" tanya Sang Raja.


"Aku..a-a-aku...aku Annabela" jawab Anna dengan terbata-bata.


"Kamu mulai hari ini tinggal disini !!" ucap Raja dengan tegas dan berwibawa.


Bagai tersambar petir. Anna benar-benar terkejut.


"Emmm...aku-aku gak bisa, aku ada urusan penting" jawab Anna.


"Urusan apa?? keberadaanmu disini lebih penting daripada kepentinganmu" jawab Raja tegas.


"Emm...akuuu...gak bisa" jawab Anna dengan kaki yang bergetar.


"Kamu akan saya angkat jadi Ratuku, jadi Permasisyuriku. Kamu gak perlu takut" jawab Raja itu dengan lembut seraya tersenyum.


"Mohon maaf yang mulia, aku sudah memiliki calon suami" ucap Anna lancar dan lantang. Swsekali kakinya di tekuk dan kepalanya mengangguk.


"Kamu mau membantah??" tanya Raja mulai tegas kembali.


"Ampuni aku yang Mulia, aku gak bermaksud untuk membantah" Anna pun beberapa kali membungkukan badan.


"Kamu. Takut, sama saya??" tanya Raja sambil tertawa kecil.


"Tidak yang Mulia. Aku ingin segera pergi" jawab Anna.


"Kamu mau membiarkan Ibumu celaka??" tanya Raja.


"Tidak" jawab Anna terkejut setelah mendengar perkataan Raja itu.


"Jika kamu ingin Ibumu selamat, maka kamu harus menjadi Ratuku" jawab Raja.


"Tidak ada cara lain, yang Mulia?" tanya Anna.


Raja pun tersenyum menyamping. Baru kali ini ada seseorang yang menolak jadi Ratunya. Padahal, di luar sana banyak sekali wanita yang mengemis ingin menjadi Selir.


Raja memang laki-laki tampan yang berwibawa, tapi ia tidak menyadari kalo usianya sudah mulai setengah abad.


Secara logika, mana mungkin wanita cantik yang masih bau kencur mau kepada laki-laki yang sudah sangat dewasa secara fisik.


********************************


Terimakasih banyak untuk pembaca setia. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, vote, follow dan kasih hadiah. Karna semua itu membuat Othor bertambah semangat.


Jika cerita ini menarik, harap promosikan kepada teman-teman kalian, ya??!!! agar mereka ikutan halu, kaya kamu🤣

__ADS_1


__ADS_2