
Diam-diam suka
Keesokan harinya Sandi datang lagi ke rumah Nindi yang mana atas kejadian kemarin pun Nindi masih saja belum bicara dengan Anna. kali ini Sandi masuk ke ruang tamu dan ngobrol riang membahas hal-hal gak penting kesana-kemari bersama Anna.
"Hahaha kamu ada-ada aja" jawab Anna.
"Iya aku emang secuek itu kalo udah kenal dekat" jawab Sandi.
"Tapi gak usah gitu juga kali" jawab Anna.
"Prot, propoooooottt" Sandi pun kentut di dekat Anna dengan alunan yang lumayan panjang.
Anna terdiam memperhatikan prilaku Sandi, ia seperti fokus mendengarkan kentutnya.
"Hmmm....bau banget" jawab Anna sambil menutup hidung dan sepertinya ia mau muntah.
"Hahah....itu tandanya pa*t*t aku udah akrab sama kamu" Sandi tertawa terbahak-bahak, ia seperti senang telah membuat Anna ilfeel padanya.
"Tidak semua orang akan suka di perlakukan seperti itu" jawab Anna dengan wajah asam.
"Hahaha...." Sandi terus saja menertawakan kekonyolannya yang menurut Anna itu tidak pantas menjadi bahan geguyonan.
"Aku baru nemu mahluk sepertimu" jawab Anna dengan serius.
"Haha..pastinya" Sandi menjawab dengan bangganya.
"Aku kan mahluk tuhan yang paling sexy, iya gak??" tanya Sandi kemudian.
"Ngarep banget, kamu tuh gak ada lucu-lucunya, apalagi sexy haa" jawab Anna sambil mengejek.
"Serius nih??" tanya Sandi yang tiba-tiba mimik wajahnya berubah menjadi serius.
"Aku cuma ingin ngehibur kamu aja sebenarnya" Sandi melanjutkan pembicaraannya.
"Tapi kamu udah berhasil membuatku ilfeel" jawab Anna.
__ADS_1
"Maafin aku ya, aku harap kamu tetap suka sama aku walaupun setelah aku buat kamu ilfeel" Sandi berkata dengan penuh harap.
"Hmmm...tetap suka?? hihihihi dasar, sejak kapan aku suka sama dia" fikir Anna dalam hati.
"Kamu masih suka kan sama aku?" tanya Sandi sambil berusaha meraih tangan Anna.
Tapi di saat itu pula Nindi melihat mereka yang hendak saling berpegangan tangan. Nindi sedari tadi tidur siang sehingga ia tidak mengetahui kalo Sandi datang lagi kerumahnya. Setelah menyaksikan mereka Nindi pun pergi meninggalkan mereka dalam keadaan yang benar-benar marah.
"Ehh tunggu, aku mau susul Kak Nindi, ternyata dia telah bangun" Anna melepaskan tangan Sandi yang mendarat di tangannya dan ia pun pergi meninggalkan Sandi.
"Kak...." paggil Anna.
"Kak...kamu dimana?" tanya Anna sambil memeriksa semua ruangan. Nindi nampaknya tidak ada di mana-mana.
"Hmm...mungkin dia lagi di kamar mandi" fikirnya.
Tidak lama kemudian Nindi keluar dari kamar kecil itu. Anna hendak menghampirinya, ia bermaksud akan mengajak Nindi ke ruang depan untuk bergabung dengannya dan menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak menyukai Sandi apalagi untuk menjadikannya kekasih. Dengan harapan Nindi akan mempunyai kesempatan untuk membuat Sandi jatuh hati padanya.
Tapi semuanya Nihil, Anna belum sampai mendekatinya tapi ia di kejutkan oleh perbuatan Nindi yang membuatnya takut.
Seluruh tubuh Anna menjadi bergetar, ia terkejut dan ketakutan. Ia tidak pernah menyangka Nindi akan seperti itu, karna akhir-akhir ini ia sangat baik kepadanya. Bagaimana mungkin ia akan semarah itu, fikir Anna.
"Ada apa nih ko rame sekali" tanya Sandi yang baru saja menghampiri mereka.
"Jangan ikut campur atau kamu aku go*ok" jawab Nindi dengan penuh emosi.
Anna belum henti gemeteran, rasanya ingin lari tapi gak sanggup saking gemeterannya hingga membuatnya lemas tak berdaya.
"An...kamu bilang kamu suka sama aku, tapi kenapa kamu malah dengan laki-laki itu??" tanya Nindi dengan garangnya, matanya melotot sangat menyeramkan dan kebetulan rambut panjangnya sangat berantakan efek bangun tidur belum kena sisir.
"A...aku..aku, aku gak ada hubungan apa-apa dengannya" jawab Anna ketakutan.
"Kemarin kamu aku biarkan, tapi hari ini kamu malah berani bawa masuk dia dan bermesraan disini" teriak Nindi sambil perlahan menghampiri sapu dan mengambilnya.
"Aku gak suka kamu kaya gitu....aku gak sukaaaaaa" teriak Nindi sambil menangis.
__ADS_1
"Sekarang kamu pilih aku jadi pendamping kamu atau mati di tanganku" lanjut Nindi dengan teriakannya dan matanya yang full terbuka lebar, tatapannya sangat tajam sehingga seketika kecantikannya hilang, kali ini Nindi bagaikan hewan buas yang sedang mencari mangsa.
Anna sama sekali tidak percaya apa yang sedang terjadi saat ini, baginya ini bagaikan mimpi yang lebih buruk dari sebelumnya.
Ia pun perlahan mundur dan tidak lama kemudian Sandi menariknya dan membawanya lari.
Tidak sampai situ, Nindi mengejarnya dan melempar mereka dengan segala sesuatu yang ia raihnya.
"Toloonngg...tolooonggg" teriak Anna, mereka pun berpencar karna Anna sudah tidak sanggup lagi berlari.
Kebetulan ada segerombolan pemuda dan pada akhirnya Nindi di kepung oleh pemuda itu.
"Lepaskan !!! lepaskaaaaaannn !!" teriak Nindi sambil berusaha untuk lolos.
Anna pun menghampiri Nindi yang sudah aman di borgol.
"Kak...kenapa Kakak begitu??" tanya Anna.
"Kamu bilang kamu suka sama aku, tapi kamu juga sama aja berkhianat, semua manusia bisanya nyakitin aja" jawab Nindi yang tiba-tiba menjadi mellow.
"Ya ampunnn....aku pernah bilang suka, dia kira suka sebagai kekasih, padahal aku suka-suka biasa, aku udah anggap dia Kakak aku sendiri, kasihan juga Kak Nindi, aku fikir dia marah karna dia suka sama Sandi, ternyata dia malah suka sama aku dan dia cemburu kalo aku dengan yang lain" gumam Anna, ia tidak berani berkata-kata apapun lagi karna ia khawatir akan membuat keadaan semakin memburuk.
Sebelumnya Nindi adalah wanita normal biasa, namun setelah dia sering di sakitin laki-laki kemudian ia jadi mengklaim jika semua laki-laki itu jahat dan ia berusaha untuk membuka hati tapi salah, ia malah membuka hati kepada wanita dan kebetulan Anna berada di posisi yang sangat pas untuk Nindi melampiaskan perasaannya.
Anna menarik seorang pemuda..
"Aku titip Ka Nindi ya.. aku mau pergi dari sini" ucap Anna.
"Heh...kamu mau kemana??" tanya Nindi yang melihat Anna pergi meninggalkannya.
"Annaaaa...Annaaaaaaa....aku kecewa sama kamu, cantik-cantik kok jahat juga" teriak Nindi sambil meringis dan kemudian ia nangis sekeras-kerasnya.
Anna tidak menoleh sedikit pun, ia membiarkan Nindi memanggil-manggil namanya, karna ia sangat ketakutan, ia sangat terkejut...tidak pernah di duga ia telah mendapatkan pengalaman baru yang sangat mengerikan.
Anna pun menitipkan Nindi kepada para pemuda di sana dan tentunya tidak lupa juga kepada RT setempat.
__ADS_1