Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Pamit


__ADS_3

Pamit


Roman pun pulang dengan luka memar di tangannya karna ulah Anna yang spontan menutup pintu dengan keras dan tanpa melihat-lihat, padahal ternyata disana Ada tangan Roman yang mendarat.


Sedangkan si Nenek dia pergi ke kamar dimana Anna berada.


"Cu....apa Nenek boleh masuk?" tanya si Nenek.


"Boleh Nek, masuk aja" jawab Anna dengan suara yang berat.


"huk..huk..huk" Nenek menemui Anna yang sedang terisak.


"Cu...." sapa Nenek.


"Iya Nek" jawab Anna, ia kemudian duduk dari posisi yang semula tengkurap, dan menyeka matanya yang masih sembab.


"Mata kamu bintitan???kamu nangis ya??" tanya Nenek.


"Iya Nek, aku takut" jawab Anna sambil memeluk Nenek.


"Sebelumnya aku gak pernah setakut ini" lanjut Anna.


"Kamu gak usah takut, kan ada Nenek, lagipula ada Nuno pacar kamu itu" jawab Nenek.


"Aku emang dilema juga, kesel dan marah. Kesel gagara aku masih disini aku jadi bertemu lagi sama Roman, tadinya aku ingin pergi lebih cepat supaya aku gak ketemu lagi laki-laki itu, tapi aku pun tidak bisa menolak permintaan terahir Nenek, karna selama ini dia sudah sangat baik padaku" gumam Anna.


"Iya Nek, makasih ya" jawab Anna.


Seketika hening sejenak...hanya ada suara jam di didinding yang berdetak, dan terdengar pula suara jantung Nenek yang berdegap degup layaknya sebuah musik yang menenangkan, mereka masih saja berpelukan.


"Oya Nek...aku takut karna aku ketemu lagi sama Roman, jadi sekarang..aku minta pergi lebih cepat ya Nek, bolehkan aku siap-siap sekarang???" tanya Anna sambil melepaskan rangkulan Nenek.


"Oiya boleh-boleh, maafin Nenek ya telah memperlambat perjalanan kamu, mungkin gara-gara Nenek kamu jadi bertemu lagi sama Roman, ywd sekarang silahkan kamu siap-siap, tapi lanjutin dulu makannya" jawab Nenek seolah dia sudah merasakan kesalahannya.


"Udah kenyang Nek, aku siap-siap aja ya...maafin aku udah merepotkan Nenek, setelah aku pergi, Nenek ajak Puri aja ya yang nemenin Nenek" kata Anna sambil sibuk mempersiapkan diri untuk pergi.


"Kamu belum kenyang, makannya baru sedikit, mungkin kamu udah gak berselera ya, ywd Nenek mau beresin bekas makan dulu ya, sekalian Nenek bungkusin makan buat kamu di perjalanan" jawab Nenek sambil ngeluyur pergi


"Ehh Nek..." Anna belum selesai ngomong, di lihat Nenek sudah jauh dari sana.

__ADS_1


"Kasihan juga Nenek aku tinggalin" gumam Anna. ia pun selesai dan langsung aja menghampiri Nuno di ruang tamu.


"Aku ingin pergi lebih cepat, kamu bisa kan??" tanya Anna kepada Nuno.


"Baik" jawab Nuno singkat.


kemudian Nenek menghampiri mereka.


"Kalian hati-hati ya, ini bekal untuk di perjalanan" kata Nenek dengan membawa kantong plastik yang berisi makanan yang lumayan banyak itu.


"Nek ...banyak sekali?" tanya Anna.


"Sudah bawa aja, ywd katanya mau lebih cepat, Nenek gak ngusir tapi Nenek kasihan sama kamu" terka Nenek.


"Iya Nek, makasih banyak ya...kita pamit dulu, hati-hati di rumah" jawab Anna sambil mencium tangan Nenek dengan diiringi oleh Nuno dari belakang.


"Iya Nek hati-hati ya...makasih ya udah memeberi tumpangan hidup untuk Anna, sekarang Anna nya aku bawa" lanjut Nuno.


"Iya sama-sama, hati-hati kalian" jawab Nenek.


kemudian mereka pun pergi, Anna terus menerus menengok Nenek kebelakang.


"Kamu aku bawa pulang ya...orang tua kamu merindukanmu" kata Nuno membuka pembicaraan.


"Gamau, aku kan udah izin untuk mencari jati diriku" jawab Anna cuek.


"An...aku mohon kamu pulang, aku ingin menikahimu, agar aku bisa menjagamu, melindungimu" Nuno mulai mengeluarkan rayuannya.


"Ngapain nikah sama aku, enak betul jadi kamu, untung banyak" jawab Anna sambil cemberut.


"Kamu ngomong apasih An?? kamu masih mengira kalo aku hamilin kokom?? gitu ya??" tanya Nuno sambil tertawa.


"Kamu cemburu ya??" tanya Nuno sambil menggoda.


"Ishh...enggak, itu udah jadi masalalu" jawab Anna.


"Ayo ngaku...ayo ngaku" goda Nuno sambil tertawa.


"Awaaaaaaaaasss" jerit Anna.

__ADS_1


Nuno pun rem mendadak, ia terkaget-kaget karna ia hampir saja menabrak habis seorang wanita yang ada di tengah jalan. wanita yang sedikit tersenggol oleh mobilnya pun terjatuh tepat di depan mobil, Nuno pun akhirnya keluar untuk menolong, Anna pun tidak mau kelewatan, ia pun ikut-ikutan keluar untuk memastikan. Nuno membawa wanita yang terjatuh itu ke suatu tempat yang aman, sedangkan Anna, ia di serbu oleh beberapa pemuda, yang mana jumalah pemuda itu ada tiga orang.


Anna hendak di bawa oleh mereka, tangannya di tarik ke belakang dan tubuhnya di seret jauh dari mobil itu, tapi Anna tidak tinggal diam, ia melawan dengan sebisanya untuk melepaskan diri.


"Toloooonnnggg....Nunoooo...Nunooo" teriak Anna yang mulai menjauh dari Nuno, yang mana ia sedang menyadarkan wanita yang jatuh itu.


"Lepasiiiin...lepasiiiinnn" teriak Anna sambil berusaha untuk terbebas dari pemuda itu, tapi kemudian, mulut Anna di tutupi kain oleh seorang pemuda.


"Mmmmmm...mmmmmmmm" jerit Anna yang tidak nampak jelas.


Anna hendak di bawa ke suatu gudang kosong, di lihat di depan sana ada seorang laki-laki yang bila di lihat-lihat ternyata sosok itu adalah Roman. Para pemuda itu membawa Anna semakin mendekat kepada Roman, di lihat Roman tersenyum lebar dengan penuh kemenangan. yang mana itu semua membuat Anna jijik, sangat jijik dan menjijikan.


Di sebrang jalan yang jauh disana, Nuno telah selesai membantu wanita yang tadi telah ia tolong, kemudian ia tersadar.


"Loh???Anna kemana??" gumam Nuno dalam hati.


Ia mencari kesana kemari kesekeliling tapi tidak menjumpainya, ahirnya ia mencari lebih jauh dari itu, Nuno pum bertemu dengan seseorang.


"Pak...apa Bapak lihat seoarang wanita yang ciri-cirinya tinggi semampai, kulit putih, rambut pendek sebahu sedikit pirang, mata coklat, bulu mata panjang, bola mata yang besar, bibir tipis dan hidung mancung??" tanya Nuno dengan sangat rinci.


"Itu seperti ciri-ciri Anna" tanya bapak-bapak tersebut.


"Iya pak...betul, bapak kenal dia?? kebetulan sekali" jawab Nuno.


"Saya gak lihat hari ini, emang kenapa ya?? kamu siapanya???" tanya bapak-bapak tersebut.


"Kalo bapak kenal Anna, bantu cari yuk !!" ajak Nuno.


"Tadi Anna bersamaku, tapi tiba-tiba aku menabrak wanita di pertengahan jalan ini, kemudian aku menolongnya, setelah aku selesai tiba-tiba Anna sudah gak ada pak, aku yakin Anna dalam bahaya pak, karna gak mungkin dia meninggalkanku" jelas Nuno panjang lebar.


"Kamu pede amat jadi orang" jawab Pak RT sambil tersenyum kecut dan ia sepertinya hendak pergi meninggalkan Nuno.


"Eh pak...tolonglah, bantu aku..kasihan Anna" pinta Nuno memohon.


"Ya saya juga mau cari dia, karna saya disini RTnya, jadi saya berhak untuk mengamankan warga setempat, dia kan sudah termasuk warga disini juga karna dia tinggal udah lebih dari 3 hari" ungkap bapak-bapak itu yang ternyata dia adalah pak RT.


"Aduh pak...makasih banyak yah udah mau bantuin, di kira gak akan peduli" jawab Nuno sangat gembira.


"Hmmm...padahal saya mau cari karna Anna adalah pujaan hati saya, sehingga saya gak mau dia di bawa pergi sama kamu" gumam Pak RT.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2