
Menjahit
Dengan susah payah akhirnya Anna pun menyelesaikan pekerjaannya. Ia pun langsung merapihkannya untuk segera di antarkan ke pemiliknya.
Di pertengahan jalan menuju pemilik baju itu Anna bertemu dengan beberapa orang yang sedang berbelanja sayuran.
"Eh mau kemana nih?" tanya seorang ibu yang sangat ramah.
"Mau nganterin hasil jahit Bu, permisi ya" jawab Anna dengan ramah juga.
"Cantik bener ya"
"Bahkan aku baru melihatnya"
Rupanya Ibu-ibu pada saling berbisik di belakang Anna.
"Boleh saya lihat??" tanya Ibu-ibu itu.
Anna gak enak hati karna itu semua baju orang. Ia merasa gak sopan jika harus memperlihtakn semuanya. Tapi ia pun tidak enak jika menolaknya.
"Oh...emmm iya" jawab Anna.
Ibu-ibu itu langsung mengambil kantong yang sedang Anna pegang dan membukanya.
"Mana hasil yang sudah kamu jahit?" tanya Ibu-ibu itu.
Anna pun menunjukkan semua hasil jahitan tangannya.
"Wah rapih sekali, saya mau dong. Kamu boleh anterin ini dulu, nanti saya tungguin kamu disini" jawab Ibu-ibu itu yang mana membuat Anna senang.
"Oh baik Bu, aku permisi dulu ya" jawab Anna sambil pergi.
Anna pun mengantarkan jahitannya dan kemudian ia pun kembali ke tempat dimana ia di tunggu oleh ibu-ibu yang akan menjahit padanya.
"Cepet sekali" ucap si ibu itu basa-basi.
"Hehe iya Bu. Gak enak, kan di tungguin sama Ibu" jawab Anna setelah ia benar-benar sampai di tempat itu.
"Ya udah sekarang aja yuk" ajak si ibu.
Mereka pun pergi ke rumah si ibu yang akan menjahit. Sesampainya disana...
"Silahkan duduk dulu" ucap empunya rumah.
"Makasih ya Bu" jawab Anna, ia pun duduk yang tak jauh dari pintu.
"Oya kamu orang mana?" tanya si ibu itu sambil membawakan air minum dan beberapa cemilan.
"Aku orang sebrang Bu, disini aku tinggal sama seseorang yang menolongku" jawab Anna.
"Oh begitu. Nama kamu siapa?" tanya si Ibu.
"Annabela. Panggil aja Anna Bu" jawab Anna dengan senyuman.
"Oh iya. Anna, saya mau kumpulin dulu baju-baju yang perlu di jahitnya ya. Kamu santai aja dulu di sini sambil ngemil" ucap si Ibu.
__ADS_1
"Oh iya baik Bu" jawab Anna mengangguk.
Anna pun menunggu dengan cukup lama, ia isi waktu itu dengan memakan cemilan yang telah di sediakan.
"Anna.." panggil pemilik rumah.
"Anna...sini tolong bantu" teriak si Ibu itu.
Anna pun menghampiri pusat suara.
"Iya Bu, perlu bantuan apa?" tanya Anna setelah menemukan si Ibu dengan tumpukan baju di hadapannya.
"Bantuin masukin baju ke kantong!!" si Ibu menunjukan kepada tumpukan baju di hadapannya.
"Maksudnya yang ini Bu?" tanya Anna terkejut.
"Iya. Kebanyakan ya?" si Ibu balik bertanya dengan senyumannya yang khas.
"Hmmm enggak. tapi prosesnya pasti lama ya Bu, soalnya pake tangan gak pake mesin" jelas Anna.
"Iya gak apa-apa yang penting selesai aja" jawab si Ibu.
"Iya Bu" jawab Anna sambil memebereskan baju setumpukan di hadapannya itu dan di masukannya ke dalam kantong.
"Anna ..bajunya di hitung ya" ucap si Ibu.
"Baik Bu" jawab Anna.
"Upahnya mau sekarang atau nanti aja udah selesai?" tanya si Ibu.
"Oh baik kalo begitu" si Ibu tersenyum bahagia.
Selama itu ia membutuhkan jasa menjahit tapi ia baru menemukan sekarang sehingga baju yang perlu di permaknya menjadi begitu banyak. Karna Ibu itu tidak membuang baju yang robek itu melainkan mengumpulkannya dengan harapan ada penjahit yang bisa permak bajunya itu..
Baju sebanyak itu adalah baju yang masih bagus tapi terdapat sedikit-sedikit sobekan di bagian tertentu.
Setelah Anna selesai merapikan bajunya, ia pun pamit pulang.
"Ya udah Bu, aku izin pulang sekarang ya. Biar kerjaannya cepat selesai.
"Oh iya silahkan. Terimakasih banyak ya" ucap si Ibu sambil mengantarkan Anna ke depan pintu.
Si Ibu memperhatikan Anna yang kerepotan membawa banyak bajunya. Akhirnya ia pun berinisiatif untuk membantu membawanya ke rumah Anna.
"An...kamu kesulitan ya? gimana kalo saya bantu dan antar kamu sampai rumah? Biar bebannya jadi ringan, gituu" usul si Ibu kepada Anna.
"Boleh aja Bu kalo gak ngerepotin" jawab Anna.
Si Ibu pun membantu membawa bawaan bajunya yang banyak itu.
Sesampainya...
"Jadi kamu tinggal disini??" tanya si Ibu itu
"Iya Bu" jawab Anna.
__ADS_1
"Ayo masuk Bu" lanjut Anna mengajaknya masuk.
"Kamu udah nikah sama dia?" si Ibu mulai mengintrogasi. Matanya melirik ke semua sudut ruangan yang mana membuat Anna tidak menyukainya.
"Ohh belum, lagipula Kak Al suka tidur di tempat kerjanya kok Bu" jelas Anna. Ia menjauhkan si Ibu dari fikiran kotor.
"Sejak kapan kamu tinggal disini?" tanya si Ibu itu yang terus saja bertanya.
"Udah ada sebulanan" jawab Anna singkat.
"Oh gitu ya. Kamu suka masakin si Al? tanya si Ibu yang membuat Anna jengkel. Anna tidak suka di perlakukan seperti itu.
"Iya suka. Oya Bu, boleh gak aku ngerjain ini sekarang?" tanya Anna.
"Ya boleh dong. Silahkan" jawab si Ibu dengan wajah yang bodo amat.
"Tapi aku gak bisa fokus kalo ngobrol terus" Anna bertujuan nyuruh pulang si Ibu dengan kata-kata halus.
"Ya udah kalo gitu saya pulang dulu deh" jawabnya sambil tidak henti-hentinya celengak-celinguk sana-sini seoalah-olah ingin tau lebih banyak hal lagi.
"Iya, nanti aku antarkan kalo udah ada yang beres" jawab Anna. Ia lega karna orang tua itu akhirnya pergi. Anna paling tidak suka di introgasi seperti itu. Baginya itu sangat berlebihan dan membuatnya jadi berburuk sangka.
"Untung peka. Lagian, mulut dan matanya tuh kompak banget. Pasti habis ini aku jadi biang gosip di kampung ini" gumam Anna.
"Aduh kok aku laper ya?" perut Anna tiba-tiba keroncongan. Dengan sigap ia pun pergi ke dapur dan ambil piring.
"Yah abis. Harus masak dulu dong" gumam Anna. Ia pun segera memasak.
"Hei" Al tiba-tiba datang dan membuat Anna terkejut.
"Ya ampun Kak, untung aja jantungku gak copot" ucap Anna sambil cemberut. jantungnya masih saja bergetar hebat.
"Makanya masak jangan sambil ngelamun, orang aku gak ngagetin. Datang menyapa biasa aja kan?" jawab Al sambil tersenyum tipis.
Anna hanya diam membisu, ia menstabilkan pernafasannya dan berusaha tenang.
"Kamu masak apa nih? masih lama gak?" tanya Al.
"Bantuin lah Kak biar cepet" ucap Anna sambil menyerahkan sayuran yang akan ia masak.
"Ini mau di bikin apa nih? aku bantu iris aja ya" jawab Al.
"Tumben ka Al bantuin, berasa udah akrab banget sekarang. Apa dia udah nyaman sama aku?" fikir Anna.
"Hei An" sapa Al sambil mengambil pisau yang Anna pegang.
"Eehhh...iya-iya Kak" Anna terkejut, karna tangan Al sedikit menyentuh tangan Anna.
"Ini di iris biasa?" tanya Al.
"Iya-iya biasa aja" jawab Anna sambil menunduk. Tiba-tiba ia menjadi grogi dekat dengan Al. Bahkan ia jadi malu jika Al menatapnya.
■■■■■■■■■■■■
Terimakasih ya udah baca sampai chapter ini. Jangan lupa tinggalkan like, vote, komen dan krisarnya bila perlu. Itu semua sangat membantu dan membuat othor lebih semangat😊
__ADS_1