
Sadarkan diri
Anna membukakan matanya...
"A...a..aku..aku dimana??" tanya Anna setelah membuka mata.
Yang pertama ia lihat adalah laki-laki yang sangat tampan berada di sampingnya. Anna pun segera bergegas untuk duduk.
"Awwww" jerit Anna.
"Jangan terburu-buru, ada cedera tulang di bagian punggungmu" ucap laki-laki tampan itu tanpa ekspresi.
"Kamu, kamu yang menolongku ya?" tanya Anna .
"Ya" jawab laki-laki itu dengan sangat singkat.
"Apa kamu yang merawatku juga?" tanya Anna yang sudah menduga kalo jawabannya benar.
Tapi laki-laki itu bukan menjawabnya melainkan malah pergi meninggalkan Anna.
"Badanku sakit semua, tapi beruntung sekali laki-laki tampan itu menemukanku" fikir Anna dalam hati.
"Bu...tolong urut lagi perempuan ini sampaai sembuh ya, karna ia akan pergi secepatnya" ucap Laki-laki itu kepada Ibu tukang urut yang telah ia bawanya menghadap Anna.
"Heh....yang merawat kamu itu bukan aku tapi dia" laki-laki itu pun berkata kepada Anna seraya pergi meninggalkan mereka.
"Uugghhhh jutek banget sih" Anna ngedumel sendiri dengan di saksikan tukang urut di sampingnya.
"Sabar ya Nona, dia memang begitu tapi dia baik kok" ucap tukang urut itu, Anna pun tersenyum mendengarnya.
"Sekarang kita mulai ya" ajak tukang urut itu.
"Baik Bu" jawab Anna.
Anna pun di urut sambil teriak-teriak kesakitan.
"Bu..kok sakit banget?" tanya Anna kemudian.
"Sedikit lagi sembuh, harus kuat ya" ucap tukang urut itu.
Setelah sekian lama Anna di urut akhirnya Anna pun mulai bisa duduk. Matanya begitu sembab, suaranya begitu serak karna Anna di urut sambil menangis dan teriak-teriak. Tukang urut itu pun menyelesaikan pekerjaannya sampai Anna bisa berdiri, berjalan dan menggerakan seluruh tubuhnya layaknya tidak pernah cedera. Tukang urut itu walaupun masih muda tapi memang sangat ahli, hanya dengan 3 hari saja ia bisa menyembuhkan pasiennya dengan betul-betul normal kembali.
"Bu, walaupun sakit banget kok cepet juga ya sehari sembuh" Anna merasa senang karna ia selamat dari ancaman kecelakaan di laut yang terjadi karna hujan badai.
"Kamu di urut sejak kemarin, dan ini hari ke 3" jelas si pengurut itu sambil merapihkan peralatan ngurutnya.
"Aku gak sadarkan diri ya?" tanya Anna.
"Iya, kata tuan muda itu kamu disini sejak dari minggu, dan sekarang udah minggu lagi" jelas tukang urut itu.
"Jadi selama itu dia yang rawat aku?" tanya Anna sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya aku rasa begitu. Oya aku izin pulang ya" jawab nya sambil bersalaman seraya pergi.
Anna pun bangkit dari duduknya, kemudian ia mencari laki-laki tampan itu.
"Uuuhhh kok gak ada, kemana dia ya??" gumam Anna.
"Mana aku laper, lagi. Hmmm aku akan cari makanan ahhh...kalo tidak ada, aku akan masakin dia hihi" Anna berbicara sendiri sambil berputar-putar nyari makanan di dapur, ia tidak menemukan makanan melainkan hanya bahan-bahan untuk di masak.
Anna pun memasak sebisanya...
"Semoga dia suka" dengan penuh keyakinan Anna menyajikan masakannya di atas piring, ia mengukirnya dengan begitu indah.
"Yess .. berhasil" ucapnya.
Anna pun mencari laki-laki tampan itu kesana kemari.
"Huaaahhh pegel juga, yaudah aku nyari yang fokus ahh, sekarang aku simpan aja dulu masakannya di rumah" gumam Anna.
Ia pun kembali ke rumah dan menyimpan masakannya dan kemudian ia keluar untuk mencari laki-laki tampan itu.
Tiba-tiba ada tetangga lewat sana, Anna pun memiliki kesempatan kesana.
"Bu...Bu...tau gak orang yang punya rumah itu?" tanya Anna.
"Ya tau, ada apa??" Ibu-ibu itu bertanya balik.
"Biasanya kalo gak ada di rumah, dia kemana ya???" tanya Anna.
"Oooohh...kalo siang-siang gini dia lagi buat kerajinan disana" jelas Ibu-ibu itu sambil menunjuka arah yang ia maksud.
"Dari situ jauh ya?" tanya Anna.
"Oh enggak, bentar doang" jawab si ibu.
"Ywd kalo gitu boleh minta tolong gak buat anterin aku kesana?" tanya Anna dengan penuh harap.
"Oh boleh" jawabnya.
"Tapi tunggu sebentar ya, aku mau ambil sesuatu dulu dalam rumah" pinta Anna yang kemudian ia langsung beranjak pergi ke tempat yang ia maksudkan tanpa memberi kesempatan Ibu itu untuk menjawab.
"Ayok Bu" ajak Anna setelah mengambil makanannya.
"Kamu udah sadarkan diri ya???" tanya si Ibu.
"Iya, baru aja" jawab Anna.
Tidak lama kemudian sampailah disuatu gubuk yang mana laki-laki tampan itu berada. Dari jauh Anna sudah tersenyum pada laki-laki tampan itu walau pun tidak ada balasan.
"Aku cari-cari ternyata disini" ucap Anna masih dengan senyumnya.
"Kamu udah sehat" tanya pemuda itu dengan nada yang datar.
__ADS_1
"Iya berkat kamu" jawab Anna yang terus saja tersenyum setelah memandangi laki-laki tampan yang tanpa ekspresi itu.
"Ngapain kesini?" tanya Laki-laki itu dengan sewot.
"Emangnya gak boleh yah kalo aku kesini?? aku kesini bawain kamu makan siang" jelas Anna sambil meperlihatkan barang yabmng ia bawanya.
"Makan aja" jawab Laki-laki tampan itu.
"Aku mau nya makan sama kamu, aku bela-belain masak dan nyari kamu buat makan bareng" jelas Anna sambil menghidangkan makanannya.
"Ya siapa suruh" ucap Laki-laki tampan itu dengan sangat cuek.
"Udahlah ayok, berhenti dulu pekerjaannya kita makan" ajak Anna yang sudah menyiapkan makannya.
"Hmmm" Laki-laki itu menghentikan pekerjaannya dan langsung mencuci tangannya, sedangkan Anna ia tersenyum lagi. mereka pun akhirnya makan dengan sangat lahap.
Pas mereka datang, tiba-tiba seorang kucing menghampiri mereka.
"Pussy???" Anna tersentak kaget, tidak di sangka kucingnya berada di sana di gubuk tempatnya laki-laki tampan itu menganyam.
"Emmm..kamu selamatkan kucing aku juga??? makasih banyak ya...duh seneng bnget" ucap Anna.
"Ya" jawab Laki-laki itu sambil ngunyah makanan.
"Kamu temuin aku dimana???" tanya Anna.
"Pantai" jawabnya singkat.
"Coba dong ceritain gimana awal mulanya kamu bisa bertemu aku di sana" pinta Anna.
"Aku lagi nyari ikan buat makan, terus aku malah ketemu kamu terdampar, ku kira mayat" jelasnya.
"Kalo kucing aku?" tanya Anna penasaran.
"Dia yang nunjukin kalo kamu terdampar di sana" jelas laki-laki tampan itu seraya mengambil air minum dan meminumnya.
"Kenapa dia gak mati?" tanya Anna heran.
"Kalo aku bunuh sih mati aja, aku kan gak sejahat itu" Laki-laki itu mulai berani bercanda walaupun masih dengan mimik yang serius.
"Ada korban lain gak yang terdampar sekitaran sana?" Anna terus mengintrogasi walaupun yang di introgasi terkesan malas berbicara padanya.
"Kalo ada aku bakal bawa kerumah buat aku jadiin pembantu kaya kamu" Ucap laki-laki itu dangan nada yang sangat menyebalkan.
"Berarti dia gak selamat ya?" tanya Anna.
"Mana aku tau" jawab Laki-laki tampan itu sambil tertawa sinis dan mengerutkan kening.
"Iihhh dasar, bener-bener Laki-laki menyebalkan" fikir Anna sambil membereskan bekas makannya.
Anna pun pergi tanpa pamit, ia membawa bekas makannya ke rumah Laki-laki tampan itu.
__ADS_1
Ia sengaja seperti itu karna ia sudah membaca jawaban yang akan keluar dari mulut laki-laki itu tatkala Anna izin pergi.
"(Ya udah pergi-pergi aja) hmmmm pasti begitu" fikir Anna dalam hati.