Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Masak kali terahir


__ADS_3

Masak kali terakhir


"Bukankah dia sedang hamil anak kamu??? kenapa gak cepat-cepat di nikahi?" tanya Anna


"hmmmm" Nuno hanya tersenyum kecut.


"Nanti bayinya keburu besar, harusnya kamu nikahin" lanjut Anna.


"Anna...kamu gak tau yang sebetulnya, sebenarnya aku di fitnah, kokom emang TTMnya aku, tapi aku gak pernah melakukan hal di luar batas" jelas Nuno.


Anna hanya melongo,ia sangat kaget atas pengakuan Nuno, tapi ia pun tidak bisa percaya begitu saja.


"Laki-laki memang begitu ya, setelah semuanya ia dapatkan, terus.. dengan mudahnya berkelit" jawab Anna.


"Anna...aku serius, aku gak berkelit, aku gak pernah melakukan sesuatu yang membuat kokom hamil" jelas Nuno penuh keyakinan.


"Ywd sih, itu semua urusan kalian" jawab Anna enteng.


"Bukan begitu, tapi ini semua membuatku gak nyaman, ini semua harus di luruskan agar tidak ada salah paham lagi, agar tidak ada pencemaran nama baik lagi" Nuno kekeh atas pengakuannya.


"Terimain ajalah, jadi laki-laki harus jentel, jangan jadi laki-laki pengecut" ungkap Anna yang mulai tidak menyukai cara Nuno.


"Sungguh, aku tidak menghamili kokom Na" jawab Nuno.


"Lantas gambar yang bermesraan di photo itu siapa??" tanya Anna.


"Aku" jawab Nuno singkat.


"Ya itu ngaku...berarti kamu gak aneh melakukan apa aja bersama Kokom" jawab Anna membetulkan.


"Aku di jebak An...aku" Nuno belum selesai berbicara tapi Anna memotongnya.


"Stooooppp....stop stop" teriak Anna sambil kalang kabut ingin menghentikan mobil tapi tidak tau caranya.


Nuno pun ng'rem mendadak.


"Ada apa?" tanya Nuno ia menjadi kaget sejadi-jadinya.


"Udah sampe, ayo berhenti" jawab Anna.


"Kamu ngasih tau dadakan amat sih" ungkap Nuno jengkel, ia sangat kaget dengan teriakan Anna.


"Hehehe" Anna hanya tertawa sambil ngeluyur keluar mobil.


Nuno pun ikutan turun dan mengikuti Anna dari belakang.


"Tok..tok..tok...Nek..." teriak Anna.


tidak lama kemudian sang Nenek pun keluar rumah.


"Cu...kamu dah pulang lagi, kok cepet???kenapa wajah Roman jadi berubah cu??" tanya Nenek.


"Nek...ini Nuno, aku di selamatkan oleh dia, Roman laki-laki nakal Nek, jangan sebut lagi namanya, aku sungguh membencinya" jawab Anna.


"Ko begitu cu?" tanya Nenek.

__ADS_1


"Dia terlalu berambisi Nek, sampe-sampe dia tidak tau sikon, udah yah Nek...jangan bahas lagi laki-laki bren*sek" jelas Anna sambil masuk dan kemudian duduk.


"Nek...aku kesini mau pamit sekalian mau ngambil kucingku, maaf ya Nek kalo sudah merepotkan Nenek, Nenek disini bersama Puri aja, dia kan suka masakin kesukaan Nenek, dia juga kan masakannya enak-enak, gak kaya aku" kata Anna.


"Nenek pengen sama kamu Cu" jawab si Nenek sambil cemberut.


"Tapi aku mau melanjutkan perjalananku Nek, lagipula Puri seneng banget sama Nenek dan juga Zino" jelas Anna.


"Apa ada hubungannya dengan laki-laki ini?" tanya Nenek.


"Enggak Nek, dia cuma nolongin aja, tapi semua ini emang ada hubungannya dengan Roman sih Nek, kalo dia gak bikin ulah aku gak bakal cepet-cepet pergi" ungkap Anna.


"Aku pergi karna takut dan gak mau ketemu lagi sama Roman" lanjut Anna.


"Ywd Nek kita pergi dulu ya" kata Nuno yang sedari tadi hanya diam dan membisu.


"Tapi makan dulu ya !!!" ajak Nenek.


"Iya Nek, lagian aku juga belum siap-siap ko" jawab Anna.


"Katanya mau ambil kucing aja" kata Nuno tidak sabaran.


"Ywd kalo mau pergi-pergi aja, aku akan pergi sendiri ko, kamu lanjutin aja petualanga kamu, kegiatan kamu" jelas Anna sambil ngeluyur pergi. Nuno kemudian meraih tangan Anna.


"Enggak aku mau bareng kamu, kamu cepetan ya" jawab Nuno.


Anna kembali ke perasaan yang dulu, ia begitu merindukan sentuhan Nuno, tapi semua itu membuatnya sakit hati, kemudian ia pun melepaskan tangan Nuno dan beranjak pergi.


Anna merapihkan segala sesuatu yang akan ia bawa tanpa sedikitpun yang ia lewati.


"Kamu siapa?" tanya si Nenek yang sedari tadi memperhatikan Nuno tanpa berkedip.


"Oh Nek, saya Nuno dari desa sebelah" jawab Nuno.


"Tadi Anna kenapa???terus kamu mau kemana sampe akhirnya bertemu Anna??" tanya si Nenek.


"Tadinya aku mau belanja sapi, ke si Roman..eehh pas d pertengahan jalan aku denger ada yang meminta tolong Nek, kemudian aku turun dan samperin ternyata Anna, seperinya Roman mau per**sa Anna nek" jawab Nuno.


"Yasalam.....ko bisa gitu tuh anak" gumam Nenek.


"Iya Nek, aku jadi malas langganan sapi sama dia" jelas Nuno.


"Pasti Anna sangat terpuruk" gumam Nenek lagi.


"Kamu sepertinya sudah akrab sekali sama Anna??" tanya si Nenek penasaran.


"Aku kekasihnya Nek, tapi aku di fitnah sama seseorang sehingga hubungan kita kandas karna kesalah pahaman" jelas Nuno.


"Oh berarti kamu satu kampung sama Anna?" tanya Nenek.


"Betul Nek...orang tuanya gelisah tiap hari mencarinya tak pernah ketemu, kebetulan sekarang aku ketemu tanpa disengaja, jadi aku akan membawanya pulang, mohon izin ya Nek" pinta Nuno kepada si Nenek.


"Aku akan merindukannya" gumam si Nenek.


"Ywd boleh tapi nenek ingin makan bareng dulu Anna ya" pinta si Nenek.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Anna pun kembali ke ruang tengah dengan keadaan yang sudah sangat rapi.


"No ayok" ajak Anna.


"Nek...kita berangkat dulu ya" sahut Anna.


"Cu...Nenek pengen makan bareng dulu, kamu mau kan masakin Nenek dan makan bareng Nenek untuk terahir kalinya" pinta si Nenek sesidikit memohon.


Anna pun tidak tega meninggalkan si Nenek, kemudian ia pun menuruti keinginannya.


"Baik Nek, aku masak dulu ya" jawab Anna, ia pun pergi ke dapur untuk memasak, ia memasak makanan yang sangat simple untuk mempersingkat waktu.


Tidak lama kemudian Anna pun kembali keruang tamu dengan membawa masakan yang telah ia masak.


"Nek, aku masak yang simple gpp ya.." sahut Anna.


"Iya gpp cu, ayo kita makan" ajak Nenek.


"No ayo kita makan" ajak Anna kepada Nuno yang sedari tadi memperhatikannya.


merekpun makan...


"permisi...Nek"


"Biar aku aja Nek yang buka" Anna membiarkan Nenek melanjutkan makannya, sedangkan Anna keluar untuk membukakan pintu, ia pun menghampiri pintu depan yang tidak jauh dari tempat mereka makan.


Anna membuka pintu perlahan-lahan, kemudian ia menutupnya kembali dengan sangar keras sehingga menimbulkan suara.


"bluuuuggghhh"


"Aaaaaaawwwwwww" terdengar seseorang berteriak, sepertinya ia kesakitan.


kemudian Anna membuka pintunya kembali dan ia langsung pergi ke kamar.


Nenek menyaksikan siapa orang yang datang itu, ternyata sosok Roman. sedangkan Nuno,ia menghampiri Roman.


"Mau ngapain kamu kesini???" tanya Nuno menghampiri Roman dan menarik kerah baju Roman.


"Santai aja bro...Aku mau minta maaf kepada Anna" jawab Roman kelabakan.


"Dia gak mau ketemu sama kamu, dia benci sama kamu, dia trauma, kamu pulang aja dan nanti akan aku sampaikan" jelas Nuno sambil melepaskan tangannya dari kerah Roman.


"Hmmm...ternyata Nuno marah sama aku" gumam Roman.


"Kamu siapanya dia sampe semarah itu?" tanya Roman.


"Itu bukan urusan kamu, aku hanya gak suka jika seorang wanita di ganggu laki-laki beja* seperti kamu" jelas Nuno.


"Dan ingat !!!aku gak akan berlangganan lagi sama kamu" lanjut Nuno mengancam.


"Hahahaha...trus mau transaksi kemana???hampir semua proyek milikku, semua cabangku" jawab Roman terkekeh menertawakan Nuno.


"Maaf aku tidak ada waktu untuk bercakap lama-lama denganmu" jawab Nuno sambil menutupi pintu, ia langsung duduk dan mengatur nafas panjang.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2