Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Ruliii.....


__ADS_3

Ruliiiii...


Setelah semuanya selesai makan...


"Ruli..." panggil seseorang di luar rumah dengan sangat lantang.


"Nah...sepertinya itu suara Al" laki-laki bertato itu menebak.


"Yang benar saja?" tanya Anna penasaran sambil mengintip.


Laki-laki bertato itu pun keluar diiringi Anna, ternyata laki-laki bertato itu bernama Ruli.


Setelah Anna menyaksikan seseorang yang memanggil Ruli itu ternyata Al, ia pun kegirangan.


"Ih kamu menyebalkan banget sih" Anna ngedumel setelah mendekati Al.


"Mau pulang ikut aku atau mau di sini aja?" tanya Al denga serius tanpa ekspresi.


"Ya ikut kamu dong" Anna pun segera memakai alas kakinya dan ia berharap segera pergi.


"Ya pastilah ikut kamu" jawab Ruli sambil tersenyum.


"Yok...masuk dulu !" ajak Al. Anna hanya melongo menyaksikan Al yang masuk ke rumah temannya Ruli.


"Masuk dulu dia bilang? orang dari tadi aku disini terus. Huh payah, gimana nih? apa aku pergi aja dari sini melanjutkan langkahku? tapii, segala sesuatunya ada di rumah Al. Aku gak mungkin pergi begini saja, mana pussy juga ada di sana" setelah Anna berfikir panjang, akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali masuk dan menunggu saatnya tiba ia pulang ke rumah Al.


"Kamu lama banget sih, tuh pacarmu cemas sekali kita bawa kesini, lagipula..kenapa coba kamu tinggalin di tengah jalan gitu" ucap empunya rumah.


"Kaya gak tau aja, rumah langgananku pada jauh, lagian repot banget di intilin mulu sama dia" jawab Al. Anna yang hendak masuk mengurungkan niatnya dan ia kembali ke luar, karna ia telah mendengar semuanya, yang mana membuatnya tersinggung.


"Hmmm....aku emang ngerepotin sih tinggal di rumahnya, gak ada gunanya sama sekali, gimana dong ini? kapan ya aku siap pergi ninggalin dia?" fikir Anna dilema. Anna suka dengan sosok Al yang cool dan tegas, walaupun Al sangat arrogant dan memang cuek padanya namun itulah yang membuatnya penasaran dengan sosok itu.


"Ya udahlah gimana nanti aja, aku nunggu di luar aja deh..ngapain juga gabung sama laki-laki" fikir Anna kemudian.

__ADS_1


"Apa??? yang bener aja? kok kamu bisa banget cuekin dia, ihh bikin gemes aja. kalo aku belum punya bini udah aku bungkus Hahaha" ucap Ruli yang mana suaranya menjadi menggelegar, saking kerasnya sampai-sampai Anna pun mendengarnya.


"Jadi pemuda bertato itu udah punya bini? pantes aja gak godain aku" fikir Anna.


Setelah sekian lama Anna melamun, tiba-tiba Al berada di sampingnya.


"An...kalo mau ikut, ayok pulang" ajak Al.


Anna pun tersentak dari lamunannya kemudian ia mengikuti Al dari belakang.


"Mungkin mereka orang baik, hanya penampilannya aja yang buruk. Kita memang gak bisa menilai segala sesuatu dari sampulnya. Initinya kita harus terus waspada tapi tidak boleh negatif thinking" sepanjang jalan Anna terus berfikir, di setiap langkahnya mencari jati diri, ia memang selalu mengambil hikmah dan pembelajaran.


"Aku kalo terus bersama Al, apakah akan ada bahayanya juga gak ya?? secara, Al kan laki-laki. Ya, walaupun dia sudah nolongin aku, dan sangat cuek terhadapkuu... bisa aja dia macam-macam sama aku. Hmm aku harus waspada juga sama Al, terlebih kata-katanya saat berucap memang selalu benar dan menyakitkan. Sepertinya dia keberatan juga" fikir Anna. Di sepanjang jalan Al sama sekali tidak menyapa Anna, apalagi Anna yang sedang melamun. Mereka berjalan berdua layaknya tidak mengenal satu sama lain, seperti halnya musuh yang sama-sama menyimpan dendam.


"Sebelum aku pergi dari sini, aku harus mencoba melelehkan hati Al dulu, karna hatinya bagai es batu yang dingin dan keras" fikir Anna sambil terus melangkahkan kakinya.


Tidak terasa sampailah di rumah Al, lagi-lagi Anna tidak memperhatikan jalan. Karna di sepanjang jalan ia habiskan untuk melamun.


"Hey...hey..." panggil Al dengan lantang.


"Anna.....rumahku disana" ucap Al setelah mengejar Anna dan ia pun meraih tangannya.


"Hah?" Anna terkejut, wajahnya bagaikan orang yang baru saja bangun tidur, ia pun berbalik arah. Dan benar saja, Anna melihat ke tempat yang Al arahkan ternyata sudah hampir jauh ia melewati rumahnya Al.


"Kamu kenapa sih ngelamun terus?" tanya Al sambil menarik tangan Anna dan membawanya ke rumahnya.


"A...aku..aku??? aku ngelamun ya?" tanya Anna malu.


"Iya. Kamu sampai tidak sadar kalo aku udah gak ada di depan kamu" jelas Al.


"Kenapa gak dari tadi aja coba tangannya di genggam kaya gini, kalo kaya gini kan aku gak bakal kelewatan" jawab Anna sambil tersenyum malu-malu.


Setelah sampai rumah mereka pun beristirahat.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih harus ngikutin aku? ngerepotin aja" tanya Al.


Kali ini Al membuka suara duluan, tidak seperti biasanya.


"Katanya bantu jualin, tapi malah ninggalin" ucap Anna sambil cemberut.


"Aku udah ngira, kerjaan kamu gak bakal ada yang bener" jawab Al dengan mimik yang serius.


"Kok kasih aku lebel jelek gitu sih? emangnya aku udah coba?" tanya Anna sambil cemberut. Ia sering sekali tersinggung dengan perkataan Al, tapi itu semua tidak bisa membuatnya nyerah dan pergi meninggalkannya. Setelah sekian lama Anna menutup hati karna traumanya oleh Nuno yang ia anggap telah membohonginya, sekarang Anna sudah bisa membuka hati kepada seorang laki-laki yang jauh lebih dewasa daripadanya.


"Buktinya kamu emang bisanya cuma ngerepotin aja" jawab Al sambil hendak meninggalkan Anna.


"Eh tunggu...!" Anna menarik tangan Al.


"Kenapa kamu jemput aku??" tanya Anna sambil tersenyum.


"Hmmm...pasti kamu khawatir kan sama aku? gak mau di tinggal pergi sama aku" lanjut Anna dengan penuh keyakinan.


"Hah?? apa?? gak mau di tinggal pergi?hmm..." jawab Al sambil tersenyum menyamping.


"Aku jemput kamu karna aku takut kamu nyasar, kamu gak bisa susul aku pas di hutan kan?" tanya Al.


"Iya. terus kenapa kamu tau aku ada disana? di rumah temen kamu" Anna penasaran.


"Kan aku yang nyuruh Ruli jagain kamu. Jangan geer, aku cuma memiliki sifat kemanusiaan aja" jelas Al.


"Ya ampun...gengsi amat sih nih cowok" fikir Anna.


"Ywd sana, mau ngapain sekarang?" Anna melepaskan tangan Al dari genggamannya.


"Huh dasar rese" dumel Al sambil pergi meninggalkan Anna.


"Aku mau curhat dulu ahh sama si pussy, kemana dia?" Anna ngomong sendiri sambil mondar-mandir mencari kucingnya.

__ADS_1


Sedangkan Al, ia pergi ke gubuk tempatnya ia bekerja.


♡♡♡♡♡


__ADS_2