Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Gak mungkin


__ADS_3

gak mungkin


"Aku mau pulang duluan, ya?!" ucap Ola.


"Oh iya. Rumah kamu dimana?" tanya Anna.


"Kamu mau ikut?" Ola malah balik bertanya.


"Ya, aku boleh mampir gak? takutnya aku ke malaman mencari Pussy" Jawab Anna dengan nada yang sedikit memohon.


"Ya boleh, dong" jawab Ola sambil menarik tangan Anna.


"Iiiihh...aku gak ikut sekarang. Aku harus cari dulu Pussy" jawab Anna.


"Tapi aku gak bisa temenin kamu" jawab Ola apa adanya.


"Ya udah kamu jelasin nama lengkap kamu siapa, atau nama orang tua kamu, siapa aja deh yang membuat orang disini bakal tau keberadaanmu" jelas Anna.


"Ola. Ya, Ola aja akan membuat semua orang kenal kok sama aku" jawabnya.


"Terus, letak rumah kamu sebelah mana? biar banti, aku gak terlalu merepotkan orang lain" ucap Anna.


"Makanya kamunya sini" Ola menarik Anna dan membawanya ke pinggir jalan.


"Nah...jalan lurus terus, kalo udah lurus terus, di sebelah kiri ada warung dekat gank. Kemudian kamu masuk aja ke gank itu. Jalan lagi terus, kemudian kamu akan menemukan rumah yang bercat abu. Nah itu rumahku" jelas Ola.


"Oh gitu, makasih. Nanti aku ke rumahmu untuk merepotkanmu hahah" ucap Anna sambil tertawa yang di paksakan.


"Iya. Aku duluan ya. Selamat bertemu kembali" ucap Ola sambil berjalan meninggalkan Anna.


Anna melihat ke arah antrian. Sepertinya yang ikut fashion show sudah mulai surut dan mungkin acara akan segera selesai. Menghubung waktu pun begitu cepat bergulir.


Anna kembali mencari Pussy tanpa henti-hentinya.


"Aku harus menemukan Pussy, bagaimana pun caranya" gumam Anna.


Sedangkan Al di rumahnya mondar mandir mencari Anna.


Sedangkan Pussy pun mondar-mandir mencari majikannya.


Anna mencari ke sudut kiri, sedangkan Pussy mencari ke sudur kanan.


Yang pada akhirnya Anna pun menyerah. Ia tertegun di suatu bangku di dekat gerbang kerajaan.


"Waaooookkk"


Anna terkejut, ia memperhatikan sekitar, Ia berharap yang di dengarnya bukan hanya sekedar halusinasi saja.


"Pussy?!" Anna pun meraih Pussy dan menciuminya.


"Kamu ngerepotin aja" ucap Anna sambil mengelus kepala kucingnya itu.


Tapi Pussy tidak bisa diam,ia berusaha untuk membuat dirinya turun dari pangkuan sang majikan.


"Kamu kenapa, sih? akhir-akhir ini kaya gitu sama aku???!!" Anna kesal.

__ADS_1


Tapi Pussy bertingkah seolah Anna harus mengukutinya. Ia menghampiri Anna dan kemudian pergi ke arah gerbang dengan beberapa kali melirik ke arah Anna dan menggesek-gesekan kepalanya ke gerbang itu.


Anna pub akhirnya mengerti apa yang di maksudkan kucingnya. Ia pun mengikuti kucing itu dan memasuki gerbang itu. Kebetulan acara belum sepenuhnya selesai, sehingga para penjaga tidak terlalu memperketat keadaan.


Pussy membawa Anna ke taman istana yang sepi. Dan Pussy pun berlari meninggalkan Anna sendirian.


"Ada apa sih kucing itu?" fikir Anna.


Setelah sekian lama Anna terdiam di sana, akhirnya Pussy pun kembali dengan seorang wanita yang sangat cantik. Ya, cantik secantik dirinya. Ia mengenakan pakaian kerajaan yang sangat mewah, anggun sekali saat di kenakakan olehnya.


"Apa itu istri raja?" fikirnya.


Pussy dan wanita itu pun semakin mendekat. Dan seketika Anna menjadi gugup.


"Ya ampun, ada apa ini??" fikir Anna tidak karuan.


Perempuan itu mendekati Anna dan memandanginya.


"Wah cantik sekali" ucap wanita itu.


"Emm makasih. Eeehh?? istri raja?" tanya Anna memberanikan diri.


"Iya, aku ratunya disini. Kamu Annabella ya?" tanya ratu itu.


"Iya. Maaf ya, aku...aku kesini di bawa sama kucing ini. Mungkin gak percaya, pasti di kira aku membodohi diriku sendiri. Tapi sungguh, aku gak ngerti kenapa kucing ini seperti seseorang yang memeliki maksud. Ma..maaf ya, aku udah songong masuk kesini" jawab Anna panjang lebar.


"Oh tidak masalah" jawab Ratu itu sambil tersenyum lebar.


"Duh cantik banget, ini kaya mirip aku. Bedanya ini aga dewasa" Fikir Anna.


"Oh boleh" jawab Anna.


"Apa sebelumnya kamu punya perbedaan?" tanya Ratu itu.


"Perbedaan apaya?" Anna tidak mengerti apa yang di maksudnya.


"Ya, misalnya kaki jempolnya gede sebelah dan berwarna hitam??" jawab Ratu itu.


"Deg.." Anna terkejut.


"Ya ampun, dia kaya paranormal. Kok bisa tau masalalu aku?" fikir Anna.


"Oh iya, benar" jawab Anna dengan mantap.


Sekarang Anna menjadi berfikir bulat, kalo Pussy lah mahluk yang benar-benar telah membuat wajahnya menjadi cantik seperti sekarang.


"Kamu tau?? kalo Pussy ini kucing ajaib?" tanya Ratu itu dengan senyuman.


"Enggak. Eh, kayanya aku baru sadar sekarang" jawab Anna.


Ratu itu pun tersenyum, kemudian langsung memeluk Anna.


"Ada apa ini?" Anna kebingungan. Ia bingung mau berbuat apa. Ini semua membuatnya tidak mengerti.


Setelah lama Ratu itu memeluk Anna, kemudian ia melepaskannnya. Dan ia memandangi Anna.

__ADS_1


"Kamu udah besar aja" ucap Ratu itu sambil tersenyum.


"Emangnya Ratu kenal aku?" tanya Anna dengan polosnya.


"Oya, namaku Consilliana istrinya Raja Syahdan" Ucapnya sambil menjulurkan tangan.


Akhirnya mereka berjabat tangan.


"Oh iya Ratu" jawab Anna.


"Emmm, kamu gak usah panggil aku Ratu. Panggil aja aku Ibu" ucapnya.


Anna terbelalak, ia sangat terkejut. Matanya melotot dan mulutnya menganga. Ia benar-benar tidak mengerti, apa yang telah dia dengarnya.


"Emm...ma..ma..maksudnya??" tanya Anna dengan gugup.


"Aku Ibu kamu" ucap Ratu itu sambil tersenyum.


Sepertinya ia sangat bahagia bertemu dengan Anna.


"Gak..gak..gak mungkin" Anna berdiri dan sedikit berlari untuk menjauhi sang Ratu.


"Anna...tunggu. Maafin Ibu, ya" teriak sang Ratu.


Ia pun meraih tangan Anna dan memeluknya lagi.


"Ayo, duduk lagi. Biar Ibu ceritakan semuanya" Ajak Ratu Consilliana yang mana ternyata adalah ibunya Anna.


"Tadi, kucing kamu ini datang ke harem untuk menemui Ibu. Kucing ini milik Ibu, yang mana telah ibu suruh untuk nemenin hidup kamu" jelas Ibu.


"Aku ketemu Pussy baru-baru ini Kok, di got" jawab Anna.


"Oh yah,, mungkin dia kehilangan arah" jawab Ibunya.


"Sekarang kamu tinggal dimana?" lanjut Ibunya.


"Sama calon suamiku" jawab Anna.


"Kamu?? kamu belum nikah udah serumah?" tanya Ibunya.


"Beda rumah" jawab Anna. Ia menjawab singkat karna ia masih merasa dalam mimpi.


Gak kebayang kan? tiba-tiba saja ibu kandung kita adalah seorang Ratu?


"Kamu di urus sama siapa? tinggal dimana??" tanya Ibu kandungnya itu.


"Aku di urus oleh Ibu Maya, pokoknya jauh banget dari sini. Sampai aku gak tau jalan pulang" jelas Anna.


"Berjasa banget Bu maya itu" ucap Ibu kandungnya.


Anna hanya terdiam dengan tatapan kosong. Entah apa yang saat ini ia rasakan.


Ada rasa bahagia, tapi ada rasa kecewa juga. Ingin rasanya ia bertanya kenapa ia membuang dirinya. Tapi kali ini Anna belum kuasa.


■■■■■■■■■■■

__ADS_1


Terimakasih ya udah baca sampai chapter ini. Jangan lupa tinggalkan like, vote, komen dan krisarnya bila perlu. Itu semua sangat membantu dan membuat othor lebih semangat😊


__ADS_2