Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Aduh


__ADS_3

Aduh


Setelah badannya segeran. Al pun bangkit dari tempat tidur dan menghampiri pusat aroma.


"Emmmm...wangi bangeeett" goda Al sambil tersenyum.


"Hehehe...iya dong" jawab Anna.


"Kakak tumben tidur di rumah?" lanjut Anna bertanya.


"Iya. Semalam aku kemalaman jadi ketiduran deh" jawab Al.


Yang mana semuanya memang tidak menjadi masalah, karna Al memang sangat menghargai Anna walaupun tidur satu rumah dengan wanita asing yang tidak ada status apapun.


Ia pun keluar rumah untuk mengambil handuk mandi.


"Kalo aku habis mandi harus udah selesai ya masaknya!!" teriak Al dari jauh.


Setelah Al mengambil handuk ia pun langsung masuk kamar mandi.


Anna pun segera menyelesaikan masaknya.


Setelah Anna selesai masak, Al pun keluar kamar mandi dan menghampiri Anna yang sedang menunggunya.


"Kamu nungguin?" tanya Al.


"Iya dong. Ayo kita makan!" ajak Anna.


Al pun tersenyum. Kemudian ia duduk untuk menyantap makanan yang telah Anna siapkan.


Al makan sangat lahap sekali, karna sejak siang kemarin Al tidak makan sampai ketemu siang ini, barulah ia menemukan lagi makan.


"Makan yang banyak!" ucap Anna sambil tersenyum dan memperhatikan Al yang sangat lahap. Tapi Al hanya tersenyum karna ia sibuk mengunyah makanan.


Walapun Anna hanya tidak makan sore aja, tapi ia tidak kalah lahapnya dengan Al. Karna baginya ini harusnya makan ke dua kalinya karna waktu sudah menunjukan pukul 11:30.


"Kamu dapet semua ini dari mana?" tanya Al setelah menyelesaikan makannya.


"Pokonya makan aja dulu. Ayo nambah lagi" jawab Anna dengan bangganya.


"Aku udah kenyang. Sekarang aku mau tau makanan ini dari mana??" tanya Al.


"Dapet nyuri" Jawab Anna dengan wajah datar.


"Serius kamu??" tanya Al.


"Lah iya" jawab Anna meyakinkan.


"Kamu. Kamu nyuri dari mana?? kenapa kamu berani sekali?" tanya Al panik. Matanya terbelalak, tangannya menunjuk-nunjuk ke hadapan Anna.


"Hahaha...panik amat sih?" Anna tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Serius kamu..!!! jangan bercanda gak lucu" Al masih panik.


"Aku gak biasa gak makan Kak, kemaren sore aja lambungku kambuh" ucap Anna.


"Jadi kamu beneran nyuri????" tanya Al yang mana nada dab suaranya menjadi lebih keras dan tinggi.


"Santaiiii...santaiii. Kan aku belum beres cerita" jawab Anna.


"Yaudah, gimana?" tanya Al was-was.


"Aku bangun ke pagian karna laper. Tiba-tiba aku punya ide untuk olah raga pagi" jawab Anna.


"Kamu ngaco" jawab Al jengkel.


"Ngaco gimana sih Kak?" tanya Anna.


"Apa hubungannya laper sama olahraga?" tanya Al.


"Enggak ada" jawab Anna santai.


"Terus kenapa bilang ada ide?" tanya Al yang mana suaranya mulai keras.


"Ihh ya ampun emosian banget sih, jadi tambah ganteng loh kalo kaya gitu" goda Anna untuk mendinginkan suasana.


"Ayolah ceritanya to the point aja" jawab Al yang mulai bad mood.


"Pas di pertengahan jalan, aku lihat ada Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang sedang bertengkar" Anna menghela nafas sejenak.


"Jadi, karna mereka bertengkar kamu jadi di kasih semua bahan makanan ini??" tanya Al.


"Ya udah lanjut!!" perintah Al datar.


"Mereka itu bertengkar karna si Bapak itu bilang kalo si Ibu itu gak ada guna. Katanya..masa gak becus jahit doang. Padahal celana kerjanya si Bapak itu robek sehigga benar-benar gak bisa di pakai. Ywd aku samperin dan menawarkan diri untuk jahit. udah deh, mereka kasih aku upah" jelas Anna panjang lebar.


"Oh gitu" Al tersenyum malu. Ia malu karna udah marah-marah.


"Gak percaya?" tanya Anna.


"Percya kok. Emangnya mereka bayar mahal untuk satu celana aja?" tanya Al.


"Enggak, lihat tuh kerjaanku numpuk. Aku baru jahit celana yang mau di pake aja. Soalnya aku keburu laper dan bakalan lama kalo harus di beresin dulu. Soalnya jahitnya pake tangan gak pake mesin" ucap Anna sambil menunjukan kerjaannya.


"Ya udah kerjain, upahnya udah kita makan. Semangat semangaaat!!" jawab Al sambil tersenyum dan mengangkatkan tangannya yang berotot itu untuk memberi semangat.


"Siap laksanakan" jawab Anna dengan membalas senyuman Al.


"Makasih ya, kamu udah merjuangin perutku" Al sepertinya sangat bahagia dan kagum kepada Anna.


"Sama-sama" jawab Anna.


Al pun hendak pergi meninggalkan Anna sendiri. Sepertinya ia benar-benar tidak akan membantu kerjaannya.

__ADS_1


"Kak...tunggu deh" panggil Anna menghentikan langkah Al.


"Iya kenapa?" tanya Al.


"Kakaknya sini deh deketan" pinta Anna.


Al pun menghampiri Anna.


"Nih...ada uang buat modal usaha Kakak" Anna mengepalkan uang ke telapak tangan Al.


"Ini serius?" tanya Al sambil melihat uang yang telah ia genggamnya.


"Iya..." jawab Anna sambil mengangguk.


"Makasih ya" jawab Al dengan senyum yang begitu lebar.


"Iya Ka sama-sama. Sebenarnya gak perlu minta maaf. Karna semua ini salahnya aku" jawab Anna.


"Ahh kamu bisa aja" Al pun menggosok rambut depan Anna dengan telapak tangannya.


"Serius Kak, aku yang harusnya berterimakasih sama Kakak udah menghidupi aku sampai selama ini" jawab Anna.


"Itu karna rezeki kamunya aja ada di aku" jawab Al.


"Tapi makasih loh udah nerima aku di rumah ini dengan penuh hormat" jawab Anna.


"Iya..iya. Ya udah kalo gitu aku nau belanja dulu buat lanjutin usahanya aku" jawab Al.


"Iya aku juga mau kerjain dulu kerjaan aku. Itu uangnya cukup gak?" tanya Anna.


"Cukup Kok. Ya udah kerjain, Aku mau pergi dulu ya" jawab Al sambil meninggalkan Anna.


Anna pun seharian mengerkan pekerjaannya. Begitu pula dengan Al.


"Kak Al sekarang udah mulai rileks sama aku. Gak terlalu kaku seperti sebelumnya. Seneng banget deh" gumam Anna.


"Semoga aja dia bisa suka sama aku" fikir Anna.


"Hmmm...tapi kenapa ya Kak Al gak pernah tertarik sama aku? Mesti butuh waktu buat suka sama aku? Apa aku jelek lagi? Apa aku udah gak cantik?" gumam Anna sambjl mengerjakan pekerjaannya.


"Tapi laki-laki lain sih masih kaya biasanya aja, seperti awal-awal pas pertama aku berubah jadi cantik. Sepertinya laki-laki lain melihat aku cantik, hanya Kak Al aja yang dingin. Apa dia gak normal kali ya?? mungkinkah matanya minus? sampe tidak tergoda dengn paras ini?" fikir Anna. Ia pun penasaran, sampai akhirnya ia mengambil cermin untuk memastikan wajahnya.


"Ahh masih tetep cantik kok, tapi kenapa kak Al gak tertarik di pandangan pertama sih??" gumam Anna.


"Ahh ngapain juga sih aku jadi kecentilan gini. Kalo Kak Al gak suka, gak mungkin lah dia terima aku tinggal disini sampai dia rela mengalah untuk tidur di gubuk tempatnya ia kerja" gumam Anna sambil kembali ke pekerjaannya.


Anna pun menyelesaikan jahitannya dengan senyum-senyum sendiri. Ia memikirkan hal-hal lain selain dari wajahnya Al.


"Awwww..." jerit Anna sambil melemparkan baju dan jarum yang ada di tangannya.


Anna tertusuk jarum agak dalam, sampai jarinya tidak henti mengelurakan darah. Ia pun menggit jari yang tertusuk itu sekuat mungkin untuk menghentikan perjalanan darahnya agar tidak keluar terus menerus.

__ADS_1


"Sialan aduuuuuhh sakit" ucap Anna lirih.


"Ngapain juga aku bayangin hal yang ngeres-ngeres ya ampuuuunnn. Parah banget sih" fikir Anna menyesal.


__ADS_2