Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Perkenalan


__ADS_3

Perkenalan


Keesokan harinya Laki-laki tampan itu tidak ada di rumahnya, Anna tidak perlu lagi menanyakan hal itu pada siapapun, karna dia sudah menduga Laki-laki itu pasti ada di gubuk tempat kerjanya.


Anna pun menghampiri gubuk itu..


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Anna menawarkan diri.


"Tidak" jawab Laki-laki tampan itu.


"Emmm...oya, aku mau ngucapin terimakasih karna kamu udah nyelamatin aku" ucap Anna.


"Emangnya kamu mau pergi sekarang??" tanya laki-laki tampan itu yang membuat Anna tidak mengerti.


"Hah??pergi???" Anna kebingungan.


"Biasanya kalo ada yang mengucapkan terimakasih jawabannya sama-sama. Kok ini lain??" benak Anna.


"Iya, kalo kamu masih tinggal disini ucapan terimakasihnya harusnya belum selesai, kan kamu masih numpang makan disini, numpang tidur disini, GRATIS" jawab laki-laki tampan itu.


"Ohhh iya juga ya, tapi biasanya Laki-laki lain gak itungan gitu deh?" fikir Anna.


"Ohh jadi aku belum pantas ucap terimakasih ya?" tanya Anna.


"Tergantung" jawabnya.


"Kok tergantung?" tanya Anna.


"Kalo kamu mau pergi sekarang ya mungkin kamu gak numpang lagi disini" jawab Laki-laki tampan itu.


Semalam Laki-laki tampan itu memang sempet pulang, tapi sepertinya ia tidak tidur di rumahnya, tapi tidur di gubuk tempatnya ia kerja.


"Ywd deh aku mau numpang dulu boleh kan??" tanya Anna.


"Boleh, tapi kamu harus jualin hasil kerjaku" jawabnya.


"Oke...aku mau kok" jawab Anna dengan semangat.


Laki-laki itu tidak menjawab lagi, Anna diam memperhatikannya, menunggu laki-laki itu bertanya tapi tidak pernah terjadi walaupun sudah berjam-jam.


"Aemmmm...kalo boleh tau namanya siapa?" tanya Anna membuka lagi suara.


"Emang kenapa?" Laki-laki tampan itu malah balik bertanya.

__ADS_1


"Aku mau tau aja, namanya siapa, usia berapa...biar enak aja gitu panggilnya" jelas Anna.


"Al" jawab laki-laki tampan itu singkat.


"Kepanjangannya apa?" tanya Anna.


"Biasanya orang suka tanya panggilan, kok ini malah tanya kepanjangan?? apa gak bakal ribet??" tanya Al.


"Hehehe...ya biasanya juga kan orang suka kasih tau panjangnya baru nama panggilan" jawan Anna.


"Kamu aneh, gak tau aku lagi males ngomong apa?" tanya Al.


"Ywd jawab aja, nama panjangnya apa? umurnya berapa?" tanya Anna.


"Alvino bachdim, 34" jawab Al singkat.


"Serius????" tanya Anna tidak percaya, mata dan mulunya terbuka lebar. Anna benar-benar tekejut, karna wajah tampannya menutupi usianya, Al benar-benar awet muda, Anna berfikir kalo Al sebaya dengannya.


"Hmmm" Al hanya sedikit melirik setelah melihat ekspresi Anna.


"Aku kira sabaya sama aku, aku 18 tahun dan namaku Annabela" jawab Anna. Dia tau Al tidak akan menanyakan itu semua, tapi ia ingin Al tau tentangnya.


Al tidak lagi berkata apa-apa, ia begitu cuek..


"Hey.... kalo kamu sudah ngerti, bikin aja yang baru, jangan ambil pekerjaanku" ucap Al jengkel dengan sikap Anna yang main rebut aja.


"Aku cuma bisa nyelesain doang..heheh gak apa-apa kan kamu mulai dari awal?" Anna memaksakan kehendaknya.


"Adduuuuhhh" tiba-tiba Anna terluka karna pengrajin yang ia kerjakan menggores tangannya dengan sangat kuat hingga menyebabkan luka yang lumayan besar.


"Uhhh, ini sih bukan bantuin, tapi ngerepotin" Al ngedumel sambil mencari kain dan obat merah.


"Aduuhhh maaf ya" ucap Anna memelas.


"Ini sakit banget loh Ka" Anna melanjutkan perkataannya sambil memperlihatkan tangannya yang berlumuran darah.


"Kamu darah mengalir gitu kok di biarin aja??" tanya Al panik.


"Terus harus di gimanain?? kan gak ngerti" ucap Anna dengan bibir sedikit di monyongin dengan gaya nada seperti Anak kecil yang pengen di manja.


"18 tahun masih belum tau cara merawat luka?? kelewatan" dumel Al sambil mengobati tangan Anna.


"Hah? apa? dia sebut usiaku? berarti tadi dia denger aku ngomong, yess walaupun cuek ternyata dia selalalu dengerin aku" Anna merasa bahagia.

__ADS_1


Sejak pertama Anna melihat Al, ia langsung jatuh cinta padanya bahkan walaupun setelah ia tau usianya terpaut 16 tahun, bahkan 2 tahun lagi usia Al menjadi 2x lipat usia Anna. Tapi ia tetap menyukainya, padahal Al sama sekali tidak ada reaksi kepadanya seolah-olah dia tidak suka.


"Makasih ya Kak" ucap Anna setelah pengobatannya selesai dan Al memulai lagi pekerjaannya, sedangkan Anna ia tidak melanjutkan untuk membantu Al melainkan hanya memperhatikan saja.


"Serius kamu mau pergi sekarang?" tanya Al.


Anna bengong, ia tidak mengerti apa yang Al maksud. Akan tetapi, setelah di fikir-fikir barulah Anna tersadar.


"Emm..iya" jawab Anna.


"Aku nanya serius" ucap Al.


"Aku cuma bilang makasih aja sih, tapi aku gak akan kemana-mana" Anna sengaja berucap seperti itu untuk mengetahui reaksi Al.


"Emang yakin kamu gak bakal repotin aku lagi?" tanya Al.


"Ngerepotin sih pasti, tapi kan aku bisa minta maaf dan berkata terimakasih lagi" jawab Anna.


"Kalo misalnya aku gak bilang terimakasih-terimakasih, khawatir ujung-ujungnya nanti Kakak paksa aku jadi pacar Kakak sebagai ganti ruginya" lanjut Anna sambil menyembunyikan senyum di balik telapak tangannya, Anna memanggil Al dengan panggilan Kakak, karna baginya panggilan itu lebih cocok untuk wajah tampan Al yang juga baby pace itu.


"Yang bener saja" jawab Al dengan senyum khasnya itu, masam.


"Heheheh....iya sih gak mungkin, kan udah dewasa bukan levelnya lagi" jawab Anna.


"Ya barangkali begitu" jawab Al sambil menaikan keningnya layaknya orang berkata sungguhan.


"Orang dewasa gak level pacaran, palingan langsung ngajak nikah. iya gak???" tanya Anna dengan senyuman menggoda.


"Hahahaha" Al pun cekikikan mendengar jawaban Anna yang telah menggodanya.


"Berani sekali nih bocah" fikir Al yang merasa di ejek dan di permalukan oleh anak kecil.


"Ywd terserah kamu deh" jawab Al sambil ngeluyur pergi.


"E..eeehhh, Kak...Kak.....tunggu !!" teriak Anna sambil mengikuti langkah Al yang baginya sangat kecepetan.


"Haduh...capek banget, pergi gak ngajak-ngajak malah pasang pergi aja" dumel Anna setelah ia kelelahan mengejar Al.


Sedangkan Al tidak memperdulikan Anna, ia memang sengaja jalannya di percepat agar Anna tidak bisa menyusul, karna baginya..jika Anna ikut bisa membuatnya kerepotan.


"Haduuuuhh...mana aku lupa jalan pulang lagi, masuk gank mana ya tadi?" gumam Anna sambil memperhatikan sekitaran, di sana terdapat 2 gank yang menurutnya sangat asing, karna ketika Anna melewatinya ia benar-benar tidak memperhatikan jalan, matanya lebih terfokus pada Al karna takut ketinggalan.


Tiba-tiba ada seorang pemuda, tubuhnya kekar penuh dengan tato. Mungkin baginya tato di anggapnya baju, karna kulit tubuhnya tidak terbungkus oleh kain, ia hanya menggunakan celana levis pendek di atas lutut, di daun telinganya terdapat lingkaran anting yang terpasang di sana, padahal Anna sendiri sebagai wanita tidak memakai itu.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2