
Keceriaan Anna
Di rumah Nindi, Anna sangat ceria, ia merasa sangat di sambut layaknya bertemu dan memiliki saudara kandung. Karna Nindi sangat baik sekali, ia sangat perhatian dan selalu terbuka, ia sangat sejalan dan klop bila di ajak ngobrol, sehingga Anna nyaman cerita banyak kepadanya, dari mulai keadaannya yang jelek dan miskin yang membuatnya menjadu sulit mandi karna gak kebeli sabun mandi dan sampai tidak pernah ada yang tertarik padanya sehingga membuatnya tidak laku.
Ia menceritakan segalanya, tumpah ruah pengalamannya ia bagikan kepada Nindi bahkan sampai sempat menceritakan kejadian kemarin.
Nindi adalah pendengar setia ia sangat mendengarkan apa pun setiap kata yang keluar dari mulut Anna. Dan Anna belum pernah merasa senyaman itu, sehingga membuatnya lega, karna biasanya Anna tidak pernah di beri kesempatan untuk curhat oleh Kokom walaupun ia sahabatnya, sehingga dulu ia lebih menjadi pendengar.
"Seru juga ya pengalaman kamu sejauh ini" ucap Nindi yang sedari tadi fokus mendengarkan cerita hidupnya Anna.
"Hahaha....kenapa aku sampe cerita semuanya ya?? aku jadi malu" jawab Anna.
"Malu kenapa?? justru aku seneng, asik banget aku dengerin cerita hidup kamu. Kok bisa begitu ajaibnya??" Nindi menjawab sambil tidak hentinya menatap Anna, ia bagaikan takjub dengan keajaiban dalam hidup Anna, ragu tapi tetap percaya.
"Kamu pasti gak percaya, karna awalnya aku juga begitu, bahkan awalnya aku gak pernah menyangka akan di beri keajaiban sepereti ini, tapi jujur...ini berat bagiku" jawab Anna berterus terang.
"Kenapa berat??bukannya kamu ingin cantik seperti sahabatmu??" tanya Nindi.
"Ia sih, tapi aku kaget dengan ujiannya, shok aja gitu. Aku jadi bingung harus gimana, dulu kan gak pernah ada yang berantem gara-gara aku, gak pernah di usir gara-gara para istri takut suaminya aku pacari, gak pernah ada yang berambisi sama aku sampe aku hampir di perkosa juga, pokonya aku rasa dulu aman-aman aja, damai-damai aja...cuma dulu aku emang gak bersyukur aja, dulu aku sempet iri dan memang karna banyak makan hati sih, apalagi sahabatan sama wanita cantik, aku berasa jadi sampah yang gak guna, yang semua orang bakal mengabaikannya dan tidak ada harganya juga" jelas Anna panjang lebar.
"Apa sekarang kamu jadi nyesel??" tanya Nindi.
"Kalo nyesel sih enggak, tapi kalo ada kesempatan aku bisa balik lagi ke semula ya mungkin aku mau. Tapi aku gak tau caranya, lagipula aku gak tau pasti kenapa aku bisa jadi begini" jawab Anna.
"Mungkin karna kucing kamu itu, si pussy yang membuat kamu cantik" Nindi memberikan keyakin kepada Anna.
"Awalnya aku sempet berfikir begitu juga, tapi sepertinya ini kucing biasa aja deh, buktinya ini kaya kucing biasa aja kan?? gak ada yang aneh atau berbeda juga dengan kucing ini." Anna meragukan Nindi.
"Iya juga sih, kaya kucing pada umumnya aja" jawab Nindi.
Mereka ngobrol sampai lupa waktu, jika perutnya tidak berdering mungkin mereka akan ngobrol terus sampe esok.
"Duh, ternyata udah mau jam 14:00 aja, pantes aja perut terasa lapar, gak kerasa sih karna ada kamu" ungkap Nindi.
"Heheh...iya yah ko sama" jawab Anna sambil tersenyum malu-malu.
"Ywd ke dapur yuk !! kamu bisa masak gak???" tanya Nindi.
__ADS_1
"Bisa sih masak ala-ala sendiri aja" jawab Anna.
"Bantuin yuk biar cepat kelar" ajak Nindi sambil beranjak pergi ke dapur dengan di susul Anna.
mereka pun masak bersama, sambil sesekali diiringi dengan canda dan tawa. Mereka sangat akrab sekali sampai akhirnya selesailah memasak.
"An..makannya sepiring berdua aja ya" pinta Nindi.
"Aku paling males cuci piring, hahaha" lanjutnya.
"Ywd aku yang cuci aja, gampang" jawab Anna.
"Tapi udah terlanjur di masukin ke piring" jawab Nindi gak bisa lagi nego, rupanya mereka hanya membuat Nasi goreng special ala-ala rumahan.
"gak apa-apa kan???" tanya Nindi lagi.
"Ywd gpp lah" jawab Anna.
mereka pun makan sepiring berdua dan ini kali pertama Anna merasakannya.
"Sungguh nikmat sekali makan sepiring berdua" gumam Anna.
"Ehh boleh kamu makan aja" ucap Anna sambil melepaskan jarinya dari piring kepada nasi suapan terahir, ia hendak mencomot nasi itu tapi ia lepaskan.
"Kamu aja deh yang ngabisin" jawab Nindi.
"Ah biar kamu aja, kamu kan yang banyaknya masak" jawab Anna sambil tersenyum.
"Idih, kamu aja" jawab Nindi sambil comot nasi itu lalu ia suapkan kepada Anna.
mereka pun tertawa dan selesai makan kemudian cuci tangan.
"Jujur ya, ternyata enak juga masakan kamu" ungkap Anna.
"Mungkin kamu lagi lapar" jawab Nindi.
"Iya sih, sebenarnya aku masih mau" jawab Anna sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Nanti deh masak lagi, aku kalo masak harus ada jarak" jawab Nindi.
"Hihihi...siapa juga yang nyuruh masak lagi" goda Anna.
"Kamu kan gak kenyang" jawab Nindi.
"Udah kenyang kok, aku cuma masih mau aja. Mungkin tadi karna aku lagi lapar, masakannya enak dan makannya berjamaah gitu. jadi rasanya tuh beda banget, padahal aku pun sering bikin resep kaya gitu tapi gak seenak itu" jelas Anna.
"Ahh masa sih?? makasih ya udah bilang berkali-kali kalo masakanku enak" jawab Nindi sambil tertawa dengan bangganya.
"Hahaha...ada hidung terbang" goda Anna sambil terbahak-bahak sambil menunjuk ke arah atas sambil seolah-olah meraih hidung Nindi dan menempelkannya di hidung milik Nindi.
"Apaan sih, emang iya kan enak?? wajar dong aku seneng" jawab Nindi sambil tersenyum memperhatikan tingkah Anna yang sangat ceria itu.
"Tapi aku baru pertama kali loh makan sepiring berdua gitu, sempet denger sih kalo makan barengan itu membawa kenikmatan, tapi keluargaku gak pernah mengajarkan itu" jawab Anna mengalihkan topik.
"Aku dulu udah biasa banget sama mantan-mantan aku makan berdua kaya gini" jawab Nindi.
"Wah yang benar saja?" tanya Anna penasaran.
"Ya benerlah masa bohong" jawab Nindi datar.
"Emangnya gak canggung apa makan sama laki-laki?" tanya Anna.
"Ya enggak lah hahaha" Nindi tertawa lepas.
"Gitu banget deh, aku kan cuma nanya aja soalnya kalo makan semeja aja kadang aku suka canggung apalagi sepering berdua" jelas Anna.
"Hmm awalnya sih emang iya tapi kalo di biasain lama-lama juga biasa" jawab Nindi.
"Hmm emang sekarang kamu punya pacar gak??" tanya Nindi lagi.
"Enggak, aku lagi singgle. aku kena tipu gara-gara aku terburu-buru menerimanya" jawab Anna.
"Kok bisa?? kena tipu gimana sih??? coba cerita lagi deh" Nindi penasaran.
"Iya, aku sudah lama suka sama laki-laki yang itu dari masih ingusan sampe dewasa seperti ini juga masih suka sama dia, tapi karna aku jelek, aku gak pernah di anggap ada di muka bumi ini, ngenes. Terus tiba-tiba ada keajaiban, aku merasa baru hidup di dunia ini, dan dia adalah laki-laki pertama yang ungkapkan perasaannya dan dia inginkan aku jadi pacarnya. ya aku terima aja karna aku fikir dia singgle juga, ternyata dia naif. Aku terima dia baru beberapa hari doang eehhh pacarnya nyamperin dan aku suruh ninggalin dia dan sujud untuk meminta maaf padanya, karna dia telah di hamili olehnya, ternyata pacarnya itu sahabat aku sendiri yang selama itu sahabatku selalu ceritakan dia padaku" jelas Anna dengan muka datar.
__ADS_1
"Duhh kasihan...semua laki-laki memang seperti itu, sabar ya" jawab Nindi sambil mengelus punggung Anna.
♡♡♡♡♡