Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Anna di usir


__ADS_3

Anna di usir


Di pertengahan jalan Kokom sempat berfikir.


"Kalo aku pulang, semua usahaku akan menjadi lama dan siapa tau nuno dan anna jadi balikan" gumam Kokom.


"Ahhh mending sekarang aku ke rumah pak samsudin aja" lanjut Kokom dalam hati.


Kaki Kokom pun mengarahkan langkahnya menuju rumah Pak samsudin, tepatnya menemui istrinya di rumahnya . Rumah Pak samsudin memang lumayan jauh, rumahnya berada berdekatan dengan rumah Anna. Kokom menyusuri jalan dengan penuh semangat, ia merasa semangatnya hadir lagi karna yang mana setelah aborsinya gagal ia memang sudah tidak ada harapan hidup apalagi setelah ia tau Anna menjadi cantik dan Nuno bersama Anna, sampai ahirnya ia memiliki rencana yang picik ini.


Tidak terasa kemudian sampailah di rumah pak samsudin...


"Tok...tok...tok" pintu rumah Pak samsudin di ketuk.


"Permisi" sahut Kokom.


"Iya sebentar" jawab Nining dari dalam rumah.


pintu pun di buka, keningnya Nining mengerut, mungkin karna gak biasanya Kokom ke rumahnya.


"Eh kamu Kom, ada apa ya?" tanya Nining, ia selalu berburuk sangka sama orang lain, terutama perempuan. nining menikah baru 6 bulan, ia menikah di usia 43 tahun dengan seorang duda yaitu Pak samsudin. Seumur hidupnya, hanya Pak samsudin lah yang mau dengannya dan mau menikahinya. Sehingga semua itu lah yang membuatnya menjadi sangat takut kehilangannya.


"Maaf ya ganggu, apa boleh aku masuk?" tanya Kokom.


"Mau ada perlu sama saya?" jawab Nining balik tanya.


"Iya,ini penting banget" jelas Kokom.


"Ywd boleh" jawab Nining sambil mempersilahkan Kokom masuk.


"Hmmm...untung si ayang gak ada di rumah" gumam nining.


"Ada apa ya tumben-tumbenan?" tanya Nining yang mulai penasaran.


"Ini tentang Pak samsudin..." jawab Kokom yang belum selesai ngomong. nining yang baru saja mendengar nama suaminya di sebut dadanya langsung panas, kecemasan meliputi hatinya.


"Suami saya kenapa?" tanya Nining spontan memotong pembicaraan Kokom.


"Saya mergokin dia,terus saya photo aja" jawab Kokom sambil menyodorkan pjoto Pak samsudin di kamera hapenya yang mana Pak samsudin sedang menutup pintu rumah Anna, yang perkiraan Nining kemungkinannya suaminya habis masuk ke rumah Anna. Nining langsung syhok, matanya melotot mulutnya menganga , tangannya memukul-mukul kepalanya dengan keras.


"Plakk...plakk..plaaakk" suara tepukan tangan Nining ke kepalanya. Nining sampe selebay itu.


"Sudah kuduga...sudah kuduga...sudah kuduga" gerutu nining yang mana saat itu ia langsung melow,menangis.


"Hiks..hiks..hiks" suara tangisan Nining yang rada di manja-manjain.


"Braaaaannggg" alas meja di tariknya dan semua yang ada di atasnya berjatuhan.


Kokom yang terkaget-kaget hanya diam membisu, ia bingung untuk langkah selanjutnya harus seperti apa. dia merasa salah target, tapi sepertinya bukan salah target tapi Kokom terkesima oleh tanggapan Nining atas aduannya. ahirnya Kokom memberanikan diri untuk membelai pundak Nining agar dia bisa lebih tenang.


"Udah ..udah...semua pasti ada jalan keluarnya" sahut Kokom memberanikan diri membuka mulutnya lagi .


"Aku harus membunuh Anna" celetuk Nining.


"Husss...gaboleh ngomong gitu, nanti jatohnya kamu yang salah" jelas Kokom.

__ADS_1


"Kita usir aja Anna dari kampung ini, semua wanita di kampung ini pasti setuju ko, percaya sama aku !!!" lanjut Anna memberi kekuatan kepada Nining.


"Baagaimana caranya?" tanya Nining.


"Aku, Rania, kamu dan masih banyak lagi...kita semua korbannya Anna. Setelah Anna menjadi cantik,dia menjadi meresahkan kita, dia pelakor, dia manfaatin kecantikannya untuk mendapat keuntungan sendiri tanpa melihat orang lain" jawab Kokom panjang lebar.


"Jadi sekarang kita sebagai wanita di kampung ini harus bersatu untuk usir Anna dari sini !!!" lanjut Anna.


"Ayok..ayok..ayok..kapan kita bisa mulai? lebih cepat lebih baik" kata Nining gak sabaran.


"Kita harus bilang dulu ke semua wanita disini, kemudian barulah kita usir dia" jelas Kokom.


"Ywd kita bagi tugas aja biar cepet" jawab Nining.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk memberi tahukan warga agar kompak untuk mengusir Anna.


Kemudian Kokom pergi ke rumah Mang atang...


"Permisi" sahut Kokom pada Marfua'ah.


"aiya Kom kemari" jawab Marfuah sambil mempersilahkan masuk.


"Mang atang bu Mang atang" jelas Kokom.


"Mang atang kenapa?" tanya Marfu'ah.


"Dia bersama Anna poya-poya dan selalu memberikan bingkisan" jelas Kokom.


"Iya tau,semenjak Anna cantik Mang atang memang selalu memperhatikan Anna" jawab Marfu'ah pasrah.


"Ya terus harus gimana? emang Anna bakal suka juga sama suami saya?saya rasa gak mungkin" jelas Marfuah yakin.


"Ya siapa tau aja, tapi sebenarnya aku kesini mau ngajak usir Anna dari kampung ini" jelas Kokom.


"Serius???gimana caranya?" tanya marfuah.


"Anna itu bikin resah, walaupun pasangan kita gak maungkin di sukai Anna tapi perasaan pasangan kitakan sudah tidak sama kita lagi" jelas Kokom.


"Aku yakin semua laki-laki disini suka sama dia, makanya kita sebagai wanita harus lebih hati-hati dengan dia, sekalian aja kita usir tapi di saat para laki-laki di sini pada kerja" lanjut Kokom menjelaskan.


"Emang kenapa?" tanya Marfuah.


"Supaya gak ada pertahanan" jelas Kokom.


"Ywd, sepertinya itu ide bagus, nanti kabarkan saja kapan kita harus usir si anna itu" kata marfuah.


"Iya, jadi sekarang aku mau kerumah lain untuk memberi tau kabar ini, kalo bisa sih hari ini juga anna harus angkat kaki dari sini" jawab Kokom


Kokom pun keluar untuk memberi kabar warga yang lain. Kebetulan di sana Kokom bertemu Nining,karna Nining pun telah di beru tugas.


"Udah berapa orang kamu ajak warga?" tanya kokom.


"Banyak yang nolak banyak yang setuju juga, kalo yang setuju aku kasih mereka janji sebelum sore harus udah kumpul depan rumah Anna" jelas Nining.


"Okeh....ayok kita ajak yang lain" sahut Kokom.

__ADS_1


Kokom dan Nining sangat bersemangat dan kompak menjalankan misinya.


Setelah semua di beri tau, mereka pun berkumpul di depan rumah Anna.


Warga yang kumpul itu melempari batu ke rumah Anna.


"Prak...prak...prak..prak" suara batu yang berterbangan.


Anna yang sedang tidur siang langsung bangun dan pontang panting mencari pusat suara.


"Anna...keluar kamu!!!!" sahut seorang Bu ibu


"Anna ayo keluar !!" sahut yang lain.


walaupun masih lemes, belum pulih dari tidurnya tapi Anna pun akhirnya keluar menghadapi keonaran di luar rumahnya.


sambil menggesek-gesek matanya...


"Ada apa ini??" tanya Anna .


"Kamu bikin kami resah,, kami minta kamu keluar dari kampung ini" teriak Bu ibu.


"Resah kenapa ya???" tanya Anna tidak mengerti.


"Suami kami berhianat gara-gara kamu, jadi kamu harus pergi dari sini jika kamu punya hati nurani" teriak wanita yang lain.


"Iya Anna, aku mohon sama kamu dengan sangat, karna aku tidak bisa membujuk suamiku untuk tidak suka sama kamu" jelas Nining.


Barulah Anna mengerti apa maksud keonaran yang terjadi di hadapannya itu, maksudnya mereka berdemo karna mereka merasa cemburu kepada Anna sehingga mereka miminta agar dirinya pergi menjauh dari kampung itu.


"Oh begitu,baik...aku akan pergi dari sini" jelas Anna.


"Kami harap jangan kau lama-lamakan lagi, karna kami sudah tidak sanggup melihat kamu disini" jelas wanita separuh baya.


"Woy..woy...woy..." kemudian sekumpulan pemuda datang menghampiri.


"Ada apa ini?" tanya salah satu pemuda yang bernama Joni.


"Kami ingin Anna pergi dari sini" jelas Ibu-ibu yang sedari tadi diam terus.


"Kenapa dengan wanita cantik itu?" tanya pemuda lain.


"Pasangan kami berhianat, semuanya menyukai dia, kita sebagai wanita menjadi tidak ada harganya jika dia masih ada di sini" jelas Marfuah.


"Biar aku yang urus,Anna gak perlu keluar dari kampung ini, Anna buat aku aja...aku bakal nikahin Anna, itu akan lebih aman untuk kalian" jelas Joni dengan pedenya.


"Biar sama aku aja" sahut pemuda yang lain.


"Itu Anna nya aku, Anna pasti maunya sama aku" lanjut pemuda yang lain.


Mereka berlomba-lomba untuk menghampiri Anna dan hendak membawanya tapi pada ahirnya para pemuda itu malah bertengkar, semuanya menginginkan Anna untuk menikahinya agar Anna tidak keluar dari kampung itu.


Anna hanya bengong menyaksikan mereka memperebutkan dirinya.


Ibu-ibu ikut ngerecokin mereka menjadi wasit para pemuda itu. sedangkan Kokom, ia sangat cemas, ia hawatir anna tidak jadi keluar kampung karna ia takut kedoknya ketahuan pada suatu saat nanti.

__ADS_1


♡♡♡♡♡


__ADS_2