
Keadaan setelahnya
Anna dalam kebingungan,tiba-tiba ia pun masuk kedalam..ia bermaksud untuk menuruti keinginan warga perempuannya. Ia pun menuliskan surat untuk Ibu dan Bapaknya, setelah persiapannya selesai Anna pun keluar lewat pintu belakang.
Terlihat sekilas orang-orang yang berada di depan rumah Anna masih saja berkumpul, para pemuda pun masih saja bertengkar untuk memperebutkan Anna, tanpa mereka sadari bahwa yang mereka rebutkan sudah tidak ada lagi di hadapannya.
Setelah Anna sudah sangat lama keluar dari rumahnya.
"Hentikaaaaannnnn !!!!" teriak Kokom.
spontan semuanya terdiam, dan semua mata tertuju pada Kokom yang telah berteriak.
"Kalian jangan pada ribut lagi, sekarang lihat Anna tidak tampak lagi disini. bagaiamana jika dia kabur??" jelas Kokom yang mana Sebetulnya dia sangat tau keadaan Anna dari mulai masuk rumah dan keluar rumah lewat pintu belakang.
"Ayo cari !!" sahut salah seorang pemuda.
"Sekarang kita bubar...bubar !!!" Ajak nining.
mereka pun berhamburan untuk pergi ke tempat masing-masing. Sedangkan para pemuda ada yang pontang panting mencari Anna ada pula yang saling menyalahkan.
di sisi lain, Anna pergi tanpa arah. Ia tidak pernah tau apa yang akan selanjutnya terjadi padanya, mungkin ia akan jadi gelandangan.
tidak terasa Anna sudah sangat jauh dari kampungnya, kemungkinan tidak ada orang yang akan mengenalinya lagi.
Anna pun terduduk di bawah pohon yang sangat lebat, mengingat hari itu matahari sudah ada di tengah pertanda sudah siang dan suasana yang semakin panas. Ia berteduh di bawah pohon itu sambil menjalarkan kedua kakinya.
"Hay cantik?lagi ngapain disitu??sama siapa???"tanya seorang pemuda sambil menghampiri Anna.
"Lagi berteduh,sendiri" jelas Anna singkat .
"Aku temenin ya, aku pun mau berteduh" jelas pemuda itu .
"Terserah' jawab Anna singkat.
pemuda itu akhirnya mendekati Anna, semakin mendekat dan terus mendekat sampai-sampai tidak ada jarak di antara mereka, Anna pun terkejut karna saking tidak ada jaraknya sehingga tubuh pemuda itu menyentuh punggung Anna. Ia pun menggeserkan tubuhnya.
"Kenapa sih deket-deket amat?" tanya Anna sedikit ketus karna terkejut.
Kali ini Anna memang sedikit judes, karna ia sedang benar-benar sangat galau. Setelah di kecewain Nuno ehh di usir juga sama warga. sehingga ia tidak punya pilihan lain selain menurutinya.
"Ya gpp kan?" tanya pemuda itu sambil menggoda Anna dengan mencolek dagunya.
"Kamu punya sopan santun gak sih?" tanya Anna.
Anna menjadi ketakutan, karna ia disitu seorang diri dan tepatnya di tengah hutan yang jarang ada lalu lalang manusia.
Spontan ahirnya Anna pun berlari, dan pemuda itu pun tidak membiarkannya melainkan mengejarnya. Hampir 1 jam mereka kejar-kejaran tapi pemuda itu tidak mendapatkannya, Anna selalu saja bisa menghindari pemuda itu sampai pada akhirnya Anna berada di sebuah kampung dan pemuda itu kehilangan arah.
Anna ngos-ngosan, ia haus, bahkan kelaparan. ia tidak menyangka dia bisa lari secepat itu, padahal dia berlari sambil menggendong tas yang lumayan berat dan seekor kucing. Anna melihat sebuah warung pinggir jalan, kemudian ia mampir di warung itu. Anna pun memesan minum dan makannya. Sedangkan makanan kucing Anna membawa dari rumah karna masih banyak jadi tidak perlu beli lagi. Sebelum pesanan siap di hidangkan Anna tidak membuang-buang waktu, ia langsung saja memberi kucingnya makan. Tidak lama kemudian pesanannya pun datang.
"Silahkan Nona" kata pelayan itu.
"Makasih ya" jawab Anna.
tanpa lama-lama lagi, Anna melahap makanannya dengan cepat , dalam waktu sebentar saja semua makanan langsung masuk ke mulut Anna.
"Berapa?" tanya Anna pada penjual makan itu.
__ADS_1
"Gausah bayar" jawabnya.
"Ywd aku bantu cuci piring ya" pinta Anna yang tidak mau makanannya di gratiskan.
"Oh boleh, silahkan masuk" ajak penjual itu.
Anna pun masuk dan cuci piring dengan banyaknya. Setelah selesai...
"Makasih ya Pak...aku mau lanjutin dulu perjalanan" sahut Anna.
"Emang mau kemana?" tanya penjual itu.
"Belum tau Pak" jawab Anna.
"Ywd tinggal disini aja" lanjut penjual itu.
"Gausah pak...makasih" jawab Anna sambil berdiri hendak pergi.
"Tunggu...nih upahnya" penjual itu memberikan upah mencuci piring kepada Anna.
"Gpp pak...kan tadi aku gak bayar makan" Anna menolak.
"Iya tapi ini sisanya" jelas penjual itu.
"Ambil aja ya... " lanjut penjual itu.
"Ywd Pak makasih ya" ahirnya Anna pun mengambil uang dari penjual itu.
Setelah itu Anna pun pergi entah kemana, ia hanya mengikuti arah kakinya melangkah.
◇◇◇◇◇
Di rumahnya aAnna, Ibu dan Bapaknya pulang...
"Tok...tok..tok..'" Bapaknya mengetuk pintu.
"Tok...tok..tok.." lanjut Ibunya.
"Anna...buka...Anna...!!" sahut Ibunya.
"Anna...." panggil Bapaknya.
"Bloonnnggg" tidak sengaja pintu rumah kedorong oleh bapaknya, sehingga pintu itu terbuka.
"Ternyata pintunya tidak di kunci dan isi rumah pun kosong" gumam Bapaknya,setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah dan memeriksa seisi rumah.
Mereka pun menghiraukan Anna, mereka fikir Anna hanya keluar rumah sebentar karna ada keperluan. mereka pun sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing.
Akhirnya malampun tiba...
"Pak....kok Anna belum pulang juga ya?" tanya Ibunya di ruang tengah dimana tempat mereka berkumpul disana.
"Iya, ini udah jam berapa?" jawab Bapaknya berbalik tanya.
"Coba kamu periksa kamarnya !!!" lanjut bapaknya mulai curiga.
Ibunya pun pergi untuk menghampiri kamarnya Anna dan memeriksanya.
__ADS_1
"Si kucing biasanya tidur di sini, tapi kok gak ada juga" fikir Ibunya.
"Aneh.." gumamnya.
Setelah Ibunya melihat tempat tidur Anna, ia melihat satu cercik kertas. kemudian ia keluar kamar untuk menghampiri suaminya.
"Pak aku nemu surat di kamarnya" sahut Ibunya.
"Coba baca mah !!!" suruh Bapaknya.
ibunya pun membuka surat itu dan membacanya.
"Selamat sore mah, pak. terimakasih ya 18 tahun sudah kalian merawatku dengan penuh kasih dan sayang, dengan didikan yang sangat baik. Sekarang saatnya Anna untuk hidup mandiri, mohon maaf ya Anna selalu merepotkan kalian dan selalu membuat kalian kesal . mamah dan bapak tidak perlu cari Anna. Anna baik-baik aja . Salam sayang.
Annabela".
"Pak ..Anna pergi Pak" rintih Ibunya, ia sangat cemas, karna bagaimanapun Anna adalah anaknya, ia merawatnya sejak masih sangat kecil.
"Pergi kemana ya??kenapa harus pergi?" tanya Bapaknya bertanya-tanya.
"iiiiiiii..Mamah juga gak tau Pak, harus gimana dong ini" ibunya Anna mulai gelisah.
"Apa kamu pernah melukai hati Anna sebelumnya?" tanya Bapaknya.
"Akhir-akhir ini perasaan enggak pernah Pak" jawab Ibunya dengan penuh keyakinan.
"Tapi Anna pernah sedikit cerita, karna kemaren emang sempet murung, katanya Nuno membohonginya" jelas Ibunya.
"Apa mungkin ia pergi karna perasaan gak enak dengan Kokom?" lanjut Ibunya penuh tanya.
"Tok...tok..tok.." kehawatiran mereka di kagetkan dengan ketukan pintu dari luar.
"Buka mah...siapa tau Anna" suruh Bapaknya penuh harap.
Ibunya pun pergi untuk membukakan pintu, sedangkan Bapaknya mengikuti menghampiri dari belakang karna penasaran.
"Bu...Anna nya ada?" tanya seorang pemuda.
"Ihh kita juga gelisah, dari semenjak pulang dari ladang Anna gak ada, dia hanya meninggalkan secercik kertas perpisahan" jelas Ibunya dengan sangat sedih.
"Oh jadi beneran keluar ya?" tanya pemuda itu.
"Emang kamu tau?" tanya Bapaknya Anna.
"Tadi siang para warga perempuan kesini mengusir Anna, karna mereka fikir Anna adalah perusak hubungan mereka dengan pasangannya" jelas pemuda itu.
"Anna kan cantik, jadi semua laki-laki dari kalangan muda sampe yang tua, dari yang singgle sampe yang sudah punya pasangan menyukainya" lanjut pemuda itu.
"Ko mereka menghakimi sendiri, emang tidak ada cara lain?" tanya Bapaknya.
"Ya...tadi juga aku melarangnya, karna aku masih muda dan singgle, jadi jika mereka ketakutan, biarkan saja aku akan menikahinya' jelas pemuda itu.
"Terus kenapa Anna pergi?apa warga tidak setuju atau Anna tidak mau?" tanya Ibunya.
"Belum tau, tadi kami sedang bertengkar, tiba-tiba aja Anna sudah tidak ada" jelas pemuda itu.
♡♡♡♡♡
__ADS_1