
Maksa balikan
"Kamu segitu gak percayanya sama aku, aku bukan orang yang seperti itu, aku pernah suka dan berharap sama dia tapi perasaanku gak pernah dia balas, aku deket sama dia cuma dia anggap aku TTM aja, gak lebih" jelas Nuno.
"Terus kenapa kamu bisa photo mesra begitu??" tanya Anna.
"Ya mungkin itu pas aku gak sadar. oya, apa photo yang kamu lihat itu terlihat jelas mukaku?" tanya Nuno.
"Mukanya gak jelas sih, tapi aku yakin itu kamu, soalnya aku sudah hafal betul model rambut kamu" jelas Anna.
"Ya siapa tau aku di kasih obat tidur, ya kan???soalnya sebelum kejadian itu, sore-sore Kokom main kerumahku dan aku ketiduran, rasanya nyenyak sekali sampai Kokom percikan air ke mukaku" jelas Nuno.
"Aku gak tau dan aku gak mau tau, aku harap kamu gak usah membohongi dirimu sendiri & jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, Kokom itu hamil" Anna bersikeras dengan keyakinannya, ia sama sekali tidak mempercayai Nuno.
"Iya, aku tau Kokom hamil, tapi bukan karnaku" Nuno membantah atas segala fitnah Kokom yang membuat Anna terus-menerus menuding Nuno menghamili Kokom.
"Terus hamil sama siapa lagi??setauku dia hanya dekat denganmu" jelas Anna.
"Aku gak tau Na, aku gak pernah lakukan apapun" Nuno tetap membantah.
"Yaudah sih, itu urusan kamu" jawab Anna santai tapi cuek.
"Tapi An, aku gak bisa terima, aku gak mau kita putus dengan alasan di fitnah. aku masih sayang sama kamu" Nuno berusaha memandangi matanya Anna yang pandangannya kosong. Kemudian Anna pun menatap Nuno dan mereka bertatap-tapan.
"Terimakasih banyak, atas semuanya" jawab Anna sambil tersenyum lembut, ia sangat tersentuh, tapi ia sedang berusaha membuang perasaannya jauh-jauh dan ingin mengistirahatkan hatinya sejenak, lagipula ia tidak percaya atas apa yang dikatakannya sebelum ia tau siapa yang telah menghamili Kokom yang sebenarnya.
"Beri aku kesempatan ya" Nuno memohon kepada Anna dengan tatapan yang sangat tulus, sehingga Anna tidak mampu menatap bola matanya Nuno. Kemudian Anna hanya menunduk, dan ia merasakan kembali getaran cinta di hatinya.
"Sudah Anna, sudah. ini semua telah usai, ini semua telah berahir, tidak akan ada lagi kisah citamu dengannya, kamu tidak boleh terjerat lagi dengan cinta sahabatmu !!! Apakah kamu tidak sakit di perlakukan buruk oleh sahabatmu hanya karna kesalah pahaman saja. Kamu punya harga diri An, kamu bisa milikin laki-laki yang lebih tulus dan sayang melebihi Nuno An" fikiran Anna bergemuruh, karna hati Anna meronta-ronta kepincut oleh laki-laki yang sebelumnya menjadi kekasihnya. Cintanya belum usai, penasarannya masih full, tapi semua terpaksa berakhir karna kekecewaan yang telah Anna dapatkan dari Nuno dan Kokom sahabatnya.
"Kesempatan apa???aku sudah beri kamu kesempatan, kalo kamu sungguh-sungguh sayang sama aku, harusnya kamu jangan percaya sama Kokom, kamu jangan percaya sebelah pihak, harusnya kamu temuin aku dan pastiin" jelas Anna.
"Aku memang awalnya percaya sama Kokom tapi kemudian aku pun langsung berniat temuin kamu, bahkan aku sudah hampiri rumah kamu, tapi kamu sudah tidak ada An" jawab Nuno.
"Aku mohon lah An, beri lagi aku kesempatan"
Nuno memelas, ia merengek bagaikan anak kecil yang meminta di belikan mainan.
"Udahlah No, lupain aja" Anna masih bersikeras dengan prinsipnya.
"Aku ngantuk nih, mau tidur dulu ya" Anna pun meninggalkan Nuno, ia masuk ke dalam kamar anaknya Pak RT, karna kebetulan anaknya perempuan. sedangkan Nuno, ia hanya bengong tanpa kata, akhirnya ia pun tidur di ruang tamu di atas kursi.
__ADS_1
Keesokan harinya...
"Pak biar aku aja yang masak" pinta Anna kepada tuan rumah.
"Emang gpp??" tanya nya sambil tersenyum.
"Gpp lah, biasanya yang masak kan perempuan, Bapak tunggu aja sana di ruang depan, biar aku yang selesaikan" jelas Anna.
"Makasih ya, udah cantik rajin pula" Pak RT merayu Anna.
"Ah bisa aja si Bapak" jawab Anna tersipu malu.
"Ywd saya ke depan ya" kemudian Pak RT meninggalkan Anna sendiri di dapur.
Anna pun menyelesaikan masaknya, kemudian ia membawanya hasil masakan tersebut ke ruang depan untuk makan sarapan bersama.
"Nih...masakannya dah jadi" Anna mengahampiri mereka dengan hidangan yang telah ia masak.
"Wahhh hangi, aku au matan pap" sahut putri kecilnya Pak RT. ia sudah balita tapi bicaranya masih saja belum jelas.
"Boleh, makan yang banyak ya" jawab Anna sambil membelai rambut si kecil.
"Au au..." si kecil itu sangat lucu dan imut, Anna sangat gemas melihatnya.
"Pak,Pak...ada apa ya??" tanya Nuno sambil tepuk pundaknua Pak RT.
"Huh kamu, bikin kaget aja" jawab Pak RT terkejut.
"Ayo kita makan" ajak Anna.
mereka pun makan dengan lahap.
"Hmmm enak banget masakan kamu An" Pak RT berbicara sambil ngomong sehingga makanan di mulutnya muncrat kemana-mana.
"Hmmm...ia Pak habiskan ya" jawab Anna.
kemudian Nuno berhenti makan, sepertinya ia mulai tidak berserera.
"An, kamu ikut pulang ya sama aku, kita gak bisa lama-lama disini. aku sewa mobil belum di balikin, takutnya di pake sama yang punya" jelas Nuno.
"Ywd kalo kamu mau balik, balik aj..." Anna belum selesai ngomong tapi di potong.
__ADS_1
"Iya, Anna masih betah di sini sama saya, iya kan An???" tanya Pak RT.
"Oh bukan hehehhe, maaf ya Pak, aku masih banyak urusan No" jelas Anna, ia serba salah.
"Tapi Mamah kamu cariin kamu, kasihan dia kesepian" jawab Nuno.
"Ywd salamin aja ya, bilang aja sama mereka kalo lamu ketemu sama aku dan aku baik-baik aja" Anna menolak pulang karna dia mau mencari jati dirinya.
"Tapi kamu mau kemana biar aku anterin dulu" Nuno sangat khawatir kepada Anna, ia menawarkan tumpangan.
"Boleh, setelah aku selesai siap-siap aku ikut sama kamu" jawab Anna.
Anna pun membereskan sisa makanannya dan kemudian mereka bersiap-siap untuk pergi.
"An...nanti kamu main kesini lagi ya" Pak RT meraih tangan Anna yang akan hendak pergi di hadapan Nuno, kemudian ia tersadar dan melepaskannya.
"Hmmm iya" jawab Anna sambil tersenyum.
Anna dan Nuno pun pergi meninggalkan Pak RT dan keira. Mereka memasuki mobil dan Nuno menjalankan mobilnya.
"An, kenapa kamu gak mau pulang?" tanya Nuno.
"Aku mau mencari jati diriku" jawab Anna.
"Lantas mau kemana kamu pergi?" Nuno penasaran.
"Aku belum tau, jalan aja terus, kalo aku sudah tertarik aku turun" jawab Anna.
"Ywd gimana kalo kamu tinggal di saudara aku aja??" tanya Nuno.
"Saudara kamu dimana??laki-laki atau perempuankah???" tanya Anna, sepertinya ia sedikit tertarik.
"Perempuan lah masa laki-laki" jawab Nuno.
"Hmmm...agak jauh sih kalo dari sini, tapi kalo kamu mau aku bisa aku antarkan" lanjut Nuno.
"Ywd aku mau" Anna begitu bersemangat.
"Tapi dia kerepotan gak ya kalo aku sementara tinggal di rumahnya???" lanjut Anna.
"Gak bakalan lah, dia kan tinggal sendiri, dia pasti seneng kalo kamu mau nemenin dia" jawab Nuno.
__ADS_1
♡♡♡♡♡