
Kokom melancarkan aksinya
Tidak terasa waktu sudah berada di pukul 18:00 dimana keadaan luar rumah sudah mulai gelap.
"No, kamu gak usah khawatir ya, aku akan selalu di sampingmu" jelas Kokom sambil memeluk Nuno dari samping yang sedari tadi berkaca-kaca.
"Kalo perlu, sekarang aku sanggup kok jadi pengganti Anna" jelas Kokom.
Perkataan Kokom seolah-olah paling bijak sampai-sampai ia rela menjadi pacarnya, padahal sebelumnya dia tidak pernah mau.
"Makasih ya Kom" jawab Nuno yang masih saja tidak mempercayai apa yang telah ia lihat.
Nuno melepaskan pelukan kokom.
"Oya, besok aku maen lagi kesini ya, sekarang udah sore mau pulang dulu" kata Kokom sambil beranjak pergi meninggalkannya.
◇◇◇◇◇
Keesokan harinya, Kokom hendak pergi ke rumah Rania. tapi sebelum sampai rumahnya, Kokom melihat dan menemukan Anna di sebuah persimpangan jalan,sepertinya Anna menuju rumah Nuno. Kemudian Kokom mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah Rania, ia malah menghampiri Anna dengan tergesa-gesa.
"Heyy...heyy....." teriak kokom sambil melambaikan tangan kepada Anna.
Anna lanjut saja berjalan,sepertinya Anna tidak mendengar teriakan Kokom kepadanya.
Akhirnya Kokom lari sejadi-jadinya menyusul Anna.
"Anna..Anna..." panggil Kokom sambil terengah-engah.
Anna pun menyadari dan ia menengok ke arah yang memanggilnya.
"Heh kamu apa kabar??kemana aja?" tanya Anna.
Kemudian sejenak Anna berfikir ...
"Kok dia bisa hafal ini aku, padahal kan Aku baru ketemu dia setelah aku cantik dan beberapa hari gak ada kabar darinya" gumam Anna.
"Ahh sudahlah gak penting juga" lanjut Anna menggumam.
Kokom sangat ngos-ngosan, ia mengatur nafas hingga ia tenang.
"Kamu sombong amat sekarang, aku sampe cape gini ngejar kamu" kata Kokom yang telah mengalihkan pertanyaan Anna .
"Iiihh siapa yang sombong..kan aku gak denger" jelas Anna.
"Ywd pulang lagi yuk, aku mau maen ke rumah kamu" pinta Kokom.
"Ywd deh" jawab Anna sambil putar arah, balik kanan.
"Tadi kamu mau ke warung ya??" tanya Kokom pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Hmmm" jawab Anna. Dia canggung untuk berterus terang. ia fikir lebih baik diam dan tau sendiri aja daripada harus cerita.
"Aku kangen tau sama kamu" timpal Kokom.
"Masa sih?kemaren kamu kemana?" tanya Anna penasaran.
"Iya...kemaren aku ke luar kota maen di rumah sodara aku" kelas Kokom berbohong.
"akok kamu gak bilang?" tanya Anna.
"Ya...gak penting jg kan??" jawab Kokom yang malah balik tanya.
Mereka berbasa-basi tentang banyak hal hingga tidak terasa sampai juga di rumah Anna, akhirnya mereka masuk dan duduk .
"Pada ke ladang ya?" tanya Kokom.
"Iya seperti biasa" jawab Anna .
Kokom melihat-lihat di sekeliling sudut ruangan rumahnya Anna.
"Banya yang berubah" fikir Kokom.
"Aoookk aoookkk" kucing itu menghampiri mereka, ia menggesekan kepalanya ke kaki Anna.
"Ini kucing yang waktu itu bukan??lucu banget" tanya Kokom. Anna hanya tersenyum saja.
"Baru aja kemaren" jawab Kokom.
"Tadinya aku masih mau di sana, tapi Nuno kangen sama aku katanya" lanjut Kokom memanas-manasi.
"Ohh gitu ya???emang kamu sama Nuno itu sebenernya ada hubungan atau nggak?'tanya Anna.
"Adalah, kan kemaren sore pun aku di jemput ke rumahnya,aku maen di rumahnya hampir tengah malam, nih lihat aja poto kita" jawab Kokom.
Ia berbohong dan ia menyodorkan sebuah photo yang dia buat kemaren sore untuk meyakinkan Anna.
Anna melihat sebuah photo yang sangat mesra, walaupun wajahnya tidak terlalu nampak tapi Anna hafal dengan sosok pria itu, dia benar-benar Nuno. Hati Anna bergetar hebat dan dadanya sangat panas di buatnya, wajahnya sangat merah, semerah buah tomat. Entah harus marah atau malu dia bingung, karna Anna merasa dia adalah perebut laki-laki sahabatnya sendiri. Tapi disisi lain dia merasa kecewa dengan Nuno, ia merasa di bohongi, sedangkan dirinya sudah benar-bebar jatuh cinta pada Nuno. smSeluruh tubuh Anna gemeteran sedangkan Kokom, dia tertawa menyaksikan keberhasilannya.
Anna tetap membisu, dia diam tanpa kata, dia mati kutu, mulutnya benar-benar membungkam dan seperti ada yang mengunci.
"Kamu ko kaya kaget gitu??kenapa?" tanya Kokom.
"Hmmm....enggak a...a aku gpp" jawab Anna terbata-bata.
"Oyaa...ini bener kamu???semalam???" lanjut Anna penasaran. Ia berharap semuanya terjadi tidak seperti itu.
"Iya...aku kan emang udah biasa kaya gitu sama Nuno, bahkan sekarang, aku pun sedang hamil Anaknya Nuno" jelas akokom sambil mengelus-elus perutnya.
Bagaikan peluru yang menikam hati.
__ADS_1
Bbyuaaaarrrrr" hati Anna meletus tak tertolong.
ia betul-betul terkejut mendengar ungkapan Kokom sahabatnya. Ia merasa sangat bodoh, ia mau-maunya jatuh cinta pada kekasih sahabatnya sendiri yang jelas-jelas membuatnya patah hati seperti ini.
"Kenapa aku gak tau???kok bisa-bisanya aku gak tau???padahal dari awal emang sudah nampak mereka begitu dekat. Tapi kenapa aku mau???" Anna geram, ia sangat kesal. ia memaki-maki dirinya sendiri, ia menyalah-nyalahkan dirinya sendiri .
"Dasar bodoh, walaupun aku belum pernah ada yang naksir sebelumnya harusnya aku gak ceroboh, aku gak perlu kaya ikan yang kelaparan, lihat umpan langsung santap, siapa tau umpan itu akhir dari nyawaku dan ternyata bener juga kan?" gumam Anna menyesali dirinya.
"Hey Anna" sapa Kokom.
Anna hanya diam dan tertunduk, kemudian Kokom mengangkat dagu Anna.
"Kamu kenapa sih An??" tanya Kokom sambil menatap bola mata yang indah milik Anna.
"Maafin aku ya...aku gak sengaja, aku baru tau sekarang dan sekarang aku gak mau lagi"jawab Anna.
"Ngomong apasih kamu gak jelas" jawab Kokom.
"Maksudnya...kemarin pas kamu gak ada di rumah,aku pacaran sama Nuno nya kamu. Katanya dia bukan siapa-siapa kamu, makanya ku terima aja cintanya dan mau menjadi kekasihnya" jelas Anna sambil menatap kokom dengan penuh ketulusan.
"Apa???kamu pacaran sama Nuno???ko kamu berani ya sama aku. Kamu tega sama sahabat sendiri" jawab kokom sambil berdiri dengan nada yang tinggi dan kasar, ia pun cemberut dan tidak menoleh Anna.
"Tapi aku kan gak tau, lagian kamu gak pernah cerita kalo laki-laki yang sering kamu ceritain itu adalah Nuno" jelas Anna.
"Tapi harusnya kamu tau lah, aku begitu akrab dengan Nuno,berarti laki-laki yang ku ceritakan adalah dia" timpah Kokom penuh drama.
"Iya ak..aku.. aku salah, aku tidak bisa melawan perasaanku ketika orang yang selama ini aku suka ternyata meyukaiku" jelas Kokom terus terang.
"Pokonya sekarang kamu harus sujud d bawah kakiku kalo kamu mau maaf dari aku !!!!" perintah Kokom.
bagaikan tersambar petir Anna mendengar Permintaan sahabatnya.
"Emang gak ada cara lain?aku gak bakal nemuin lagi nuno kok, aku udah tau sekarang, aku tau aku salah" jelas Anna.
"Lakukan atau aku tidak akan mengampunimu !!!" perintah Kokom keras.
Kokom lakukan semua itu karna ia iri, ia dendam, Johan yang ia suka sekarang berpaling kepada Anna, Nuno yang selalu ia manfaatkan sekarang suka sama Anna, bahkan semua laki-laki yang suka padanya sekarang malah lebih suka kepada Anna dan dalam keadaannya yang sedang hamil itu ia merasa memiliki saingan yang sangat berat.
Kemudian terpaksa Anna pun sujud dan persis mencium kaki Kokom.
"Hmm...mudah juga kamu ku kerjain" gumam Kokom dalam hati sambil tertawa menggelitik kegirangan.
"Udah cukup, aku maafin sekarang dan kamu gak boleh goda lagi Nuno ku !!!" perintah Kokom.
Anna pun kembali, dia masih terkejut atas perlakuan sahabatnya itu, dari dulu dia emang egois, angkuh dan tidak berprikemanusiaan, tapi kali ini akal dan hati nuraninya bahkan bisa hilang hanya karna seorang laki-laki yang jelas Anna sendiri yang menjadi korban.
"Iya aku kan udah bilang, aku gak bakal lagi kenal sama dia" jawab Anna menjelesakan.
♡♡♡♡♡
__ADS_1