
Serba bersama
"Iya aku sudah sabar kok, aku akan lupakan semuanya sebagaimana aku tidak pernah memiliki pengalaman pahit itu" jawab Anna dengan senyuman.
"Laki-laki memang jahat, aku dari semenjak remaja kaya kamu sering banget di sakitin sampe akhirnya aku males mengenal laki-laki" Nindi akhirnya sedikit membuka suara tentang masalalunya.
"Emmmm...emangnya udah pernah nikah belum?? kalo boleh tau umurnya sekarang berapa gitu?" tanya Anna.
"Aku udah 28 tahun, belum pernah hahahah" jawab Nindi sambil terbahak-bahak.
"Aku fikir sebaya, Ywd aku panggil kakak aja gimana??" tanya Anna
"Owh boleh" jawab Nindi singkat.
"Oya...ceritain dong dulu tentang hubungan kakak dengan mantannya ! kok bisa ya nyakitin wanita cantik kaya gini?" goda Anna sambil memainkan rambut panjang milik Nindi.
"Hahahha, makasih loh yah udah jujur kalo aku itu cantik" goda Nindi.
"Hmmm...gak ada alasan laki-laki untuk menyakiti wanita seperti apa" lanjut Nindi sambil menunduk.
"Di sakitin macam mana sih penasaran banget, cerita dong aku gak sabar" jawab Anna menunggu.
"Di bohongin kaya kamu sering, di khianatin pernah bahkan sampai di tinggal nikah juga gak aneh banget" jawab Nindi yang so tegar.
"Kok bisa begitu ya?" tanya Anna tidak percaya.
"Ya serius" jawab Nindi sambil nguap.
"Dih nguap aja" dengan jail Anna memasukan buah pisang yang belum di kupas ke dalam mulut Nindi.
"Hmmm...kamu iseng banget" jawab Nindi setelah mengeluarkan pisang yang ada dalam mulutnya.
"Lagian Kakak nguap gak di tutup hahaha" jawab Anna sambil tertawa.
"Aku ngantuk An" jawab Nindi.
"Ywd tidur yuk" ajak Anna.
"Emang kamu udah ngantuk?" tanya Nindi
"Belum sih, tapi mau maksain tidur aja" jawab Anna.
Tidak terasa waktu memang sudah malam, mereka pun tertidur, mereka tidur satu ranjang.
Anna tidak pernah sungkan-sungkan kepada Nindi, ia sudah menganggapnya sebagai Kakak sendiri.
Pagi harinya...
"Bluuuuukkgg" Nindi melempar guling ke badan Anna.
"Bangun....banguunnn" bisik Nindi tepat dekat lubang telinga Anna.
"Aduuhhh...masih ngantuk nih" jawab Anna sambil melemparkan guling yang menindih tubuhnya.
__ADS_1
"Ayok, mau ikut gak?? aku mau pergi main nih" Nindi berpura-pura.
"Mau kemana Kak???" tanya Anna langsung terbangun kemudian duduk di atas kasur.
"Waduh...bangunnya susah amat, giliran bilang mau pergi main aja, langsung bangun" jawab Nindi.
"Hehehe...yaiyalah aku kan gak mau di tinggalin sendiri di rumah" jelas Anna.
"Gak akan main, hanya belanja aja" jawab Nindi sambil menyiapkan baju ganti.
"Ywd Kakak mandi duluan aja, aku mau tiduran dulu" ucap Anna sambil rebahan lagi.
"Oke...tapi siang dikit biasanya airnya mati" jelas Nindi sambil ngeluyur keluar kamar.
tiba-tiba Anna pun kalang kabut ngejar Nindi, ia berniat untuk mendahului Nindi tapi sayang sekali Nindi masuk kamar mandi leboh awal.
"Kak, buka lago deh Kak...mandinya barengan aja dehh pliiise" pinta Anna sambil gedor-gedor pintu kamar mandi.
"Huwalah...bukannya kamu udah biasa gak mandi" jawab Nindi mengejek.
"Itu dulu, sekarang bukan lagi Kak" jawab Anna di luar kamar mando di depan pintu.
"Dorr..dorr..dorr" sekeras-kerasnya Anna menggedor pintu kamar mandi, dan terus menerus membuat suasana menjadi bising.
"Kak..!! Kak..!!!" Anna terus menerus memanggil, merengek dan menggedor kamar mandi.
"Ayolah Kak buka!!" pinta Anna.
"Makasih ya" pinta Anna, dia sangat dekat sekali dengan Nindi hingga berani mandi bareng.
Setelah itu selesailpah mereka mandi.
"Kak aku lapar, masak bareng lagi yuk" ajak Anna tanpa ragu dan malu-malu.
"Kamu aja sana masakin aku" jawab Nindi yang sedang memakai lipstick, kemudian dengan jailnya lipstick itu ia coleknya dan mencolekannya ke hidung Anna yang mancung itu.
"Hahahha...mirip badut, bagus banget kamu kalo jadi badut" ejek Nindi.
"Iiiiiihh Kak Nindi, jailnya kelewatan deh" Anna cemberut sambil membersihkan hidungnya yang merah karna lipstick.
"Cepetan dong makeup nya, aku dah keroncongan" sahut Anna.
"Yok...yok...ayok" Nindi pun menggiring Anna ke dapur.
Mereka pun akhirnya masak bareng sambil bercanda ria.
Setelah selesai masak mereka pun langsung menyantapnya, Anna ketagihan makan dengan alas sepiring berdua sehingga mereka mengulanginya lagi makan dengan satu alas bersama.
"Sumpah deh....aku suka sama kamu Kak" ucap Anna.
Nindi yang sedari tadi fokus menyantap makan dan mengunyah tiba-tiba terdiam dan menghentikan semuanya.
"Hahahhah" tiba-tiba Nindi tertawa lebar.
__ADS_1
"Loh Kok ketawa???" tanya Anna tidak mengerti.
"Ini serius loh, soalnya Kak Nindi orangnya baik banget, jadi aku nyaman banget tinggal disini mana masakannya juga enak heheheh" ungkap Anna sambil ngunyah yang membuat makanannya blepotan dan muncrat kesana kemari.
"Iiiihhh jorok banget kamu, kalo makan ya makan aja" jawab Nindi yang langsung menyerahkan tissue kepada Anna.
"Heheheheh....iya nih nyuap nya kebanyakan, kebetulan pas lagi pengen ngomong" jelas Anna sambil malu-malu setelah membereskan makanan yang ada di mulutnya.
"Beresin ahh makannya, aku kenyang" Nindi langsung pergi meninggalkan Anna.
Anna pun menghabiskan makannya sendirian.
"Ayok Na, udah siap belum?" tanya Nindi.
"iiiiiii....sabarlah dikit" jawab Anna.
"Cepetan aku tunggu di luar ya" ucap Nindi.
Anna pun tergesa-gesa memberekan piring dan mencuci tangan.
"Yok...berangkat!!" Anna sangat ceria.
"Ada makanan tuh di d bibirnya" Nindi menyodorkan tissue kehadapan Anna.
"Kamu masih muda gitu amat, hmpp" lanjut Nindi sambil menahan tawa.
"Gitu amat gimana sih Ka???" tanya Anna.
"Yang rapi kek, gimana kek. untung kamu cantik" jawab Nindi.
Setelah semuanya selesai, kemudian mereka pun akhirnya pergi ke pusat perbelanjaan.
Setiap Anna melewati warga seperti, anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, para pemuda bahkan kakek-kakek sekalipun 'semuanya tanpa terkeculi', mereka semua melirik Anna dari saat berpapasan sampai menjauhnya, mata mereka terus melirik tanpa berkedip sampai-sampai mereka memutar kepalanya.
"Ihhh disini gitu amat ya tatapan nya, aku jadi malu dan takut, periksain dong Kak apa baju aku terbalik, atau ada yang aneh gitu???" tanya Anna.
"Ahh enggak juga, kan sebelum berangkat sudah aku periksa" jawab Nindi.
Kemudian Anna dan Nindi berpapasan lagi dengan orang-orang, tapi mereka tetapa sama, tak henti-hentinya mereka melirik, sampai mereka benar-benar tak terlihat barulah orang-orang tersebut itu berkedip.
"Kenapa yah Kak?? nanti kalo bertemu orang lagi tapi kita masih di perlakukan begitu Kak Nindi tanya dong sama mereka, kenapa?" ucap Anna.
"Tidak perlu bertanya An, aku tau kenapa mereka begitu" jawab Nindi.
"Kenapa Kak???" tanya Anna penasaran.
"Karna kamu cantik" jawab Nindi.
"Tapi reaksinya gitu amat sih kaya benci" jawab Anna.
"Mereka kagum tapi mereka sungkan untuk bertanya, jadi mereka gak nyapa" ucap Nindi yang langsung menjawab pertanyaan yang belum Anna jelaskan tentang ke anehannya itu.
♡♡♡♡♡
__ADS_1