Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Tewas


__ADS_3

Tewas


Di kediaman Nuno, ia menghampiri rumah Ibu Anna.


"Permisi..." Nuno pun sampai di rumah Ibu Anna.


"Eh Nuno silahkan masuk" ajak Ibunya Anna setelah membukakan pintu.


"Bu...aku kesini mau ngajak Ibu untuk bertemu Anna, sebelumnya kan aku udah janji bakal cari Anna" ucap Nuno setelah ia duduk di dalam rumah.


"Wahh...kamu udah bertemu sama Anna ya?" tanya Ibunya Anna histeris, ia sangat bahagia mendengar kabarnya itu.


"Iya, sebenarnya udah lama, tapi baru sekarang aja aku mau ketemu lagi sama Anna" jelas Nuno.


"Emang sekarang Anna berada dimana?" tanya Ibunya Anna.


"Di rumah Nindi saudara aku Bu" jawab Nuno.


"Mau berangkat jam berapa?? kebetulan Bapak udah berangkat kerja" ucap Ibunya Anna.


"Gak bakal lama kok Bu, sebelum Bapak pulang pasti kita udah pulang duluan" jawab Nuno.


"Yaudah kalo gitu mau siap-siap dulu ya, udah rindu berat nih sama dia" ucap Ibunya Anna sambil pergi.


Setelah persiapan sudah selesai, mereka pun pergi dengan menggunakan mobil Pak Pom-pom.


"Jauh gak nih No?" tanya Ibunya Anna, ia sudah begitu tidak sabar untuk bertemu anaknya.


"Sabar ya Bu, sebentar lagi sampe" jawab Nuno.


Nuno pun membawa mobil sedikit lebih cepat, karna pertanyaan Ibunya Anna baginya adalah isarat kalo dia sudah gak sabar bertemu anaknya. Dengan begitu, mereka pun sampai di depan rumah Nindi dengan lebih cepat.


"Tok tok tok"


"Permisi...."


"Nindi..."


Nuno terus menerus mengetuk pintu dan memanggil empunya rumah, tapi yang dipanggil tidak ada keluar, mereka pub menunggu sejenak diluar. Setelah 30 menit kemudian, Nuno pun bergerak untuk bertanya kepada tetangganya.


"Bu...aku mau tanya ke tetangga dulu ya, siapa tau pada tau Nindi dan Anna kemana" ucap Nuno, ia pun langsung pergi meninggalkan Ibunya Anna dan hendak ke rumah warga setempat.


Nuno pun sampai di rumah tetangga yang dekat dengan rumah Nindi.


"Permisi.." sahut Nuno.

__ADS_1


"Iya, ada perlu apa??" tanya seorang Ibu.


"Saya mau tanya, Nindi sama Anna kemana ya? rumahnya kosong, siapa tau ada yang tau" ucap Nuno.


"Oh ..ada di sel" jawab Ibu-ibu itu.


"Kapan mereka ke sel?" tanya Nuno kaget.


"Saya kurang tau, tapi yang di penjara cuma Nindi aja" jelas Ibu tetangga Nindi.


"Kasus apa ya?" tanya Nuno.


"Pembunuhan" jawab tetangga Nindi itu singkat, Nuno tercengang kaget ia pun meminta alamat dimana Nindi di penjara.


"Bu...kita ke sel dulu ya" pinta Nuno.


"Emang siapa yang di penjara?" tanya Ibu Anna.


"Sodara saya Bu" jawab Nuno.


"Kasus apa?" Ibu Anna mengintrogasi.


"Pembunuhan Bu, kita harus bergegas agar tau semuanya" jelas Nuno, ia pun menghampiri mobilnya, setelah Ibu Anna masuk dalam mobil Nuno pun tancap gas, ia membawa mobil begitu cepat.


"Enggak Bu...hanya Nindi" jelas Nuno.


"Terus Anna kemana?? gimana kalo Anna yang di bunuh??" tanya Ibunya Anna yang mulai gelisah.


"Aduuuuhh iya juga ya, gimana ini" fikir Nuno sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ibu positif thinking aja ya,gak usah berfikir aneh-aneh" ucap Nuno.


"Terus Anna kemana dong kalo di sel sodara kamu hanya sendiri" rintih Ibunya Anna yang mana semakin sini semakin cemas. Nuno pun sangat was-was, ia sedikit menyesal telah menitipkan Anna ke sodaranya. Atau paling tidak, harusnya Nuno cepat-cepat tengokin Anna.


"Sabar ya Bu, apapun yang terjadi mungkin itu yang terbaik" jawab Nuno.


"Kamu enak aja kalo ngomong" gerutu Ibunya Anna sambil lap air matanya yang tidak terasa meleleh di pipinya.


Sebenarnya perkataan itu untuk dirinya sendiri, karna dia telah banyak menyesal. Tapi bibirnya spontan mengucapkan hal itu.


"No gimana kalo Anna mati, saya belum rela..huhuhu" Ibunya Anna menangis kejer yang membuat Nuno sangat panik dan tambah khuatir, ia pun tarik pegal gasnya dan mobil pun berjalan sangat cepat.


"Nunoooo....awaaaaaaaaasss" teriak Ibunya Anna, karna yang mana di depan ada seseorang yang sedang menyebrang. Nuno pun rem mendadak dan ia bawa mobilnya ke samping kanan, alhasil dia nabrak pesepeda motor. Nuno lakukan hal itu karna ia sangat panik sehingga membuatnya gugup gak jelas dalam menjalankan mobilnya.


Untung dia cepat-cepat rem mendadak sehingga kecelakaan itu tidak memakan nyawa, tapi korban mengalami cedera hebat, karna mobil yang Nuno bawa pun hampir hancur dan motor milik korban pun lumayan hancur.

__ADS_1


"No, kamu bikin masalah" ucap Ibunya Anna sambil keluar mobil.


"Harusnya mobilnya di geser ke kiri bukan ke kanan" lanjut ibunya Anna, tapi Nuno hanya mengangguk saja.


Mereka pun mengantarkan korban ke sebuah RS, Nuno memberikan uang untuk biaya pengobatan dan ganti rugi atas segala yang telah ia perbuatnya.


"Dok, kalo sudah sadar tolong berikan ini untuk pasien ya!" pinta Nuno sambil memberikan amplop besar yang di dalamnya terdapat surat juga.


Mereka pun pergi dan melanjutkan perjalanannya dengan lebih tenang dan hati-hati walaupun dalam hatinya berkecambuk dengan kehawatiran, fikirannya berontak penuh pertanyaan yang berusaha ia bawanya positif thinking.


Akhirnya mereka sampailah di tempat tujuan.


"Pak saya mau bertemu pidana yang bernama Nindi" ucap Nuno pada seorang polisi.


"Sebentar saya cek" jawab polisi itu.


Ibunya Anna hanya diam dan berdoa, tubuhnya panas dingin karna ia sangat khuatir kalo anaknya telah mati terbunuh.


"Ohh sodari Nindi sudah tidak ada disini, ia sudah di pindahkan ke RSJ" jawab polisi itu.


"Boleh saya tau kenapa Nindi awalnya masuk sel??" tanya Nuno, ia ingin segera memecahkan kekacauan yang ada di benaknya.


"Dia terpidana karna kasus pembunuhan" jawab polisi itu.


"Membunuh siapa kalo boleh tau?" tanya Nuno penasaran.


"Sandi, ia cemburu kepadanya sehingga membuatnya emosi" jawab polisi itu.


"Boleh saya tau kronologisnya seperti apa??" tanya Nuno.


"Nindi itu sejak lama sudah trauma terhadap laki-laki, kemudian ia bertemu Anna yang sangat cantik dan baik yang membuatnya jatuh cinta, kemudian Anna malah berdekatan dengan Sandi lawan jenis alhasil Nindi membunuh Sandi karna cemburu buta" jelas Pak polisi.


Ibunya Anna dan Nuno pun lega...


"Kalo begitu Anna kemana??" Tanya Ibunya Anna dan Nuno berbarengan.


"Di kabarkan, katanya Anna pergi jauh" jawab Polisi itu.


"Aku gagal untuk memperbaiki hubunganku dengan Anna, bagaimana bisa di perbaiki, untuk menjelaskan saja sudah tidak bisa karna aku harus mencari ulang Anna" fikir Nuno yang begitu kecewa.


"Bu....Anna pergi dari sini entah kemana, mungkin akun harus mencarinya lagi, maafkan aku ya Bu" ucap Nuno dengan wajah murung.


"Gpp No, yang penting dia baik-baik aja, kamu tidak perlu merasa bersalah" jawab Ibunya Anna yang telah merasa lega.


Mereka pun pada akhirnya pulang tanpa hasil, Nuno fikir besok-besok ia akan melihat keadaan Nindi di RSJ karna hari ini sudah hampir sore.

__ADS_1


__ADS_2