Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Pacar


__ADS_3

Pacar


Setelah lukanya selesai di obati, Anna berusaha keras untuk mengerjakan semuanya dengan serius. Ia lebih fokus dan hati-hati.


Sehingga, tidak menunggu berhari-hari, Anna malah bisa menyelesaikan itu semua seharian, kali itu juga.


"Tumben banget Kak Al gak pulang" gumam Anna setelah Ia selesai mengerjakan jahitan bajunya yang terakhir.


"Ini kan udah jam 14:20" gumam Anna setelah melihat jam yang terpasang di dinding.


"Hmmm...pantes aku laper" gumamnya.


Anna pun makan sendiri, setelah selesai ia langsung mengantarkan pekerjaannya yang banyak itu dengan susuah payah.


"Permisi..." Anna memanggil si ibu dengan lantang.


"Iya" empunya rumah membukakan pintu.


"Ini Bu, jahitannya sudah selesai" jawab Anna.


"Oh terimakasih banyak. Mari masuk dulu!" Ajak empunya rumah.


Anna pun masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi yang paling panjang.


"Kemarin bajunya berapa biji ya??" tanya si Ibu.


"98 biji kalo gak salah. Coba Ibu lihat aja di sana aku sudah catat" jawab Anna.


"Cepet sekali kamu. Baru di bawa kemarin sekarang sudah selesai" ucap Empunya rumah.


"Aduh gimana ini, mana belum punya uang" fikir si ibu sambil memeriksa hasil jahitannya.


"Iya Bu, hehehe" jawab Anna sambil tertawa kecil.


"Saya bawa ke dalam ya" Ucap si ibu sambil membawa kantong besar itu ke ruang tengah.


Sedangkan Anna hanya mengangguk.


"Aku harus ngebobol celengan dulu" gumam si ibu.


Ia pun mengambil celengan yang terbuat dari kramik.


"Braaakkk, criiingg" kramik itu seketika hancur setelah di banting si ibu.


"Bu..." panggil Anna dari ruang depan.


Si ibu itu pun segera menghampiri Anna.


"Ada apa Bu?" tanya Anna.


"Gak ada apa-apa kok, hanya gelas kesenggol" si ibu menutup-nutupinya dengan kebohongan.


"Sebentar ya, saya mau beresin dulu. Takut ke injek" lanjut si Ibu sambil tersenyum dan kemudian pergi.


Anna pun membalas senyumnya. Ia tidak mencurigai apapun.


Setelah cukup lama Anna menunggu, empunya rumah pun akhirnya kembali.


"Ini upahnya, terimalah!" ucap si Ibu setelah menghampiri Anna.


"Makasih banyak ya" jawab Anna.


"Ya sama-sama" si Ibu merasa sangat lega setelah ia menyerahkan uang celengannya.


"Aku pulang dulu ya, Bu" Anna pun pamitan dan akhirnya pulang.


"Iya, iya-iya" jawab si Ibu dengan senyuman.

__ADS_1


Anna pun berjalan menjauhi rumah si Ibu.


"Habis ini aku ngapain ya?" fikir Anna.


"Mau ke tempatnya Kak Al tapi...aku malu" gumam Anna.


Selama Anna berfikir ia terus melangkahkan kaki. Sampai tidak terasa ia sudah sampai di rumah Al.


"Haduh...Badmood juga, ya" gumam Anna.


Ia duduk di depan rumah dengan tatapan kosong.


"An.." sapa Al dari dalam rumah.


Sebelumnya Al ngintip di lubang pintu yang tidak tertutup rapat.


"Hah?" Anna terkejut.


"Emm...bukannya tadi pintu udah aku kunci??" kapan Kak Al kesini??" tanya Anna sambil menundukan kepalanya.


"Kunci biasa kamu simpen disana kan?? aku udah sejak tadi di rumah" jawab Al sambil menunjuk ke atas pintu. Tapi sayangnya Anna tidak melirik ke arah yang Al tunjukan.


"Ohh gitu" jawab Anna. Akhir-akhir ini sifat Anna jadi berubah cuek. Ia merasa kaku dan malu.


Malu baginya, karna telah mengungkapkan perasaan kepada Al.


"Iya, kamu udah makan?" tanya Al.


"Tumben dia nanyain aku makan" fikir Anna.


"Udah" Anna masih belum bisa memandangi wajah Al.


"Kamu kenapa sih kaya gitu. Aku kan pacar kamu" jawab Al dengan nada yang serius.


Akhirnya Anna pun berbalik dan memandangi wajah Al sesat. Setelah itu Anna kembali ke posisi Awal.


"An, kamu kenapa?? ada apa??" tanya Al sambil mengernyitkan keningnya.


"An.." sapa Al sambil menaikan dagu Anna.


"Jawablah An!! kalau aku ada salah, aku mau minta maaf" lanjut Al.


"Aku gak apa-apa Kak. Maafin aku yah udah paksa Kakak jadi pacar aku" jawab Anna.


"Kamu gak paksa aku. Aku emang mau kok sama kamu" jawab Al.


"Terus kenapa harus aku duluan" jawab Anna sambil menatap bola mata Al.


"Ya, aku. Aku cuman ke inget masalalu aja" jawab Al.


"Inget mantan??" tebak Anna.


"Iya" jawab Al sambil menundukan kepala, kemudian ia pun mengalihkan pandangan.


"Mantan pacar Kakak mirip sama aku?" tanya Anna.


"Iya mirip. Awalnya aku kira kamu itu dia. Tapi setelah aku fikir-fikir gak mungkin. Soalnya kejadian itu sudah bertahun-tahun" jawab Al.


"Kakak belum move on ya?" tanya Anna.


"Oh enggak. Bukan gitu. Aku cuma mau mastiin aja. Makanya awal-awal aku bener-bener cuek banget" jawab Al.


"Cuek dan mantan apa urusannya?" tanya Anna.


"Biasanya, mantan aku itu kalo di cuekin malah nangis" jawab Al.


"Aneh" gumam Anna.

__ADS_1


"Tapi kamu enggak, berarti perkiraanku salah. Terlebih, sifat dan kebiasaannya pun banyak yang beda. Gak mungkin juga kan umurnya masih 19 jalan" jawab Al.


"Jadi, sebenarnya Kakak nolongin aku tuh gara-gara aku mirip mantan?" tanya Anna.


"Ya gak gitu juga. Aku orangnya peduli kok sama sesama" jawab Al.


"Berarti Kak Al emang gak suka sama aku sejak awal" fikir Anna.


"Tapi kenapa sih aneh banget. Di negri ini kecantikanku biasa aja gak seperti di tempatku. Di sana semua orang terpana sejak pertama kali melihatku" fikir Anna.


"Pacaran sama mantan Kakak berapa lama?" tanya Anna.


"Cuma 1 tahun" jawab Al.


"Terus orang mana?" tanya Al.


"Gak tau. Soalnya, Kakak ingin temui keluarganya pun tidak boleh" jawan Al.


"Gak boleh kenapa?" Anna mengintrogasi.


"Ya, gak tau" jawab Al.


"emang ketemu keluarga buat jenjang yang serius ya?" tanya Anna.


"Iya, sebenarnya dia cinta pertamaku" jawab Al.


"Terus kenapa kandas??" tanya Anna penasaran.


"Kita gak pernah ada yang mengakhiri hubungan itu. Tiba-tiba dia menghilang, tidak tahu kemana" jawab Al.


"Kok bisa begitu?" tanya Anna.


"Ya, aku sudah cari kemana-mana, sampai pada akhirnya aku malah menemukan ide untuk membuat kesenian yang sedang di kerjakan sampai saat ini" jawab Al.


"Kesenian yang sekarang Kak Al buat dan jual-jualin?" tanya Anna.


"Iya" jawab Al singkat.


"Kalo misal dia masih ada, Kakak mau gimana??" tanya Anna.


"Ya, gak gimana-gimana, sih" jawab Anna.


"Mau balikan??" tanya Anna.


"Oh enggak, tapi jika sebelum ketemu dan kenal kamu ya pasti, tentunya" jawab Al sambil tersenyum.


"Terus, kalo sekarang ada kemari?" Anna terus-menerus mengintrogasi seakan-akan dia takut kehilangan Al.


"Ya enggaklah. Ngapain sih kamu" jawab Al.


"Terus sekarang hubungan kita apa, emang?" tanya Anna.


"Pacar" jawab Al dengan senyuman yang meyakinkan.


"Serius Kak?" tanya Anna.


"Kok nanya gitu?? katanya kamu mau Kakak jadi pacar kamu??" tanya Al terheran-heran.


"Kirain mau di ulang Kakak yang nembak aku" jawab Anna sambil tersenyum.


"Ya, sama aja lagi" jawab Al sambil tersenyum.


"Oya Kak, Kakak butuh uang gak?? aku habis nganterin jahitan. Nih uangnya banyak sekali lho" ucap Anna sambil mengeluarkan uang di sakunya.


"Buat kamu aja, buat keperluan kamu. Pekerjaan Kakak juga udah jalan lagi kok berkat kamu" jawab Al.


■■■■■■■■■■■■

__ADS_1


Terimakasih ya udah baca sampai chapter ini. Jangan lupa tinggalkan like, vote, komen dan krisarnya bila perlu. Itu semua sangat membantu dan membuat othor lebih semangat😊


__ADS_2