Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Terkuak


__ADS_3

Terkuak


Mereka pun telah sampai di rumah Nindi, saudaranya Nuno.


"Tok..tok..tok" Nuno mengetuk pintu dengan keras.


"Nin...Nin...Nindi" ia pun memanggil saudaranya dengan sangat lantang.


"Iya???" Nindi pun membukakan pintu.


akhirnya mereka pun masuk.


"Nin...ini Anna, calon istriku" Nuno memperkenalkan Anna kepada saudaranya, dan Anna pun mencubit perut kirinya Nuno.


"Bukan, gausah di denger" jawab Anna sambil tersenyum.


"An..ini saudara aku" akhirnya Anna dan Nindi pun bersalaman.


"Oya Nin, boleh kan Anna tinggal disini dulu sementara waktu?" tanya Nuno to the point.


"Oh, iya silahkan. lagipula aku disini sendiri selalu kesepian" jawab Nindi dengan tersenyum ramah.


"Aku gak bakal bisa lama-lama disini, karna aku bawa mobil orang sudah cukup lama" jelas Nuno.


"Aku titip Anna aja ya" lanjut Nuno.


"Iya...siap" jawab Nindi.


Nuno pun pamitan, kemudian ia pun pergi.


ia menjalankan mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi, karna ia mengejar waktu untuk mengembalikan mobil agar Pak Pom-Pom tidak marah kepadanya, Nuno sangat khawatir kalo mobilnya akan di pake sama Pak Pom-pom.


Dua jam berlalu akhirnya sampailah di rumah Pak pom-pom.


"Permisi..."


"Permisi..."


"Permisi..." panggil Nuno.


Akhirnya empunya rumah keluar menghampiri Nuno dan ia pun mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Pak...Bapak gak kerja gara-gara saya ya?" tanya Nuno yang merasa bersalah.

__ADS_1


"Pak, aku mohon maaf Pak, kali ini aku sewa mobilnya kelamaan sampai bermalam" lanjut Nuno.


"Saya gak jadi beli sapinya pak, tapi di jalan saya nolongin orang dan yang jahatnya itu pemilik sapi langganan saya" Nuno terus saja berbica ia tidak memberi kesempatan ngomong Pak Pom-pom.


"Iya iya saya maafkan, lagipula saya kerjanya libur" jelas Pak Pom-pom.


"Bisa kebetulan juga ya, kalo kemarin Bapak memberi tahu mungkin aku lebih tenang" jawab Nuno.


"Oh emmm, tp gak apa-apa kok sekarang aku udah pulang dan kebetulan bapak libur juga sudah seneng, aku gak bisa lama-lama dan ini bayarannya" lanjut Nuno sambil memberikan amplop ke tangan Pak Pom-pom.


"Mau kemana buru-buru sekali?" tanya Pak Pom-pom.


"Sudah siang pak, saya pulang dulu. terimakasih ya" jawab Nuno.


Nuno pun pergi meninggalkan Pak Pom-pom, ia melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, sungguh melelahkan dan benar-benar melelahkan, akhirnya Nuno berhenti sejenak.


sudah beberapa lama kemudian, Nuno pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.


"Ayo...ayo...arak terus" teriak salah seorang pemuda di dalam satu gerombolan yang berjalan melalui Nuno.


Nuno memutarkan badannya, kemudian ia masuk ke gerombolan itu dan mengikutinya tepat paling belakang. Ia hendak ingin bertanya tapi sangat sulit baginya karna mereka berjalan begitu cepat. Walaupun Nuno sangat kelelahan, tapi ia tetap penasaran tentang apa tujuan dan siapa yang sedang di arak, karna ia sangat kenal dengan warga itu, mereka adalah pemuda satu warga dengannya. Itulah yang ada di benaknya yang membuat ia hendak ingin ketahui.


"Haduh capek sekali, sepertinya mereka akan pergi sangat jauh" gumam Nuno.


"Lebih baik aku pulang saja" gumamnya lagi.


"Hei tunggu, kamu mau kemana buru-buru sekali?" tanya Nuno kepada Jodi.


"Aku mau ngejar Kokom, dia sedang di arak" jawab Johan sambil terengah-engah.


"Udahlah balik lagi aja, mereka berjalan sangat cepat dan kamu tidak akan pernah menyusul mereka" ungkap Nuno.


"Emang kamu lihat?" tanya Jodi.


"Aku sempet mau ikut gerombolan itu karna aku penasaran, tapi aku keburu lelah" jawab Nuno.


"Oya...emang kenapa Kokom di arak??" tanya Nuno penasaran.


"Hmmm ywd, sekarang kita sambil berjalan aja ya, aku mau ke rumah kamu untuk menceritakan semuanya" jawab Jodi.


"Emang ada apasih?" tanya Nuno penasaran.


"Kan aku pernah cerita sama kamu tentang fitnahnya Kokom sama kamu dan Anna, nah..sepertinya, Anna pun di usir ulahnya dia" jelas Jodi.

__ADS_1


Ternyata pengagum rahasianya Anna adalah jodi, ia sangat mengagumi Anna tapi dia sadar diri, padahal dia tidak terlalu buruk, baginya cinta tak harus memiliki.


"Emang kamu sudah punya kabar apalagi?" tanya Nuno.


"Ya, Kokom ketahuan berselingkuh dengan Johan, dan keluarga Raina tidak menerima itu semua, karna bagi mereka Kokom telah melewati batas, ia hamil karna perbuatannya dengan Johan" jelas Jodi.


"Ko bisa sejahat itu?? dia bahkan rela memfitnah aku kepada Anna kalo aku yang telah menghamilinya, benar-benar keterlaluan" jawab Nuno dengan histeris.


"Iya, aku baru tau Kokom sepicik itu, ia ingin menyembunyikan kesalahannya dengan mengusir Anna, kasihan sekali Anna, aku rindu sama dia" ungkap Jodi dengan tatapan kosong.


"Kalo saja kamu gak ngasih tau dari awal, mungkin aku akan menikahi wanita yang sudah si hamili oleh orang lain" jelas Nuno merasa sedikit beruntung.


"Iya, dia benar-benar picik" jawab Jodi.


"Aku yakin, aku sudah pasti menikahinya, bukan karna aku masih suka sama dia, tapi karna aku sedang patah hati karna kepicikan dia sementara dia sendiri yang membuka lembaran lama untuk membuka lagi hatiku yang telah terkubur dalam-dalam" jelas Nuno.


"Coba bayangkan jika rencananya berjalan dengan lancar, sungguh tidak adilnya hidup ini" lanjut Nuno.


"Iya, tapi tuhan berkata lain, ia memang maha adil" jawab Jodi.


"Terimakasih ya sob, karnamu aku jadi bisa membuka mata lebar-lebar" Nuno benar-benar merasa berjasa kepada Jodi, ia salut kepadanya, bisa mencintai tanpa hasrat, menyukai dalam diam, mengagumi dalam hati, mungkin itulah cinta sejatii, kalaupun Anna mau bersamanya aku akan rela membiarkan rasaku tercampur dengan Jodi dan aku akan mengalah, fikir Nuno.


"Ahh...sudah, sudah" jawab Jodi.


"Oya, tapi gimana ceritanya Kokom bisa ketahuan bersama Johan dan hamil anaknya dia??" tanya Nuno.


"Aku gak tau pasti, tapi yang jelas,,,ada salah seorang yang penasaran dengan perutnya dia yang semakin hari semakin besar, kemudian kameranya sempet hilang dan ternyata di curi oleh seseorang itu, dan di dalam sana ada banyak sekali photo-photo mesum dengan Johan" jelas Jodi.


"Siapa seseorang itu?" tanya Nuno penasaran.


"Ia masih seseorang yang menyukai Anna, Namanya fendi, ia sangat keberatan Anna di usir, awalnya dia selalu bertengkar dengan pemuda lain untuk memperebutkan Anna untuk dinikahi, tapi dia lebih berfikir kalo dia lebih baik mencari tau siapa dalang di balik semua ini" jelas Jodi.


"Terus, kebetulan aku sempet ngerumpi sama dia, jadi kita sama-sama mengisi fazzle yang kosong itu dan akhirnya ketemu juga titik temunya,hahahaa" lanjut Jodi sambil terbahak-bahak.


"Kalian hebat sekali, telah memberi pelajaran wanita picik" Nuno sepertinya akhir-akhir ini menjadi sangat tidak menyukai cara Kokom.


"Iya berhasil sih berhasil, kami semua senang mendapatkan jawaban, tapi kami merindukan Anna" jawab Jodi.


Mereka berjalan sambil asik ngobrol, tanpa mereka sadari ternyata sejak tadi meraka sudah sampai di rumah Nuno.


"Anna aman-aman aja, besok-besok aku akan bawa Anna kemari" jawab Nuno penuh keyakinan.


"Emang kamu sudah bertemu dengannya??" tanya Jodi.

__ADS_1


"Iya, sekarang dia ada di rumah saudaraku" jawab Nuno.


♡♡♡♡♡


__ADS_2