
Nyasar
"Siapa itu?? ya ampuuunn...aku takut banget, mana nyamperin...harus gimana ini?" gumam Anna sambil menundukan kepalanya, ia berlaga tidak melihatnya.
Kemudian pemuda itu terus mendekat dan menghampiri Anna.
"Ehh ada cewe cantik, mau kemana nih?" tanya pemuda itu dengan sangat ramah dan senyumnya menghiasi bibirnya.
Dari jauh pemuda itu nampak menakutkan dengan penampilannya sehingga Anna terkesima dan ingin lari karna ketakutan. Akan tetapi, setelah mendekat pemuda itu memiliki aura yang sangat baik sehingga membuat ketakutan Anna kini menghilang.
"Tapi kayanya ini orang baik deh" fikir Anna yanh mulai memberanikan diri untuk melirik pemuda itu.
"Emmm anu, itu....aku, aku mau ngejar seseorang yang bernama Alvino bachdim, sepertinya dia mau mengantarkan pesanan, tadinya aku mau ikut tapi keburu jauh" jawab Anna.
"Terus sekarang kamu mau ngapain disini?? apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pemuda itu sambil menatap Anna tanpa berkedip.
"Kalo boleh, aku mau di antarkan ke tempat tujuan dimana Al mengantarkan pesanannya" pinta Anna.
"Ya ampun, mana aku tau" jawab si pemuda itu.
"Ya sudah, berarti aku gak membutuhkan bantuan kamu, aku bakal menunggu aja disini. Paling.. gak lama juga dia kembali, soalnya udah lama aku nunggu" jawab Anna panjang lebar, ia tidak meminta di antarkan ke rumah Al karna ia sedang waspada, ia tau pemuda itu baik, tapi ia jaga-jaga. Khawatirnya pemuda itu culik Anna jika dia tidak tau jalan pulang atau tidak tau lokasi sekitar sana. Kali ini Anna sudah cukup banyak belajar dan sudah bisa berwaspada atas dirinya sendiri.
"Apa gak mau saya antar kembali aja?" tanya pemuda itu.
"Ohh tidak perlu, terimakasih banyak, aku tau jalan pulang" jawab Anna berbohong, ia kemudian memamerkan senyumannya.
"Emang kamu siapanya Al?" tanya pemuda itu, sepertinya ia tidak akan segera pergi, terlebih ia ingin menemai Anna sambil mengintrogasi dan berkenalan.
"Aku...aku orang yang dia selamatkan" jawab Anna.
"Emang kamu kenapa?" tanya Pemuda itu.
"Aku banyak sekali kena masalah dan dia selalu menyelatkan ku, dia itu hebat walaupun dia tidak selalu ada di sampingku, tapi jika ada kejahatan atau apapun yang akan menimpa ku ia pasti selalu datang membantu" jawab Anna, ia merasa jengkel kepada pemuda itu yang malah berdiam di situ, padahal Anna berharap dia pergi ketika Anna tidak membutuhkannya. Karna, Anna selalu di hantui oleh rasa takut, orang yang selalu dekat dengannya aja membuatnya hancur, dan orang yang penampilannya rapi aja membuatnya terkejut, apalagi orang yang sudah memperlihatkan karakternya dari luar, Anna sangat ketakutan walaupun ia bisa menyembunyikannya. Sehingga pada akhirnya ia berbohong dan mengarang cerita agar pemuda itu tidak macam-macam kepadanya karna Anna itu di lindungi oleh Al yang di anggapnya hebat dalam cerita buatannya.
"Ohh gitu ya?" tanya pemuda itu dan Anna pun mengangguk pelan kemudian membuang muka.
"Yaudah...kalo gitu kita kenalan aja" pemuda itu mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Hah?" Anna terkejut. Ia fikir dengan berbohong pemuda itu akan pergi meninggalkannya dan tidak akan mengganggunya, ternyata dugaannya salah.
"Nama kamu siapa?" tanya pemuda itu dengan senyuman.
"A..aku..aku Anna" jawab Anna gugup, ia pun menyalami pemuda itu dan kemudian langsung melepaskannya.
"Anna..hmm" ucap pemuda itu sambil mengamati wajah Anna yang membuang muka.
"Kamu...kamu emangnya gak ada keperluan lain gitu?" tanya Anna kemudian.
"Emang kenapa kalo aku disini? takut? haa" tanya pemuda itu sambil tertawa.
"Ihh kok dia bisa tau perasaan aku sih, malah ketawa, lagi. ya ampuuuunnn makin takut" fikir Anna yang berusaha menyembunyikan metakutannya sebisa mungkin.
"Oh, enggak. Siapa juga yang takut" jawab Anna memberanikan diri.
"Aku mau jagain kamu disini. Boleh kan?" tanya pemuda itu.
"Boleh kalo kamu sanggup" jawab Anna yang mulai sedikit positif thinking.
"AAAAAAALLLL..." teriak pemuda itu.
Seseorang yang di panggil Anna pun akhirnya mendekat.
"Hey kamu lagi ngapain?" tanya pemuda yang baru menghampiri mereka.
"Aku lagi jagain Anna" jawab pemuda bertato sambil memegang pundak Anna.
"Ihh ngapain sih, lepasin" pinta Anna sambil menggoyang-goyangkan pundaknya agar tangan pemuda itu terlepas dari pundaknya.
Bagi Anna, menurut penilaiannya..pemuda yang di panggil Al itu sama seremnya dengan pemuda bertato itu. Dan semua itu membuat Anna menjadi bertambah takut. Para pemuda itu pun berbisik-bisik.
"Aduuuuhhh....gimana ini? masa dua lawan satu?" mental Anna ciut dan meringis, ia kembali ketakutan, kali ini ketakutannya meningkat menjadi 2x lipat.
"An...kita kan udah lama nih nunggu disini, giamana kalo di rumah temen aku aja nunggu Al nya, nanti aku bakal anterin pulang kok, soalnya Al pasti lama banget, kamu juga pasti laper. Ini kan udah saatnya makan siang" bujuk pemuda bertato setelah mereka membuat Anna berasumsi buruk atas tindakannya.
"Oh silahkan kalian duluan aja, aku mau disini aja, lagian aku belum laper" jawab Anna tegas.
__ADS_1
"Kukuruyuk" perut Anna tidak bisa kompak dan tidak bisa ikutan berbohong. Karna cacing-cacing di perutnya sudah meminta jatah. Ekspresinya pun berubah menjadi aneh, Antara malu dan so kuat.
"Nah....bener kan? tuh perut dah laper" ucap pemuda bertato.
Anna hanya tersenyum, ia malu sudah berbohong.
"Ywd ayo kita ke rumah temanku ini" ajak pemuda itu sambil menarik tangan Anna untuk pergi.
"Aduuuhhh gimana ini?? semoga aja mereka pada baik deh. Aku harus tetap positif thinking" gumam Anna.
Mereka pun akhirnya pergi dan menyusuri jalan. Sampai akhirnya sampailah di suatu rumah.
"An...kamu bisa masak gak?" tanya pemuda pemilik rumah.
"Hmmm...sebisanya aja" jawb Anna.
Mereka pun masak bareng-bareng. Setelah selesai, mereka langsung melanjutkan untuk makan.
"Kamu gak usah takut, sementara kamu disini aja dulu" jawab pemuda bertato itu.
"Hah?" Anna tercengang.
"Iyaaa...tadi aku berpapasan sama Al, dia nitipin kamu ke aku" jawab pemuda bertato itu.
Anna masih saja bingung, ia masih belum percaya sehingga ia masih takut. Anna khawatir, pemuda itu perkataannya di buat-buat.
Kali ini Anna tidak mudah percaya sama orang, karna ia sudah mengalami beberapa hal yang membuatnya trauma.
"Bagaimana ini? aku jadi terjebak disini, apa aku harus percaya sama dia? Ah aku akan kabur aja pas mereka lagi lengah" fikir Anna.
"An...kamu dari mana bisa sampe ke sini dan bertemu sama Al?" tanya pemilik rumah.
"Emmm..aku berlayar malam-malam dan kecelakaan laut, karna kebetulan tengah malamnya ada angin badai terus aku gak sadarkan diri, tau-taunya aku udah ada disini dan di rawat oleh Al" jawab Anna.
"Apa Al ngapa-ngapain kamu?" tanya pemuda itu.
"Ngapa-ngapain gimana maksudnya?" tanya Anna sedikit tersentak.
__ADS_1
"Ya...biasalah, kan cewek sama cowok serumah masa gak ngapa-ngapain. Haha kalo aku jadi Al sih gak mungkin di biarin begitu aja" jelas pemuda itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Anna menjadi salah tingkah, wajahnya memerah karna memendam rasa marah, ingin sekali Anna menamparnya tapi ia berfikir, Anna harus bisa lebih jaga sikap terlebih di tempat orang lain dan ia juga sudah memiliki banyak pengalaman buruk. Anna semakin merasa takut setelah di tertawakan seperti itu. Apalagi kedua pemuda itu terus memandangnya dengan wajah yang menurut Anna mencurigakan.