
Kehawatiran Anna
Anna dan Nindi, mereka semakin hari semakin akrab. Dan dia tidak mau ubahnya kebiasaan mereka yang selalu bersama, yang dari mulai tidur sekasur, makan sepiring berdua bahkan mandi pun sekamar mandi. Ini adalah kesan dan pengalaman pertama bagi Anna, bahkan kali ini mereka pun selalu memakai baju samaan.
"An...kamu pake baju ini kayaknya lucu deh" Nindi memperlihatkan baju yang sedang ia pilihnya.
"Ayok di obral-obral" teriak pedagang yang berada di sampingnya sambil menatap Anna.
"Serius nih bagus?" tanya Anna meyakinkan.
"Iya bagus baget, silahkan beli 2 diskon 30%" pedagang malah ikut menjawab.
"Ywd Kak Nindi juga beli samaan lagi yah...mumpung lagi diskon" pinta Anna.
"Ok..okk...tapi ngomong-ngomong, emang aku masih ok kalo pake baju kaya gini?" tanya Nindi.
"Ya okelah, orang masih 28 belum 50, hahahahah" jawab Anna sambil terbahak-bahak.
"Iya deh samaan boleh" jawab Nindi akhirnya.
Mereka sangat happy kemana-mana berdua, saling membutuhkan satu sama lain karna hati mereka sedang sama-sama kosong.
Mereka pun pulang ke rumah dengan belanjaan yang lumayan banyak.
Sesampainya di depan rumah...
"Hey cewek" sapa seorang pemuda.
"Siapa??" tanya Nindi.
"Bukan ke kamu, ke temen kamu tuh yang cantik itu" jawab pemuda itu sambil memandangi Anna yang ia sendiri tidak sadar sedang di pandang. Kemudian Anna pun menoleh ke arah Nindi, ia melihat wajah Nindi sangat merah merona, seperti ada kekesalan dalam dirinya.
"Ada apa sih Kak?" tanya Anna.
"Gak apa-apa" jawab Nindi sambil menundukan kepalanya.
"Hmmm...oya, sebenernya ada aku yang mau kenalan" pemuda itu mengulurkan tangan sambil tersenyum manis.
"Oh...hmmmm aku??" tanya Anna.
"Iya, nama kamu siapa?? aku Sandi" jawab Sandi sambil tetap mengulurkan tangannya.
"Aku Anna dan ini Kakak angkatku, namanya Nindi" jawab Anna sambil meraih tangannya Sandi dan mereka pun bersalaman, tidak lupa tangan kirinya Anna menunjukan ke arah Nindi.
__ADS_1
"Kak...ada yang mau kenal Kakak" bisik Anna sambil menghampiri Nindi yang masih saja menunduk dan sedikit berwajah asam.
"Aku boleh mampir gak?? biar bisa ngobrol gitu?" tanya Sandi.
"Kak boleh gak?" tanya Anna, tapi yang di tanya malah ngeluyur pergi dan masuk ke dalam rumah.
"Yaudahlah aku di luar aja, aku kan mau kenalannya sama kamu" jawab Sandi.
"Tapi aku gak bisa, aku harus mastiin Kak Nindi baik-baik aja" Anna hendak pergi tapi Sandi meraih tangannya dan menahannya untuk pergi.
"Gak apa-apa, dia hanya ke GRan" jawab Sandi dengan bangganya.
Anna terkejut..."Kenapa bisa begitu?" fikir Anna.
"Jadi gini, tadi aku nyapa kamu, tapi kamu gak denger, malah dia yang jawab. Udah gitu dia nanya terus aku jelasin aja, ehh dia malah marah gitu" jelas Sandi penuh keyakinan.
"Dia fikir aku mau ke dia, padahal aku mau ke kamu" lanjut Sandi.
"Kalo gitu aku gak bisa, aku harus masuk" jawab Anna. Anna sama sekali tidak ingin Nindi sakit hati karenanya, ia lebih baik mengalah apalagi tentang laki-laki, konyol baginya jika harus bermusuhan karna memperebutkan laki-laki.
"An...gak masalah, biarin aja...hal kaya gitu udah biasa kan??masa kamu harus ngorbanin aku demi dia?? lagipula aku maunya sama kamu" jelas Sandi penuh percaya diri.
"Iiihh....tapi aku kan gak mau sama kamu, bodo amat kalo kamu gak suka sama Kak Nindi, karna itu urusan kamu" fikir Anna.
"Duh udah mau sore nih, kamu pulang gih" Anna spontan berkata begitu karna laki-laki itu sudah tidak bisa di kasih kode atau bahkan tidak mengerti dengan kata-kata halus sekali pun.
"Kamu ngusir aku ya??" tanya Sandi.
"Haduh repot juga kaya gini" gumam Anna.
"Hmmm...bukan gitu, aku lagi banyak kerjaan" jawab Anna beralasan.
"Dari tadi enggak, kok sekarang tiba-tiba banyak kerjaan?" tanya Sandi yang mulai menyebalkan.
"Ywd deh terserah kamu, aku udah lama banget ngobrol sama kamu, ngertiin maunya kamu, hargain kamu dan sekarang saatnya kamu harus ngertiin aku, kamu pulang gih sana, aku laper" jelas Anna panjang lebar.
"Banyak amat alasannya, tadi banyak kerjaan, sekarang laper" gerutu Sandi.
"Ywd kita makan di luar yuk" ajak Sandi kemudian.
"Ya ampuuuunn....aku udah mau istirahat, ngobrolnya kelamaan, bisa gak sih lanjut besok aja??" tanya Anna yang mulai jengkel.
"Okk...janji ya, janji besok kamu mau jalan sama aku" Sandi memberikan jari kelingkingnya untuk meminta persetujuan.
__ADS_1
"Aku gak janji jalan, aku masuk dulu" jawab Anna sambil ngeluyur pergi masuk ke dalam rumah.
"Dasar cewek" jawab Sandi sambil tersenyum.
Di dalam rumah Anna mencari Nindi dan ia pun mendapatkannya di tempat tidur. Nindi sedang tergeletak tidur.
"Gruwuuukkkk...gruwuuukkk" perut Anna gak sabar meminta jatah, ia sudah benar-benar keroncongan, ia pun langsung bergegas ke dapur untuk mencari santapan. Rupanya di dapur tidak ada makanan yang sudah di masak, alhasil Anna di tuntut untuk memasak.
"Hmm...aku harus masak banyak, Kak Nindi pasti belum makan" gumam Anna.
Ia pun memasak dengan sebisanya dan setelah selesai masak, ia bawa masakan itu ke kamar dan ia dekatkan dengan hidung milik Nindi.
"Kak....makan yuk" ajak Anna.
"Kak...bangun Kak, udah mau sore, makan dulu yuk" ajak Anna sambil menggoyangg-goyangkan badan Nindi.
"Apasih??" Nindi terbangun sambil menggeliat.
"Ayok bangun makan" Anna terus mengajak Nindi.
"Ayok bangun, biar sekalian aku jelaskan kejadian tadi" jelas Anna sambil menarik tangan Nindi yang hendak ia bawanya duduk.
Nindi pun terbangun dengan mata sembab.
"Makan di ruang depan yuk" Ajak Anna.
Kemudian mereka pun berjalan ke ruang tengah dan duduk.
"Yuk Kak makan, Kakak mau cuci muka dulu gak?" tanya Anna.
"Iya, kamu makan duluan aja, aku mau mandi dulu" jelas Nindi sambil pergi tak seperti biasanya.
"Kak Nindi kenapa sih kaya marah banget sama aku?" gumam Anna. Ia pun makan dengan di selimuti rasa heran.
"Kayanya dia mulai membuka hati lagi, mulai timbul rasa lagi dan aku orang yang telah menghancurkannya" fikir Anna yang penuh tanya.
"Kasian banget ya, lagian si Sandi gak berprasaan banget, kasian kan Kak Nindi tersinggung banget, huh dasar so ketampanan" gerutu Anna.
Ia terus memaki-maki sandi yang jelas-jelas tidak ada di sana.
"Uhuk uhuk uhuk" Anna pun tersendak.
♡♡♡♡♡
__ADS_1