Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Bermalam di rumah RT


__ADS_3

Bermalam di rumah RT


Anna keluar kamar, ia menghampiri pussy kemudian menggendong kucing kesayangannya itu.


"Terimakasih untuk semuanya yang sudah selamatkan aku" ungkap Anna kepada Nuno dan Pak RT yang tepat berada di hadapannya.


"Ya sama-sama" jawab Nuno dan Pak RT berbarengan, mereka pun saling lirik.


"Hmm...kompak juga" timpal Anna.


"Ywd, mendingan sekarang tidur di rumah saya aja yuk" ajak Pak RT.


"Ayok cepat-cepat!! saya baru ingat, saya meninggalkan anak saya di rumah sendirian, ternyata bukan meninggalkan makan yang membuat saya gak tenang" lanjutnya.


"Aduh iya Pak, ayo Na kita harus lari..kasian anak Pak Rt sendirian" jawab Nuno.


Anna pun menurutinya, ia mengikuti mereka dari belakang.


"Ayo Na cepet!!!" ajak Nuno sambil menunggu Anna, sedangkan Pak RT, ia nyelonong saja berjalan dengan cepat, sendirian.


Sesampainya di rumah...


"Syukurlah..." Pak RT menarik nafas lega karna anaknya masih tertidur lelap. kemudian ia tersadar kepada Anna dan Nuno.


"Si kampret tertinggal dimana??? enak bener malem-malem dua-duan" gerutunya.


ia menyiapkan kata-kata untuk mengungkapkan kekesalannya karna cemburu.


"Pak..kenapa melamun?" tanya Nuno sambil menepuk pundak Pak RT yang mana membuat Pak Rt tersentak kaget sehingga ia berhenti dari lamunannya.


"Hidih kamu baru dateng, saya jalan sendirian kamu enak-enakan aja gelap-gelapan berdua, kamu habis mesum ya lama sekali" Pak RT spontan saja berkata tanpa terkontrol.


"Pak...Bapak jangan suuzon gitu sama Anna, dia bukan cewe murahan loh Pak, hati-hati kalo bicara" jawab Nuno.


Pak RT memegangi mulutnya, ia merasa sangat malu berbicara seperti itu di depan Anna.


"Iya Pak, Nuno betul sekali" timpal Anna sambil tersenyum.


"Iya deh maaf, saya keceplosan. ywd ayok masuk !!" ajak Pak RT.


Mereka pun masuk mengiringi Pak RT, sedangkan Nuno ia langsung pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.


"An...gimana sudah ada jawaban belum?" tanya Pak RT sambil menghampiri Anna.

__ADS_1


"Jawaban apa ya Pak??" tanya Anna terheran-heran.


"Selama ini saya masih menunggu kamu loh, masih berharap sama kamu" jelas Pak RT.


"Ohh...aku kan udah punya pacar" jawab Anna ngarang.


"Siapa?" tanya Pak RT penasaran.


"Nuno" jawab Anna singkat, ia sengaja menyebut Nuno sebagai ide yang paling aman. Sedangkan Nuno yang baru saja keluar dari kamar mandi pun langsung kaget dan tercengang .


"Aku? kenapa?" tanya Nuno.


"Apa benar kamu pacarnya Anna??" tanya Pak RT memastikan.


"Hmm iya" jawab Nuno berseri-seri, ia sangat bahagia karna Anna sudah mau kembali dengannya.


"Dari kapan?? kenapa kamu nikung saya??" tanya Pak RT.


"Udah lama, sebelum Anna ke kampung sini, yah kan Na?" tanya Nuno dengan senyum yang sangat lebar, Nuno sangat bahagia akan pengakuan Anna, sedangkan Pak RT ia sangat kesal di buatnya, ia sudah berjuang menyelamatkan Anna dan rela meninggalkan anak balitanya demi memperjuangkan cintanya, tapi hasilnya sia-sia.


"Na, jawab dong" Nuno ingin pengakuan yang jelas dari Anna.


"Hmmm" jawab Anna.


"Sorry ya No, aku bohongin kamu..aku gak mau balik ke masalalu, apapun alasannya, walaupun perasanku masih ada, tapi aku sudah berusaha membuang itu semua jauh-jauh, karna aku sudah cukup kecewa" gumam Anna sambil menatap Nuno.


"An...makasih ya kamu sudah mau nerima aku lagi" Nuno genggam tangan Anna namun dilepaskannya.


"Apasih kamu, jangan GR dulu dong" Anna menjawab dengan sedikit kecut.


"Kok gitu sih An??" tanya Nuno yang mulai tidak mengerti.


"Sampai kapanpun aku gak mau balikan sama kamu, kamu sudah cukup buatku kecewa, kamu sendiri yang telah membuat perarasaanku hilang" jelas Anna.


"An kamu belum tau semuanya, kita di fitnah An" jawab Nuno.


"Di fitnah sama siapa?" tanya Anna.


"Kokom" jawab Nuno singkat.


"Apa tujuan dia fitnah? dia kan sahabat aku" jelas Anna.


"Pokonya ceritanya panjang, kamu harus denger semuanya sekarang" jawab Nuno.

__ADS_1


"Kamu tau dari siapa Kokom fitnah kita, apa ada yang memberitahumu??" tanya Anna.


"Ada, aku tau dari pengagum rahasia mu" jawab Nuno.


"Siapa?" tanya Anna penasaran


"Namanya saja pengagum rahasia, jadi aku harus merahasiahkannya" jawab Nuno.


"kamu dengerin aja ya, biar aku jelaskan sekarang, misi dan piciknya sahabtmu itu" lanjut Nuno.


"Baik..aku akan mendengarkan" jawab Anna.


"setelah kamu pergi, semua pemuda di kampung mencarimu, tapi ada juga yang saling menyalahkan. tapi ada salah seorang yang berfikir, kalo itu tidak masuk akal" jelas Nuno.


"Lantas?? apa yang terjadi setelah itu?" tanya Anna.


"Saat itu aku sama sekali tidak mengetahui kamu pergi, aku justru sangat marah sama kamu, karna kamu sudah berkhianat dengan johan" lanjut Nuno.


"Berkhianat dengan Johan?maksudnya gimana sih??" Anna mulai kebingungan.


"Iya kamu bermesraan dengan johan kan???aku marah sekali setelah Kokom memperlihatkan selembar photo kamu dengan Johan, kemudian tiba-tiba saja ada pengagum rahasiamu datang kerumahku, ia menceritakan semuanya, ia selalu memata-matai Kokom, ia mencurigai Kokom yang selalu mengintai rumah kamu, karna pengagum rahasiamu bilang tiada hari tanpa melewatkan memperhatikanmu dari jauh, sungguh buatku dilema sih mendengar pengakuannya, antara cemburu dan benci sama kamu kala itu" kata Nuno. Anna hampir saja memotong pembicaraan Nuno, tapi ia langsung menutup mulut Anna dengan sigap tapi lembut.


"Kamu gak boleh memotong ceritaku, nanti aku lupa sudah sampe mana" ungkap Nuno yang kadang-kadang dia jadi pelupa.


"Ya lanjutin aja ceritanya, aku gak bakal ngomong lagi" jelas Anna.


"Jadi, Kokom itu sengaja memfitnah aku dan kamu seolah-olah berkhianat, apa kamu di tunjukan photoku yang sangat mesra oleh Kokom??" tanya Nuno sambil menatap Anna.


Bebarapa lama kemudian Nuno menunggu jawaban Anna tapi Anna hanya diam membisu, ia sangat cuek, Anna hanya berkedip berkedip dan berkedip tanpa sepatah kata pun.


"Na...aku nunggu jawaban kamu, ini harus di jawab dan kamu harus ngomong" jelas Nuno gerang.


"Katanya gak boleh ngomong" jawab Anna cuek.


"Tapi tadi pertanyaan, kamu gak boleh ngomong kalo aku lagi jelasin, kalo aku bertanya kamu harus ngomong karna kamu harus jawab pertanyaanku" jelas Nuno sambil mencubit hidung Anna yang mancung itu, kemudian Anna melepaskan cubitannya lalu tersenyum.


"Iya, Kokom kasih lihat aku photonya bersama kamu, pokonya mesra banget, katanya kamu sudah biasa sering begitu sampai dia hamil" jelas Anna.


"Yaampun serius kamu?" tanya Nuno histeris.


"Kamu kaget ya kartunya kebongkar" jawab Anna sambil tersenyum kecut.


"Anna, aku kaget bukan karna kartu kebongkar, tapi aku kaget karna bisa-bisanya Kokom sejahat itu untuk memisahkan kita" jelas Nuno.

__ADS_1


"Alaaahh kamu" Anna gak mempercayai Nuno.


♡♡♡♡♡


__ADS_2