Kecantikanku Mengubah Takdirku

Kecantikanku Mengubah Takdirku
Hati anna terkunci


__ADS_3

Hati anna terkunci


Anna sedang bersantai di ruang tengah dengan seorang Nenek. tiba-tiba...


"Permisi Nek...tok..tok..tok.."


tanpa disuruh Anna pun pergi untuk membukakan pintu, karna ia sadar Nenek lagi duduk dengan posisi yang nyaman, kasihan jika Nenek yanh membukanya.


"Iya ada perlu apa?" tanya Anna.


"Hmmm...adu...ehh..anu, ada Neneknya gak?" tanya pemuda itu terbata-bata, ia salah tingkah setelah melihat wajah Anna yang kecantikannya tidak bisa di gambarkan.


"Ada, ada perlu apa nanti aku sampaikan" jelas Anna.


"Boleh aku masuk?" pinta pemuda itu.


"Sebentar ya, aku izin dulu" jawab Anna sambil pergi meninggalkan pemuda itu.


"Ya tuhaaaannnnn, bener kata puri,ternyata di rumah Zino ada wanita cantik, harus di embat nih" gumam pemuda itu.


tidak lama kemudian Anna kembali menghampiri pemuda itu.


"Silahkan masuk" jawab Anna.


mereka pun masuk dan menghampiri Nenek, sedangkan Anna membawakannya segelas air putih.


"Nek gimana sehat?" tanya pemuda itu.


"Sehat Roman, ada keperluan apa sama Nenek?" tanya Nenek yang tidak mau basa-basi.


Ternyata nama pemuda itu Roman, ia adalah laki-laki yang berhasrat tinggi, ia memiliki proyek sapi yang sangat besar dan memiliki cabang dimana-mana, bahkan sudah memiliki banyak pelanggan.


"Gmmm Zino ada?" tanya roman, lagi-lagi ia basa-basi,,karna Roman kerumah si Nenek memang tidak ada yang penting, ia hanya ingin bertemu dengan Anna dan berkenalan dengannya.


"Baru pergi" jawab Nenek singkat.


"Nek wanita itu siapa?" tanya Roman berbisik ke telinga Nenek.


"Dia Anna" jawab Nenek dengan lantang seolah tidak tau kode rahasia.


"Ngapain nanyain aku" gumam Anna sambil pura-pura sibuk potongin kuku.


"Syut..pelan aja Nek, siapanya Zino??" tanya Roman mengintrogasi.


"Sekarang bukan siapa-siapanya, besok bisa jadi istrinya" jelas Nenek.


"Boleh gak aku ajak maen?" tanya Roman.


"Gaboleh, Anna lagi temenin Nenek" jelas Nenek.


"Yah Nenek, sebentaaaar aja, nanti aku beliin yang Nenek mau" rayu Roman.


"Ahh maksa kamu, terserah deh tapi jangan lama-lama, yang terpenting Anna nya mau jalan sama kamu" jelas Nenek.


Roman pun mencium jemari tangan nenek.


"Makasih yah Nek" jawab Roman.


kemudian Roman mendekati Anna


"Anna .." sapa Roman dengan lembut.


"Apa?" jawab Anna dengan cueknya.


"Jalan yuk !!" ajak Roman

__ADS_1


"Gamau ahh" jawab Anna menolak.


"Emang kamu gak bosan di rumah terus?" tanya Roman


"Ahh enggak juga tuh" jawab Anna


"Mending kita keluar yu, belanja, masa numpang terus, kan kasian nenek juga" rayu Roman.


Anna berfikir sejenak.


"Hmm iya juga sih, lagipula stok makanan sudah pada mau habis"gumam Anna.


"Yaudah ayo, tapi aku siap-siap dulu ya" pinta Anna sambil pergi meninggalkannya.


"Ok cantik" jawab Roman kegirangan.


"Makasih ya nek"sahut Roman sekali lagi.


"Iya...tapi jangan lama-lama" jawab Nenek.


tidak lama kemudian Anna pun kembali.


"Ayo, aku sudah siap" ajak Anna.


"Nek, aku pergi dulu ya...sebentar ko" sahut Anna meminta izin kepada Menek.


"Iya boleh Cu" jawab Nenek.


Mereka pun pergi meninggalkan Nenek. Setelah sampai di luar rumah di dapati sosok Puri yang tengah lari menjauh dari depan rumah Zino atau Neneknya.


"Siapa sih??" tanya Anna spontan.


"itu puri" jwab Roman.


"Nanti aku akan menjelaskan sesuatu sama kamu" jelas Roman.


"Oya...kerumah aku dulu yuk, kita pergi pake sepeda aja, soalnya kalo jalan kaki jauh kamu bakal kecapean" jelas Roman.


"Ywd terserah kamu aja, aku mau nunggu disini aja" pinta Anna.


Tanpa sepatah kata dan bahkan basa-basi Roman pun meninggalkan Anna.


"Siapa ya wanita tadi?kok kaya kaget gitu lihat kita keluar rumah, apa jangan-jangan dia pengintai?" fikir Anna berburuk sangka.


Lamunan Anna terhenti ketika Roman tiba-tiba ada di hadapannya dengan sepedanya.


"Dooorrr" Roman mengejutkan Anna dan dia pun sangat terkejut.


"Kamu datang kaya hantu, bikin kaget aja" ucap Anna sambil ngos ngosan, ia pun mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.


Kemudian Anna pun pergi berboncengan dengan Roman dan sepedanya.


"Oya...aku mau ngasih tau sama kamu, wanita tadi itu Puri, dia yang ngasih tau kalo di rumah Zino ada kamu" jelas Roman sambil mengayunkan sepedanya.


"Emangnya kenapa dia ngasih tau kamu?" tanya Anna penasaran.


"Zino itu kekasih hatinya, dia cemburu sama kamu, makanya nyuruh aku ke rumah Zino buat deketin kamu" ungkap Zino.


"Terus kamu nurut?" tanya Anna.


"Oaiyalah...orang aku lagi butuh gebetan, hehehehhehe" jawab Roman sambiltertawa riang.


"Ehh oya, kamu jangan tinggal di rumah Zino dong kasihan Puri, kamu tinggal di tempat aku aja, aku punya rumah kosong loh,,,kemaren aku kontrakin, tapi sekarang yang ngontrak mau pindah, jadi kamu isi aja,mau ya...sayangkan,rumah di kosongin" jelas Roman, padahal kenyataannya kontrakannya masih diisi, malah Roman yang bakal keluarin orang yang ngontrak itu.


"Gausah gak perlu, aku disini tinggal di rumah Zoni bukan mau gebet dia, tapi mau nemenin nenek" jelas Anna .

__ADS_1


"Iya sih...tapi Puri cemburu" jelas Roman.


"Bilang aja, aku gak akan pernah mau sama Zoni, gak usah takut, lagipula nanti juga aku bakal pergi" jelas Anna.


"Oya...kata nenek biasanya Puri yang suka temenin nenek, ywd besok aku mau pergi aja, tolong bilangin sama Puri untuk temenin lagi Nenek ya" pinta Anna kepada Roman .


"Kamu mau pergi kemana?jangan tinggalin aku ya, kamu disini aja tinggal di kontrakan aku" pinta Roman sambil meraba tangan Anna di belakang punggungnya.


"Bruuuuuuggghhh" tiba-tiba sepeda Roman oleng dan terjatuh, tubuh Roman menindih tubuh Anna.


"Ihh sial banget sama kamu, ngapain juga sih pake acara pegang-pegang tangan aku, udah tau lagi bersepeda" terka Anna sambil memukul punggung Roman.


"Maaf-maaf" Roman meminta maaf. tapi Anna masih cemberut.


"Oya..." Roman hendak berkata sambil pegang tangan Anna, tapi Anna sudah bete sama Roman, ia melepaskan pegangan tangan Roman.


"Kenapa kamu sombong sekali, cuma pegang tangan doang kaya gitu" gerutu Roman kesal.


"Iya...emangnya ada apa??kalo mau ngomong-ngomong aja, aku lagi bete, sakit nih kaki aku kejepit sepeda, sama tertindih oleh tubuh kamu juga, bukannya gimana ke, malah kaya gitu" gerutu Anna, Roman memang tidak tau posisi dan kondisi, bahkan ia tidak tahu suasana.


"Iya maaf, kan aku udah minta maaf" jawab Roman, ia fikir maaf aja cukup, padahal Anna berharap yang lain, Anna butuh pengertian dan perhatiannya karna kakinya kesakitan.


"Istirahat dulu yuk" pinta Roman.


Mereka sedang berada di sebuah hutan yang jarang sekali ada orang yang lewat kesana, Anna tidak berfikir panjang, karna ia sedang kesakitan sehingga ia berfikir untuk istirahat sejenak tidak ada masalah.


Roman dan Anna pun berjalan ke pinggir jalan di dekat pohon beringin yang lumayan besar, di sana Anna mengelus-elus kakinya.


"Naa...sejak pertama kali aku melihatmu, aku jatuh hati padamu, maukan kamu jadi pacarku, nanti aku akan bakal mengayomi segala sesuatu yang kamu mau" jelas Roman dengan penuh harapan.


"Maaf ya...aku jauh-jauh sampe kesini bukan untuk mendengar itu, tapi untuk mengayomi kamu pergi belanja, aku lagi bete nih" kelas Anna, anna betul-betul jengkel di buatnya, Roman sangat keterlaluan, ia tidak memperhatikan perasaan Anna sedikitpun.


"Iya ayo, inikan sudah pertengahan jalan, gak ada salah kan aku ungkapin perasaan aku sama kamu sambil istirahat kaya gini" jelas Roman.


"Oohh gitu" jawab Anna singkat.


"Gitu gimana??kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Roman.


"Hmm katanya kamu mau ungkapin doang" jawab Anna ketus, Wnna memang sedang menutup hati dengan siapapun, terlebih Anna menilai Roman orang yang sangat tidak perhatian sehingga sedikpun ia tidak tertarik dengannya.


"Tapi aku butuh jawaban sekarang !!" jawab Roman yang tidak mau tau.


"Gamau" jawab Anna spontan.


"Kenapa?" tanya Roman tidak puas dengan jawaban Anna.


"Ya gamau aja" jawab Anna dengan santainya.


"Apa kurangnya aku sehingga kamu gak mau sama aku??aku punya banyak uang buat mengayomi kemauan kamu, apa aku jelek sehingga kamu merasa gak pantas sama aku?" tanya Roman yang mulai emosi. Ia sangat berambisi kepada anna, sehingga melihat reaksi Anna seperti itu membuatnya sangat kesal.


"Makanya udah dulu jangan bahas itu, aku lagi kesel" jawab Anna lembut.


"Aku juga kesel sama kamu, kamu gak menghargai aku sama sekali, kamu menolak aku mentah-mentah, kamu buat aku tersinggung" teriak Roman.


Anna ketakutan, kemudian dengan perlahan Anna menghindari Roman, ia sempat ingin kabur dan menjauhi Roman, tapi Roman menyadarinya sehingga pada akhirnya ia menyeret Anna ke pohon besar itu dengan memegangi pundaknya dengan kasar. Ia hendak menciumi bibir Anna tapi melesat, Anna berusaha keras untuk menghindari ia melawan dan melepaskan tangan roman dari pundaknya, tapi gagal, Anna terus melawan sedangkan Roman betubi-tubi berusaha untuk menciumi Anna. alhsil Anna pun berhasil lolos dari pegangan Roman, tapi tidak lama kemudian Roman mendapatkan kembali tubuh Anna, ia memeluk Anna dengan kasar.


"Toloooongg...tolooooonnnggg...toloooonnngg" akhirnya Anna pun mengeluarkan suara.


"kamu tidak bisa lolos dariku, kalo kamu ingin kabur, aku harus mendapatkanmu terlebih dahulu" bisik Roman ke telinga Anna.


Anna terus melawan Roman yang hendak akan melakukan perbuatan bejad itu.


Anna sudah kelelahan, karna Roman adalah seorang laki-laki yang memiliki tenaga yang lebih darinya, ia mulai lemas dan tidak bisa melawan lagi.


"tolooooonnggg...toloooonnng" Anna hanya bisa berteriak.

__ADS_1


Ia sudah kehabisan tenaga, sampai sampai ia tidak sanggup lagi melawan Roman.


♡♡♡♡♡


__ADS_2