
Apa?
"Cara lain apa?" Raja pun tersenyum lebar menertawakan dirinya sendiri.
Perlakuan Anna membuat wibawanya melorot.
Seorang Raja di tego? ini adalah kali pertama baginya.
"Dia fikir saya pedagang, ada tawar-menawar" fikir Raja dengan mimik yang berubah menjadi serius.
Anna masih saja terdiam tanpa memberinya jawaban.
"Saya tidak pernah memberi banyak pilihan. Pilihannya hanya dua, Ibumu saya bebaskan atau kamu aku izinkan pergi?!" jawab Raja.
"Baik, akanku beri keputusan. Aku ingin bertemu dulu dengan Ibu untuk mencari jalan keluar" ucap Anna.
"Tidak bisa, kamu harus putuskan sekarang. Ini semua tentang egomu. Kamu yang mengalah atau Ibumu yang celaka?!" jawab Raja.
"Boleh, aku meminta sedikit waktu untuk berfikir??" tanya Anna.
"Silahkan" jawab Raja.
Anna pun pergi ke suatu arah yang ia sendiri tidak tau.
"Pelayan, awasi dia !!" perintah Raja.
Pelayan itu pun mengikuti Anna kemanapun Anna melangkah kaki.
"Maaf, Nyonya ingin hendak kemana, ya?? biar saya bantu" tanya pelayan itu.
Karna Anna tidak jelas tujuan, ia hanya mondar-mandir di satu titik.
"Diam, kamu diam" ucap Anna.
Anna benar-benar gelisah, dadanya sesak, perasaannya begitu kesal. Ia sangat dilema, dua orang yang ia cintai, Al yang sudah lama ia perjuangkan dan seorang Ibu yang baru saja bertemu dengannya.
Keduanya adalah pilihan yang berat dan tidak bisa di bandingakan.
"Sial, aku harus gimana, ini??" fikir Anna.
"Sebenarnya, apa yang salah denganku?? kok bisa serumit ini??" fikir Anna.
"Pelayan...!!!" panggil Raja yang mana Anna memang tidak begitu jauh dari hadapan Raja.
Sejak tadi, Raja memang terus memperhatikan Anna dari jarak yang jauh.
Pelayan pun menghampiri Raja "Iya, yang Mulia"
"Bawa Anna kemari, waktu berfikir sudah selesai" jawab Raja.
Pelayan pun menuruti perintah Rajanya.
__ADS_1
"Nyonya, Raja sudah memanggilmu. Ayo kita menghadap kembali" ucap Pelayan itu.
Anna tersentak kaget, karna ia masih belum menemukan keputusan yang menurutnya baik.
Tapi, Anna pun tidak membantah. Ia kembali menghampiri Raja.
"Iya, yang Mulia" ucap Anna setelah ia menghadap.
"Gimana, keputusan kamu??" tanya Raja dengan tegas dan lantang.
"Iya, aku siap tinggal disini menjadi Ratumu. Asalkan dengan satu syarat. Bebaskan Ibuku dan beri aku izin bertemu calon suami bersama Ibuku" jawab Anna.
"Baik, aku akan lakukan apapun permintaanmu bahkan permintaan Ibumu sekalipun" jawab Raja.
"Pelayan, bawa Ibunya Anna kemari" ucap sang Raja.
Pelayan pun menuruti perintah Raja dan pergi untuk membawa Ocha menghadap Raja.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun kembali.
"Anna...silahkan katakan sesuatu pada Ibumu !!" ucap Raja.
Anna dan Ocha pun saling bertatapan. Mereka pun pergi ke suatu tempat yang sepi, yang mana agak jauh dari Sang Raja.
"Ada apa??" tanya Ocha.
"Aku di beri pilihan yang sulit, Bu" jawab Anna sambil menundukan kepala dan penuh kecewa.
"Kenapa?? ayo kenapa cerita sama Ibu?" Syala.
"Apa??" Ocha terkejut.
"Ini semua gara-gara kamu. Aku jadi kehilangan Raja" Ocha panik mendengarnya. Dan ia sangat marah dan kecewa.
"Tapi aku sudah berkorban tinggal disini dan bertahun-tahun menuruti keinginanmu" ucap Syala.
"Aku tidak menyuruhmu tinggal di ragaku. Karna ini semua salahmu. Kau telah membunuh hati, perasaan dan akal sehatku" ucap Ocha.
"Kalo begini, lebih baik sekarang pun kau bunuh aku sekalian, karna hati, perasaan dan akal sehatku sudah mati duluan, karnamu" lanjut Ocha yang mukai menyerah.
"Enggak, aku gak akan pernah biarkan kamu mati" jawab Syala.
"Kenapa??" Ocha penasaran.
"Karna jika kamu mati, maka aku pun akan mati. Aku akan musnah" jawab Syala penuh kesungguhan.
"Lantas, kenapa dulu kamu hendak akan membunuhku??" tanya Ocha.
"Itu semua aku lakukan agar kamu takluk dan mau menerima keinginanku untuk tinggal bersemayam di ragamu" jawab Syala.
"Kamu peri yang jahat !! kamu benar-benar jahat. Kamu merampas semuanya dariku. Bahkan sampai beberapa tahun aku hidup dengan Raja, aku tidak pernah di karuniai seorang anak. Sedangkan kamu??" Ocha menangis sesenggukan.
__ADS_1
Ocha memang tidak akan pernah di karuniai anak apapun cara yang akan dilakukannya.
Karna, itu termasuk salah satu kutukan bila mana peri menikah dengan manusia maka salah seorang diantaranya 'yang punya raga atau yang merampas raga seseorang itu" tidak akan memiliki anak. Dan Syala telah merampas keterunan itu dari raga Ocha.
"Maaf, mungkin aku terlalu egois, tapi ini semua sudah terlambat. Putriku lebih memilih jasad ini tetap ada ketimbang menikah dengan yang ia cinta. Jadi, kamu harus berterimakasih kepadanya" jawab Ocha.
Bagaimana bisa Ocha berterimakasih kepadanya bahkan anaknya. Sedangkan semua biang masalah ini terjadi karnanya.
Lagipula, untuk apa Ocha bertahan hidup jika hidupnya di kendalikan orang lain.
Ocha hanya hidup karna di manfaatkan oleh Syala.
Jika ia bisa, ia lebih baik mati bunuh diri ketimbang hidup seperti ini.
"Bu...." sapa Anna kepada Ibunya. Yang mana sejak lama ia telah mematung. Ya, memang bagaikan patung. Ia sama sekali tidak bergerak bahkan berkedip pun tidak.
Ocha dan Syala masih saja bertengar di dalam raganya Ocha sehingga membuatnya mematung lebih lama lagi.
Anna pun bingung, ia tidak mengerti mengapa Ibunya seperti patung dan tidak bisa di sadarkan.
Ia pun berusaha untuk menggerakan tangan Ibunya, juga mengusap wajahnya.
Dan Ibunya pun akhirnya tersadarkan. setekah sadar, Ocha pun menelan ludah.
"Bu, tadi kenapa??" Anna penasaran.
"Gak apa-apa kok" Syala.
"Jadi, kamu akan berkorban demi ibu??" tanya Syala dengan mata yang berbinar.
"Ya, walaupun aku sedih harus berpisah dengan calon suamiku" jawab Anna sambil menundukan kepalanya.
"Kenapa, kamu pilih Ibu?" tanya Syala.
"Karna, seumur hidup aku baru bertemu Ibu kandungku sendiri. Dan aku gak mau kehilanga Ibu lagi" jawab Anna.
"Lantas, kata Raja sekarang Ibu harus bagaimana??"
"Aku belum tau, yang jelas, tadi beliau bilang. Jika aku mau jadi Ratunya apapun yang aku dan Ibu mau, akan ia izinkan. Dan aku sudah meminta izin untuk menemui calonku terlebih dahulu, untukku memberi kabar menyedihkan ini padanya" jawab Anna dengan raut wajah yang asam.
"Apa ibu perlu ikut?" tanya Ocha.
"Ya, tentu. Biar perjalanan lebih cepat" ucap Anna.
Akhirnya percakapan itupun selesai, mereka langsung menghadap Raja dan meminta izun kepadanya.
Setelah kepergian Anna dan Syala, keadaan di istana menjadi gaduh.
Kabar yang simpang siur pun menerpa telinga Raja.
Bahwasannya di kabarkan, Ratu telah berkhianat sebelum menikah. Ratu tidak pernah mencintai Raja. Ratu memiliki ilmu sihir sehingga bisa menghilang dan lain sebagainya.
__ADS_1
****************
Makasih ya, udah baca sampai chapter ini. Pleaaaaase tinggalkan jejak, ya?!😘