
Gruguuuukk
"Ann...kamu pergi kesini tanpa mengunci pintu?" tanya Al yang baru saja datang dan menemukan Anna di ruang tengah dimana kandang Pussy tersimpan disana.
"Iya Kak, ada apa?" tanya Anna panik.
"Semua pesanan yang sudah aku buat hilang" ucap Al dengan nada sedikit tinggi.
"Yang benar Ka?? aku cari kuncinya gak ketemu soalnya. Makanya aku langsung pulang aja" Anna terkejut ia pun berdiri dan memastikan kepada Al bahwa itu semua tidak benar.
"Iya An benar. Kamu keterlaluan. Kenapa kamu gak nunggu dulu aja disana?" tanya Al jengkel tapi ia berusaha menahan amarah.
"Aku...aku masak buat makan siang, tapi ternyata berasnya habis tinggal sedikit" jawab Anna sambil menunduk. Ia merasa sangat bersalah.
"Kamu telah menghilangkan semua pesanan yang telah aku buat. Dan sekarang kita gak bisa belanja dapur" ucap Al kesal.
"Gimana dong sekarang Kak? maafin aku ya Ka. Aku fikir disini aman" Anna berlutut untuk memohon maaf kepada Al.
"Diri !! ayo berdiri !!" perintah Al.
"Tapi maafin aku" ucap Anna memohon.
"Huh...harusnya kamu belajar. Ayam jago aja hilang. Apa kamu gak berfikir dari sana?? apa gak tau itu tandanya gak aman?" tanya Al gak tau lagi.
"Iya...aku..aku gak berfikir kesana Kak" ucap Anna.
Al pun berjalan ke luar sambil memegangi dan mengesek-gesekan rambut kepalanya.
Mereka pun akhirnya saling berdiam diri tanpa bertegur sapa.
Anna sudah jelas tidak berani menegur Al karna takut Al tidak bisa menahan emosinya. Sehingga Anna memberi jarak dan waktu untuk mendinginkan suasana.
Setelah beberapa lama kemudian, Anna pun memberanikan diri untuk membuka suara dan menghampiri Al.
"Kak...udah siang. Makan dulu yuk" ucap Anna sambil menghidangkan makanan yang udah Anna masak.
"Kak makan dulu ya, jangan gak makan !!" lanjut Anna sambil meninggalkan Al.
Sebenarnya Anna sudah merasa lapar, tapi masakan yang ia masak hanya cukup untuk satu orang saja. Sehingga Anna hanya bisa mengalah.
"Eh An tunggu !!" panggil Al yang mana moodnya sudah membaik.
"Iya Kak" jawab Anna dengan datar.
"Kamu makan aja, makanannya cuma segitu kan???" tanya Al.
"Enggak, buat Kakak aja. Aku lagi diet" ucap Anna berbohong.
__ADS_1
"Jangan diet-diet kamu. Dari kemarin aja gak diet kamu" ucap Al sambil membawa Anna untuk duduk dan di hadapkan makanannya, dan Al pun meninggalkannya.
"Aduuuhhh aku gak jaim sih aku laper. Aku berbohong karna kasian aja sama Kak Al. Mana ayam jagonya ada yang jual, kerjaannya ada yang nyuri, pasti stres banget sekarang. Gak enak aku" gumam Anna.
Anna pun mencari Al dan menghampirinya.
"Kak..maafin aku ya. Gara-gara aku Kakak jadi pusing kaya gini. Ini semua gara-gara aku dan aku gak mau kalo harus makan sendiri" ucap Anna.
"Udah. Kamu makan aja, aku gak apa-apa" jawab Al.
"Enggak Kak...aku gak mau makan" jawab Anna bersikeras.
"gruguuuuukkk"
"Nah tuh...perutnya bunyi. Sana makan!!" suruh Al.
"Kak Al juga ya...biar aku bagi dua dulu" ucap Anna.
"Aku gak makan, kamu aja" jawab Al.
"Aku gak bisa makan sendiri" Anna memaksa.
"Buat kamu aja habiskan, nanti kamu gak kenyang" jawab Al sambil pergi meninggalkan Anna.
Akhirnya Anna pun makan karna sudah tidak tahan.
"Ka....aku mau tanya boleh?" Anna membuka lagi pembicaraan.
"Ya" jawab Al singkat.
"Tadi pas kerumah Bimo, kata si Bimo apa???" tanya Anna.
"Pas aku tanya baik-baik dia langsung ngamuk. terus dia bilang. Hei...rumah aku tuh bikinnya tidak gratis. Udah gitu pacar kamu juga makan gak gratis" Al memperagakan Bimo.
"Loh, kok itungan gitu sih?? gak nyangka banget aku" jawab Anna sambil terus memperhatikan Al bercerita.
"Ya iya, si Bimo itu memang suka itung-itungan. Dia itu baik, padahal semua kebaikannya dia itungin. Sebagai bayaran atau gantinya ya begitu. Memang ia gak pernah minta di balikin tapi dia pilih dan ambil sendiri yang ia mau tanpa sepengetahuan orangnya.
"Jahat juga ya??" tanya Anna.
"Tapi aku gak pernah mengklime dia seperti itu walaupun kenyataannya begitu. Aku cuma ngindarin aja. Tapi kebetulan kemarain Ruli bawa kamu kesana" ucap Al.
"Ya...soalnya Ruli udah punya istri ya makanya ia bawa ke rumah Bimo" jawab Anna.
"Iya betul. Harusnya kemarin aku ajak kamu aja nganter-nganter barang pesanan" jawab Al pelan.
"Ya, sebenarnya itu semua salah aku. Aku yang maksain ikut sama Kakak. Andai aja aku diem disini" ucap Anna.
__ADS_1
"Ya udah sih, semuanya udah terjadi" jawab Al yang mulai pasrah.
"Terus sekarang aku bisa bantu apa??" tanya Anna.
"Aku juga gak tau harus mulai darimana" jawab Al dengan tatapan kosong.
Tidak terasa waktupun mulai petang. Al pun masih saja termenung di depan rumah.
Anna melihat Al dari dalam jendela.
"Aku udah laper lagi aja. Gimana Kak Al ya?" fikir Anna sambil memperhatikan Al di balik jendela.
Sejak siang Al memang belum makan karna stok dapur sudah pada habis. Sedangkan kerjaan yang sudah selesai pun ada yang curi sehingga tidak ada pemasukan dan tidak bisa untuk berbelanja kebutuhan rumah.
"Kak Al cuek banget tapi penyayang juga ya? dia lebih baik mengalah untuk lapar ketimbang memikirkan diri sendiri. Padahal, aku sama sekali bukan keluarganya, bahkan istrinya pun bukan" fikir Anna.
Anna pun akhirnya memberanikan diri keluar rumah untuk menghampiri Al.
"Kak.." sapa Anna dengan lembut.
"Oh iya kenapa?" Al menoleh ke arah Anna.
"Aku bisa menjahit loh, gimana kalo besok kita nyari orang yang mau jahit ke kita??" jelas Anna.
"Buat apa?" tanya Al datar.
"Biar aku bisa bantu-bantu kamu, soalnya aku udah banyak ngerepotin" jawab Anna sambil menunduk.
"Gausah" jawab Al dengan tegas. Ia pun langsung meninggalkan Anna sendiri di luar rumah.
"Hmm...aneh banget sih" gumam Anna.
Ia pun masuk ke dalam rumah untuk tidur.
Disisi lain Al gelisah dan tidak bisa tidur. Ia terus menguras otaknya untuk berfikir.
"Bagaimana cara aku bangkit sekarang???" fikir Al.
Jangankan untuk bangkit. Untuk makan besok pun masih belum terfikirkan.
Setelah sekian lama Al berfikir tidak terasa malam pun semakin larut dan pada penghujung malam kantuk pun datang. Al pun tertidur dan ia sudah tak lagi sadarkan diri.
Al tidur sangat nyenyak sekali karna dari tadi siang tenaga, emosi, dan fikirannya telah terkuras habis.
"Emmmmmmm" Al mengendus wangi masakan.
ia pun langsung terbangun setelah melihat jendela kamar dan ternyata matahari sudah berada di tengah.
__ADS_1