
Di kunci?!
Raja pun menghampiri menteri kerajaan. Ia menceritakan semuanya kepada mentri kerajaan.
"Lantas bagaimana sekarang?" Raja.
"Lebih baik Ratu tahan aja dulu, jangan di biarkan ia kabur" mentri.
"Selanjuynya? apakah yang berkhianat harus tetap menjadi Ratu?" Raja.
"Orang yang sudah berkhianat tidak ada harganya. Raja tidak boleh memberi kesempatan apapun kepada orang yang telah berkhianat. Terlebih, jika itu kesayangan Raja sekalipun" mentri.
Seorang raja memang harus bijak dan kuat. Tidak boleh lemah karna apapun bahkan cinta. Harus adil untuk memberikan contoh kepada rakyatnya. Raja pun setuju dengan usulan mentri.
Pada akhirnya Sang Ratu pun di tahan di kerajaan untuk beberapa saat, sampai bukti-bukti nyata terkumpul.
***************
Hari sudah mulai sore, Al pun pulang ke rumah dengan penuh semangat. Karna, dari sekian lamanya ia menyendiri, akhirnya ia akan menikah juga. Dan semangatnya tumbuh karna kehadiran Anna di hatinya yang membuat jiwanya menjadi di permuda oleh cinta.
"Ann...Anna..!!" panggil Al dari pintu luar.
"Di kunci?" gumam Al.
Ia pun membuka pintu rumahnya.
"Udah sore begini, pergi kemana, ya?" Al bertanya-tanya sendiri.
Al pun pergi ke dapur karna perutnya sudah sangat keroncongan. Dari siang ia tidak makan karna terlalu bersemangat bekerja.
"Wah, dia masakin banyak" Al nampak bahagia, karna hidangan yang Anna masak membuatnya menjadi nafsu makan.
Al pun membawa makannya ke tempat biasa ia makan. Al makan begitu lahap sehingga sesaat itu ia lupa kalo Anna tidak ada.
Setelah makanan tinggal suapan terakhir, ia melihat selembar kertas putih di atas meja.
"Kertas apa ini?" gumam Al. Ia pun mengambil secercik kertas itu dan membacanya.
"Apa??" Al terkejut setelah ia membaca sepucuk surat yang ia pegangnya.
"Mau ngapain sih nyari yang tidak ada. Kalo memang ada, mungkin sudah dari dulu aku menemukannya" ucap Al geram.
Al pun bergegas menyimpan piringnya. Beruntung sekali Al sudah kenyang. Kalo ia menemukan surat itu sebelum selesai makan, nafsu makannya sudah pasti akan hilang seketika.
"Semoga aja Anna belum jauh dari sini" fikir Al sambil mengunci pintu.
Ia pun pergi meninggalkan rumahnya untuk mencari Anna. Karna memang, hari sudah sore. Sepertinya Anna kehilangan arah dan tidak bisa pulang.
Al menyesal. Ia menyesal telah membiarkan Anna pergi. Dan ia pun menyesal terlalu keasikan bekerja sehingga ia tidak tahu kepergian Anna untuk mencari mantan pacarnya.
"Coba, aja. Kalo aku pulang untuk makan siang, mungkin aku bisa pantau Anna" fikir Al. Yang mana ia mengira Anna pergi belum terlalu lama.
Al pun mondar-mandir mencari Anna sampai larut malam.
"Anna...Anna..." panggil Al.
__ADS_1
Malam semakin gelap dan udara semakin dingin.
Akhirnya Al pun memutuskan untuk pulang dengan hati yang kurang enak.
"Gak mungkin malam-malam Anna berkeliaran di hutan. Lebih baik aku pulang saja, dan pencarian di lanjutkan besok" Fikir Al sambil memutar arah untuk pulang.
Sesampainya di rumah..
"Udah gak di kunci??" gumam Al.
Ia pun masuk dengan rasa bahagia.
"Ann...Anna..." panggil Al.
"Anna...ayo kemari !!" perintah Al dengan penuh percaya diri.
"Kamu jangan pura-pura tuli, ya?" lanjut Al.
"Anna...aku datang nih" Al menghampiri kamar Anna .
"Hayooooo" Al mengejutkan Anna dengan riang.
Namun seketika, mimik Al berubah setalah ia melihat Anna tidak ada di kamarnya.
"Kemana, dia??" Al bertanya sendiri.
Ia pun pergi ke dapur dan menghampiri kamar mandi.
"Tok..tok..tok" Al mengetuk pintu.
"An...jawab dong" Al masih terus bertanya.
Tapi di dalam tidak ada jawaban, sehingga Al pun mencoba bersabar menunggu di luar dekat pintu.
Satu jam berlalu, Al masih saja menunggu. Sampai-sampai ia akan terjatuh karna ketiduran.
"Ya ampunn, aku bodoh sekali" Al pun membuka pintu kamar mandi dalam keadaan setengah sadar, karna ia sedang ngantuk berat.
"Braaaaakkk"
"Gak ada" gumam Al.
Ia pun langsung hendak pergi ke kamarnya. Tapi, saking pulesnya, Al hampir saja tergeletak di lantai.
"Kak..." Anna menyangga badan Al yang akan terjuntai.
Spontan Al pun langsung melek dan melihat pusat suara.
Setelah Al mendapati sosok Anna, matanya langsung terbuka lebar dan bangkit untuk berdiri.
"Anna ..ini benar kamu?? Kakak gak mimpi kan??" tanya Al sambil mencubit kedua pipi Anna.
"Iya Kak, udah dong sakit" Anna melepaskan cubitan Al.
Yang awalnya ngantuk berat, tiba-tiba menjadi fresh. Al sama sekali tidak mengantuk lagi.
__ADS_1
"Dari kapan kamu pulang?" tanya Al.
"Baru dateng" jawab Anna dengan santainya.
"Aku fikir kamu udah pulang dari tadi. Soalnya tadi aku sempet cari kamu. Kemudian aku balik lagi dan keadaan rumah gak di kunci" jelas Al.
"Mungkin Kakak gak kunci pintu" ucap Anna.
Mereka pun duduk untuk bertukar cerita sebatas menyalurkan kerinduan.
"Kamu habis dari mana?? pulang sendiri gak kenapa-napa kan??" tanya Al.
"Ya, aku baik-baik aja. Akhirnya, selama perjalanan panjangku aku bisa menemukan ibu kandungku" jawab Anna.
"Waahhh...serius??" tanya Al.
"Iya serius, nanti aku kenalin kamu deh" jawab Anna.
"Jadi, seharian kamu ngapain aja nih??" tanya Al.
"Seharian aku ke rumah Ibuku. Ternyata dia seorang Ratu yang sangat cantik dan ajaib" jawab Anna seraya tersenyum.
"Ajaib?? maksudnya?" Al penasaran.
"Iya, dia bisa menghilang. Katanya dulu dia peri" Jelas Anna.
"Alah kamu, tahayul" jawab Al.
"Idih?? aku juga awalnya gak percaya, tapi dia bisa membuatku menghilang. Jadinya, aku percaya deh" jelas Anna.
"Kamu pulang serius sendiri??" tanya Al dengan penuh kehawatiran.
"Iya, tapi aku di jaga sama Ibuku. Katanya, suatu saat dia akan temuai aku. Ya, semoga aja dia datang di acara pernikahan kita" ucap Anna.
Al hanya ternganga mendengarkan ucapan Anna, 80% tidak percaya dan sisanya ia berusaha percaya agar ia tidak menunjukan perasaan tidak percayanya itu.
"Ya, aku berharap juga begitu. Tapi, apa kamu sudah mendapat restu??" tanya Al.
"Aku yakin dia restuin aku. Karna, ketika aku bilang udah punya calon suami dan akan segera menikah. Ibuku tidak berkata atau bahkan komplen apapun. Ya, intinya seperti udah dapat restu, gitu" jelas Anna.
"Syukurlah kalo begitu. Besok mau jadi gak ke orang tua angkatmu yang selalu setia merawat dan mendoakanmu dari sejak bayi?" tanya Al.
"Harus jadi dong" jawab Anna dengan mantap.
Al tidak lagi mempertanyakan keyakinan Anna terhadapnya. Ia mendengar jawaban mantap pun sudah membuatnya senang.
"Mungkin dia sudah benar-benar yakin, kalo mantanku tidak ada" fikir Al dalam hati.
"Ya udah, sekarang kita tidur, yuk?!! Biar besok tidak kesiangan" ucap Al.
"Okeh" jawab Anna sambil meninggalkan Al sendiri.
---------------
Terimakasih sudah membaca sampai chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen dan vote. Bila perlu kasih othor hadiah juga biar othor tambah semangat buat up setiap hari😊
__ADS_1