
Flash back 1
Setelah kembali ke kerajaan, Syala langsung tidur di ranjang Ochi, ia terlalu kecapean. Ia akan beristirahat sejenak untuk memulihakan tenaganya yang telah ia kuras bersama remaja tampan itu.
Ketika Ochi baru akan memejamkan mata, Syala mendengar suara bergemuruh, ricuh di luar istana.
Dengan simplenya, ia menggunakan kekuatannya untuk ke luar istana dan memastika keadaan.
"Itu tuan Putri .." teriak seorang penjaga yang melihat keberadaan Ochi.
Sontak semua orang yang berada di sana pun melihat pada sosok Ochi yang sudah di kasih tunjuk penjaga.
"Hah?? aku??" Syala bertanya seolah menjadi orang yang tidak bersalah.
"Tuan Putri, tolong jangan menghawatirkan kami. Disini kami tidak bisa ngapa-ngapain demi menunggu Tuan Putri" ucap seorang pengawal.
"Emangnya ini ada apa ya??kok pada berkerumun di sini?" tanya Syala.
"Tuan Putri udah pulang lewat mana?" tanya seorang penjaga.
"Aku tidak kemana-mana, dari tadi aku di dalam istana. Istirahat, tidur. Tadinya aku mau main keluar, tapi lama sekali aku menunggu pengawal. Makanya aku gak jadi aja" jelas Syala beralasan.
"Serius tuan Putri tidak kemana-mana?" tanya penjaga.
"Ya jelas enggak lah, kalo pun aku keluar. Aku masuknya lewat mana?!" jawab Syala yang berada di tubuh Ochi.
Begitulah yang di lakukan Syala setiap harinya. Karna Ochi sudah ia taklukkan, sehingga ia bebas untuk menggunakan tubuh Ochi semaunya.
"Kamu kenapa masuk ke tubuhku?" Ochi.
"Aku menyukai seorang manusia" Syala.
"Siapa kamu sebenarnya??" Ochi.
"Aku seorang peri yang tersesat dan di tinggalkan kawananku di sebuah taman bunga. Kemudian aku bertemu manusia yang sangat tampan dan tulus. Aku ingin memilikinya, tapi sayangnya aku seorang peri yang tidak bisa hidup bersama dengan manusia. Jadi aku ingin memilikinya dengan meminjam ragamu" Syala.
"Tidak, aku tidak bisa. Kamu harus keluar dari raga ini !!!. Aku akan di jodohkan dengan seorang pangeran yang ku cintai" Ochi.
"Kamu harus mengalah atau akan ku musnahkan dirimu disini?!!" Syala mengancam Ochi dengan menyeret Ochi ke berbagai sudut, Sehingga ia kelelahan.
"Okeh, aku akan berikan kamu kesempatan dengan syarat. Izinkan aku bersamanya walaupun sesaat" Ochi.
"Baik, tapi sekarang adalah giliranku. Kamu jangan mengusikku apapun yang akan ku lakukan. Karna aku tidak akan mengecewakanmu" Syala.
"Terserah" Ochi.
Itulah percakapan terakhir antara Ochi si pemilik raga dan Syala yang hendak merebut raganya Ochi.
__ADS_1
Karna kebebasan itu, Sampai akhirnya kedekatan Syala dan remaja itu pun tak tertahankan. Hubungan mereka semakin tidak bisa terpisahkan.
Mereka bagaikan cinta sejati yang akan selalu menyatu.
Hingga suatu ketika...
"Aku hamil...perutku semakin membesar" Ochi.
"Aku bilang apa?? ayo kita menikah" remaja tampan.
"Gak perlu, aku sudah merasa bahagia bisa mengenalmu dan mengandung bayi kita" Ochi.
Berselang beberapa waktu, remaja itu tidak lagi melihat batang hidung kekasihnya.
Ia mencari kesana-kemari tapi hasilnya nihil.
Karna pertemuan mereka hanyalah di taman bunga itu. Sampai beberapa bulan lamanya ia berkencan, taman bunga lah yang menjadi saksi cinta mereka.
Selama masa kehamilan, Syala selalu membuat keajaiban dengan keadaan perut Ochi, ia selalu mengempiskannya di depan umum sehingga semua orang tidak pernah tau kalo Ochi sedang hamil anak Syala dengan remaja itu.
Hingga akhirnya kelahiran sang buah cinta mereka berdua pun telah tiba.
Syala merasa mulas dan akan melahirkan, dimana hari itu Ochi akan melangsungkan pernikahann dengan pangeran.
"Kamu udah janji sama aku, kamu akan beri aku kesempatan. Lantas bagaimana ini?? ragaku telah mengandung anak kalian berdua, dan bagaimana kelanjutannya?!!" Ochi.
"Kamu mau ngapain?" Ochi.
"Kamu diam saja, kamu tidak perlu berisik" Syala.
Ochi pun hanya bisa terdiam. Baginya ini bagaikan khayalan konyol. Mimpi tapi melek, gak percaya tapi ini nyata. Dari sejak pertama, kejadian ini telah membuat Ochi gila.
Dengan sangat tergesa-gesa, Syala pun pergi ke suatu tempat dengan mudah, ia hendak akan melahirkan bayinya.
Bayinya pun lahir begitu saja tanpa rasa sakit dan tanpa bekas apapun. Bayi itu lahir seketika dengan bersih dan telah terselimuti oleh bedong.
Disana ia bertemu dengan seekor kucing.
Syala pun mengerahkan seluruh kekuatannya kepada kucing itu dan Bayinya. Karna Syala bermaksud untuk menitipkan bayinya kepada kucing itu.
"Wahai kucing, aku akan membuang bayiku ini ke sungai. Dan kamu harus mengikuti arus kemana dia pergi. Karna aku telah memberimu kekuatan untuk menjaganya. Dan aku akan memberi tanda di ibu jari kakinya" Syala.
"Baik, saya akan melaksanakan perintahmu" jawab kucing itu.
"Jika suatu saat ia dewasa, kau boleh pertemukan dia kepadaku" Syala.
Syala pun memberikan gambaran tentang siapa ayahnya anak itu.
__ADS_1
"Baik" kucing yang hanya bisa bicara kepadanya pun mengangguk.
"Aku akan segera pergi karna sebuah urusan yang tidak bisa di tunda lagi" Syala.
Dengan sekejap Syala pun lenyap dari pandangan si kucing.
Sedangkan bayi itu sudah mulai hanyut terbawa arus.
Disisi lain, Syala membawa raga Ochi ke suatu tempat yang seharunya.
Syala merelakan dirinya mengalah demi sebuah perjanjian.
Ia mempercayakan semuanya pada kucing.
"Aku takut, aku takut anakku mati. Aku sudah tidak punya lagi kekuatan. Karna aku sudah melanggar pelaturab moyangku. Aku sudah melahirkan anak manusia" ucap Syala sambil menangis.
"Sekarang aku sudah membawa kamu ke tempatmu, aku tidak bisa untuk berbuat apa-apa lagi selain menyakiskan kebahagiaanmu" Syala.
"Harusnya kamu keluar dari ragaku !!" Ochi.
"Maafkan aku, aku gak bisa. Aku sudah menghabiskan kekuatanku. Mungkin aku akan mati disini. Kecuali jika anakku datang kepadaku, kekuatanku akan kembali lagi" Syala.
Si kucing mengejar bayi itu yang berada di dalam keranjang, ia pun masuk ke dalamnya menemani sang bayi.
Entah apa yang terjadi, semua tiba-tiba begitu saja.
Kucing itu kehilangan arah, ia terjebak di suatu hutan.
Matahari pagi mulai terbit, dengan penuh keajaiban bayi itu telah sampai di depan sebuah rumah yang sangat sederhana.
"Pak...pak!!!" panggil seorang Ibu setelah membukakan pintu.
"Ada apa mah??" tanya suaminya.
"Mamah mau pergi ke warung, tapi tiba-tiba ada bayi dalam keranjang" jelas si Ibu.
"Ya udah bawa masuk aja Mah, kebetulan kita sulit punya anak" ucap suaminya.
Dengan penuh suka cita mereka pun merawat bayi itu dengan penuh cinta. Mereka merawatnya bagaikan anak kandung sendiri.
Bertahun-tahun kucing itu berkeliling mencari bayi yang di titipkannya tapi semuanya nihil.
Ia tampak lusuh dan kelaparan, tapi ia tetap bertahan.
Bayi yang di urus oleh keluarga kecil itu pun akhirnya tumbuh besar dan membawa keberuntungan bagi mereka.
Kucing itu tidak pernah merasa tua walaupun hidup bertahun-tahun.
__ADS_1