
Masuklah KENANGA ke dalam ruangan itu, dimana di sisi pintu masuk tersedia kursi kayu panjang , mungkin disitu biasa JAKA bersantai didalam kamarnya, kamar yang luas itu benar2 tertata rapih dari mulai ukiran2 hingga pernak pernik hiasan, dan yang mengejutkan lagi tempat tidurnya seperti memang sudah diperuntuk kan pasangan pengantin, dimana ada kelambu yang menutupinya dan kelopak bunga mawar di atas seprey putihnya.
KENANGA pun langsung menata baju baju bawaannya,badannya letih sehingga tanpa sadar saat dia merebahkan diri di kasur belum 5 menit sudah lelap dalam mimpi.
"WILDA bangun lah sayang.."lembut suara itu membangunkannya.
"EYANG PUTRI?? "bangunnya sembari memeluk eyang putrinya, beliau adalah ibu dari ayahnya dan darinya lah dia mendapatkan kalung itu, yang dia ingat selepas beliau wafat tak lama setelahnya dia bersama ibu dan ayahnya meninggalkan keraton dan tinggal di desa kecil bersama eyang dari ibunya sampai sekarang di SURAKARTA.
"Maafkan eyang ya, selepas eyang pergi kamu dan ayah ibumu terpaksa harus meninggalkan keraton, mengingat kakakmu akan menjadi PENERUS,Terpaksa untuk menghindari masalah kalian diungsikan dari sana"
"Tidak apa2 eyang, karena eyang pula aku sudah menemukan pria yang rela berkorban untukku disini"
"Apa kamu tau semua konsekuensinya kamu mencintainya"
"Iya eyang, aku cukup tau diri siapa aku disini,sebentar lagi dia akan berkiprah ke DEMAK...tapi eyang bagaimana dengan si BULAN itu..?"
"Dia pula akan memenuhi sumpahnya untuk melindungimu" senyum eyangnya dan tiba2 mengelus perut KENANGA.
"Ada apa eyang?"
"Kelak....biarkan dia mandiri seperti ayahnya, dia sudah digariskan di zaman ini,biarkan dia belajar dengan kakak2mu "
"Baik eyang, dan aku akan menjaganya dengan baik "
"Sepertinya sudah banyak yang kamu fahami, jadilah orang yang berguna disini dengan semua ilmu masa depanmu, jaga kalung ini baik2"
"Baik eyang"
"Eyang pergi dulu, semuanya eyang serahkan padamu,kamu harus selalu bahagia entah disini atau pun disana" pesan eyang nya yang kemudian lenyap diudara.
"Eyang..eyang..." teriaknya terus memanggil eyangnya.
"KENANGA..KENANGA..sadarlah.." cemas JAKA
Sontak KENANGA terkejut saat membuka matanya ,sedangkan kini buka eyangnya melainkan justru ada JAKA disebelahnya, begitu cemasnya dia sehingga memeluk istrinya yang sudah mandi keringat.
"Kamu mimpi buruk ?"
"Tidak..tapi tadi aku bertemu dengan eyangku,kami berbincang2 tapi tiba2 dia pergi.."
"Tenanglah ada aku disini, apa mimpi2 seperti ini sering terjadi padamu?"
"Dulu tidak pernah,tapi sejak aku di sini, hal2 aneh rasanya sering sekali muncul dalam mimpiku "
__ADS_1
"Tenanglah..sekarang ada aku disini, kamu bisa menceritakan semuanya padaku, aku tak ingin kamu kenapa - napa, aku sangat menyayangimu KENANGA"
"Aku juga sangat menyayangimu JAKA" Balasnya sembari membalas pelukan suaminya.
"Istriku..sepertinya perut suamimu kelaparan,apa aku boleh meminta pelayanan mu " pinta JAKA d3ngan manja
"Tentu saja aku kan sekarang istrimu, akan aku buatkan sesuatu untukmu, tunggu ya.." pesan nya dan langsung keluar menuju arah dapur, sementara suaminya masih tersenyum2 melihat polah istrinya.
Seperti biasa sembari menunggu hidangannya datang, JAKA memberi makan ikan ikan peliharaannya,tak selang berapa waktu disebuah baki pun telah terhidang nasi berikut lauknya dan teh hangat untuk mengobati kelelahan kemarin di perjalanan.
"Silahkan menikmati.."
"Apa ini ?"
"Ini namanya soto dan perkedel, kalau ada bihun dan kerupuk udang pasti tambah lezat , cobalah "
"Aku makan ya " ucap JAKA sambil menyeruput kuah soto itu.
" bagaimana ? Enak kan?"
"Mmm..buat aku takut saja, aku fikit tak cocok dengan lidah orang sini "
"Kamu tidak makan?"
"Aku belum lapar "
"Ya sudah aku tak jadi makan "
"Ko gitu, kan kamu lapar"
"Aku kan juga ingin makan bersama istriku, apa lagi kalau disuapi "
"Manja sekali ya rupanya, baiklah aku juga makan awas ya kalau tidak dihabiskan"
"Waahh..bisa bisa aku tambah gembul kalau begini"
"Biarlah..biar tambah jelek "
" istriku sudah mulai jahat, sini biar aku suapi" pinta JAKA sehingga KENANGA menurut.
__ADS_1
"Nahhh..kalau begini kan diam.." ledek JAKA kemudian.
"Mmmm..biyung!!!!! " kesal KENANGA karena digoda oleh suaminya.
Di kejauhan terlihat NYAI TINGKIR dan MBOK DARMO tengah memperhatikan teras dikolam itu dimana sepasang pengantin baru tengah bercanda ria, membuat ke 2 ibu2 itu senyum2 melihat kelakuan mereka.
Hari pun berganti hari, tak terasa sudah sekitar 3 bulan pasangan pengantin itu tinggal di rumah NYAI TINGKIR, rasanya waktu berjalan sangat cepat sampai2 JAKA pun melupakan pesan dari ayah mertuanya untuk berkiprah ke DEMAK.
Siang itu seperti biasa dia berkebun diladang ibunya bersama dengan pegawai pegawai lainnya, di sebuah pondok kecil dia beristirahat untuk makan dan minum sembari melepas lelah dalam pekerjaannya. Tiba tiba seseorang berjubah datang menghampirinya.
"Sepertinya hidupmu sangat bahagia anak muda?" Ucap pria berjubah itu sehingga JAKA yang sedang merebahkan diri pun terbangun.
"Benar tuan, setelah sekian lama aku sangat bahagia bisa hidup bersama orang2 yang sangat aku cintai"
"Tidakkah kamu ingat pesan seseorang untuk mu?"
"Pesan? Pesan apa? "
"Negri ini membutuhkanmu, sebaiknya jangan kamu tunda tunda lagi"
Sesaat JAKA seolah terbangun dan sadar bila sebelumnya dia sudah mendapat pesan begitu dia menikah dan pergi ke TINGKIR dia seharusnya pergi ke DEMAK tak lama setelahnya, untuk memenuhi takdirnya berkiprah di kerajaan DEMAK.
Dia pun bangun dari rebahanya bermaksud untuk bertanya kembali tapi pria berjubah itu sudah tak ada,lucunya lagi saat dia menanyakan pada semua pekerja tak ada satu pun yang melihat orang berjubah putih itu s3hingga segeralah JAKA pulang kerumah dan menceritakan hal yang dialaminya di ladamg kepada ibu dan istrinya.
"Aku rasa tak salah lagi beliau adalah KANJENG SUNAN KALIJAGA kakang, aku yakin"
"Benarkah? Sepertinya beliau mengingatkanku akan yang sudah lupa tentang pesan romo mu ke DEMAK"
" sebaiknya besok subuh saja kamu berangkat kesana JAKA,kalau sekarang sudah tanggung sore bisa2 kamu bermalam dihutan"
"Baik biyung "
"Jauh2 hari setelah bertemu KI SELA ,aku sudah mengabarkan kakang di GANJUR bila suatu hari kamu datang ke DEMAK, Selain dia menjabat sebagai LURAH dia juga pengurus MESJID di DEMAK, sehingga kamu bisa dengan mudah untuk direkomendasikan ke dalam jajaran kemiliteran DEMAK"
"Terimakasih biyung sudah membantu"
"Sebaiknya kamu persiapkan perbekalannya, KENANGA s3baiknya kamu istirahat dulu ndo..kamu kan sedang sakit"
"Iya biyung" pamitnya bersama suaminya.
Malam ini ingin rasanya tak akan cepat menjadi pagi,mengingat jika sudah berada dalam kehidupan kerajaan jangankan untuk menengok,untuk libur saja biasanya sedikit dipersulit, mengingat sebegitu banyaknya pekerjaan yang ada di dalam kerajaan.
__ADS_1