
"Aku mengerti , aku juga tidak akan memaksa hatimu untuk menerimaku , itu semua pilihanmu , kau berhak bahagia dengan orang yang kau cintai "
"Terimakasih kak , maaf ....aku pergi dulu "
"Ya istirahatlah ..kau pasti kelelahan setelah joging "
Dengan lapang dada ARYO pun berbesar hati menerima apapun keputusan WILDA , itu adalah resiko dari kejujurannya , paling tidak dia bisa lega setelah mengutarakan kegundahannya selama ini , mungkin inilah yang disebut CINTA TAK HARUS MEMILIKI .
"Kau menang , dia masih juga mencintaimu " gumam ARYO sembari menatap matahari pagi itu .
Siangnya seperti yang sudah dijadwalkan oleh ayah SURYA , bila beliau akan membawa WILDA untuk menemui ke dua orang tuanya . Mobil hitam pun kembali menuju tujuan dimana orang tua WILDA berada .
Kali ini yang membuat WILDA bingung , kini justru sebuah kampus unggulan di wilayah YOGYAKARTA yang mereka tuju .
"Di sini lah ayahmu sekarang , beliau adalah guru besar disini , dan termasuk orang yang berpengaruh dalam organisasi kampus ini " terang ayahnya itu .
"Ayo nak kita temui beliau , beliau pasti kaget setelah melihatmu "
"Baik bu "
"Ini adalah sekolahku , aku yakin beliau pasti sangat senang melihat siapa tamunya siang ini , iya kan yah ?" Ucap ARYO .
"Itu sudah pasti "
Mobil hitam itu pun masuk ke area universitas itu dan menuju ke barisan parkiran khusus mobil .
__ADS_1
("Apakah ayahku adalah beliau yang aku temui di abad 15 , sudah tentu aku akan sangat bersyukur bila sebelumnya aku sudah dulu di kenalkan oleh takdir , Romo..biyung..aku sangat merindukan kalian semua ") gumam WILDA sembari keluar dari mobilnya .
Hari hari saat masih berada di perguruan di SELA serasa terulang kembali dibenaknya , dari saat dia mulai bertemu dengan JAKA , hingga saat dia sudah memiliki putra yang tampan dan menggemaskan itu , semua kesedihan , canda dan tawa , semua kenangan di sana sangat dia rindukan .
Koridor demi koridor pun mereka lalui , hingga sampailah di sebuah barisan ruangan dimana ruangan khusus untuk para dosen maupun guru besar berada .
"Ayah..bolehkah aku menemuinya sendiri ?" Pinta WILDA yang kemudian nyonya dan tuan SURYA beserta ARYO meninggalkannya didekat barisan ruanggan dosen .
Disana ada sebuah ruangan khusus yang di peruntukkan oleh sang guru besar , sehingga WILDA mudah saja menemukan ruangan ayahnya itu .
"Tok...tok...!!! " suara pintu yang terketuk
"Masuklah , bapak sedang mencari buku " ucap seseorang dari dalam , karena memang dari luar pun terdengar suara buku buku yang berjatuhan dari tempatnya .
Dan benar saja sampai sampai membuat WILDA harus terbelalak setelah tau bila orang yang didepannya adalah ayah yang sama saat dia berada di abad 15 yaitu KI AGENG NGABURAHMAN SELA . Hanya saja penampilannya tentusaja lebih rapi dan fres dengan rambutnya yang tak sepanjang disana .
Niat hati ingin rasanya WILDA memeluknya erat erat , karena semenjak dia pergi ke PAJANG dia sudah tak bertemu dengan romo nya itu , akhirnya dia mengurungkan niatnya karena takut dikira muridnya yang tak sopan tiba tiba memeluknya .
"Ada apa nak ? Apa ada masalah dengan salah satu mata pelajaranmu ?"
Yang ditannya hannya terdiam sambil menatap wajah 60 tahunan itu , hingga air matannya pun mengalir .
"Ada apa ? Kenapa kamu justru menangis ?" Cemas sang guru besar .
__ADS_1
"Setelah selama ini menitipkan ku pada ayah SURYA , apakah ayah tak rindu dengan ku " lirih WILDA yang tentu saja membuat bapak berusia 60 tahunan itu kaget bukan main , tentu saja beliau tak menyangka bila gadis didepannya adalah putrinya yang selama ini dengan terpaksa dia mengizinkan keluarga dari SURAKARTA untuk merawatnya .
"Kau kah anakku WILDA PUSPA KENANGA , kau kah KENANGA kecil kami ? Apakah aku sedang bermimpi , bila bunga KENANGA kecilku sudah sebesar ini dan sudah saatnya menemuiku ?" Ucap ayahnya masih tak percaya meraih anak bungsunya yang kini benar benar ada dihadapannya .
"Iya ayah , ini KENANGA kecil ayah..anak bungsu ayah " ucap KENANGA pula penuh haru .
Tak tahan , ayahnya pun langsung memeluk anaknya erat erat , seolah dia tak mau untuk kehilangan putrinya kembali, air matanya pun tak kalah bercucuran membasahi pipinya .
"Ayah barusan...." tiba tiba seorang pria masuk terburu buru namun dia seperti kebingungan melihat ayahnya yang tengah menangis sambil memeluk seorang gadis .
"Ayah...ada apa ini ? Siapa dia ?" Bingungnya .
"Dia adalah adikmu si KENANGA kecil.. yang ayah titipkan pada tuan SURYA " terang ayahnya masih menangis .
"Benar kah !!!!! Kamu kah adik ku ?, sungguh betapa rindunya kita semua kepadamu , setiap hari kami selalu menunggu hari kepulannganmu " terkejut lelaki itu sambil ikut memeluk adiknya itu .
"Lalu dimana SURYA sekarang nak ?"
"Mereka menunggu di halaman ayah , kata ayah SURYA beliau tak mau mengganggu pertemuan kita "
"Muliannya dia , aku sangat berterimakasih padanya karena telah memberikan kasih sayangnya kepadamu seperti anaknya sendiri , lalu apa kamu tidak marah dengan ayah KENANGA ?"
"Tidak ayah , justru karena kalung itu aku sudah lebih tau betapa sayangnya ayah dan ibu kepadaku , dan betapa rindunya ayah dan ibu untuk bertemu denganku ".
Sang guru besar kembali memeluk anak perempuannya itu . Karena benar adanya lah yang dia katakan , keluarganya selama ini hanya menahan rindu dari jauh selama bertahun tahun ,beliau ingat betul , bagaimana semua cemoohan dari para peserta pemilihan kalung saat itu mencibir dibelakang tuan SURYA saat tiba tiba dia dengan sengaja membantu nya agar menjaga nama baiknya mengingat sebagai calon guru besar di universitas terbaik di yogyakarta saat itu .
__ADS_1