KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
PEMBUNUHAN RAJA HADIWIJAYA


__ADS_3

Malam itu RAJA HADIWIJAYA mengumpulkan para mentrinya tak terkecuali SUTA WIJAYA dan BANAWA untuk ikut dalam rapatnya. Tapi kejadian janggal tiba tiba terlihat pada para peserta rapat . Awalnya terlihat BANAWA dan SUTA WIJAYA yang menguap karena kantuk nya lalu tanpa sadar semua peserta rapat tak terkecuali menguap semuanya .



("Ada yang tidak beres dengan mereka ") gumam sang RAJA.



"AYAH aku dan BANAWA pamit dulu, kami sangat mengantuk " ucap SUTA WIJAYA.



"Kami juga BAGINDA " ucap tuan PATIH .



"Aku Juga " ucap yang lainnya tanpa kecuali.



"Teman teman tak biasanya kalian mengantuk bersama seperti ini, sepertinya ada yang tak beres, kalian masuklah ke kamar dengan pura pura tertidur, karena sepertinya ada tamu tak diundang masuk ke istana kita "



"Baik baginda kami undur diri "



"Ayah jaga diri ayah ya, aku takut mereka justru memburu ayah " cemas SUTA .



"Iya..tolong bawa adikmu ke kamar "



"Baik ayah " fahamnya.



Semua pun masuk kebilik nya masing masing , begitu pula dengan RAJA HADIWIJAYA yang pura pura terkantuk oleh ajian penidur itu, tanpa sepengetahuan si pembunuh RAJA yang memang tidur sendiri langsung menggunakan ajian saktinya untuk memperkuat otot, tulang dan badannya.


Sementara itu dengan langkah was was MAS SIM SIM masuk ke dalam istana, dimana begitu hening suasana malam itu, para penjaga pun tanpa terkecuali terlelap meski bers3nder ke pintu atau pun yang berpatroli sampai tidur dihalaman istana, MAS SIM SIM terus memberanikan diri masuk lebih dalam ke area kamar , ada puluhan kamar disana tapi hanya ada 1 kamar terpisah dimana didepannya pun ada dua pengawal yang tertidur.



"Akhirnya aku menemukan nya " bangganya pada diri sendiri.


Dengan entengnya MAS SIM SIM melewatu mereka dan masuk ke dalam kamar itu sambil ditanggannya sudah tak ketinggalan keris pemberian RAJA ARYA yang sudah di doa kan itu, DAN......



"SLURR....SLUURRR..." bunyi keris itu yang tergelincir terus melewati badan raja sehingga membuatnya bingung.



"Tidak aku sangka, badan ini mengeras seperti baja , bahkan keris yang sudah di doakan ini pun melesat"


Ucapnya keheranan.



"KRAKKK !!!! " Kini justru keris itu patah menjadi dua.


Sehingga membangunkan RAJA.



"Ampun beribu ampun raja, maafkan hamba yang hendak membunuhmu " mohonnya.



"Siapa namamu ? Dan dari mana asalmu ?"

__ADS_1



"Hamba SIM SIM, hamba adalah komandan mata mata dari JIPANG PANOLAN " ucapnya sambil ketakutan, tapi Raja justru tersenyum.



"Bangunlah MAS SIMSIM, mari duduk bersamaku " ajak sang Raja , rupanya diluar sudah heboh dan mereka sudah kembali sadarkan diri.



"Baginda ada apa anda tidak apa apa ?" Panik patih MANCA.



"Tidak apa apa kakang "



"Apakah dia mata mata baginda ?" Tanya tuan WURAGIL.



"Ayo kita ke pendopo akan aku ceritakan semuannya"


Lalu semuannya pun menuruti dan berkumpul untuk mendengarkan penjelasan dari sang Raja sendiri . Bahwa dirinya kini menjadi ancaman ARYA terkait KERAJAAN DEMAK yang kini sudah ada di tangan ARYA PENANGSANG.



"Jadi aku mohon kalian mengerti dulu situasi ini, lagi pula aku tidak apa apa " papar RAJA sehingga bawahannya tak lagi berniat untuk membunuh MAS SIM SIM.



"Ketahuilah MAS SIM SIM , sebetulnya aku sudah mengetahui akan niatmu ini, entah cepat atau lambat pasti RAJA ARYA akan merencanakan sesuatu kepadaku,Katakanlah pada rajamu bahwa kamu sudah melahsanakan tugas darinya"



"Sungguhlah engkau sangat bermurah hati Raja, sayang nya aku bukan pasukan PAJANG, hidup dan matiku sudah aku sumpahkan untuk JIPANG, jika aku boleh memilih aku ingin menjadi pasukan disini"




"Tolong terima ini dan ini aku kembalikan keris rajamu"



"Terimakasih RAJA saya pamit dulu, semoga saja rajaku bisa memaklumi seperti anda " pesannya.



"Ya..semoga saja.."



Mas SIM SIM pun pergi meninggalkan istana dimana para punggawa RAJA justru terkagum kagum dengan apa yang dilakukan raja mereka, sepertinya mereka tak tau akan maksud dari RAJA yang artinya dengan justru memberikan perhiasan dan juga uang pada lawan itu justru untuk memperlakukan lawan, sehingga setibanya MAS SIM SIM ke JIPANG , RAJA ARYA sangat marah besar yang tau maksud pemberian dari RAJA PAJANG. Entah apa yang terjadi pada MAS SIMSIM setelah itu yang jelas tak terlihat lagi MAS SIM SIM setelah kegagalannya membunuh RAJA PAJANG.



Setalah keadaan sudah terkendali , semua orang di pendopo pun diminta RAJA kembali untuk ber istirahat, tapi tiba tiba dada RAJA kembali merasakan nyeri yang sangar sangat sakit sehingga membuatnya tumbang dan kini hebohlah malam itu de pendopo.



"Tuan PAMANAHAN tolong kamu panggilkan tabib RAJA, yang lain tolong bantu aku membawa RAJA ke kamarnya "



"Baik PATIH "



Hebohlah malam itu di istana RAJA, sehingga begitu mendengar kabar raja tumbang sang ratu pun buru buru menyambangi kediamannya.


Setelah memeriksa dikamar raja, seorang tabib pun keluar dari pintu itu.

__ADS_1



"Bagaimana tuan tabib, apa raja baik baik saja ?"



"Apa raja sudah sadar tuan ?" PATIH MANCA pun penasaran.



"Semakin memburuk, kali ini tak hanya sakit itu yang bertambah tapi sekarang dia pun juga demam, dan sepertinya raja igin menemui seseorang yang dia terus panggil dari tadi, kali ini aku dan lainnya hanya bisa meringankan rasa nyerinya tapi kami tak bisa mengobati penyakit di hati "



"Separah itu kah tuan ?" Sedih sang ratu.



"Benar Ratu, kali ini beliau terus mengigau, sepertinya raja pernah menyakiti atau disakiti , sebaiknya cepat pertemukan mereka " saran tabib itu.



"Terimakasih atas pengobatannya tuan " timpal tuan WILA.



"Biar saya yang mengantar tuan tabib ..mari.."ajak tuan WURAGIL.



"kakang PAMANAHAN,PANJAWI dan KAKANG MARTANI tolongg....ajaklah KENANGA kesini, aku tak sanggup melihatnya terus kesakitan seperti ini, bagaimana pun ini kesalahanku "



"Tapi RATU, Apa kata orang bila KENANGA ada disini" terang tuan MARTANI



"Sudah selayaknya Rakyat tau kang, dia juga istri syah raja kita " sedih sang RATU.



"Tidak RATU , jangan engkau bersikap egois seperti ini, sesungguhnya adik hamba juga tidak mau berurusan dengan masalah Raja lagi "terang tuan PAMANAHAN.



"Aku yakin dia juga tidak mau jika diminta untuk datang kemari " jelas tuan PANJAWI



"Aku mohon kakang.....ini demi raja dan negara ini, rakyat sangat membutuhkan raja " mohon sang RATU pada ke tiga sodara itu.



"Kami akan berusaha, Biarkan kami menyususun rencananya dulu agar dia berkenan singgah kesini"



"Terimakasih kakang "








__ADS_1




__ADS_2