
Betapa terkejutnya KENANGA saat melihat siapa seseorang dibelakangnya itu , rasanya benar benar seperti mimpi bisa bertemu dengan wajah ini lagi .
"Kau...bagaimana bisa ...?" Terkejut KENANGA dengan lelaki yang baru tiba itu , dari wajahnya, postur tubuhnya , semua bener benar mirip dengan suaminya si JAKA TINGKIR .
"Apa kau sudah lupa dengan teman kecilmu " HADI " atau lengkapnya HADI WIJAYA sekaligus suamimubdi Abad 15 " ucap lelaki bernama HADI WIJAYA itu .
KENANGA sudah pasti terkejut bukan main dengan penuturan lelaki itu , mengenai sosok HADI yang teman kecilnya yang bakal mirip dengan JAKA TINGKIR , dia tak kaget lagi karena dari sejak dia sadar dia sudah berfikir bahwa dia lah sang JAKA TINGKIR itu , hanya saja bagaimana bisa dia tahu tentang cerita ABAD 15 itu .
"Apa apaan kau ini " kesal lah ARYO dibuatnya .
"Apa maksudmu ARYO ? dia ber hak tahu tentang kita , kamu pun juga mengalaminya sebelum aku " kesal HADI pada ARYO .
Yang dimaksud kan hanya diam saja sehingga semakin membuat KENANGA bingung dan bertannya tanya .
"Ada apa ini sebenarnya ? Apa yang kalia sembuyikan driku ? Apa kalian belum puas , setelah sekian lama aku dibesarkan oleh ayah , tapi tak ada seorang pun yang memberitahu siapa diriku sebenarnya "
Untung saja malam itu para tamu memilih duduk duduk di meja meja yang dipersiapkan , sehingga tak bannyak para tamu yang berada dihalaman rumah .
"Baiklah...biarkan aku yang lebih dulu menjelaskan kepadamu " pinta ARYO .
"Baik lah " ucap HADI .
"Memang benar aku yang lebih dulu tau akan cerita dari mimpimu " ucap HADI mulai bercerita .
Sore itu ARYO baru selesai dari pertemuan bisnis dengan seseorang di sebuah tempat makan .
"ARYO kamu dimana nak , adikmu tiba tiba ngedrop , ayah dan ibu ada dirumah sakit sekarang "
"Iya bu ARYO akan menyusul , kebetulan ARYO baru selesai "
"Hati hati ya nak , jangan ngebut "
"Iya bu..ibu tenang saja "
Mobil hitampun langsung menuju ke arah rumah sakit ters3but , disebuah ruangan sudah ada ayah dan ibunya yang masih kecemasan .
"Bagaimana yah ? Apa WILDA tidak apa apa ?"
"Iya..dia sudah stabil lagi , tadi ibu dan ayah sempat syok tiba tiba dia kritis tapi sekarang sudah baik baik saja "
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu "
"Ya sudah kamu pulang saja dan beristirahat , sudah semalaman kamu menemani WILDA , kamu pasti kecapaian "
"Baiklah bu..ARYO pamit dulu " pamit pria itu .
Dari rona wajahnya memang terlihat dia begitu kelelahan dan kurang tidur , terlihat dari mata pandannya yang sebetulnya butuh untuk istirahat .
Begitu sampai rumah langsung saja dia melangkah ke kamarnya dan segera merabahkan diri .
Disebuah sungai yang tak deras airnya tiba tiba dia berada disana .
"Aku dimana....Loh..WILDA ???" Ucapnya bertannya tannya.
Tapi kemudian dia juga dikejutkan dengan seseorang yang sama persis dengannya tengah dipeluk erat erat oleh WILDA , badannya berlumuran darah dengan beberapa anak panah .
"Bukan kah itu aku ? Tapi bagaimana bisa , WILDA !!! ini aku , aku belum mati " teriak kakaknya tapi siapa sangka saat dia mencoba meraih sosok WILDA tapia serasa tembus pandang , WILDA sama sekali tak bisa diraihnya .
"Bagaimana , kau tak bisa meraihnya ?" Ucap seseorang dibelakangnya .
"Kau bukankah orang ini ? Tapi bagaimana bisa kau mirip denganku ?"
"Tak perlu bingung , kau adalah wujud dari semua doaku untuk KENANGA "
"Kau kenal adikku ?"
"Ya..dan dia juga mengatakan padaku bila kita mempunyai ayah yang sama , hannya saja aku tak percaya kalau dia adalah adikku , karena disini aku sama sekali tak punnya adik perempuan "
"Kau benar , dia bukan lah adik ku , dia adalah anak kenalan ayahku dan ayahku menginginkan untuk merawatnya , jadi dia tak tau bila dia bukan lah darah daging ayahku "
"Apakah itu berkaitan dengan kalungnya ?"
"Ya benar..bagaimana kau tahu ?"
"Ketahuilah bila kalung itu telah membawanya ke abad 15 ini , karena diabad ini lah dia akan bertemu orang yang akan berkorban untuknya , salah satunya adalah aku "
"Kau..benarkah ?"
__ADS_1
"Ya..aku adalah ARYA PANANGSANG putra dari RADEN KIKIN dan raja dari JIPANG PANOLAN "
"Aku ARYO kakak darinya "
"Sesuai dengan harapanku selama ini , aku adalah laki laki yang juga mencintainnya tapi sepertinnya hati adikmu bukanlah diuntukkan padaku , selain itu aku juga berharap jika dia sudah kembali agar ada pria seperti diriku yang mau menjaganya meski dia bukan milik kita "
"Aku tak keberatan , karena sepertinya perasaan cintamu padannya pun turun pada diriku , begitu dia kembali sudah sepantasnya aku menjagannya karena dia juga adikku "
"Terimakasih ARYO sodara ku , mari bantu aku membuka jalan pertama kepulangannya "
"Dengan senang hati teman "
Ke dua pria itu pun bersalaman dan hal itu kemudian diikuti kalung KENANGA yang bersinar terang saat itu .
"Dan sejak itulah hampir setiap hari aku selalu menjagamu di sore hari , bila mungkin suatu malam kau akan terbangun juga "
"HADI... bolehkah aku bicara dengan kakak ku dulu "
"baiklah..aku akan menunggu " lelaki tampan itu pun menjauh terlebih dahulu .
"terimakasih "
"maaf kan KENANGA kak , aku yakin kakak juga pasti terpukul dengan jawaban KENANGA saat hari itu "
"tidak apa ..itu artinya entah aku atau pun ARYA PANANGSANG , kami ditakdirkan untuk sebagai penyelamat untuk mu saja , sedangkan untuk kasih sayang dan cinta dihatimu itu bukanlah milik kami , aku bisa mengerti "
"terimakasih kak , aku yakin kau akan bertemu dengan wanita yang sangat menyayangimu juga "
"tentu saja , kamu tak ingat dulu aku mati diusia 30 an , sekarang aku kan juga ingin punnya bannyak anak " canda ARYO saat itu .
"tentu saja kak , mulai hari ini ayo kita hidup bahagia , aku tak mau bersedih sedih lagi "
"benar ..ayo kita bahagia " teriaknya .
__ADS_1