KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG

KENANGA DAN RAJA KERAJAAN PAJANG
HARAPAN ARYA PENANGSANG


__ADS_3

Betapa terkejutnya KENANGA saat melihat siapa seseorang dibelakangnya itu , rasanya benar benar seperti mimpi bisa bertemu dengan wajah ini lagi .



"Kau...bagaimana bisa ...?" Terkejut KENANGA dengan lelaki yang baru tiba itu , dari wajahnya, postur tubuhnya , semua bener benar mirip dengan suaminya si JAKA TINGKIR .



"Apa kau sudah lupa dengan teman kecilmu " HADI " atau lengkapnya HADI WIJAYA sekaligus suamimubdi Abad 15 " ucap lelaki bernama HADI WIJAYA itu .



KENANGA sudah pasti terkejut bukan main dengan penuturan lelaki itu , mengenai sosok HADI yang teman kecilnya yang bakal mirip dengan JAKA TINGKIR , dia tak kaget lagi karena dari sejak dia sadar dia sudah berfikir bahwa dia lah sang JAKA TINGKIR itu , hanya saja bagaimana bisa dia tahu tentang cerita ABAD 15 itu .



"Apa apaan kau ini " kesal lah ARYO dibuatnya .



"Apa maksudmu ARYO ? dia ber hak tahu tentang kita , kamu pun juga mengalaminya sebelum aku " kesal HADI pada ARYO .


Yang dimaksud kan hanya diam saja sehingga semakin membuat KENANGA bingung dan bertannya tanya .



"Ada apa ini sebenarnya ? Apa yang kalia sembuyikan driku ? Apa kalian belum puas , setelah sekian lama aku dibesarkan oleh ayah , tapi tak ada seorang pun yang memberitahu siapa diriku sebenarnya "



Untung saja malam itu para tamu memilih duduk duduk di meja meja yang dipersiapkan , sehingga tak bannyak para tamu yang berada dihalaman rumah .



"Baiklah...biarkan aku yang lebih dulu menjelaskan kepadamu " pinta ARYO .



"Baik lah " ucap HADI .



"Memang benar aku yang lebih dulu tau akan cerita dari mimpimu " ucap HADI mulai bercerita .



Sore itu ARYO baru selesai dari pertemuan bisnis dengan seseorang di sebuah tempat makan .



"ARYO kamu dimana nak , adikmu tiba tiba ngedrop , ayah dan ibu ada dirumah sakit sekarang "



"Iya bu ARYO akan menyusul , kebetulan ARYO baru selesai "



"Hati hati ya nak , jangan ngebut "



"Iya bu..ibu tenang saja "



Mobil hitampun langsung menuju ke arah rumah sakit ters3but , disebuah ruangan sudah ada ayah dan ibunya yang masih kecemasan .



"Bagaimana yah ? Apa WILDA tidak apa apa ?"



"Iya..dia sudah stabil lagi , tadi ibu dan ayah sempat syok tiba tiba dia kritis tapi sekarang sudah baik baik saja "

__ADS_1



"Syukurlah kalau begitu "



"Ya sudah kamu pulang saja dan beristirahat , sudah semalaman kamu menemani WILDA , kamu pasti kecapaian "



"Baiklah bu..ARYO pamit dulu " pamit pria itu .



Dari rona wajahnya memang terlihat dia begitu kelelahan dan kurang tidur , terlihat dari mata pandannya yang sebetulnya butuh untuk istirahat .


Begitu sampai rumah langsung saja dia melangkah ke kamarnya dan segera merabahkan diri .



Disebuah sungai yang tak deras airnya tiba tiba dia berada disana .



"Aku dimana....Loh..WILDA ???" Ucapnya bertannya tannya.



Tapi kemudian dia juga dikejutkan dengan seseorang yang sama persis dengannya tengah dipeluk erat erat oleh WILDA , badannya berlumuran darah dengan beberapa anak panah .



"Bukan kah itu aku ? Tapi bagaimana bisa , WILDA !!! ini aku , aku belum mati " teriak kakaknya tapi siapa sangka saat dia mencoba meraih sosok WILDA tapia serasa tembus pandang , WILDA sama sekali tak bisa diraihnya .



"Bagaimana , kau tak bisa meraihnya ?" Ucap seseorang dibelakangnya .




"Kau bukankah orang ini ? Tapi bagaimana bisa kau mirip denganku ?"



"Tak perlu bingung , kau adalah wujud dari semua doaku untuk KENANGA "



"Kau kenal adikku ?"



"Ya..dan dia juga mengatakan padaku bila kita mempunyai ayah yang sama , hannya saja aku tak percaya kalau dia adalah adikku , karena disini aku sama sekali tak punnya adik perempuan "



"Kau benar , dia bukan lah adik ku , dia adalah anak kenalan ayahku dan ayahku menginginkan untuk merawatnya , jadi dia tak tau bila dia bukan lah darah daging ayahku "



"Apakah itu berkaitan dengan kalungnya ?"



"Ya benar..bagaimana kau tahu ?"



"Ketahuilah bila kalung itu telah membawanya ke abad 15 ini , karena diabad ini lah dia akan bertemu orang yang akan berkorban untuknya , salah satunya adalah aku "



"Kau..benarkah ?"

__ADS_1



"Ya..aku adalah ARYA PANANGSANG putra dari RADEN KIKIN dan raja dari JIPANG PANOLAN "



"Aku ARYO kakak darinya "



"Sesuai dengan harapanku selama ini , aku adalah laki laki yang juga mencintainnya tapi sepertinnya hati adikmu bukanlah diuntukkan padaku , selain itu aku juga berharap jika dia sudah kembali agar ada pria seperti diriku yang mau menjaganya meski dia bukan milik kita "



"Aku tak keberatan , karena sepertinya perasaan cintamu padannya pun turun pada diriku , begitu dia kembali sudah sepantasnya aku menjagannya karena dia juga adikku "



"Terimakasih ARYO sodara ku , mari bantu aku membuka jalan pertama kepulangannya "



"Dengan senang hati teman "



Ke dua pria itu pun bersalaman dan hal itu kemudian diikuti kalung KENANGA yang bersinar terang saat itu .



"Dan sejak itulah hampir setiap hari aku selalu menjagamu di sore hari , bila mungkin suatu malam kau akan terbangun juga "



"HADI... bolehkah aku bicara dengan kakak ku dulu "



"baiklah..aku akan menunggu " lelaki tampan itu pun menjauh terlebih dahulu .



"terimakasih "



"maaf kan KENANGA kak , aku yakin kakak juga pasti terpukul dengan jawaban KENANGA saat hari itu "



"tidak apa ..itu artinya entah aku atau pun ARYA PANANGSANG , kami ditakdirkan untuk sebagai penyelamat untuk mu saja , sedangkan untuk kasih sayang dan cinta dihatimu itu bukanlah milik kami , aku bisa mengerti "



"terimakasih kak , aku yakin kau akan bertemu dengan wanita yang sangat menyayangimu juga "



"tentu saja , kamu tak ingat dulu aku mati diusia 30 an , sekarang aku kan juga ingin punnya bannyak anak " canda ARYO saat itu .



"tentu saja kak , mulai hari ini ayo kita hidup bahagia , aku tak mau bersedih sedih lagi "



"benar ..ayo kita bahagia " teriaknya .





__ADS_1


__ADS_2