
Pagi setelah dua hari menginap di pondok KI IMAM, KENANGA dan ARYA pamit untuk melanjutkan perjalanan pulang ke SELA , dengan cepat mereka menunggangi kudanya , hingga sore itu mereka sampai di dusun SELA .
"Ayo masuk dulu "
"Maaf KENANGA sepertinya kali ini aku akan langsung kembali ke JIPANG , sebelum nya mungkin aku tidak bisa menengok SUTA dan kamu untuk waktu yang lama, aku sudah memikirkan nasehatmu kemarin, jagalah dirimu baik baik selagi aku tak disini " kata ARYA yang langsung menyentuh di hati KENANGA .
"Ku harap kau tak ambil tindakan aneh karna kelakuan temanmu itu "
"Tenang saja, beberapa waktu nanti EYANG SUNAN berniat meresmikan dan mengangkatku sebagai Raja JIPANG, lebih baik untuk s3karang kamu temanilah SUTA WIJAYA dia sangat membutuhkanmu, jadikanlah dia pria yang hebat dan bisa menjaga ibunya "
"Baiklah , terimakasih untuk semua yang kamu berikan untuk ku dan SUTA selama ini, aku tak tau harus membalas bagaimana padamu" ucap KENANGA s3mbari memberikan sebuah bambu tempatnya menyimpan kertas kertas penting.
"Simpanlah...kau bisa membukanya saat kamu sedang bimbang "
"Terimakasih..titipkan salamku pada semuannya"
"Iya..hati hati lah nanti di jalan pulang" pesannya pada pria itu yang kemudian langsung membawa kudanya pergi. Dan masuklah KENANGA kedalam halaman rumah, dimana sudah ada ibundanya dan putra kecilnya yang berada di pintu depan.
"KENANGA ...." ucap ibundanya sembari memeluk anaknya itu.
"SUTA ibu kangen sekali denganmu nak " isak KENANGA sembari memeluk anak semata wayangnya. Air matanya tak tau kenapa terus meleleh begitu juga ibunda nya sepertinya berita itu sudah sampai ke rumah sehingga seisi rumah pun tak terkecuali menitikan air matanya.
(" Tumbuhlah menjadi pemuda yang kuat dan baik pada semua orang, ibumu akan selalu mendampingimu dan merawatmu sampai saatnya ibumu pergi ") bocah itu hanya tertawa mendapati ibunya pulang.
" ibu..pu..yang.."
"Iya nak..ibu pulang , mulai hari ini ibu akan selalu bersama SUTA dan eyang dirumah "
"Aciikkkk.."girangnya memeluk ibunya lagi.
(" ARYA..aku harap kau disana baik baik saja, semoga amarahmu akan sedikit lunak oleh hatimu, untukmu suamiku, aku harap kamu tak akan lupa jika kamu masih ada seorang istri dan seorang anak yang kau tinggalkan")
8 TAHUN KEMUDIAN
Tak terasa semua sudah berlalu dengan kehidupannya masing masing , ARYA yang selama ini mendendam setidaknya dia masih menahan amarahnya berkat SUNAN KUDUS . Sementara JAKA yang kini menjadi suamu dari CEMPAKA sudah pindah ke daerah PAJANG dan mendirikan pemukimannya sehingga dia menjabat ADIPATI dengan gelar HADIWIJAYA. Sedangkan keluarga KI AGENG SELA pula kini sudah semakin ramai dengan buyut buyut nya dan juga murid murid yang semakin banyak. Apalagi sekarang SUTA WIJAYA sudah menginjak usia 10 tahun.
"Bangun nak , ibu dan Eyang Sudah membuat sarapan " teriak KENANGA kesana kemari tapi yang dicari belum ketemu di sekitaran rumah.
"Hheeemmm...ketahuan kalau begini " gumamnya .
Segeralah dia menuju padepokan yang kini sudah banyak kemajuandri mulai buku buku, peralatan bela diri, bahkan penginapan sehingga kini sudah terpisah dari rumah.
__ADS_1
"Ada apa bu..KENANGA pagi pagi sudah sewot seperti itu"
"Biasa nyai, den SUTA Belum sarapan sudah ikut ikutan ke padepokan "
"Kalau diingat ingat tak jauh beda bandelnya dengan ayahnya ya bu"
"Iya nyai, sama sama bandel tapi orangnya penyayang "
"Sayang ya bu , sekarang secara resmi dia adalah suami putri CEMPAKA , sementara anak dan cucuku jadi kesepian disini"
"Jangan sedih ya nyai, sudah jadi jalannya nak JAKA menjadi RAJA, walaupun ternyata bagi kita tertinggal rasa kecewa kepadanya, tapi kan KI AGENG sudah berpesan padanya untuk tidak melupakan kita, pasti dia tak akan melupakan kita nyai"
"Benar ya bu, kalau KENANGA saja bisa ikhlas harusnya kita juga ya bu, maaf ya bu pagi pagi sudah buat bu SITI sedih"
"Ga papa nyai..ayo kita masak lagi "
"Iya bu..mari"
KENANGA yang sedari tadi mencari putranya rupanya benar saja, pemuda itu tengah ikut serta dalam barisan murid murid yang lain , meski badannya masih kecil tapi jiwa pemberani dan kepemimpinannya patut di puji, dia juga pandai dalam belajar menuruni bakat ayahnya, meski masih belia sudah terlihat wajahnya yang tampan s3hingga banyak mengundang tanya orang bila dia lebih cocok sebagai anak keluarga ningrat , atau anak raja.
"Aduh..aduh..."teriak anak itu ketika telinganya tertarik sesuatu, rupanya seorang ibu yang cantik tengah menggeleng gelengkan kepalanya mendapati anaknya kabur. Sehingga pelatihan pun berhenti.
"Bagus kalau SUTA tau "
" SUTA..paman fikir kamu sudah sarapan dan meminta izin pada ibu mu"
"Belum paman, SUTA minta maaf "
"SUTA... ibunda tidak akan melarang SUTA kesini kalau SUTA sudah sarapan, SUTA kan tau sendiri kalau semua paman disini selesai berlatih saat tengah hari, makanya paman semua disini sudah sarapan setelah sholat subuh "
"Benar itu SUTA, lain kali SUTA sarapan dulu ya nanti baru kesini , nanti akan paman ajarkan semuanya kepada SUTA"
"dengarkan pesan dari paman, kalau SUTA sakit ibukan bakal sedih "
"Maaf ya ibunda "
"Iya...tapi jangan diulangi lagi ya "
"Iya SUTA mengerti..paman semuanya SUTA pamit ya..Assalamualaikum.."
"Waalaikum salam "
__ADS_1
Pergilah sepasang ibu dan anak itu ke rumah dan segera menuju meja makan dimana semua masakan sudah terhidang di sana. Sang anak pun menyantapnya dengan lahap sementara ibunya disibukan menjahit pakaian dan menggambar .
"Hari ini ibu menggambar apa ?"
"Ibu menggambar pesantren EYANG SUNAN KUDUS nak "
"Boleh SUTA mencoba juga bu ?"
"Tentu saja..kemarilah ibu akan ajar kan padamu"
Giranglah anak itu dikala mendapatkan pena dan sehelai kertas yang tersimpan dulu di tas bawaan KENANGA.
"Ibunda..boleh SUTA bertanya ?"
"Boleh nak, tentang apa ?"
"Tentang...ROMO SUTA ibunda "
Sejenak KENANGA menghentikan jemarinya yang memegang pena, pastilah selama ini anaknya selalu bertanya tanya perihal Romonya, mengingat dia anak yang cerdas dan kritis.
"SUTA ingin sekali bertemu romo, SUTA ingin tau seperti apa wajah romo SUTA, Teman teman pasti selalu ditemani romo nya kalau berangkat s3kolah "
"SUTA sayang, romo SUTA itu sangat sibuk, beliau tidak mudah meninggalkan jabatannya untuk waktu yang lama"
"Tapi kenapa romo tidak pernah pulang, SUTA kan juga ingin bertemu, apa benar ibunda kalo romo adalah seorang ADIPATI ?" Tambahlah KENANGA terkejut mendapati anaknya tau akan berita itu.
"SUTA tau dari mana ?"
"SUTA tak sengaja mendengar paman bercerita tentang ROMO bu, tapi ibunda tak perlu khawatir, meskipun SUTA ingin bertemu romo, SUTA tetap saayyaanngggg.... sekali pada ibunda " polos anak itu sembari memeluk ibunya.
"Apa benar , disanakan lebih enak dan nyaman "
"Benar ibunda, pokoknya dimanapun SUTA pergi ibu harus ikut bersama SUTA, SUTA akan menjaga ibu, Suta juga tidak mau berpisah dari ibu "
"Ibunda juga sayang, ibu sayaaaang sekali dengan Suta , tapi SUTA harus ingat , jika nanti paman mengajak SUTA menemui romo, SUTA jangan pernah mengharap apapun dari romo, entah uang , barang, atau pun jabatan , mengerti..?"
"SUTA mengerti ibunda, SUTA berjanji tidak akan meminta apapun pada ROMO "
"Syukur lah...terimakasih ya sayang "
__ADS_1