
Ke tiga orang itu pun pergi menuju halaman dimana berada keluarga SURYA yang sedang menunggu pertemuan keluarga BAGAS RAHMAN itu .
"TUAN SURYA .."
"Pak BAGAS ..Selamat siang " sapa beliau diikuti istri dan anaknya yang menyalami .
"Aku sangat berterimakasih atas apa yang keluargamu berikan untuk merawat anakku ini , aku tahu persis bagaimana upaya yang kamu lakukan sampai kalian pindah ke rumah lama nyonya SURYA "
"Kami pun sangat menyayanginya pak , kami tak keberatan dengan upaya yang kami lakukan untuk WILDA... ohhh maaf ..itu nama panggilan kami "
"Tidak masalah..mau WILDA atau pun KENANGA itu adalah nama anak kita , aku juga tak melarangnya mau tinggal dimana , dia memang anak ku tapi kalian lah ayah dan ibunya selama ini "
"Terimakasih pak BAGAS "
"Sama sama..kali ini aku dan anak ku PERMANA mau izin pula membawa KENANGA kami untuk mampir ke rumah menemui ibunya "
"Silahkan pak BAGAS , niat kami memang ingin menunjukan kepada WILDA untuk bertemu keluarganya "
"Terimakasih...kami pergi dulu tuan SURYA"
"Iya pak.. hati hati diperjalanan "
"Iya sama sama "
Pergilah WILDA bersama ayah dan kakaknya itu , meninggalkan keluarga dari SURAKARTA , kakaknya Mas ARYO hannya tersenyum melihatnya dari jauh begitu pun dengan WILDA yang juga membalas s3nyumannya .
Pergilah mereka dengan mobil silvernya menuju ke rumah keluarga besar sang guru besar yang berjarak sekitar 3 /4 km dari universitas itu .
Sebuah rumah berhalaman luas didepannya itu pun diparkirkan mobil silver itu .
"Ini lah rumah kita dek "
"Waahhhh...banyak pepohonan dan bunga bunga ya kak "
"Ibu pasti tak menyangka bila kamu yang akan datang "
__ADS_1
"Benarkah , tapi ayah...aku rasa ibu sudah menyadarinya , lihatlah..." tunjuk WILDA yang ternyata didepan pintu rumah itu sudah berdiri seorang ibu ibu berusia 60 tahunan sedang takjub dengan apa yang dilihatnya .
Ke tiga orang itu pun turun dari mobil dan langsung menuju ke arah wanita itu , sang ayah pun langsung mencium pipi istrinya dan anak lelakinya langsung menyalaminya , sementara tamu baru nya hanya memandang dalam dalam wanita didepannya, rasanya baru kemaren dia bersama ibunya merawat anaknya , sekarang beliau sudah dihadapannya .
Saat WILDA mencoba menyalaminya perempuan itu justru memeluknya erat erat sambil menangis dan sesekali beliau menciumi pipi WILDA , sehingga membuat ke dua pria disebelahnya ikut menangis dan bersama memeluk WILDA .
Sudah beberapa hari ini nyonya BAGAS memang sedang tak enak badan , tapi anehnya dari sejak pagi beliau sudah bergegas ke pasar berbelanja berbagai bahan masakan , sepertinya hati ibu itu sudah bisa merasakan akan kedatangan putri kecilnya meski sudah berpisah selama belasan tahun .
"Ibu dan ayah sangat khawatir saat ayah BAGAS mu mendapat kabar , bila kamu jatuh di pegunungan "
"Benar KENANGA kecil , kita sempat syok saat mendengar bila kamu juga koma hingga berbulan bulan " timpal kakak nya.
"Maaf ya bu , ayah , kakak aku saja tidak tau bila aku sedang mengalami koma "
"Untung saja eyang dari ayah SURYA mu menerangkan kepada kami , bila inilah jalan takdirmu , perjalanan dari kalung yang memilihmu , sehingga kamu pun diberi nama WILDA PUSPA KENANGA "
"Benarkah ayah ?"
"Ya...dan seseorang mengatakan padaku bila kelak dengan kalung yang membuat semua orang membenci dan menjauhimu , tapi kelak orang akan iri kepadamu " terang ayahnya kembali .
"Bukan nak , itu adalah hasil sayembara seluruh anak perempuan di seluruh negri ini kala itu "
"Waawwww ..."
"Kalau tak salah , ibu , ayah dan kakak mu PERMANA & MARTA juga ikut acara itu "
"Waahhh...rupanya aku tertinggal acara penyambutan adikku ya " ucap kakak MARTA nya yang buru buru pulang dari kantor DINAS SOSIAL tempat kerjanya .
"Nah KENANGA ini kakakmu MARTA "
"Halo kak ... apa kamu sudah lupa dengan ku ?"
"Itu tidak mungkin , kamu adalah adik perempuanku satu satunya , entah lah kalau pria ini " godanya pada adiknya PERMANA .
__ADS_1
"Enak saja , tak apa kamu melupakanku , aku masih ada ayah dan ibu "
" hahahhaha.." tertawa lah mereka .
"Aku tak menyangka kamu sudah sebesar ini "
"Benar mas...padahal seperti baru kemaren ya kita melihat kalung itu bersinar saat didekatkan padanya"
"Apa ayah SURYA mu tak menceritakannya "
"Hannya sedikit ayah , katanya biar ayah dan ibu saja yang bercerita padaku , beliau hannya berkata bila beliau tak tega setelah melihat dan mendengar cibiran orang saat melihat kalung itu bersinar kepadaku , sehingga beliau langsung mengakui ku sebagai anaknya demi nama baik ayah "
"Benar .."
"Ayah ceritalah kepadaku tentang kisah itu " mohon KENANGA .
"Ya yah...biar kita bisa mengingat kembali kejadian itu " mohon tuan PERMANA pula .
"Bagaimana bu ?"
"Silahkan saja , ceritalah pada anak anak kita ini "
" Saat itu ayah masih ingat saat ayah baru sekitar satu bulan menjadi calon guru besar di Universitas " tuan BAGAS mulai bercerita .
Siang itu tak hannya di wilayah SURAKARTA dan YOGYAKARTA yang dihebohkan bila keraton YOGYA tengah mengirimkan puluhan juta surat ke semua wilayah bila salah satu kalung pusakannya telah menunjukan cahayanya , hal itu bertanda bila salah satu anak di negri ini sudah genap berusia satu tahun dan siap mendapat anugrah kalung TIGA JIWA yang artinya bila kelak ada dua orang yang akan berkorban untuk hidupnya , tapi sebaliknya , akan datang hikmah dibalik peristiwa itu . Mendengar hal itu beberapa orang ada yang takut dan juga penasarah akan hal yang menggemparkan saat itu .
Beberapa rumah pun secara misterius bila mempunyai anak berusia satu tahun pasti mendapati surat itu undangan itu secara tiba tiba dan serempak di seluruh negri .
"Mas SURYA lihat lah anak ku pun mendapatkan surat undangan " girang tuan ANGGA kala itu .
"Benar kah ? nanti aku akan menemanimu ke acara itu "
"Tentu saja , mas harus menemaniku "
(" Entah kenapa firasatku merasa ada sesuatu yang lain , meski di kabarkan bila kalung pusaka telah menemukan pemiliknya , tapi beberapa dari kalangan kita sudah pasti tahu kalung pusaka apa yang akan diikatkan pada seorang gadis kecil , sudah pasti saat besar nanti dia akan mendapat tekanan yang besar , sepertinya aku memang harus datang ke acara itu ") gumam tuan SURYA kala itu .
__ADS_1